
Tak berselang lama Pak Angga dan Bu Ristie datang ke rumah Anastasya Setelah kepergian Erlan.
Bu Ristie membawa parcel yang tadi siang Anastasya dan juga Erlan beli di swalayan.
Anastasya yang melihat Ibu beserta Bapak mertuanya datang, bergegas menghampiri nya dan mencium tangan keduanya.
''Lho ini kan yang kak Erlan beli tadi siang? kenapa sampai lupa nggak di bawa pulang ya.'' batinnya mencoba tersenyum pada sang Mertua.
''Ayo Bu, Pak masuk?'' Ajak Anastasya lembut, diapun menggandeng tangan Ibu Mertuanya.
tak lama setelah Bu Ristie dan Pak Angga masuk, Pak Amin beserta istrinya menghampiri sang besan di ruang tamu nya.
''Sudah lama.'' tanya Pak Amin ambigu dan menyalami kedua Besannya.
''Baru nyampek Pak? ini...baru juga kita duduk.'' Ucap Pak Angga terkekeh.
''Rupanya Besan kita jago ngelawak juga ya Bu?!'' sahut Pak Amin yang menoleh ke arah istrinya. Bu Yuni hanya tersenyum.
Sedangkan Anastasya kebelakang untuk membuatkan minuman, setibanya di dapur Anastasya membulatkan matanya karena terkejut, yang ternyata di sana sudah banyak macam macam kue.
Bu Yuni menghampiri Anastasya di dapur yang menurut Bu Yuni terlalu lama cuma bikin minuman saja.
''Mana minumannya Nak? kok lama banget bikinnya.'' tanya Bu Yuni lembut yang berhasil membuyarkan lamunan Anastasya.
''Ibu? ini kue banyak banget buat apa?!'' bukannya menjawab pertanyaan sang ibu, Anastasya malah tanya balik pada Ibunya.
''Ayo cepat bawa keluar, keburu pulang Mertua kamu itu.'' Ucap Bu Yuni, lalu menaruh piring-piring yang berisi kue di atas nampan dan membawanya ke ruang tamu.
Anastasya hanya bisa mengikuti langkah sang Ibu membawa beberapa gelas teh hangat.
"Kan Anas cuma tanya thu kue buat apaan." gumamnya tak terdengar oleh sang Ibu.
Anastasya menaruh teh hangat di atas meja, ''Silahkan di minum tehnya Pak, Bu.'' suruh nya dan berbalik menuju kebelakang guna menaruh nampan yang ia bawa barusan.
''Ayo mari mari di cicipi kuenya, jangan malu-malu Besan kalau malu-malu ya nggak ke makan kuenya?'' kata Pak Amin bercanda, namun tanpa ia sadari sang istri malah menginjak kakinya.
''Auw.... sakit Bu? kenapa malah menginjak kaki Bapak sich.'' rintihnya yang bikin kedua Besannya tertawa lepas.
''Lagian Bapak githu ngomongnya sama Besan kita.'' ucap Bu Yuni pelan, namun masih terdengar oleh Bu Ristie dan juga Pak Angga.
Pak Angga yang mendengar langsung berhenti dari tawanya. ''Nggak apa-apa kok Bu Yuni, kita tau kalau Pak Amin hanya bercanda saja, iya kan Bu?!'' ucap Pak Angga melirik sang istri.
__ADS_1
''Iya Bu? kita malah seneng kalau ketemu Besan yang suka bercanda, ada kalanya kita ngobrol serius dan sisanya kita buat bercanda.'' sahut Bu Ristie tersenyum.
''Dengan kita bercanda kayak gini, kita serasa saudara bukan antara sesama Besan.'' tambah Bu Ristie yang di angguki oleh Bu Yuni dan Pak Amin.
''Thu kan, Ibu malah langsung nginjak kaki Bapak kayak tadi.'' celetuk Pak Amin dan mendapatkan sebuah cubitan kecil dari Bu Yuni di paha nya.
Pak Angga dan juga Bu Ristie mengambil kue di piring yang sudah tersedia di atas meja.
''Kuenya manis ya Pak Amin.'' Ujarnya memulai obrolan nya lagi.
''Kalau kue pahit ya bukan kue lah San? tapi jamu.'' sahut Pak Amin menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
Pak Amin memanggil sang Besan dengan sebutan San.
Biar apa coba! biar gampang lah manggilnya, singkat, padat dan jelas, Oke. hehehe.... 🤦♀️🤦♀️🤦♀️. lanjut... !
Mereka ber empat menyantap kue kue yang di hidangkan Bu Yuni.
Sesekali pak Angga berceloteh mengenai keberangkatan dia esok hari, Pak Angga menitipkan sang Menantu pada pak Amin orang tua Anastasya.
Sedangkan Anastasya duduk anteng di samping Bu Yuni, dia hanya menjadi pendengar yang baik menanggapi obrolan para orang tua.
Dan tak jarang Anastasya ikut tersenyum karena ulah sang Orang tua dan juga Mertuanya. Anastasya menganggap mereka amat sangat lucu, ''Baru kenal sudah seakrab ini?!'' gumam nya.
''Menantumu itu anakku juga kan San! mana mungkin di bikin lecet Putri ku ini.'' sahut Pak Amin tak mau kalah dari Pak Angga.
Para Ibu-Ibu pun hanya tertawa dan menepuk jidadnya masing-masing melihat kelakuan para suaminya.
''Maaf ya Bu Yuni, suamiku emang githu orang nya, suka bercanda.'' ucap Bu Ristie pada Bu Yuni.
''Iya Bu, nggak apa apa? kayaknya kelakuan mereka sama kok Bu Ristie.'' jawab Bu Yuni tersenyum.
Di saat lagi asik mendengarkan obrolan para orang tuanya, ponsel Anastasya berdering. dilihatnya ID pemanggil nya yang ternyata Erlan yang menelvonnya.
''Siapa Ndok, yang nelvon?'' Tanya Bu Ristie ketika melihat sang menantu ragu untuk menerima panggilan nya.
''Kak Erlan Bu?'' sahutnya malu malu.
''Ya sudah, angkat dulu telfon dari Erlan.'' Ucap Bu Ristie menyuruh sang Mantu.
''Anas pamit dulu ya Bu?'' pamitnya dan beranjak dari tempat duduk nya, ia memilih mengobrol di dalam kamarnya.
__ADS_1
Pak Amin dan juga Pak Angga hanya menatap kepergian sang Putri dan sang mantu, Pak Angga yang kepo pun bertanya pada sang istri ketika melihat Menantu nya beranjak pergi.
''Kenapa Bu.'' tanya Pak Angga pada Bu Ristie sang istri.
''Och itu telfon dari Putra kita.'' sahut Bu Ristie yang di angguki oleh keduanya.
''Kemarin waktu melamar Nak Tasya kita buru-buru dan akhirnya cuma sempat beliin cincin untuk dia.'' Ucap Bu Ristie yang memulai obrolan seriusnya.
''Dan sekarang kita ke sini mau nganterin ini untuk Putri kita? sekalian kami mohon pamit.'' tambahnya.
''Ya nggak apa apa juga Bu, nggak usah beginian juga, kita sebagai orang tua yang membesarkan nya sudah bahagia dengan kedatangan kalian.'' Ucap Bu Yuni memegang tangan Besan nya.
''Kami tidak bisa mengantar kepergian kalian, kami hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk keluarga Bu Ristie.'' Ucapnya lagi yang di angguki Bu Ristie.
''Nggak apa apa Bu nggak usah repot-repot mengantar kami, besok kita naik travel karena berangkatnya rame rame.'' kata Bu Ristie lembut.
''Aku titip Tasya sama Ibu, maaf sebelumnya belum bisa bawa Tasya ikut serta dengan kami?'' Ujar Bu Ristie.
Bu Yuni menepuk tangan Bu Ristie yang masih ia pegang.
''Bu Ristie tenang saja, kita akan menjaga Putri kita dengan baik, iya kan Pak?!'' Ucap Bu Yuni dan minta dukungan Pak Amin sang suami.
''Iya Bu, kita akan menjaga dia dengan sangat baik.'' ucap Pak Amin memandang Bu Yuni sang istri.
Setelah lama mereka bercanda dan saling memuji satu sama lainnya, akhirnya Bu Ristie dan Pak Angga berpamitan pada keluarga Pak Amin.
Anastasya meninggalkan ponselnya yang masih menyala di kamarnya, karena panggilan sang Ibu dari luar kamarnya.
Anastasya mencium tangan keduanya, dan diapun mendapatkan pelukan dari sang Mertua.
''Jaga diri baik baik, dan jangan sampai sakit mengerti?!'' ucap Bu Ristie menyentuh hidung Anastasya Menantunya.
Anastasya mengangguk pelan, Bu Ristie melangkah pergi di saat Pak Angga sudah menyalakan motornya.
''Assalamu'alaikum.'' ucap Bu Ristie melambaikan tangannya.
''Waalaikum salam.'' jawab mereka yang hampir bersamaan.
👉👉👉👉
Makasih yang selalu dukung karya receh Al-mahyra.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen,vote dan hadiahnya kk🤭🤭.
Makasih🙏🙏🙏