
Erlan yang tiba di rumah kontrakan Putri langsung memaruh tas ransel nya, dan bergegas pergi menuju kampus nya untuk segera bertemu dengan gadis kecilnya tersebut.
Erlan mengendarai motor bebeknya ke kampus Putri, dengan terus mengumbar senyum manisnya Erlan menuju ke kampus sang gadis.
Tak lupa pula Erlan membelikan Putri sebuah hadian yang murah meriah menurut nya.
Kini Erlan menunggu gadis nya di depan Gerbang kampus nya.
Dan beberapa menit kemudian Putri sudah berjalan keluar menuju Gerbang.
''Hay cewek,'' sapa Erlan pada Putri tunangan nya.
Putri yang mendengar suara yang begitu familiar langsung menoleh ke asal suara. Putri pun langsung menghambur pada Erlan laki-laki yang sangat ia rindukan.
Putri memeluk Erlan dengan erat dan mau melepaskan pelukannya, walau dia tau kalau sedang di tonton oleh semua mahasiswa yang juga ingin pulang kerumah nya masing-masing.
Putri mengabaikan tatapan semua teman temannya, karena menurut nya tak penting.
''Kak Erlan kapan datang?'' tanya Putri lembut.
''Tadi, jadi kakak langsung ke sini karena kakak tau kamu nggak bawa motor ke kampus,'' jawab Erlan mengelus puncak kepala tunangan nya.
''Iya, tadi aku ikut Pak Santo mengantar makanan seperti biasanya,'' kata Putri sambil terus mendongak menatap padabsang laki-laki nya.
Karena Erlan lebih tinggi dari Putri.
''Ayo kita jalan jalan dulu,'' Ajak Erlan sembari memberikan bunga mawar yang ia beli tadi.
Putri tertawa melihat Erlan memberinya bunga Mawar, karena dari dulu dia tidak pernah memberikan yang namanya bunga Mawar, melainkan Erlan hanya memberi Putri bunga Bank. Bunga kertas yang setiap bulannya ia kirimkan ke rekening Putri.
''Kenapa tertawa,'' tanya Erlan pada sangat gadis karena terus terusan tertawa.
''Kak Erlan nggak apa apa kan,'' tanya balik Putri sambil memegangi dahinya yang tak terasa panas.
Erlan menurunkan tangan sangat gadis dari kening nya, di genggam nya tangan tersebut dan ciumi nya tangan gadis yang sangat ia cintai dan ia kasihi.
__ADS_1
Mungkin dia adalah orang yang paling jahat pada gadis kecilnya, namun sekarang Erlan begitu sayang pada sang gadis sampai sampai dia tidak mau kehilangan gadis kecil nya.
*-*-*-*-*-*-*-*
*Bandara*
Setelah beberapa minggu di Jakarta, Erlan memutuskan pulang ke Kalimantan guna menemui orang tuanya di sana.
Erlan di antarkan ke bandara oleh Putri dan kedua teman nya, Reno dan juga Zein.
Putri melambaikan tangan nya pada sang kekasih dengan senyuman manis di bibir ranum nya.
Setelah keberangkatan Erlan, Reno dan Zein membawa Putri ke taman untuk menenangkan fikiran sejenak.
Putri tak banyak bicara setelah kepergian Erlan tadi, dia lebih banyak menghabiskan dengan lamunan nya.
''Kamu nggak usah khawatir, Erlan akan cepat kembali kok,'' Ucap Zein membuyarkan kamunan nya.
''Lagian kamu bukan cuma satu tahun, dua tahun kan tunangan dengan Erlan, dia tipe cowok yang sangat setia pada satu gadis. Kamu sangat beruntung Putri, kita bersyukur karena kamu mendapatkan laki-laki yang baik dan penuh tanggung jawab seperti Erlan,'' Jelas Reno menepuk punggung Putri.
Putri tersenyum pada kedua nya sembari merangkul kedua nya seraya berkata.
''Terima kasih banyak, kalian sudah membantu Putri selama ini, dan terima kasih juga sudah melindungi Putri dari orang yang ingin berbuat Dzholim pada Putri, kalau tidak ada kalian berdua Putri nggak tau harus bagaimana menghadapi orang orang tersebut.'' lirih nya namun Putri mencoba untuk tersenyum agar kedua temannya tidak mengkhawatirkan dirinya.
''Kok jadi sedih gini sich, harusnya kita bahagia sekarang, karena sebentar lagi kamu bakalan menikah dengan sang pujaan hati,'' celetuk Reno mengalihkan topik pembicaraan nya.
''Ya sudah, kita harus merayakan semua ini di cafe bagaimana,'' Usul Zein.
''Tapi yang harus bayar orang yang akan jadi pengantin Oke,'' Tambah nya lagi.
''Enak saja, biasanya pengantin nggak ikutan bayar dong, harusnya kalian yang mentraktir Putri gimana sich,'' gerutu Putri.
Zein menggaruk tengkuknya yang tak gatal seraya bergumam. ''Aku lagi bokek, kan cuma satu bulan aku kerjanya, itu pun aku langsung kirimkan ke orang rumah,'' Ucap Zein dengan nada sedih nya.
''Gue apalagi, gue kan belum bekerja cuma bisa meminta uang saja selama ini,'' Ujar Reno tak kalah menyedihkan dari Zein.
__ADS_1
Putri mengerti dan sangat mengerti pada kedua temannya.
''Ya sudah, hari ini aku yang bakalan traktir kamu, tapi lain kali kamu yang harus mentraktir Putri Oke,'' Gumam Putri.
''Bagaimana kalau kalian punya cewek yang meminta di beli'in tas atau yang semacam nya,'' tanya Putri.
''Makanya kita nggak mencari cewek untuk saat ini, lagian cewek-cewek nggak ada yang seperti kamu Putri,'' tutur Reno.
''Ya nggak mungkin adalah say, sifat semua cewek itu berbeda-beda, nggak bakalan ada yang sama satu sama lainnya.'' sarkas Putri beranjak dari duduk nya.
''Hey!! Mau kemana.'' Teriak Reno saat Putri meninggal kan mereka.
''Katanya mau makan, jadi nggak aku traktir kalian, kalau nggak jadi ya Alhamdulillah banget dong gue,'' Ucap Putri terkekeh renyah.
''Enak saja, jadilah gue juga sudah lapar nich,'' Ucap Zein sambil berlari mengejar Putri yang semakin menjauh.
Reno juga ikutan berlari. ''Tega banget sich ninggalin gue sendirian,'' gerutu nya.
Putri dan juga Zein tak menanggapi Gumamam Reno di belakang nya.
Tiba di Cafe, Zein dan Reno langsung memesan makanan yang menurut nya enak, karena rasa lapar nya Zein nggak sabar menanti makanan yang ia pesan datang.
''Huch, lama banget sich nggak dateng dateng mkanan nya,'' gerutu Zein.
''His,'' desis Putri melihat Sahabat nya yang tak sabar.
''Sabar, sebentar lgi bakalan datang kok.'' Ucap Putri menepuk jidad nya.
Makanan yang mereka pesan akhirnya datang juga, sang pelayan mulai meletakkan semua pesanan nya di meja depan mereka.
''Selamat menikmati,'' Ucap sang pelayan dan melangkah pergi.
''Sudah kalian makan saja,'' suruh Putri.
Zein dan juga Reno dengan lahap memakan makanan yang biasa pesan, dalam sekejab semua makanan yang ada di hadapan nya sudah berpindah ke perut kedua nya.
__ADS_1
Putri hanya melirik sekilas pada kedua nya yang sudah menghabiskan makanan nya.