Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 136


__ADS_3

Sebelum tidur Erlan mengajak istri kecilnya untuk menunaikan sholat malamnya, Putri begitu senang ketika suaminya selalu mengajak dirinya untuk melakukan sholat malam. Putri berpikir kelak perilaku seperti ini akan ia turunkan pada sang anak, agar terbiasa melakukan sholat sunnah di sepertiga malam nya.


''Ayo sayang ambil wudhu','' Erlan mengambil pakaian yang bersih dan membentang kan sajadah nya, sembari menunggu istri kecilnya selesai mengambil air wudhu, Erlan menyempat kan membaca Al-Quran yang ia letakkan di atas meja kecil, walaupun hanya membaca beberapa makrok namun Erlan merasa tenang di dalam hatinya, walaupun ia sukses kelak dia tidak akan melalaikan kewajiban nya sebagai seorang muslim yang taat dalam Agama nya.


''Sudah selesai Mas?'' tanya Putri ketika melihat suaminya menaruh Al-Quran di tempat nya kembali.


''Sudah sayang? ayo kita sholat dulu habis itu kita tidur, kasian calon anak kita lagian kamu juga harus banyak istirahat sayang??'' Ucap Erlan yang sudah mengambil posisi sebagai Imam bagi istri kecilnya.


Dengan segera Erlan mengucapkan takbirotul ikhram dan bacaan bacaan lainnya, selesai melakukan sholat sunnah 2 rokaat nya, Putri mencium punggung tangan suaminya dengan penuh takdzim, ''Tangan ini lah yang selalu memberiku nafkah, tangan ini juga lah yang selalu melindungi ku, dan membuatkan aku apa saja yang aku minta selama ini, terima kasih suami ku, engkau selalu memberikan yang terbaik buatku, dan semoga? ini akan selalu aku rasakan sampai kelak di hari tua kita, jangan pernah berubah dan jangan pernah sesekali kamu tinggalin aku sendirian?'' batin Putri yang masih mencium telapak tangan suaminya, dan tanpa Putri sadari air matanya sudah membanjiri pipi chubby nya.


''Sayang? kamu kenapa, apa Mas punya salah sama kamu?'' tanya Erlan mengangkat wajah istri nya yang masih menempel di tangannya.


''Kalau Mas punya salah, Mas minta maaf ya sayang? Mas janji tidak akan mengulangi nya pagi,'' lanjut Erlan namun Putri masih saja menggeleng kan kepalanya.


''Mas Erlan nggak pernah salah kok? namun Putri lah yang banyak melakukan kesalahan pada Mas Erlan, selama ini mungkin Putri terlalu egois dan selalu berbuat salah pada Mas Erlan, Putri harap Mas Erlan bisa memaafkan Putri,'' lirih nya, dengan air mata yang semakin membanjiri kedua pipinya.

__ADS_1


''Sudah, jangan nangy lagi ya, kita berdua saling memaafkan saja bagaimana, apalagi kalau Mas punya salah, Mas harap adek bisa ngomong langsung pada Mas, agar Mas bisa tau kesalahan Mas di mana, ayo kita tidur saja sudah malam banget ini,'' Gumam Erlan lembut pada istri kecilnya, Erlan membuka mukenah Putri dan menggendong nya ke tempat tidur. Tak lupa juga Erlan mencium kening istri nya dan perut Putri yang sudah mulai membuncit. Nampak Erlan tersenyum melihat perut buncit istri nya yang membuat Putri cemberut.


''Sudah, jangan ngomong lagi ya sayang, waktunya tidur ini mah, Mas juga sudah berat ini,'' Ujar Erlan menghentikan ucapan istri kecilnya. Erlan menyelimuti tubuh sang istri dan memeluknya dengan mesra di tempat tidur, tak butuh waktu lama bagi Putri dan juga Erlan untuk menyusuri alam mimpi nya, karena mereka berdua sudah begitu lelah karena seharian mereka beraktifitas di kantor yang sama, ditambah lagi malam hari nya permintaan Putri yang begitu banyak pada sang suami yang notabene nya cowok dingin, itu menurut teman sekantor nya, karena Erlan tak pernah berbicara pada semua rekan kerjanya kalau di rasa nggak penting, namun bagi Putri sang istri, Erlan adalah laki-laki yang begitu penyayang dan juga cerewet, Erlan begitu posesif sejak mengetahui kehamilan sang istri, Erlan begitu menjaga istri kecilnya di kala ada waktu luang di kantor nya, ya walaupun Erlan dan juga Putri mendapatkan tatapan dari semua karyawan dan teman-temannya di kantor, tapi Erlan tak menghiraukan itu semuanya, masa bodoh juga harus memikirkan tatapan dari mereka.


*-*-*-*-*-*-*


Mentari pagi sudah menampakkan sebagian sinarnya yang melewati celah-celah jendela kamar Putri dan juga Erlan, Erlan yang terkena sinar mentari pagi membeliak dan mengerjapkan matanya, saat di rasa sudah mulai terkumpul kesadaran nya, Erlan terkejut yang melihat benda bulat yang menempel di dinding kamarnya.


''Astaghfirullah hal adzim!'' serunya beranjak dari tempt tidur nya, ya waktu itu menunjukkan pukul 6:20 menit.


''Maafkan Mas ya sayang? Mas ngagetin kamu ya,'' tanya balik Erlan pada istri kecilnya yang mulai duduk dari tidurnya.


''Ya sudah Mas mandi dulu ya, takut nya telat ke kantor,'' gumam Erlan tersenyum manis pada sang istri.


''Mandi bareng saja Mas, biar cepat juga,'' Putri memberi ide pada suaminya, karena emang bener yang di katakan Putri, mandi berdua lebih menghemat waktu.

__ADS_1


''Kalau mandi berdua, bukannya cepat sayang? yang ada tambah telat nanti,'' jawab Erlan enteng.


''Jangan mikir aneh aneh dech Mas, ayo mandi sekarang, Nanti tambah telat ke kantor nya,'' jawab Putri menarik tangan Erlan suaminya, terlihat Erlan tersenyum jahat pada istri kecilnya tersebut.


''Buang pikiran kotormu itu Mas? masih pagi sudah mikirin hal hal yang tak ada faedah nya sama sekali.'' lanjut Putri yang mulai menanggalkan pakaiannya di depan sang suami.


''Sayang? jangan buat Mas menderita seperti ini,'' bisik Erlan pada Putri istri kecilnya yang sudah tak mengenakan sehelai benang pun. Putri tak menghiraukan ucapan Erlan, dia terus saja mengguyur tubuh mungilnya di bawah guyuran air dingin. Erlan hanya bisa menelan salivanya dengan begitu berat melihat sang istri tak merespon ucapan nya.


''Ayo Mas? cepetan,'' Ucap Putri tiba-tiba yang membuyarkan lamunan Erlan.


Putri nampak sudah selesai dengan mandi nya, dan dia memakai baju yang sengaja ia bawa ke dalam kamar mandi juga, baju putih lengan panjang, dan rok panjang berwarna hitam-nya sudah menempel di tubuh mungil Putri sang istri, perut buncit nya sudah mulai terlihat jelas, apalagi ketika Putri tidak memakai baju terusan seperti baju gamis yang sering ia pakai di dalam rumah nya, tapi itu semua tak menyurutkan rasa cinta Erlan pada sang istri tercinta nya.


Erlan menatap lekat lekat tubuh mungil istri nya yang kini sudah berbadan dia, tinggal menunggu hitungan bulan lagi mereka berdua akan menjadi orang tua bagi anak nya yng sekarang masih di dalam kandungan sang istri.


''Kenapa Mas Erlan menatap Putri kayak githu, apa sekarang Putri terlihat jelek ya? sehingga di tatap sedemikian rupa sama suami nyebelin Putri,'' tanya Putri yang sekaligus meledek suaminya yang akhir akhir ini nyebelin.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2