
...Lantunan ayat-ayat suci Al-qur'an ber kumandang dengan merdu-nya di pengeras masjid Al-hilal di desa Anastasya....
Tak lama kemudian suara Adzan maghrib pun ber kumandang tak kalah merdu-nya.
Anastasya bergegas mengambil air wudhu' untuk melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang muslim yang ta'at akan ajaran agama Islam.
Selesai ber wudhu' Anastasya bergegas menuju ke musholla untuk menunaikan ibadah sholat nya. Anastasya memilih musholla untuk sholat berjama'ah.
Sesudah sholat berjama'ah nya?Anastasya memilih mengambil Al-qur'an di atas nakas, lalu Anastasya membaca ayat demi ayat yang ada di surat YASIN dan surat AL-KAHFI sambil menunggu adzan isya.
Karena hanya dengan membaca Al-Qur'an hati Anastasya menjadi tenang tanpa ada beban apapun.
Membaca Al-Qur'an membuat orang yang membacanya menjadi lebih tenang dan Damai.
Setelah selesai membaca surat AL-KAHFI Anastasya langsung menyambung untuk sholat Isya' berjama'ah dan Selesai-nya dengan semua kegiatan nya Anastasya beranjak dari musholla melipat mukenah nya dan langsung pulang.
Setibanya di rumah Anastasya mengucapkan salam pada orang tuanya.
''Assalamu'alaikum Bu, Bapak?'' Anastasya menghampiri sang Ibu dan bapaknya, dia mengulurkan tangan mencium tangan orang tuanya.
"Sudah selesai.'' tanya Pak Iman ayah angkat Anastasya.
" Alhamdulillah sudah selesai pak?'' jawab Anastasya dan duduk di dekat sang ayah angkat.
"Ujiannya kapan berakhir.'' tanya-nya
"Insya Allah besok pak berakhir nya, kalau Anastasya boleh tau kenapa ya pak.'' jawab-nya.
Sedangkan di dalam hati-Nya bertanya-tanya ada apa kok tiba-tiba sang Bapak angkat bertanya demikian.
" Nggak kenapa-napa.'' ucap-nya singkat padat dan jelas.
Anastasya mengangguk dan meneruskan Belajar-nya setelah sang bapak angkat sudah ber bicara.
__ADS_1
"Sya…?" panggil sang ibu angkat.
"Iya Bu' kenapa?" tanya Anastasya ketika sang ibu sudah berada di sampingnya.
" Lho itu apa Bu' kok bawa kardus.'' tanya Anastasya yang melihat sang Ibu membawa kardus berisikan kue bolu.
"Och...? ini besok kamu anterin kue ini ke rumah Sela,
sela besok mau tunangan", ucap sang ibu, karena kalau di kampung setiap ada orang yang bertunangan para tetangga akan menyumbang entah itu kue ataupun sembako.
" Iya Bu.'' Ujar Anastasya yang mengangguk kan kepala-nya.
"Kapan hamba bisa merasakan di lamar orang ya Allah.'' Bathinnya yang mulai berkecamuk m
Anastasya mencoba menahan tangisnya ketika melihat apa yang di bawa sang ibu barusan.
Anastasya menghela nafas panjang untuk menetralkan emosinya, Anastasya memejamkan mata-nya untuk mengusir ke gundahan hati-Nya.
" Anas harus banyak-banyak bersyukur karena sudah di Perbolehkan untuk menikmati hidup di dunia ini, semangat Anas? kamu harus kuat, kamu tidak boleh menjadi orang yang lemah.'' gumamnya menyemangati diri nya sendiri.
Sampai akhirnya jam menunjukkan pukul 9 malam.
Anastasya tidak bisa tidur, dia hanya membolak balikkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri.
Saat sudah jam 3 dini hari Anastasya memejamkan Mata-nya sebentar sampai adzan shubuh berkumandang.
Anastasya bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh-nya. dan langsung mengambil air wudhu.''
Anastasya mulai menunaikan ibadah nya. lalu kemudian Anastasya bergegas ke dapur untuk membantu sang ibu memasak.
"Kamu Bersih-bersih saja, biar Ibu yang meneruskan memasak nya.'' ucap sang ibu menyuruh Anastasya untuk Bersih-bersih di area rumah-nya.
Selesai memasak sang Ibu langsung berpamitan untuk pergi ke sawah, karena sang Ibu sudah di suruh Pak Minto untuk membersihkan sawah nya dari Rumput-rumput liar, yang berada di tanaman padi nya.
__ADS_1
"Ibu ke sawah dulu, jangan lupa kue ithu di antar ke rumah Sela setelah pulang sekolah.'' ucap sang Ibu memperingati.
" Iya Bu', Anastasya ingat kok.'' jawabnya mengerucutkan bibir nya.
"Ya sudah Ibu berangkat dulu ke sawah, Assalamu'alaikum.'' ucapnya melangkah keluar dari rumah-nya menuju ke sawah pak Minto.
" Waalaikum salam ", jawab Anastasya.
Jam 6 pagi Anastasya sudah mulai bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah dengan seragam nya, tak lupa ia juga memakai jilbab nya dan tak lama kemudian pintu rumah di ketuk dari luar.
" Assalamu'alaikum.''ucap Zein
Karena ucapan salam-nya tidak di jawab oleh Anastasya akhirnya Zein memanggil nama nya.
"Anas...och...Anas.'' teriak nya
" Iya sebentar.'' jawab Anastasya dari dalam dengan buru buru Anastasya membuka pintu rumah nya dan sudah ada Zein di depan pintu-nya.
" Kemana saja sich An, salamku juga nggak di jawab.'' celetuk Zein
"Maaf.… maaf Zein tadi Anas lagi pakek jilbab, dan gigit jarum ini juga.'' ucap Anas memperlihatkan jarum pentul nya.
Zein mengangguk dan bertanya.
" Sudah siap belum.''
"Siap kok.'' ucap Anastasya
" Kalau sudah siap, ayo kita berangkat sekarang.'' ajak si zein.
👉👉👉👉
jangan lupa dukung Al-mahyra.
__ADS_1
dan jangan lupa like, komen dan votenya kk.
makasih🙏