
Orang-orang pada riuh berteriak, agar Putri segera di bawa ke rumah sakit, dan Alhamdulillah nya ada orang yang mengenal Putri.
''Putri, bangun Put!'' teriak orang itu yang merupakan tetangga nya.
Sang tetangga langsung membopong Putri untuk segera di bawa kerumah sakit.
''Pak, tolong bukain pintu mobil! saya harus segera membawa nya ke rumah sakit sekarang.'' terangnya pada seseorang yang mengikuti Putri dari belakang.
''Saya akan ikut Bapak ke rumah sakit.'' ucap orang itu.
''Ayo naiklah sekarang.'' sahut Pak Rohman, tetangga Putri menyuruh orang yang mengikutinya.
Orang tersebut buru buru masuk kedalam mobil, dan Pak Rohman memasukkan Putri yang bersimbah darah ke dalam mobil.
Dengan kecepatan tinggi Pak Rohman mengemudikan mobilnya.
''Pak, lebih cepat lagi, Anaknya sangat pucat.'' kata orang yang ikut serta mengantar Putri ke rumah sakit.
Pak Rohman mengangguk dan langsung menambah kecepatan mobilnya.
Sesampainya di rumah sakit Pak Rohman langsung menggendong Putri lagi, karena menurut Pak Rohman akan lama kalau masih menunggu perawat.
Pak Rohman berteriak kepada suster ketika sudah memasuki IGD (instalasi gawat darurat).
Pak Rohman menaruh Putri di Bangsal, sang Dokter menghampiri dan langsung memeriksa keadaan Putri.
''Bapak silahkan kebagian Administrasi dulu, biar kami bisa lebih cepat menangani pasien.'' Kata sang perawat mengarahkan Pak Rohman ke Administrasi.
''Baik.''sahut Pak Rohman bergegas menuju ke bagian Administrasi.
Setibanya di sana ada suster yang menanyakan Pak Rohman.
''Kalau boleh tau hubungan Bapak dengan pasien.'' Tanyanya sambil memberi Formulir pendaftaran untuk Putri.
''Saya tetangganya mbak, sebentar lagi keluarga nya kesini.'' jawab Pak Rohman sambil mengisi formulir yang di berikan barusan.
''Terima kasih.'' Ucap sang Perawat.
Pak Rohman undur diri, dan dia meraih ponselnya guna menghubungi Erlan tunangan Putri.
Sedangkan orang tua Putri sudah ada jemput kerumahnya dan langsung di suruh bawa ke rumah sakit oleh Pak Rohman.
Panggilan tersambung namun Erlan tidak menerima panggilan tersebut karena HPnya tak di kasih suara.
Pak Rohman bolak balik menghubungi Erlan siapa tau di angkat, namun lagi lagi Pak Rohman kecewa karena panggilan nya tidak di terima oleh Erlan.
Bu Yuni berlari setelah di beri tau oleh orang yang membawanya ke rumah sakit, Bu Yuni menangis histeris saat tau sang Putri mengalami Kecelaka'an.
__ADS_1
Pak Amin mengikuti langkah istrinya dari belakang.
''Pak Rohman, bagaimana keada'an Putri saya.'' tanya Bu Yuni yang bercucuran air mata.
''Bu Yuni tenang saja, Putri masih di tangani oleh Dokter di dalam.'' sahut Pak Rohman menenangkan Bu Yuni tetangga Pak Rohman.
''Tapi tidak ada luka yang parah kan Pak?'' Pak Amin ikut bertanya guna memastikan keada'an sang Putri.
''Insya Allah tidak ada yang serius Pak?!'' Ucap Pak Rohman masih mengingat ngingat kejadian tadi.
''Sore Pak?'' tanya seorang Polisi yang menghampiri Pak Amin, Bu Yuni dan juga Pak Rohman.
''Sore.'' Ujar Pak Amin mengernyitkan dahinya karena ada seorang Polisi menghampiri nya.
''Maaf, kami dari kepolisian mau bertanya tentang kejadian tadi.'' tanya Pak Polisi lagi.
''Saya kurang tau Pak, tapi yang saya ingat Putri menghindari dua orang yang terdiri Ibu dan Anak kecil, kemudian muncul Truk dari Belakang Putri.'' Sahut Pak Rohman menjelaskan pada sang Polisi.
''Ibu dan Anak kecil yang Bapak maksud
sudah ada di kantor Polisi, beserta sopir dari Truk tersebut.'' pungkasnya.
''Semoga korban cepat pulih dan sehat ya Pak.'' Ujar Pak polisi dan undur diri dari hadapan ketiga nya.
''Amiin.'' jawabnya hampir bersama'an.
Malam semakin larut namun Putri belum sadarkan diri juga, Bu Yuni tak hentinya berdo'a bermunajat kepada yang maha Kuasa, untuk kesembuhan anaknya.
Masih dengan linangan air mata, Bu Yuni dan Pak Amin berada di samping bangsal Putri.
Di sisi lain Erlan pingsan setelah mengetahui gadis kecilnya kecelakaan, beberapa menit kemudian dia tersadar dan buru buru menuju kerumah sakit, setelah mengantarkan sang paman pulang ke rumahnya.
Dengan kecepatan diatas rata rata Erlan mengendarai motor sport nya.
di sepanjang jalan dia merutuki kebodohan nya, karena tidak bisa menjemput gadisnya.
''Sayang? maafin kakak ya, kakak emang bodoh, bodoh, bodoh.'' Gumam nya merutuki kesalannya sendiri.
Tanpa Erlan sadari air matanya mengalir begitu saja di kedua pipinya.
sesampainya di RS, Erlan memarkirkan motornya dan berlari menuju ke tempat sang gadis di rawat.
''Maaf mbak mau tanya?'' tanya Erlan pada orang di bagian pendaftaran.
''Ya, mau nanya apa Mas.'' sahut orang di bagian pendaftaran.
''Pasien atas nama Anastasya Putri ada di ruangan apa mbak.'' Tanya Erlan lagi dan mengetuk ngetukan jarinya di meja.
__ADS_1
''Anastasya Putri, pasien kecelaka'an tadi sore.'' tanya mbaknya lagi. yang di angguki Erlan.
''Ruangan kenanga no, 3.'' jawab mbaknya di sana.
''Makasih ya mbak.'' ucap Erlan dan segera berlari menuju ruangan Putri gadis kecilnya, gadis kecil adalah panggilan sayang Erlan pada Putri sang tunangan.
Erlan mengetuk pintu ruangan Putri.
''Tok...tokk...tok...''
''Assalamu'alaikum.'' ucap Erlan membuka pintu ruang rawat Putri.
''Waalaikum salam.'' jawab Bu Yuni dan juga Pak Amin.
Erlan mencium tangan orang tua Putri dan meminta maaf pada keduanya.
''Erlan minta maaf Pak, Bu.'' Ucap Erlan pada orang tua Putri.
''Kamu nggak salah Nak, ini sudah nasib tunangan kamu kayak gini.'' Ucap Bu Yuni menangis, Pak Amin memeluk sang istri agar tangisannya mereda.
Erlan duduk ditempat yang di duduki Bu Yuni barusan, Erlan memegang tangan gadis kecilnya yang terpasang selang infus dan selang transfusi darah, karena gadis kecilnya banyak mengeluarkan darah.
''Sayang??''
''Maafin kakak ya, kakak tak becus menjagamu.'' Ucap Erlan mulai menyalahkan dirinya.
''Ini semua bukan salah kamu Nak Erlan, ini semua takdir yang di gariskan untuk Putri, kita do'a kan saja agar tunangan kamu cepat sadar ya.'' sahut Pak Amin menghentikan ucapan Erlan yang bakalan kemana mana.
Erlan mengangguk, dia berdiri menghampiri Pak Amin, ''Bapak pulang saja sama Ibu, Adek biar Erlan yang jaga ya?'' ucap Erlan pada sang mertua, karena Erlan melihat keduanya sangat lelah dan matanya bengkak karena menangisi keada'an sang Putri yang terbaring lemas di Bangsal rumah sakit.
Pertama Bu Yuni menolak ajakan Pak Amin suaminya, namun karena Erlan meyakinkan Bu Yuni, agar ia pulang dan beristirahat sejenak di rumah, akhirnya Bu Yuni mau pulang bersama Pak Amin.
Setelah kepulangan keduanya, Erlan kembali lagi ke tempat duduk nya di samping gadis kecilnya.
Erlan mengelus kepala sang gadis yang dililit dengan perban.
''Ini sakit ya sayang?'' gumam Erlan terus mengelus kepala sang gadis.
namun tidak ada tanggapan dari gadis kecilnya, karena sang belum juga sadar.
''Kamu cepat sadar dong sayang? kakak kangen celotehan mu, kakak juga kangen kalau kamu marah marah sama kakak, dan kalau kakak tau kamu bakalan kayak gini, kak Erlan nggak bakalan biarin kamu bawa motor sendiri sayang?'' ucap Erlan mulai berkaca kaca.
👉👉👉👉
Makasih kakak, yang selalu dukung karya receh Al-mahyra.
Semoga tidak bosan membaca karya receh ku kak.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan ratingnya juga, Makasih 🙏🙏😘💕💕