
Ketika jam sudah menunjuk kan waktu 5:30 aku bersama yang lain berpamitan pada Ibu pengurus, karena seharian ini sudah di isi dengan canda tawa, mewek mewekan, makan bersama sampai rebutan snack dan juga mainan yang aku bawa tadi pagi.
Bu Widya dan Kak Sandra terlihat sangat capek karena mereka paling semangat bermain dengan adik adik Panti tadi, sedangkan Kak Rini hanya duduk santai sambil melihat adik adik Panti yang sedang bermain di halaman belakang yang sangat luas, Kak Rini sendiri tak leluasa kayak yang lainnya, karena usia kehamilannya yang sudah menginjak usia 8 bulan, Zein dan Kak Rini tergolong cepat di kasih keturunan oleh sang Maha Kuasa, sedangkan aku harus menunggu 2 tahun baru di beri kepercayaan untuk menjadi seorang Ibu, namun aku sangat bahagia sekali ketika pertama kali melihat hasil test pack kemarin.
''Capek ya Kak?!'' tanyaku pada Kak Rini.
''Lumayan lah Dek, tapi seneng kok dek, bisa berinteraksi langsung dengan adik adik Panti, mereka sangat bahagia walaupun tak punya Ayah dan juga Ibu di sisinya, aku bangga pada mereka semua, semoga anakku kelak menjadi anak yang penuh dengan semangat seperti mereka semua, tak cengeng dan mau membaur dengan semua teman temannya,'' kata Kak Rini panjang lebar.
Aku hanya meng Aminin saja apa yang di ucapkan oleh Kak Rini barusan, Zein emang nggak salah pilih dalam mencari pasangan, Kak Rini sangat baik dan tak pernah mempunyai rasa cemburu terhadap ku, karena aku yang emang manja pada Zein waktu itu, aku yang comel dan semaunya sendiri, dengan menyuruh orang datang dengan segera, padahal di kosan nya ada Kak Rini yang notabene nya adalah istri nya. Itu yang membuat aku sangat menyukai Kak Rini dan sekaligus mempercayakan usaha Catering ku di kelola Kak Rini dan juga Zein sahabat kecilku dari kampung.
Emang benar orang orang bilang, ''Sahabat serasa saudara, sedangkan saudara serasa musuh,'' itu perumpama'an antara aku dengan Zein dan juga Kak Rini saat ini. Aku sendiri tak terlalu akur dengan saudara laki-laki ku yang ikut istri nya ke Semarang saat ini.
''Seperti nya kamu sudah sering datang ke sana ya,'' tanya Sandra yang penasaran sejak tadi melihat interaksi antara aku dengan adik adik Panti.
''Bukan nya sering Kak, tapi kalau Putri ada rezeki lebih, Putri pasti ke sana hanya sekedar bermain sama adik adik di sana,'' sahut ku mengembangkan senyuman manisnya.
''Kapan kapan kita ke sana lagi, aku ingin mengetahui si kecil tadi yang aku gendong itu?'' Ucap Kak Sandra yang mengajak ke Panti lagi.
''Oke siap? dengan senang hati kakak,'' jawabku yang di susul tawaan oleh semua orang di dalam mobil.
''Gimana kalau kamu ikut Ibu saja ke rumah,'' ajak Bu Widya sebelum aku turun dari mobil.
''Nggak usah Bu, Putri di sini dulu. Dan masih ada yang Putri mau omongin sama Kak Rini juga,'' jawabku sembari mencium tangan Bu Widya.
''Ya sudah kalau gitu, kamu baik baik ya jangan terlalu lelah,'' pesannya agar aku tak melakukan hal hal yang membuat ku kelelahan.
__ADS_1
Aku mengangguk dan turun dari mobil, sedangkan Kak Rini menawarkan agar Bu Widya dan Kak Sandra mampir ke rumah Catering dulu, ''Mampir dulu Bu,'' Ucapnya lembut seraya memegang perutnya yang sudah membuncit, mungkin takut jatuh kali ya makanya di pegang kayak githu, hehehe...
Aku dan Kak Rini turun lebih dulu di depan rumah Catering, karena aku sendiri yang meminta di turunin di sana agar tidak merepotkan Bu Widya dan juga Kak Sandra, yang harus putar arah menuju ke rumahku, lagian aku juga berpikir kalau Mas Erlan belum pulang dari kantor.
*-*-*-*-*-*-*-*
Jam 6:50 Mas Erlan pulang dari kantor, dia mencari ku ke mana-mana, karena aku sendiri lupa nggak ngasih kabar kalo aku berada di rumah Catering.
Ponsel ku berdering melihat kan nama suami ku yang menelfon, dengan segera aku mengangkat ponsel ku yang masih terus berdering.
'-Assalamu'alaikum,'' sapa ku lembut sembari menyunggingkan senyuman.
'-Waalaikum salam, kamu di mana sayang? Mas dari tadi mencarimu lho?!'' jawab Mas Erlan dan sekaligus bertanya keberadaan ku dengan nada khawatir.
'-Hehehe, maaf Mas Putri lupa nggak ngasih kabar kalau Putri ada di rumah Kak Rini sekarang,'' sahut ku merasa bersalah.
Hanya butuh beberapa menit saja untuk sampai di rumah Catering, karena Mas Erlan melajukan motor nya dengan kecepatan tinggi.
''Assalamu'alaikum,'' Ucap Mas Erlan mengetuk pintu rumah Catering.
''Waalaikum salam,'' jawab Kak Rini membuka pintu rumah nya.
''Erlan...? sudah sampai toh, baru juga telfonan sama Adik,'' Ucap Kak Rini setelah tau yang datang adalah Mas Erlan.
''Iya Mbak, aku langsung tancap gas setelah telfonan tadi,'' seru Mas Erlan yang melangkah masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
''Adik ke mana Mbak?'' tanyanya ketika tak melihat ku.
''Ada di kamar, mungkin lagi tidur,''
Mas Erlan menuju kamar tamu, dia pun membuka pintu kamar dan menemukan aku sedang tertidur dengan ponsel masih menyala, karena aku menonton video cara memandikan baby.
''Sayang...? kandungan kamu masih beberapa bulan, kamu malah melihat video merawat baby,'' ucap Mas Erlan seraya mencium kening ku.
Aku yang di cium pun membuka mata karena merasa ada yang menyentuh kening ku.
''Mas ganggu tidur kamu ya,'' tanya Mas Erlan mengelus puncak kepalaku dengan lembut, aku menggeleng pelan.
Aku raih tangan Mas Erlan dan mencium nya, ''Nggak kok Mas, Putri nggak tidur hanya saja Putri memejamkan mata sejenak,'' gumamku yang langsung mendapatkan cubitan di pipi.
''Sayang, tidur juga memejamkan mata,'' sahut Mas Erlan, aku hanya terkekeh mendengar jawaban dari Mas Erlan.
Mas Erlan menyangga tubuhku dari samping, karena nggak tau kenapa badanku terasa kaku untuk bangun dari tempat tidur.
''Mas Erlan sudah menelfon Ayah samaa Bunda belum,'' tanyaku menatap wajah suamiku yang terlihat sangat lelah.
Mas Erlan menggeleng pelan, ''Belum sayang, habis ini telfon Ayah, Bunda, Ibu dan juga Bapak,'' jawab Mas Erlan, aku hanya mengangguk menyetujui usulan dari Mas Erlan.
''Ya sudah, sekarang kita pulang. Kasian Zein sama Rini di ganggu sama adik di sini,'' Ajak Mas Erlan seraya memapahku berjalan, aku kan bisa sendiri kenapa harus di papah segala coba, heran?!
''Sudah bangun Dek, jangan bilang di ganggu Erlan ya,'' seru Kak Rini menunjuk Mas Erlan.
__ADS_1
BERSAMBUNG