
"Ok, ok." Ryuga mengeluarkan smartphone miliknya dan mentransfer uang 2.5 milyar ke Filza, Ryan, dan Reyna. "Sudah aku transfer, dasarr kalian bertiga memang perampok. Untung saja uangku banyak, hmph! Sudah ayo keluar!"
Semua tim sudah keluar portal, tinggal tim Ryuga yang belum keluar portal. Raras, Verel, Angelina, dan Boy, sudah menunggu mereka di halaman lalu menghampirinya, "Selamat, bos! Timmu jadi ranking top teratas." Verel menyodorkan tangan untuk berjabat tangan.
"Kalian juga hebat, kata Filza tim kalian jadi ranking kedua, apa benar? Kalian benar-benar hebat," puji Ryuga mengacungkan jempol.
"Ah, bos bisa saja! Semua ini juga berkat latihan yang bos berikan di guild. Bos juga banyak mengajari kami cara bertarung dan skill-skill kuat, dan tentu saja barang itu, hehehehe." Raras tertawa ringan dan menaik-turunkan alisnya. "Tapi kenapa bos tahunya dari Filza, kalau kami di urutan kedua. Jangan-jangan bos juga tahu dari Filza kalau tim bos di urutan pertama."
"Ya, hehehe." Ryuga menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Aku tertidur di ata batu bukit, hehehe. Maklumlah capek, hehehe."
"Dasar bos gemblung, selalu saja begitu. Setiap kali berburu monster atau latihan guild selalu saja tertidur setelah memberi arahan latihan. Tapi meski begitu kekuatannya tak sebanding dengan kami semua di guild dan selalu menjadi guild leader yang bisa diandalkan," batin Angelina.
Tiba-tiba tim Josephine menghampiri Ryuga, "Selamat ya Ryu, timmu menjadi tim ranking pertama." Josephine menyodorkan tangan ke Ryuga untuk berjabat tangan, tapi Ryuga bersikap dingin pada mereka berempat dan tidak menjabat tangan mereka.
Sikap Ryuga yang acuh membuat Josephine, Vanya, Rany, dan lebih-lebih Zhang Kuku sangat kesal. Tim-tim yang lain menganggap Ryuga sombong dan angkuh, padahal kenyataanya jauh berbeda, Ryuga masih belum bisa memaafkan mereka.
Buak!
Zhang Kuku memukul pipi kanan Ryuga dan ia membiarkan kepalan tangan kanan Zhang Kuku, berhasil mengenai pipinya. Ryuga menyeka darah di sudut bibirnya dan tersenyum lebar tapi tidak marah, justru sangat tenang, membuat Zhang Kuku semakin kesal. "Dasar sombong! Jika ini tidak sedang ujian sudah aku habisi kau!" teriak Zhang yang sudah mengangkat tangan untuk memukul Ryuga kembali, tapi ditarik tangannya oleh Rany.
"Jangan Zhang! Kita bisa didiskualifikasi!" Rany menurunkan lengan Zhang dan menenangkannya. "Ingat tujuan kita untuk lulus dan mendapat beasiswa di SMA unggulan di Jepang serta mendapatkan jabatan tinggi di pemerintahan. Apa kau juga lupa dengan keluargamu yang susah payah, mengirimmu ke akademi."
__ADS_1
Zhang mereda emosinya, dan menurunkan lengannya. "Baiklah, lain kali aku akan menghajarnya habis-habisan! Ayo kita pergi! Aku ada urusan" Zhang berjalan cepat menuju dormitori yang sudah disediakan, diikuti Josephin, Vanya, dan Rany.
"Sepertinya dia bisa jadi pengguna pedang di guildku. Aku akan berjudi dengan kepribadiannya yang sangat mudah marah, dia pemuda yang cukup menarik," batin Ryuga.
"Kalian pergilah dahulu! Aku harus mengurus sesuatu!" Ryuga berjalan cepat untuk mengejar Zhang Kuku, sedangkan tim Verel dan anggota lain tim Ryuga pergi ke dormitori masing-masing untuk istirahat. "Tunggu! Aku ingin memberikan sesuatu padamu!"
Ryuga sudah melihat kemampuan Zhang Kuku di menit terakhir, ketika menggunakan skillnya dari kuasa sword masternya tapi masih cukup sempurna, Ryuga yang pura-pura tidur, diam-diam mengamati Zhang Kuku dari atas batu bukit.
Ryuga mengeluarkan kitab Savior berisi skill mode one sword yaitu full moon slash, quick slash, phantom blade, Blade spirit, dan big bang explosion. Sedangkan skill mode two sword yaitu Round crash, fated circle, Chaos savior, Anihilated, chaotic judgement. "Apa maksudmu, memberikan kitab berharga ini padaku?" tanya Zhang Kuku membulatkan mata.
"Aku ingin kau bertarung denganku di final. Jangan sampai kalah, aku sudah memberikan modal untukmu sangat banyak, bye!" tubuh Ryuga berkedip lalu menghilang dari pandangan.
"Dia itu tidak pernah berubah selalu membantu, bahkan rivalnya juga dibantu. Dasar Ryuga sableng!" gumam Rany.
___
___
___
Di dormitori kadet sektor Trunyan.
__ADS_1
Zhang Kuku yang menggunakan skill stealth masuk ke dalam dormitori sektor Trunyan agar diketahui keamanan pengawas ujian, Zhang Kuku adalah mata-mata sektor Trunyan yang ditempatkan oleh Lord Alfred de Vigny untuk memata-matai gerak-gerik sektor Siliwangi.
"Zhang, bagaimana situasinya?" tanya Dagon salah satu dari tujuh pilar Fallen angel dalam sektor Trunyan, terdiri dari Alfred de Vigny, Dagon, Belial, Chemochs, Molochs, Belzebuchs dan Syamsura.
"Situasinya aman tuan Dagon, semua ketegangan mereda di sektor Siliwangi. Kita bisa melakukan pembantaian setelah ujian ini selesai, di saat seluruh tentara dan Divya mengendurkan tingkat keamanannya. Tuan Raj ASSAT kita bisa menyiapkan Dark Evil yang kits punya, lebih cepat lebih baik," jawab Zhang kuku menunduk hormat.
"Bagus Zhang kerjamu bagus. Setelah kita berhasil merebut sektor Siliwangi, dan membantai semua Divya mereka. Kami akan membebaskan keluargamu, dan jangan sekali-kali kamu berniat untuk melawan, kalau tidak ....," Dagon memberi isyarat memotong lehernya dengan tangan, "Camkan itu!"
"Baik tuan." Zhang Kuku menunduk hormat lalu pergi dengan mode stealth dan menghilang dari pandangan.
Sektor Trunyan berencana melalukan pemberontakan dan merebut wilayah sektor Siliwangi yang merupakan sektor paling makmur tapi tingkat kemanannya sangat rendah dari sektor lain karena terlalu percaya dengan adanya prinsip saling mengerti dan saling memahami sebagai pondasi meredakan konflik. Tapi prinsip itu pula yang selalu berhasil melerai ketegangan antar sektor, setiap ada konflik dan sebagai pihak netral Lord Gardosen selalu berkepala dingin memberikan solusi.
"Arco, Swizzer, buat mereka cacat dalam ujian babak kedua besok! Kalian juga harus lolos ke babak final, dan dibabak final bunuh semua kadet sampai tak tersisa menggunakan skill tersembunyi, skill nano poison, skill rahasia milik sektor kita," titah Dagon.
"Dan kalian tim Rado sebagai hukuman karena tidak lolos babak pertama, kalian akan ikut pasukan Raj untuk berperang," imbuh Dagon bertitah.
"Baik, tuan!" Rado dan anggota timnya menunduk hormat lalu tubuh mereka berempat menjadi api hitam dan hilang dari pandangan.
Belial, Chemochs, Molochs, Belzebuchs dan Syamsura, tiba-tiba muncul di belakang Dagon, memakai jubah hitam. "Kami sudah menyiapkan 8 magic seal yang sangat kuat di delapan mata angin, dan hanya bisa di hancurkan oleh Lord Gardosen. 8 magic seal terhubung langsung ke markas militer tentara sektor Trunyan yang sudah siap menyerang, setelah menunggu aba-aba darimu, Dagon," jelas Belial.
"Kita akan habisi kau Gardosem, hahahaha ... dan merebut semua yang kamu miliki selama ini, hahahaha." Dagon tertawa jahat dengan terbahak-bahak.
__ADS_1