
"Apa?! Tidak mungkin?! Skill ini seharusnya tidak dapat ditangkis ataupun dibelokan," batin Josephine membulatkan mata.
"Death schyte!"
Josephine mengganti senjatanya menjadi tongkat bilah sabit yang muncul dari dalam magic seal berwarna ungu. Rany segera melesat, untuk menyerang dengan skill blade phantom.
Shua!
Trang!
Prang!
Ranya menebas Josephine secara cepat, Josephine juga menebas secara cepat untuk menangkis serangan Rany. Keduanya beradu hingga dentingan suara dua bilah senjata berbunyi keras, tapi lama kelamaan bilah tongkat sabit milik Josephine retak dan hancur.
Bam!
Bam!
Bam!
Begitu melah ada celah, Rany memanfaatkan celah itu dengan menendang Josephine dengan tiga kali tendangan, front kick ke dada, side kick ke leher bagian kiri dan mengakhiri dengan roundhouse kick ke dagu sambli backflip ke belakang.
Sraak!
Josephine terpundur, kakinya bergesekan dengan permukaan arena dan hampir saja keluar dari arena. "Cuih!" Josephine meludahkan darah dari sudut mulutnya. "Rake hand!"
Shua!
Shua!
Shua!
"God technique : azure dragon!"
Rany menghindari dengan sangat cepat, tububnya terus berkedip setiap kali siluet tangan berotot berwarna ungu kehitaman ingin menangkapnya. Setelah memperoleh skill yang ditransfer oleh Ryuga dari kitab skill striker, Kecepatan dan kekuatan Rany meningkat pesat.
Cwuszh!
Cwuszh!
Cwuszh!
"Dread breaker!"
Tubuh Rany terus berkedip cepat, hingga membentuk bayangan tubuhnya sendiri yang sangat banyak. Bayangan-bayangan tubuhnya membentuk siluet fuma shuriken berwarna biru di kedua tangannya yang direntangkan.
Shua!
Shua!
Krak!
Boom!
Boom!
Rany yang asli dan bayangan tubuhnya melempar siluet-siluet fuma shuriken terus menerus ke arah Josephine. Siluet tangan berotot, Josehine gerakan untung menghalau serangan Rany dan akhirnya siluet tangan itu tak mampu menahan siluet fuma shuriken yang sangat kuat. Josephine terpental ke udara, tubuhnya goyah dan tidak seimbang.
__ADS_1
"Padahal Rany satu level denganku, tapi kenapa dia seperti berada di level 7?" gumam Josephine.
"Aku akan habisi dalam serangan ini, guardian strike! Final strike chaser!" teriak Rany lalu tubuhnya berkedip.
"Tak akan aku biarkan! almighty push shadow!" Josephine pun berteriak.
Cwuszh!
Cwuszh!
Cwuszh!
Tubuh Rany berkedip secara cepat terus menerus mengitari tubuh Josephine. Muncul ratusan 'bulatan magic seal berwarna biru berdiameter 1 meter di sekitar tubuh Josephine. Bulatan-bulatan magic seal bersinar terang dan meledak satu persatu.
Boom!
Boom!
Boom!
Josephine mengeluarkan bulatan gelombang kejut dari tubuhnya, untuk menahan serangan beruntun ledakan Rany. "Serangan gila macam apa ini?! Benar-benar memuakan!" Josephine mengumpat kesal karena terdesak oleh serangan ledakan Rany yang terus menerus datang. Untung saja bola pelindung masih melindunginya dari ledakan beruntun.
Rany sudah berada di belakang Josephine, dan menarik gagak kagekami. Lalu menebas secara vertikal, diagonal, dan horizontal dengan sangat cepat, secepat kecepatan cahaya.
Slash!
Slash!
Krak!
Bola pelindung yang dihasilkan dari gelombang kejut yang dikeluarkan Josephine semakin lama semakin menipis dan mulai retak. "Chaotic spark! Necrotic hit count! Infernal spear, on rush!" Josephine mengeluarkan semua skill pamungkasnya untuk menyerang balik.
Tsuk!
Tsuk!
Trang! Trang! Trang!
Slash!
Rany menangkis dengan tebasan dari skill final strike chaser. Duri symbiote tajam berhasil di potong oleh Rany, dan membelag kubah symbiote menjadi dua. Josephine sudah bersiap memegang infernal spear dengan ujung tombaknya yang berputar sangt cepat.
Shua!
"Haaaa!" Penonton semakin riuh dan bergemuruh ramai, menyaksikan pertandingan antara Josephine serta Rany.
"Ayo Josephine bantai Rany!
"Ayo Rany bantai Josehine, kami penggemar beratmu!"
"Kalahkan dia Rany, jangan kasih kendor!"
Josephine meluncur cepat mengarahkan infernal spear, dengan ujung tombak javelin yang berputar sangat cepat ke arah Rany. Kagekami di sarungkan kembali.
"Fatal fury tempest!"
Rany melesat menyambut serangan infernal spear Josephine, begitu Rany dekat dengan unjung tombak berjarak hanya 1 cm, Rany menarik gagang pedang kagekami secepat kilatan cahaya.
__ADS_1
Slash!
Slash!
Slash!
Prang!
Rany berhasil menumbangkan Josephine, infernal spear hancur, dan Josephine tertebas lalu pingsan. Ara, Kira dan Zaleem segera memastikan keadaan Josephine yang pingsan serta memanggil tim medis, lalu mengumumkan hasilnya. "Pemenang perebutan juara ketiga dimenangkan oleh Rany Citra Pratama!" teriak Lovich.
"Hore!!" Penonton riuh dan bergemuruh ramai menyambut kemenangan Rany, tepuk tangan menggema di Velodrome Arena Alam Sutera.
Ryuga yang melihat Rany menang sedikit menyunggingkan senyumnya, lalu raut mukanya kembali datar.
"Selamat kepada Rany Citra Pratama!" teriak Lovich dengan mikroponnya. "Baik inilah pertandingan babak final yang sangat di tunggu-tunggu, antara Ryuga Himura ASSAT sektor Siliwangi sekaligus ketua kadet akademi Veda cabang Maung School, melawan Filza Alora Vice leader guild storm gravity, sekaligus calon ASSAT sektor Martapura. Silahkan dipersilahkan naik ke arena!"
Ryuga dan Filza bangkit beriringan lalu berjalan berdampingan serempan naik ke arena velodrome Alam Sutera. Mereka berdua saling berhadapan lalu saling membungkuk hormat. "Pertandingan di mulai!" teriak Lovich.
Mereka berdua adalah sepasang kekasih yang sedang bersikap dingin di antara keduanya. Filza merasa bersalah atas kejadian satu minggu yang lalu, dan Ryuga selama satu minggu hanya berdiam diri setelah ia siuman.
"Water bullet! Infinity string! Poison flood! Steam cloud!"
Filza dengan tatapan mata yang dingin, langsung menyerang Ryuga dengan empat skill sekaligus. Filza memutari tubuh Ryuga dan menembakan peluru air bertubi-tubi.
Shua!
Shua!
Shua!
Sejurus kemudian, Filza membentuk senar tajam seperti jaring di seluruh arena, untuk membatasi pergerakan Ryuga.
Krieeet!
Krieeet!
Krieeet!
Ryuga masih saja diam dengan raut muka datar, meskipun ratusan peluru sudah mengoyak bayunya, dan membuat kulitnya tergores. Filza yang berhenti sejenak membentuk awan panas di atas arena, dan menghentakan kedua telapak tangannya di arena, untuk memunculkan gelombang air berwarna ungu yang sudah terkontaminasi dengan racun.
"Divine protection!"
[Selamat juragan mendapatkan 100 poin experience kuasa light, karena menggunakan salah satu skill dari kuasa light. Perolehan skill poin experience dikalikan lima karena menggunakan skill boosted gear secara otomatis, menjadi 500 poin experience kuasa earth]
Tubuh Ryuga diselimuti aura kuning, lalu semua luka-lukanya menutup rapat. Cairan racun pun, tak ada efek ketika membanjiri setengah tubuh Ryuga.
"God bless!"
[Selamat juragan mendapatkan 100 poin experience kuasa light, karena menggunakan salah satu skill dari kuasa light. Perolehan skill poin experience dikalikan lima karena menggunakan skill boosted gear secara otomatis, menjadi 500 poin experience kuasa earth]
Ryuga tubunya diselimuti kubah berwarna kuning, Filza menarik jarinya untuk menghimpit lapisan kubah pelindung dengan senar-senar tajam.
Krieeet!
Krieeet!
Krieeet!
__ADS_1
Klang!
Awan panas dan cairan racun, semua terserap kubah pelindung yang Ryuga buat dan juga mematahkan senar-senar tajam yang dikeluarkan Filza untuk menyerang Ryuga.