
Rumah Sakit Bloodfallen, kamar SVIP 01.
"Tu-tuan, kamu datang?" Vina tersenyum dengan mata yang masih dibalut perban. Rencananya hari ini akan dibuka perbannya.
"Kamu tahu, a-aku datang?" tanya Ryuga gugup dan membulatkan mata.
"A-ada anginnya, tuan dan wanginya selalu sama." Vina juga gugup dengan pipi memerah. Tapi hal itu juga membuat Gladys sedikit cemburu.
"Ryu!" Gladys menatap Ryuga dengan mata melotot.
"Glad, kamu tahukan aku. Tidak mungkin memiliki satu istri, aku juga sayang pada Vanya, Rany, Filza, dan kamu. Hubunganku dengan Anilika tidak baik-baik saja secara personal," bisik Ryuga ke telinga kiri Gladys dan melanjutkan, "Aku juga ingin punya istri bukan seorang Divya. Aku juga menyukai Vina."
"Ya, sudah. Terserah kamu saja." Gladys membuang muka dengan menyebikan bibir. Kali ini Gladys pasrah lagi dengan keputusan Ryuga. "Tapi itu akan berbahaya, Ryu. Jika kau punya istri bukan seorang Divya di saat seperti ini."
"Siapa juga yang akan menikah sekarang. Sudahlah sayang, tak perlu dibahas lagi." Ryuga berkata lirih agar tak di dengar Vina dan mengelus lembut rambut Gladys untuk menenangkan hatinya.
Suster dan dokter khusus yang menangani Vina masuk untuk membuka perban Vina. Degup jantung Ryuga tak karuan, belum pernah sama sekali ia jatuh cinta sesalah tingkah seperti sekarang ini.
"Kenapa jantungku berdetak kencang seperti biasanya," batin Ryuga memegangi dada bagian kiri dan merasakan jantungnya berdetak semakin kencang ketika dokter melepas satu persatu perban yang menutupi mata Vina.
"Glad, bisakah kamu membantuku untuk mengatakan kalau aku menyukai Vina?" pinta Ryuga dengan wajah menunduk dan pipi memerah.
"Aiiih, dasar pecundang." Gladys menjewer telinga kanan Ryuga dan melanjutkan, "Urus saja sendiri. Aku pergi!"
'Blam!' Gladys kesal dan keluar ruangan dengan membanting pintu.
***
Di dalam portal buatan.
__ADS_1
Istana Volcano sudah ditingkatkan, Jion mendapatkan Starklin, Feral Imp, Volcano Sword, Volcano Shield, Volcano Archer, dan Volcano Cavalery. Satuan pasukan yang menjaga Volcano Castle, totalnya 10.000 monster.
"Guild Leader, permainan ini sangat menarik. Walau kita tak punya anggota lagi. Tapi kita punya bawahan monster, lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" tanya Sasha dengan mata berbinar-binar.
"Pertahanan istana kita lebih tinggi dari istana lain yang masih level 1. Karena tidak ada pemberitahuan layar di langit, tentang istana lain yang sudah naik level seperti istana milik kita. Bagaimana kalau kamu bawa pasukan untuk menyerang Guild Raising Drago?" Jion memberikan usul.
"Bukankah lebih baik kita menyerang Guild Imperial Darkness?" sergah Sasha memberikan ide lain.
"Sasha, Guild Imperial Darkness meskipun punya anggota sedikit dari Guild yang lain. Tapi anggota mereka bukan kaleng-kaleng. Apakah kau tidak membaca laporan tentang semua informasi anggota Guild yang ikut kompetisi?" tanya Jion menelisik, menganggap Sasha bodoh atau memang malas membaca laporan informasi statistik Guild lain.
"Tidak, bos. He-he-he ...." Sasha terkekeh dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Karena malu malas membaca laporan informasi statistik Guild lain dan tahunya hanya bunuh-membunuh saja.
"Dasar bodoh!" Jion kesal berteriak ke telinga Sasha hingga ia memiringkan kepalanya ke kiri. "Cepat pergi ke Guild Ligtning Star!"
"I-iya bos." Sasha mengangguk dengan raut wajah pucat pasi dan langsung melesat cepat seorang diri, "Hyper Sonic Step!"
***
Sasha juga sudah sampai membawa 1000 Feral Imp, naga yang membawa dua belati dan berzirah merah. Feral Imp memang seperti Divya yang memiliki job Assasin yang memiliki kecepatan yang unggul.
"Semunya, habisi semua orang yang berada di dalam istana!" titah Sasha dan 1000 Feral Imp mengangguk serentak. Lalu melesat cepat melompati dinding pertahanan istana Dessert.
"Oh, Sasha. Kita bertemu lagi." Ziya tersenyum licik dan memanggil Qyo, Sidt, Kazedogh, Hydra, Azula serta Duelly dalam mode second form. Lalu keenam hewan panggilan Ziya itu masuk ke dalam Istana Dessert mengejar 1000 Feral Imp.
"Kamu terlambat bodoh. Lihatlah!" Sasha menunjuk ke langit yang muncul panel hologram.
[Selamat, Guild Arcadia Golem berhasil menghancurkan Dessert Castle milik Guild Lightning Star. Level Volcano Castle naik ke level 3 mendapatkan peningkatan level Volcano Titan Army dan mendapatkan senjata Tycoon Dust untuk Raja istana]
Jion yang sedang duduk di singgasananya mengembang senyum, "Kerja bagus, Sasha."
__ADS_1
"Sial, kau selalu saja menghalangiku. Sasha kutu kupret! Silent Vanish!" seru Ziya tubuhnya hilang menjadi bayangan hitam.
"Silent Vanish!" seru Sasha tubuhnya hilang juga menjadi bayangan hitam.
'Trang-tring!' Dagnas Fang beradu dengan kedua belati Sasha yang bernama Black Rogue.
Keduanya tersenyum licik dan sangat menikmati pertarungan ini. Kecepatan mereka juga seimbang melakukan gerakan tebasan secara horizontal, vertikal dan diagonal.
"Kalau aku bisa membunuh Ziya, maka Guild Arcadia Golem akan melenggang mudah," batin Sasha menatap tajam Ziya dan mencoba menaikan kecepatan tebasannya.
"Hei, sesama Assasin dilarang saling mendahului," cibir Ziya untuk mengacaukan fokus Sasha.
Di belakang Sasha sudah ada 5 anggota aliansi Imperial Fear dan sudah melepaskan skill Net String.
'Slash-slash!' 10 Feral Imp datang tepat waktu dan menebas senar-senar tajam yang akan menjerat Sasha.
Di dalam Velodrome, Rany, Filza, Verel, Gemusha, Inusha, Boy, Raj dan Raras geram. Melihat keenam hewan panggilan Ryuga ada di tangan Ziya dan berhasil di panggilnya. Mereka sangat paham dan mengenali keenam monster kontrak atau pet milik Ryuga. Apalagi Kazedogh yang sudah sangat dekat dengan Filza.
"Zio!" Rany, Filza, Verel, Gemusha, Inusha, Boy, Raj dan Raras menoleh tajam ke arah Zio yang berada di belakang mereka.
"Eeh ... a-aku tidak mengerti tentang hal itu." Zio wajahnya pucat dan menggeleng-geleng cepat.
"Kak, kita masuk ke portal saja dan minta pengawas untuk membatalkan hadiahnya," usul Verel tergesa-gesa.
"Tidak perlu, kita bisa mengambilnya nanti," sergah Gemusha menenangkan Verel yang selalu tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.
Semua orang akan tenang, jika Gemusha yang berbicara. Bagaimana pun jugaz Gemusha adalah mantan Sangakama sektor Majapahit yang tahu bagaimana cara bertindak.
Kembali ke portal, Guild Lightning Star yang istananya berhasil dihancurkan oleh pasukan Feral Imp. Semua anggotanya langsung dikeluarkan dari dalam portal dengan wajah tertunduk lesu.
__ADS_1
Lord Viktor wajahnya langsung murka, karena Guild Lightning Star harus gugur dari kompetisi hanya karena Aaron, Guild Leader Lightning Star, salah strategi.
"Aaron bodoh. Kalau Dimitri ada nasibnya takan seperti ini, benar-benar sial!" gumam Lord Viktor mengeraskan rahang.