
Vergil muncul di depan Hajime Galaxy. Wilayah West Hokkaido, kerusakannya tidak parah hanya 5% saja. Itu semua berkat Ryuga yang berhasil menghabisi Chaos Emperor Dragon.
"Nampaknya guru juga pernikahannya ditunda akibat portal break yang bermunculan lagi di seluruh dunia. Aku harap tanpa aku sektor Siliwangi, Trunyan dan Majapahit mampu membereskannya," gumam Ryuga sambil matanya berkeliling menatap seluruh bangunan di depan Hajike Galaxy.
Suasananya sudah kondusif, karena semua asosiasi tanpa bantuan militer sektor manapun berhasil membereskan portal break di tiga wilayah sekaligus.
Vergil berjalan perlahan sambil menarik nafas dalam-dalam dan tubuhnya memunggungi Hajime Galaxy.
Suasana pagi ini sudah cukup ramai dilihat dari beberapa pekerja kantoran yang berlalu lalang di tepi jalan berjalan cepat menuju kantor masing-masing.
"Bunganya tuan, nyonya silahkan!" Gadis cantik bersimpuh, disampingnya ada keranjang kayu berisikan beberapa bunga yang ia jajakan.
"Nampaknya aku ingin membeli bunga, siapa tahu itu bisa menyegarkan pikiranku yang selalu berjibaku dengan monster dan pembunuh bayaran," gumam Vergill tersenyum riang menuju gadis yang sangat cantik bertubuh sangat seksi dan sintal yang sedang menjajakan bunga.
Beberapa kali gadis cantik itu dijahili oleh para pembeli, "Nona, aku beli bunganya," kata pembeli pria yang lewat.
"Silahkan tuan. Harganya 10 yen." Gadis itu tersenyum ramah dan menatap lurus ke depan, bukan menatap sang pembeli.
Ryuga memperhatikannya cukup aneh, "Tidak jadi nona. Bunganya sangat jelek," kata pembeli sambil mengambil salah satu bunga dan memberikannya pada wanita di sampingnya dengan tersenyum licik sembari mengedipkan mata.
Pembeli itu memberi isyarat dan tahu jika gadis yang menjual bunga itu buta, akibat matanya terkena pecahan kaca, saat terjadi gate break. Pecahan kaca itu menggores pupil matanya. Walau hanya sedikit, goresan itu membuat matanya buta permanen.
Kakak laki-laki yang dulu sangat menyayanginya, karena wanita itu menjadi sekretaris di salah satu peruasahaan Imperial Black Grup. Namun karena buta, gadis itu dipecat dan disuruh kakak laki-lakinya untuk menjual bunga.
"Benar-benar manusia kejam." Vergil mengepalkan tangan dan berlari ke arah laki-laki bersama pacarnya tersebut.
Lalu mencengkram tangannya kuat-kuat, "Hai, tuan. Bayar bunganya," kata Ryuga dengan tatapan mata yang tajam dan ekspresi wajah yang dingin.
__ADS_1
"Siapa kau berani memerintahku, hah!" Laki-laki itu melepaskan cengkraman tangan Vergil dengan mengibaskan dan membentaknya. Lalu menunjuk dadanya, "Apakah kau tidak tahu siapa aku, hah?!"
"Aku tak peduli kamu siapa? Kamu harus membayar bunga itu, kalau tidak ...."
"Kalau tidak apa?" Wanita disampingnya malah melotot ke arah Vergil dengan bersungut-sungut. "Aku bisa memberimu pelajaran agar kau jera dan tahu siapa kami. Aku akan menelepon bos Storm dan bos Asvilin, agar kau dihabisi Imperial Black. Karena Pacarku ini adalah tangan kanan mereka."
Vergil mendengar itu tertawa terbahak-bahak sampai perutnya sakit, "Ka-kalian itu memang buta apa tuli? Daerah ini bukan lagi kekuasaan mereka, daerah ini adalah milikku, paham!"
Gadis bernama Vina itu meraba-raba untuk berdiri, "Tuan-tuan, sudah. Jangan diperpanjang lagi. Tidak apa-apa, anggap saja aku bersedekah."
"Sedekah?" Vergil melebarkan mata dengan menyebikan bibir, dan melanjutkan, "Sampah seperti mereka tak perlu disedekahi. Apalagi dengan bunga yanh seindah yang menjualnya, mereka lebih pantas disedekahi dengan kotoran, ha-ha ...."
Tiba-tiba mobil Jeep dan truk yang membawa 50 anggota Imperial Black berhenti di samping Vergil.
Storm dan Asvilin turun dari mobil jeep. Mata mereka langsung menyipit ketika melihat Vergil.
"Siapa yang berani mengancammu?" tanya Asvilin garang.
Vina sama sekali tidak menyadarinya sama sekali. Tapi setelah ia meraba dan tak mendengar suara keributan ia baru sadar, "Dimana ini?" tanyanya pada diri sendiri.
"Hoaaam ...." White Wolf yang baru bangun tidur membuka rolling door Hajime Galaxy. Alangkah terkejutnya ia melihat Vergil sudah dikepung oleh anggota Imperial Black. "Kenapa bos ada disini?"
Vina mencoba berdiri, tapi yang ia raba malah kaki White Wolf dan membuatnya berteriak kaget, "Maaf tuan. Aku hanya gadis buta, aku tak sengaja."
"Tidak apa-apa, nona. Silahkan masuk saja ke dalam. Di luar ada yang mau berkelahi. Takut mereka akan melukai nona juga." White Wolf menegakan badan Vina dan membawanya masuk ke dalam lobi Hajime Galaxy.
"Terima kasih White Wolf. Kamu tak usah membantu, amankan saja gadis itu. Biarkan para cecunguk itu aku yang hadapi sendiri, karena berani mengganggu gadis buta," kata Vergil melalui telepati.
__ADS_1
Vergil ditunjuk tegas oleh Storm dan dikelilingi oleh 48 anggota Imperial Black yang membawa bat basebal, katana, dan golok, "Kamu memang bisa merebut Hajime Galaxy dan mobilku. Tapi kami akan merebutnya kembali. Serang ...!"
"Kalian memang tidak ada kapoknya. Jangan-jangan kalian otak kalian kemasukan kecoa, makanya busuk." Ryuga mengejek dengan menyeringai.
"Tidak usah banyak bacot. Haaa!" 48 anggota Imperial Black serentak melesat dan mengayunkan senjata yang mereka pegang.
"Aiih ... kalian memang tidak mengerti mana bumi bulat dan mana bumi datar." Vergil menjentikan jari dan mengeluarkan aura Emperor.
50 anggota Imperial Black termasuk Storm dan Asvilin, juga laki-laki yang bersama pacarnya langsung jatuh tertelungkup.
"Bagaimana bi-bisa?!" Asvilin melebarkan mata dan meringis kesakitan menahan tekanan aura Emperor.
Tentu saja, Storm dan 48 anggota Imperial Black terkejut bukan main. Aura Emperor ternyata bukan hanya 4 signas yang memiliki, tapi pemuda di depannya juga memilikinya.
"Apakah memang dia yang berhasil merebut kekuasaan tuan Rob di South Hokkaido?" pikir Storm dengan raut wajah kesakitan menahan tekanan aura Emperor.
"Itu bukan seberapa. Jika kalian mau berdamai, dan menerima syarat yang aku ajukan. Aku akan melepaskan kalian," kata Ryuga tersenyum licik.
"Dan aku bisa saja membunuh kalian, hanya denga satu jentikan jari," sambungnya menyeringai.
Semua orang ketakutan, bahkan 48 anggota Imperial Black dan pria bersama pacarnya itu terkencing-kencing.
Baru kali ini merasakan aura yang sangat kuat seperti Rob, Arakorn, Belucci dan Yoran.
"Ka-kami bersedia." 50 anggota Imperial Black serentak menyetujuinya. Bahkan pria dan wanita yang semula sombong itu langsung mengangguk beberapa kali.
"Aiiih ... preman dan geng sampah itu mau melawan bos. Mereka itu sungguh bodoh." White Wolf memandang dari lobi Hajime Galaxy yang hanya dibatasi oleh dinding kaca dengan menyebikan bibir.
__ADS_1
Vina mendengar perkataan White Wolf dan sedikit khawatir juga ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, "Apa yang terjadi tuan? Apakah pria yang menolongku itu, tidak apa-apa?" tanya Vina khawatir.
"Tidak apa-apa nona. Semuanya telah dibereskan, nona tenang saja," jawab White Wolf tersenyum tipis.