
Ryuga menekan energi veda di dalam tubuh Reyna dan Ryan supaya tidak meledak seperti kenaikan Divya yang lain. Ledakannya tentu saja bisa merusak alam sekitarnya, dan Ryuga tidak mau jika itu sampai terjadi lagi.
"Guhak! Guhak!" Ryuga muntah darah begitu banyak, tapi tubuhnya tetap tegap menahan energi veda di dalam tubuh Reyna dan Ryan yang bergejolak ingin keluar.
Boof!
Boof!
[Selamat Reyna Vlandesilk berhasil naik level menjadi Divya level 6, Reyna Vlandesilk mendapatkan kuasa Fighter dan berhasil mengevolusikannya ke level maksimal yaitu kuasa Emperor. Dibutuhkan 1.000.000.000 poin, untuk naik ke level selanjutnya]
[Selamat Ryan Vlandesilk berhasil naik level menjadi Divya level 6, Ryan Vlandesilk mendapatkan kuasa Druid dan berhasil mengevolusikannya ke level maksimal yaitu kuasa Vanquisher. Dibutuhkan 1.000.000.000 poin, untuk naik ke level selanjutnya]
Reyna dan Ryan membuka mata mereka perlahan, melihat Ryuga mulutnya dipenuhi oleh cairan merah, mereka berdua panik. "Ryu, kenapa Ryu?"
Filza coba meminumkan heal potion tapi Ryuga sudah tak sadarkan diri. Filza menyeka darah di mulut Ryuga daj membersihkannya, Ryan yang sekarang tubuhnya kekar menggendong Ryuga ke kantor guild Storm Gravity cabang sektor Martapura.
Satu jam kemudian, Ryuga sadar dan mendapati dirinya sudah berada di ruangan kantor Dyer, "Dimana aku?" Ryuga mengucek matanya.
"Kantor Guild, kamu pingsan. Minumlah ini untuk mengembalikan staminamu dan juga memulihkan kesehatanmu!" Filza memberikan botol biru dan botol hijau, Ryuga segera meminumnya.
"Kita harus kembali, malam ini ada janji bertemu ayah Angelina dan kasihan juga Reyna dan Ryan terjebak disini." Ryuga bangkit dari tidurnya. "Oh, ya. Mana Reyna dan Ryan? Apakah Dyer, Aloody, Stevany, dan Elov sudah kembali?"
"Di lobi depan guild. Belum, mereka belum kembali." Filza memapah Ryuga dan membawanya ke arah lobi guild, para pekerja masih sibuk membangun gedung guild di bagian belakang.
"Ryu, kamu sudah sadar. Jika masih sakit jangan dipaksakan, beristirahatlah!" Reyna mendekati Ryuga dan melihat wajah Ryuga sedikit pucat.
"Tidak apa-apa, aku masih kuat. Kalau kalian tidak pulang nanti ayah kalian mencari kalian. Aneh juga jika keluarga kalian menghubungi dan kaliabmn memberitahukan jika sekarang di Sektor Martapura," ucap Ryuga sedikit parau.
__ADS_1
"Efek kutukan tujuh raja iblis benar-benar merepotkanku, menyusahkan saja. Jika sudah bertemu ketujuh raja iblis ini, pasti akan aku bantai habis, sial!" batin Ryuga.
Cwuszh!
Ryuga sudah membawa mereka bertiga pulang ke apartemennya. "Ryu, beristirahatlah, kami berdua pulang dahulu. Terima kasih atas bantuannya, kami berjanji akan membujuk ayah untuk tidak meneruskan investigasinya tentang klan Zeustra." Ryan menunduk hormat diikuti Reyna juga. "Terima kasih banyak Ryu!"
"Tunggu!" Ryuga mengeluarkan Vajra dan Storm spike dari eternal gear. "Ini senjata yang aku janjikan. Tolong rahasiakan semua ini dari dunia luar, aku tahu pasti keluarga kalian mempertanyakan fisik kalian saat ini, bilang saja kalau kalian bertemu alkemis yang sangat hebat."
"Siap Ryu! Kami berdua izin pamit, sekali lagi terima kasih banyak. Dadah! Selamat tinggal! Esok kami berdua datang lagi" Reyna dan Ryan meninggalkan apartemen Ryuga dengan raut muka berbinar-binar, mereka sangat senang dengan perubahan tubuhnya, sudah kuat menjadi Divya level 6 dan mendapatkan senjata yang hebat.
"*Terima kasih banyak Ryu, berkatmu aku bisa menjadi lebih kuat bersama kakak. Aku akan terus setia padamu, aku berjanji budi baikmu akan aku balas," batin Reyna.
"Meskipun ayah punya guild dan kekayaan tapi sulit membuat kami berdua berkembang sangat pesat seperti ini. Padahal kami sudah berlatih sejak berumur 7 tahun tapi latihan itu hanya memperkuat gerakan fisik kami, bukan kekuatan kami. Hanya kamu Ryu yang mematahkan pemikiran mustahilku, seumur hidupku aku berjanji akan terus setia padamu," batin Ryan*.
Ryuga duduk di sofa menyesap kopi yang dihidangkan oleh Filza. Ryuga sedikit bingung untuk mengambil keputusan saat ini, memberi pelajaran secara terbuka pada guild Vredmetal dan itu akan membuat reputasinya jatuh di depan orang banyak atau memberikan pelajaran secara tertutup. Misalnya mengirim Kazedogh atau Azula untuk membereskan mereka, seperti Kazedogh menghancurkan klan Zeustra.
Ryuga berjalan ke arah balkon apartemen, "Sudah kuputuskan! Sumoner, Azula!" Ryuga mengeluarkan ancient beast ball bermotif kepala naga lalu melemparnya ke udara. Muncul Azula dalam bentuk kedua, naga bermulut dua sepanjang 10 meter, bersayap empat dan berwarna merah.
"Apa yang bisa kubantu tuan?" Azula menundukan wajahnya pada Ryuga.
"Bereskan guild Vredmetal hingga ke akar-akarnya!" Ryuga memberikan isyarat tangan.
"Siap tuan!" Azula menunduk hormat lalu terbanh dengan kecepatan tinggi ke arah kantor guild Black Ghost, walaupun sekarang fungsinya sudah dirubah menjadi kantor utama guild Vredmetal.
___
___
__ADS_1
___
Di dalam kantor guild Vredmetal Nina, Rick dan Ryon sedang mengadakan rapat terbuka pemilihan guild leader dan vice leader guild serta pemilihan anggota elite guild. Dan mereka memutuskan jika Nina menjadi guild leader Vred metal, dan Rick, Ryon, Jhon, Lu Jin, Sarla, serta Siamang menjadi vice leader guild.
Anggota Vredmetal total semuanya dari 3 guild yang bersatu 500.000 anggota yang tersebar di seluruh sektor Siliwangi. Mereka tidak menyadaru jika Ryuga mengirimkan Azula untuk membantai mereka semua.
Kelebihan monster ancient beast god keberadaannya tidak di deteksi oleh radar dan skill apapun. Ini yang menyulitkan pemerintahan Sangakama dan para Divya jika ancient beast god muncul di permukaan maka kemungkinan besar korban jatuh dari warga akan jauh lebih besar karena tidak bisa mengantisipasi kemunculan ancient beast god.
Groaaar!
Grrr!
Azula terbang di atas gedung guild Vredmetal dan meraung keras, gedung sampai bergetar hebat. "Ada apa ini? Apakah ada serangan monster atau gempa?" Nina mengernyitkan dahi, raut mukanya panik dan segera berlari. Semua anggota guild yang rapat berlari keluar gedung.
Azula ingin bermain-main dengan mereka, ia muncul dalam bentuk sempurnanya naga dengan panjang 100 meter. Tubuhnya melilit gedung guild Vredmetal setinggi 20 lantai, lilitannya semakin lma semakin kuat hingga membuat kaca-kaca di gedung pecah dan struktur bangunannya agak ringsek.
Krak!
Prang!
"Hahahaha, matilah kalian semua. Hahahaha, groaaar!" Azula semakin mengencangkan lilitannya. Para anggota guild di dalam gedung terjebak dan tida bisa keluar.
"Siapkan serangan serentak pada monster naga itu!" Rabyut salah satu anggota elit mengarahkan anggota lain, memberi isyarat dengan melambaikan tangan. "Fire ball!"
30 anggota guild yang berhasil keluar dan mempunyai kuasa fire menembakan bola api, agar Azula mengendurkan lilitannya.
Swush!
__ADS_1
Jdar!
Tubuh Azula dihujani bola api, namun serangan itu tak mampu melukai Azula bahkan tetap tak bergeming sama sekali.