
Dataran tinggi Los Apujarras.
'Slash-slash!' Cambukan Samehada berhasil mengenai pasukan bayangan Stanley.
Bukan hany itu, pasukan bayangan yang terkena hilang dan bayangan mereka terhisap masuk Samehada.
"Apa?! Kenapa seperti ini?!" Niz, Quiela, Giord dan Stanley melebarkan mata.
Pasalnya, pasukan bayangan milik Stanley adalah bayangan abadi dan belum pernah ada yang bisa mengalahkannya.
"Hanya mainan sampah. Aku kecewa pada kalian, tidak sesuai apa yang aku imajinasikan tentang kalian," cibir Akira menatap sinis mereka berempat, karena berhasil menghabisi semua pasukan bayangam Stanley tak tersisa. "Mati kau! Bloodmoon Swallow!"
'Slash!' Samehada yang sudah memendek dipegang erat-erat. Lalu Akira melompat setinggi dua meter sambil salto ke belakang dan melepaskan tebasan.
Dari tebasan cepat itu berhasil memunculkan siluet fuma shuriken berwarna merah darah dan memotong halus leher Stanley.
'Zrash!' Darah memuncrat dari leher Stanley dan langsung tewas seketika dengan terduduk lemas.
"Stanley!" Quiela, Niz, dan Giord berteriak keras juga penuh kemarahan.
"Earthquake Explosion!" seru Giord berlari cepat ke arah Akira.
"Jangan gegabah Giord," sergah Quiela untuk mencegah Giord menyerang Akira dengan membabi buta.
Muncul Magic Rune berwarna jingga seluas 100 meter dan memunculkan kubah yang mengurung Akira serta Giord.
'Duar-duar!' Suara rentetan ledakan disertai cahaya terang mengarah ke arah Akira menjulang ke langit sampai menyentuh kubah pelindung berwarna jingga.
[Apraisal status]
----------¤----------
Nama: Giord Vercraft
Level: 11
Kuasa: Clay Explosion (Fusion kuasa Earth dan kuasa Fire)
__ADS_1
Job: Prime Knight
----------¤----------
"Kali ini kau akan mati di tanganku. Spider Bomb!" Giord menghentakan kedua telapak tangannya ke permukaan untuk memunculkan ratusan laba-laba tanah liat kecil yang bisa meledak, ketika menyentuh target di sekitar Akira.
'Boom-boom!' Akira benar-benar terdesak, diapit ledakan disekitarnya. Walaupun begitu ia tetap tenang dan hanya menyunggingkan senyum, "Aku akan membalas kalian dengan kuasa kalian sendiri. Bloodmoon Soul Arise!"
Ledakan itu berhasil di halau karena mengenai pasukan bayangan yang diciptakan oleh Stanley yang berhasil dibangkitkan oleh Akira secepat kilat.
"Apa?! Bagaimana mung-mungkin?! Mustahil?!" Niz, Giord dan Quiela lagi-lagi melebarkan mata dengan rahang terjatuh.
Kejutan Akira terlalu menusuk pikiran mereka yang tak percaya pepatah, tidak ada yang mustahil di dunia ini, dipatahkan dengan mudah oleh Akira.
Pasukan bayangan yang dimiliki Stanley semakin lama semakin menguat dengan bentuk merah darah dan retakan lava putih disekujur tubuhnya.
"Kau pikir aku tidak tahu kelemahan Stanley, Dragon Explode!" Di bawah kaki Giord muncul Magic Rune berwarna jingga dan Giord langsung menaiki punggung naga tanah liat yang sedang mengepakan sayap, untuk membawa Giord terbang tinggi.
"Giord, cepat buka pelindung ledakannya!" Quiela memukul-memukul kubah pelindung jingga yang dibuat oleh Giord dan bagian dalamnya menimbulkan ledakan, setiap kali dipukul.
"Sudahlah, kak. Biarkan saja dia menghabisi pasukan mayat hidup itu, lagipula kemampuan Giord lebih hebat daripada Stanley." Giord berada di belakang Quiela dan memegang kedua pundaknya, untuk menenangkan Quiela yang sangat khawatir setelah kehilangan Vligerie juga Stanley.
"Aku habisi kalian semua pasukan bayangan sampah." Giord mengeluarkan pedang besar bernama Soluna, "Raging Sword Dance!"
'Shua!' Giord melemparkan Soluna ke arah ribuan pasukan bayangan milik mayat hidup Stanley. Soluna berputar sangat cepat dan memotong satu persatu tubuh pasukan bayangan.
Bukan hanya itu, setiap berhasil memotong pasukan bayangan, Soluna menimbulkan tebasan ledakan beruntun tiada henti dan berhasil meledakan Stanley yang berada di depan Akira.
"Bloodmoon Field!"
Akira melindungi tubuhnya dengan bola pelindung merah darah, supaya tak terkena ledakan. Tapi, bola pelindung itu juga dibuat retak oleh ledakan beruntun yang dilancarkan oleh Giord.
"Ha-ha ... mampus kau. Apakah kau tidak tahu kelemahan kuasa Necromancy? Aku beritahu, jika pengendalinya mati. Maka semua pasukan bayangannya juga lenyap." Giord tertawa puas penuh kemenangan setelah melihat Akira tubuhnya bercucuran darah dengan nafas tersengal-sengal.
Akira tertawa jahat, walau dia sudah terluka parah, "Ini baru permulaan. Bloodmoon Regeneration! Fiery Falling Thorn!"
Akira mengangkat Samehada tinggi dan menghunuskan lurus ke udara. Lalu Samehada bersinar ungu terang menembakan sinar laser ke udara hingga menyentuh kubah pelindung peledak yang dibuat oleh Giord. Di udara tiba-tiba muncul ribuan sisik-sisik runcing yang mengujani Giord.
__ADS_1
"Giant Titan Bomb!"
Soluna yang berhasil membersihkan pasukan bayangan kembali ke tangan Giord. Lalu Giord menciptakan Golem tanah liat yang sangat tinggi, setinggi 50 meter untuk melindunginya dari serangan Akira.
'Jleb-jleb!' Serangan ribuan sisik tajam itu mengenai punggung golem tanah liat yang berlutut satu kaki melindungi Giord.
"Aku tidak bisa mendekat, karena Giord sepertinya Divya yang khusus memiliki serangan jarak jauh dan area. Aku akan mencobanya?" pikir Akira lalu menjentikan jari.
'Ctak!' Sisik-sisik yang mengenai punggung Golem tanah liat itu terus menusuk ke dalam membuat kulit Golem tanah liat melepuh dan di saat itu pula golem tanah liat yang melindungi Giord meledak hebat.
'Boom!' Suara ledakannya sangat keras disertai kepulan asap menjulang ke langit membentuk siluet jamur.
'Boom!' Ledakan kedua menyusul setelah dipicu oleh golem yang meledak. Ledakan itu merupakan naga tanah liat yang ikut meledak.
Niz, dan Quiela terpental lusinan meter dan terluka parah. Bukan hanya itu kubah pelindung juga hancur luluh lantak dan nasib Giord dipastikan terpanggang habis oleh ledakan yang sangat keras tersebut, yang mengguncangkan wilayah dataran tinggi Los Apujarras.
Kepulan asap dan debu menghalangi pandangan, Akira sudah tidak ada lagi di tempat semula berdiri. Ia malah sedang melayang di atas ketinggian 200 meter, "Bloodmoon Soul Arise!" serunya.
Di bawah tubuh Giord yang sedang terkapar dengan tubuh hancur berkeping-keping dan gosong. Muncul Magic Rune berwarna merah darah.
Giord dibangkitkan kembali menjadi mayat hidup milik Akira. Tubuhnya sama seperti sebelumnya, hanya pupil mata yang berwarna merah darah seperti milik Akira.
"Aku tak perlu memiliki orangnya atau Necromancy Rune juga Clay Explosive Rune. Selama ada skill Bloodmoon Soul, aku bisa membangkitkan siapapun yang aku inginkan menjadi bawahanku dan dengan kekuatan yang sama denganku, ha-ha ...."
Akira yang masih melayang tertawa jahat, matanya berkeliling mencari keberadaan Quiela dan Niz.
Mayat hidup Giord melayang masuk ke dalam tubuh Akira.
Di bawah, Niz menautkan tangan, "Sage: Universe Healing!" serunya.
Di dahi Niz muncul tanda bulat hitam lalu menyebar ke sekujur tubuh dan menyembuhkan dirinya sendiri juga Quiela.
"Niz, cepat kita kabur! Untuk sementara kita mundur dan minta bantuan Lord Thanatos," titah Quiela. "Area Teleportation!"
Niz dan Quiela tubuhnya berkedip hilang dari pandangan Akira yang sudah menemukannya. "Cih, pengecut. Aku takan melepaskan kalian begitu saja, bodoh! Tunggu saja tanggal mainnya. Hole Space!"
Akira juga masuk ke dalam pusaran merah untuk kembali ke sisi Josephine yang masih berada di Bar Continent, Madrid.
__ADS_1