KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 45


__ADS_3

Ryuga memindahkan ratusan kotak berisi tanaman herbal itu dengan skill trickster. Dalam sekejap Ryuga berhasil memindahkan ratusan kotak itu, membuat kagum para alkemis yang sedang bekerja.


[Selamat juragan berhasil menyelesaikan misi tersembunyi]


[Misi : Membantu Alkemis mengangkat kotak berisi tanaman herbal


Hadiah : 10.000 poin experience


Hukuman : -


[Hadiah sudah ditambahkan ke status poin experience juragan]


[Sampai jumpa di misi selanjutnya]


"Anak yang sangat berbakat," batin Shiwa memuji, Shiwa adalah kepala alkemis akademi Maung School. Pria paruh baya, berkulit coklat, memakai kacamata, berambut pendek kehitaman, tinggi 182 cm, di wajahnha ada jambang tipis menyambung ke jenggotnya yang tipis.


"Terima kasih Ryu!" imbuh Shiwa.


"Sama-sama paman. Apakah ada hal lain lagi yang bisa aku bantu?" tanya Ryuga.


"Tidak ada Ryu! Silahkan beristirahat saja!" jawab Shiwa.


"Baik paman. Saya undur diri!"


Ryuga meninggalkan ruangan alkemi, untuk beristirahat di dormitori miliknya. Jam tangan di tangan Ryuga, sudah menunjukan jam 22.15, tak terasa waktu berjalan dengan cepat.


"Menyebalkan, menyebalkan! Kamu malah semakin populer, dan itu membuatku muak. Aku pasti akan menghancurkanmu bocah miskin. Kamu hanyalah sampah!" batin Regard menyeringai licik, sedari tadi memperhatikan Ryuga.


___


___


___


Keesokan pagi di dormitori level 7.


Ryuga sedang menyelesaikan misi harian, tapi ia menggandakan semua misi hariannya dari 100x menjadi 200x. "Aku harus menjadi lebih kuat!" Ryuga terus berlari mengelilingi dormitori miliknya selama 20 kali putaran dengan beban gravitasi 10 kali lipat. Ryuga berlari secara tertatih, dan berhasil menyelesaikan 20 kali putaran dengan waktu 3 jam.


[Selamat juragan mendapatkan 100 poin experience karena berhasil menyelesaikan misi harian]

__ADS_1


Ryuga melanjutkan latihan dengan mengayunkan 100 kali pedang latihan gravitasi dengan beban berat 100 kg. "Latihan hari ini sudah cukup," Ryuga membersihkan diri dan memakai seragam ASSAT miliknya.


Hari ini Ryuga di undang ke menara Mexus untuk bertemu Lord Gardosen, Sangakama di sektor Siliwangi.


Tok!


Tok!


Tok!


Kita mengetuk pintu dormitori Ryuga, "Ryu apa kau ada di dalam?" panggil Kira.


"Ya guru, sebentar!" Ryuga menyahuti panggilan Kira, karena ia paham dengan suara gurunya itu. Ryuga membukakan pintu. "Ada apa guru?"


"Ini surat undangan untukmu, Jendral Atmojoyo menunggumu di depan akademi dan akan menemanimu bertemu Lord Gardosen," jawab Kira sambil memberikan surat undangan khusus.


"Terima kasih guru!" Ryuga menunduk hormat.


___


___


___


Ryuga keluar dari mobil bersama Jendral Atmojoyo, tak ada satu kata pun yang terucap di antara mereka berdua. Ketika berada di dalam mobil, Ryuga mengetahui jika Jendral Atmojoyo ingin membunuhnya. Tapi sebaliknya Jendral Atmojoyo sangat menyesal karena ingin membunuh Ryuga karena Divya level 1, tapi memberikan kontribusi yang besar untuk akademi Maung School dan juga sektor Siliwangi.


"Ryuga!" panggil Jendral Atmojoyo, menghentikan langkah Ryuga yang akan memasuki pintu loby menara Mexus.


"Ada apa jendral?" tanya Ryuga membalikan badan.


"Aku meminta maaf padamu, karena memberikan jam tangan armor yang selalu diincar monster dan ingin membunuhmu," ungkap Jendral Atmojoyo.


"Tidak apa-apa Jendral. Aku hanya menganggap itu semua bagian dari ujian, lupakan saja Jendral, tidak perlu lagi dibahas," balas Ryuga dengan soror mata yang tajam. "Dengan Jendral memberikan ujian yang sangat sulit, aku sangat berterima kasih ada jendral, karena aku bisa memaksimalkan kuasaku."


"Terima kasih banyak Ryu, karena kamu mau memaafkanku. Semoga kita bisa bekerjasama membesarkan akademi," ucap Jendral Atmojoyo menunduk hormat.


"Sama-sama Jendral!" balas Ryuga menunduk hormat juga.


Mereka berdua masuk dan sudah di sambut meriah oleh para staff gedung menara Mexus.

__ADS_1


"Selamat datang tuan Ryuga!"


"Selamat datang Jendral Atmojoyo!"


Para staff gedung memberi sambutan serentak dan salah satu mereka, menghantarkan Ryuga dan Atmojoyo ke lantai paling atas dimana ruangan Gardosen berada.


Ting!


Pintu lift terbuka, salah satu staff membukakan pintu ruangan kantor Gardosen. "Lapor Lord! Aku membawa Jendral Atmojoyo dan tuan Ryuga!" ucap salah satu staff dengan menyilangkan tangan kanan ke dada kiri dan membungkuk hormat.


Gardosen mengangukan kepala pelan, dengan raut bibir melengkung membentuk senyuman. Di dalam ruangan ada Jason yang menatap sinis Ryuga dan juga Zayd menyeringai licik.


"Cih hanya Divya lemah dan sampah, Lord Gardosen mengundangnys dengan acara meriah seperti ini. Apa hebatnya dia?" batin Jason.


"Lapor Lord! Aku Ryuga Himura!" ucap Ryuga dengan menyilangkan tangan kanan ke dada kiri dan membungkuk hormat.


"Lapor Lord! Aku Jendral Atmojoyo datang menghadap" ucap Jendral Atmojoyo dengan menyilangkan tangan kanan ke dada kiri dan membungkuk hormat.


"Silahkan duduk! Kit nikmati pesta ini. Jangan terlalu tegang!" ajak Gardosen enuju meja makan mewah yang berada di ruangan kantor Gardosen. Di atas meja makan mewah, sudah tersedia banyak makanan yang menggugah selera.


"Nama Himura berada di belakang nama Ryuga, apakah dia anak profesor Agito Himura yang dijadikan subyek penelitian senjata dewa waktu itu?" pikir Gardosen menatap lekat wajah Ryuga yang mirip dengan wajah Agito Himura, dan melambaikan tangan ke Zayd.


"Cepat selidiki latar belakang anak ini!" titah Gardosen berbisik pada telinga Zayd.


Kepala Zayd mengangguk pelan tanda mengerti. Lalu ia pergi dari ruangan Gardosen dengan tergesa-gesa meninggalkan perjamuan.


"Maaf Lord! Apakah ada hal penting sehingga tuan Zayd tergesa-gesa seperti itu?" tanya Jendral Atmojoyo dengan raut muka penasaran.


"Tidak apa-apa hanya masalah kecil. Silahkan dinikmati makanannya!" seru Gardosen. "Jangan malu-malu, makanlah yang banyak!"


Jason terus menatap Ryuga dengan tatapan sinis, dan membuat Ryuga tidak nyaman. Ryuga makan dengan wajah menunduk, "Apa makanannya tidak enak? Atau kamu punya masalah?" tanya Gardosen melirik Jason, karena sedari memperhatikan Ryuga hanya menundukan wajah dan tidak berbicara sepatah kata pun.


"Tidak my Lord! Aku hanya bingung mengapa my Lord menundangku kemari?" tanya Ryuga kembali.


"Tentu saja memberikanmu apresiasi dan hadiah atas kinerjamu. Selanjutnya kamu akan menjadi kandidat utama Sangakama sektor Siliwangi. Alasanya mudah, aku telah melihat semua rekaman video yang diberikan Zayd, kamu berhasil menghancurkan kelima portal ungu. Apakah kamu tidak tahu? Jika penghancuran portal hanya bisa dilakukan oleh seorang Sangakama, dan kamu bisa melakukannya," jelas Gardosen.


"Pffft! Uhuk, uhuk, uhuk!" Ryuga dan Atmojoyo menyemburkan makanan yang sudah masuk ke dalam mulutnya dan terbatuk, mata mereka membulat. "Kandidat utama Sangakama?!"


"Benar-benar menyebalkan! Aku sudah menunggu lama untuk menjadi Sangakama selanjutnya, malah terdepak oleh kadet yang masih kencur ini. Apa hebatnya dia denganku. Hanya menutup portal saja, Aku pun bisa, cih!" Jason berdecih dengan menggertakan gigi, raut mukanya memerah geram, dan menatap lekat Ryuga penuh dengan kebencian.

__ADS_1


"Kenapa ada aura kebencian yang menghinggapiku sekarang?" pikir Ryuga sambil mengelap mulutnya yang kotor bekas dirinya tersedak.


__ADS_2