
Ryuga serius, tatapan mata sangat tajam pada Filza. Ryuga mengeluarkan yamato miliknya, "Mode Ninjato!" Yamato berubah menjadi pedang ninjato. "Doppelganger!"
Boof!
Boof!
Boof!
Seratus kembaran diri Ryuga muncul membawa pedang ninjato. "Ultimate storm!" Ryuga yang asli di selimuti aura kegelapan yang sangat pekat dan berkobar-kobar seperti api yang membara. Kembaran diri Ryuga langsung melesat, mengepung dan menebas Filza secara bergantian
"Crystal frost spear!"
Trang!
Trang!
Slash!
Boof!
Filza membentuk tombak kristal es di tangan kanannya, lalu menangkis, membelokan serangan, dan menyerang balik kembaran diri Ryuga. Satu persatu kembaran diri Ryuga menghilang dari pandangan ketika tertusuk dan tertebas bilah tombak Filza.
Ryuga mengamuk, "Rage of extincion!" dari dalam tubuh Ryuga muncul siluet pilar berwarna ungu kehitaman dan di susul gelombang kejut dari dalam tubuhnya. Permukaan arena hancur, Filza terpental dan hampir saja keluar arena. Bajunya pun koyak, compang-camping, darah berlumuran di sekujur tubuhnya.
"Jika ini bisa menebus kesalahanku atasmu Ryu, aku rela. Huff ... huff ... huff ...." Filza memejamkan mata dengan nafas yang memburu, seluruh stamina dan energi vedanya terkuras habis, badannya juga ikut mematung.
Ryuga mendekati Filza, dan menempelkan telapak tangannya pada belahan gunung kembarnya. "Eternal absorb energy : power extraction!"
Sriing!
Ryuga menghisap semua kristal energi di dalam tubuh Filza, hingga menurunkan level Divya milik Filza dari level 6 sampai level 0. Ryuga membuat Filza seperti sediakala dan menjadikannya sampah kembali, stardust Ryuga keluarkan dari dalam jam tangan penyimpanannya, kemudian langsung dihancurkan berkeping-keping di depan Filza.
Krak!
Prang!
__ADS_1
"Ini hukuman yang pantas untukmu," kata Ryuga denngan sorot mata yang tajam pada Filza.
Tubuh Filza lemas dan langsung terjatuh di pelukan Ryuga, Lovich sangat mengkhawatirkan Filza namun dicegah oleh Ryuga untuk tak mendekatinya.
"Pertandingan yang sangat seru antara Filza Alora dan Ryuga Himura! Pemenangnya adalah Ryuga Himura yang menjadi Divya terkuat di kompetisi kelulusan battle academy ini," teriak Lovich melalui mikroponnya.
Ryuga sama sekali tak memperdulikan pengumuman dari Lovich, tapi langsung menggendong Filza ala bridal style sambil melirik Rany yang duduk di tempat duduk peserta. Rany yang paham maksud dari Ryuga langsung mendekati dan menaruh tangan di pundak Ryuga.
Cwuszh!
Ryuga berteleportasi ke apartemen miliknya dengan skill trickster. "Regeneration cyborg!" Ryuga menaruh telapak tangan eternal gear di dahi Filza untuk menyembuhkan semua luka parahnya.
[Selamat juragan berhasil naik level dari level prime knight ke level emperor]
[Selamat juragan mendapatkan kuasa wind]
[Selamat juragan mendapatkan mythril chest]
[Selamat juragan berhasil mengevolusikan yamato ke level lima yaitu mode kodachi bisa memadukan dengan skill dari savior]
[Selamat juragan berhasil mengevolusikan kuasa manipulation molecul ke kuasa gravity]
[Selamat juragan berhasil mendapatkan aura lord
"Naik level lagi," batin Ryuga.
"Ran, tolong jaga Filza. Aku akan kembali ke Velodrome. Ini hukuman yang pantas untuknya, karena berani meninggalkanku. Meskipun dia kembali, aku belum bisa memaafkannya. Semua wanita sama saja!" Ryuga berteriak lalu memukul meja hingga hancur.
Brak!
"Tunggu, Ryu!" Rany berteriak untuk menyela pembicaraan Ryuga. "Tahan emosimu! Filza meninggalkanmu, karena ia diancam oleh Lord Viktor, jika masih bersamamu maka kamu akan dihabisi oleh pasukan sektor Martapura!"
"Hahahahaha!" Ryuga tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan Rany. "Jangan bercanda, Queen twins Geminu dari sektor Sangakama Majapahit dan Lord Alfred De Levigny dari sektor Sangakama Trunyan saja sudah aku kalahkan, hahahaha."
"Apa buktinya?" ketus Rany dengan mengernyitkan dahi, seolah ia tak percaya yang dituturkan Ryuga.
__ADS_1
Ryuga mengeluarkan glove of universe Riveros, glove of universe Sunblast, dan crown of god dari eternal gear. "Ini buktinya, kamu tahu kan senjata apa ini? Dan punya siapa?" tanya Ryuga menyunggingkan senyumnya.
"Ti-tidak mungkin?!" Rany membulatkan mata melihat tiga senjata dewa yang dipakai oleh Ryuga. "Bagaimana mungkin tiga senjata itu berada ditanganmu, Ryu?"
"Ya mungkin saja, jika kekuatan yang berbicara. Apa kamu lupa? Aku yang membuat kalian semua menjadi Divya level 6, tanpa bersusah payah. Sekelas Regalia King saja tak mampu melakukannya pada orang lain, hanya aku satu-satunya Divya tidak, Regalia God yang bisa melakukannya, hahahaha!" Ryuga melayang satu meter dan tertawa sombong sambil menepuk-nepuk dadanya.
Wajar saja di sombong, 3 Sangakama Ryuga tumbangkan meskipun harus menguras habis saldo miliknya. "Aku percaya padamu Ryu. Terima kasih telah memberiku kekuatan. Tapi bagaimana langkah selanjutnya untuk Filza? Menurutku dia tidak bersalah, dia sangat mencintaimu, dia tak ingin kehilanganmu. Karenanya ia meninggalkanmu supaya aman dari pasukan sektor Martapura dan Lord Viktor," jelas Rany.
"Biarlah dia seperti ini. Crystal frost : Hybernation!" Ryuga memegang dahi Filza lalu mencium bibirnya. Tubuh Filza langsung diselimuti kristal es berwarna merah transparan dan membekukannya.
Krak!
Krak!
Krak!
"Ryu, apa yang kau lakukan pada Filza? Apa kau ingin membunuhnya? Hah!?" Rany tak terima Filza dibekukan dengan es abadi, raut mukanya menyeringai geram.
"Anggap saja ini hukuman padanya. Jika sudah waktunya, aku akan melepaskan hukuman ini. Lebih baik kita kembali ke Velodrome Arena, ayo! Trickster!"
Ryuga menarik tangan Rany dan langsung berteleportasi ke Velodrome Arena. Ryuga membuat Rany tiba terpisah darinya, Rany berada di tengah Arena yang sudah rusak di samping Lovich. Sedangkan Ryuga tiba di depan Lord Gardosen.
"Maaf Lord!" Ryuga menunduk hormat pada Lord Gardosen, lalu mengeluarkan kepala Lord Alfred dan flashdisk berisi bukti sektor Trunyan yang berencana memberontak dan menginvasi sektor Siliwangi. "Silahkan Lord lihat isi flashdisk itu! Isinya bukti Lord Alfred yang ingin mengkudeta Lord Gardosen!"
"Jangan bercanda!" teriak Lord Viktor, "Mana mungkin Lord Alfred melakukan hal yang sekeji itu! Kamu sengaja kan membunuhnya, hah!!"
"Diam, kau! Lord Viktor!" Lord Gardosen berteriak keras dan menggebrak meja di depannya. Semua penonton riuh ramai melihat keadaan ini dari jauh di tribun mereka masing-masing. "Zayd! Putar rekamannya!"
"Baik my Lord!" Zayd yang berada di samping Lord Gardosen menunduk hormat dengan menyilangkan tangan kiri di dada kanan, lalu menaruh laptop di meja depan Lord Gardosen yang agak rapuh setelah digebrak olehnya. "Silahkan my Lord!"
Begitu rekaman itu diputar dan menunjukan semua bukti kejahatan Lord Alfred, Lord Viktor berpura-pura naik pitam. "Bedebah! Dia itu memang selalu menjadi rubah licik. Di depan kita baik dan sopan, tapi di belakang kita ingin menusuk dari belakang, cih!"
"Diam kau sampah!" teriak Ryuga, "Dasar serigala berbulu kambing banci. Kau yang membuat Filzaku harus mendapatkan hukuman dariku. Saat ini juga aku hancurkan kau!" teriak Ryuga menyeringai geram. "Awakening drive!"
Swush!
__ADS_1