
Gerbang Universitas Hokkaido.
Keesokan paginya.
Ryuga sudah melakukan latihan pagi seperti biasa. Semua masalah administrasi Gladys untuk kuliah dan satu kelas dengan Ryuga sudah diurus oleh Zayd.
Tentu saja membuat curiga Angelina, Raras, dan Rany. Kenapa tiba-tiba Gladys ada disini? Tidak bagi Filza, ia sudah paham akan kondisinya karena Ryuga memberinya pesan bahwa Gladys sekarang berkuliah dan ikut serta dalam misinya ini.
Ryuga sudah memberikan rincian kejadian itu pada Filza, tentang Gladys yang pernah masuk pasar budak. Entah berapa pasar budak yang ada di dalam wilayah Neo Japan.
Gladys memakai pakaian seragam Universitas Hokkaido terlalu seksi. Rok mini berwarna putih dengan ujung garis hijau, kaus kaki putih selutut dengan ujung garis hijau, tank top berwarna putih terlihat perutnya yang seksi ditutupi blazer seragam Universitas Hokkaido berwarna putih dengan kedua lengan panjang berwarna hijau.
Setelah Angelina, Rany, dan Filza kini bertambah lagi gadis imut, mungil cantik dan seksi. Para Jomblowan jiwanya meronta-meronta melihat kecantikan Gladys yang terkesan acuh dan dingin.
Ryuga tidak nyaman tubuh wanitanya dipandangi laki-laki lain, "Sayang, kamu terlalu seksi."
"Ya, sayang maaf. Tapi aku hanya ingin melindungimu dengan berpakaian seperti ini aku bisa bergerak bebas. Aku hanya takut ada yang menyerangmu tiba-tiba." Gladys menatap tajam sekelilingnya dengan mengaktifkan Wheel Eye di mata kanan dan White Eye di mata kiri.
Ryuga menepuk jidatnya sendiri, "Kamu terlalu berlebihan. Ayo!"
Ryuga berjalan cepat menuju kelas, sedangkan Gladys menuju ruang administrasi untuk menyelesaikan administrasi terakhir dan akan dituntun Niseki untuk diperkenalkan pada semua teman-teman barunya.
Rany kesal karena Gladys tiba-tiba muncul dan sangat dekat dengan Vergil, "Apa perlu kuhajar wanita itu. Dia terlalu akrab dengan laki-laki lain, hmph!"
"Sabar sis, kita jangan gegabah. Semua orang punya privasi, kamu harus paham. Mungkin saja dia punya misi yang harus diselesaikan, karena tiba-tiba muncul. Untuk sekarang kita fokus belajar dan jangan dekati apapun serta siapapun yang bukan ranah kita. Aku tahu Gladys juga calon istri Ryuga seperti kita, aku rasa Ryuga juga sudah tahu," jelas Filza menenangkan Rany.
"Ya, kamu tidak tahu saja jika Vergil itu Ryuga. Kalau kamu tahu, pasti kamu juga akan mengerti dan tidak terpancing esomi, eh emosi," batin Filza kesal dengan sikap Rany yang ceroboh.
__ADS_1
Kembali ke Ryuga, ia sudah berada di kelas, seperti biasa duduk di bangku paling depan. Setelah kejadian kemarin, hanya Bill yang terluka parah dan masih dirawat. Suasana kelas kondusif tanpa Bill yang sering mengobok-obok suasana kelas.
Niseki masuk bersama Gladys, semua teman laki-laki Ryuga menjatuhkan rahang melihat Gladys yang sangat cantik dan seksi dengan bibir merah muda dan rambut hitam lurus sepinggang.
Gladys memperkenalkan diri dengan menunduk hormat, "Perkenalkan aku Gladys Kusuma, umurku mungkin lebih tua dari kalian 23 tahun. Mohon kerjasamanya."
"Apakah kamu sudah punya pacar?" Kalimat pertanyaan itu membuat telinga Ryuga panas. Gladys yang melihat Ryuga memerah wajahnya hanya terkekeh menutup mulutnya.
"Sudah. Pacarku dia!" Gladys menunjuk Vergil Wong, membuat Ryuga tersentak kaget dan salah tingkah.
"Hai, Glad! Apakah kamu tidak bisa memilih laki-laki selain dia. Aku tahu dia juga tampan dan paling pintar di sekolah. Tapi dia pembawa sial dan berandalan." Gladys mengepalkan tangan mendengar penghinaan itu, tapi Ryuga menggeleng agar jangan membuat keributan.
Gladys kembali dingin dan duduk di meja sebelah kanan Ryuga yang masih kosong. Pelajaran dimulai dengan semua mahasiswa tidak fokus pada pelajaran tapi mata mereka terus menatap Gladys, keindahan yang sedap dipandang.
Gladys merasakan jika dirinya menjadi pusat perhatian, untuk itu Gladys mengeluarkan aura membunuh yang kuat. Semua mahasiswa kecuali Ryuga merasakan tengkuknya sangat dingin. Mereka mulai ketakutan, mereka ingin meninggalkan kelas tapi kaki mereka seperti terpaku di permukaan lantai.
"Sungguh menakuktkan."
"Wanita macam apa dia? Tatapannya sangat tajam."
"Apakah dia pembunuh bayaran yang sedang menyamar?"
"Lebih baik, aku tidak lagi memperhatikan atau mendekatinya, bisa-bisa aku jadi kambing potong."
Semua mahasiswa laki-laki membatin penuh ketakutan akan Gladys, cantik tapi dingin dan auranya seperti pembunuh bayaran kelas atas.
Setelah sesi pelajaran selesai, Ryuga seperti biasa ke perpustakaan dan membaca beberapa buku. Gladys mengikuti kemanapun Ryuga pergi, seperti Ryuna sewaktu menjadi pengawal pribadi Yosep.
__ADS_1
Ryuga juga tidak akan ke menara Insignius atau menara Fozuki. Biar anak buahnya yang mengurus semua pembangunan kota Bloodfallen.
Kali ini Ryuga ingin mempelajari 3 wilayah yang belum ia taklukan. Wilayah Barat, Timur, dan Utara. Tentu setiap wilayah punya kekuatan dan kelemahan masing-masing.
Ryuga juga sedang menunggu pembasmian para koruptor di dalam Night Blue Group. Dia meminta waktu 3 hari untuk membereskan semuanya tanpa pandang bulu dan mengganti beberapa petinggi yang memang sudah terbukti korupsi dari Supervisor, Manager, General Manager hingga Direktur.
"Tu-"
"Jangan panggil aku dengan nama itu," potong Ryuga hampir saja Gladys keceplosan.
"Ya, maksudku say-sayang. Bagaimana kalau kita mencari informasi ke wilayah yang lebih dekat dan potensinya besar untuk kemajuan UniverseRuler?" bisik Gladys.
"Dimana?" tanya Ryuga berbisik juga.
"Aku mendapatkan Informasi wilayah Timur," jawab Gladys lirih.
"Apa kamu sudah tidak waras? Asosiasi Rinbo markas tersembunyinya disana. Lagipula wilayah timur sangat ketat, untuk saat ini aku tidak ingin berkonfrontasi dengan siapapun," sergah Ryuga tidak setuju dengan usulan Gladys.
"Ya, aku tahu itu sangat berbahaya. Tapi jika kita mencoba mana tahu sedalam apa musuh kita. Jika hanya melihat dari permukaan kita akan selalu salah dalam memprediksi mereka dan berakhir bukan hanya kekalahan tapi juga penderitaan untuk anggota lainnya," sahut Gladys tegas.
"Benar juga yang dikatakan Gladys. Informasi dunia bawah tanah disini cukup minim. Jika aku tak terjun langsung, maka aku tidak akan tahu seberapa kuat musuhku. Lebih baik aku cari informasi sebanyak mungkin," batin Ryuga.
Tiba-tiba smartphone Ryuga berbunyi, ada pesan dari Miku, "Tuan muda, aku sudah menemukan Junkyard yang tuan muda inginkan. Pemiliknya ingin menjual dan dia berada di wilayah timur. Tapi Junkyard-nya berada di perbatasan wilayah selatan dan wilayah timur. Pemiliknya ingin langsung bertemu tuan muda dan tidak bisa diwakilkan," tulis Miku.
"Baik, aku akan kesana," balas Ryuga.
"Kita akan pergi ke wilayah timur sekarang. Kita gunakan LRT yang menuju stasiun terdekat di kota San Monzua!" titah Ryuga.
__ADS_1
"Siap!" Gladys mengangguk.