
Ryuga bersiap melakukan siasat dan bertanya, "Tenang tuan. Aku pasti membeli dan aku butuh mobil keluaran terbaru, sporty, dan berkelas," pintanya menyeringai.
Salesman berwajah ketus itu melirik temannya sales woman di sebelah kanannya memberi kode, untuk melayani Ryuga karena malas meladeni orang yang sok belaga kaya menurutnya, seperti Ryuga saat ini.
"Oh ada tuan. Mari saya hantarkan!" Sales woman membawa Ryuga ke wilayah mobil keluaran terbaru, mobil listrik tepatnya. Tapi Sales woman itu benar-benar mengerjainya dengan menunjukan mobil keluaran terbaru bukan spesifikasi yang Ryuga inginkan. Lebih tepatnya termurah saat ini di showroom tersebut.
"Ini sesuai dari spesifikasi yang tuan cari, keluaran terbaru, sporty dan berkelas dengan kelas seperti tuan." Sales woman tersenyum sinis.
Benar-benar sial, Ryuga sangat direndahkan di showroom ini. Jika dia membuka identitas sebenarnya siapa dia, sales woman itu pasti muntah darah.
"Hah ...! Bukankah ini mobil biasa saja. Aku mau mobil hypercar, nona." Ryugs mulai marah dan mengeraskan rahang, ingin sekali perempuan ini Ryuga tampar hingga terjungkal, lalu diinjak-injak kepalanya. Benar-benar perempuan J4l4ng.
"Bukankah anda ingin membeli mobil keluaran terbaru, sporty dan berkelas. Mobil ini menunjukan kelas anda, miskin," bantah sales woman mulai ketus. Dia berperilaku demikian karena menganggap Dion miskin, berangan-angan terlalu tinggi mau membeli hypercar berkelas, sporty dan keluaran terbaru.
Dilihat dari penampilannya hanya seorang mahasiswa, bukan orang kaya atau orang penting. Dilihat dari sudut pandang manapun tidak akan percaya pada Ryuga. Apalagi faktanya, mahasiswa Universitas Hokkaido banyak yang miskin dan bisa kuliah karena bantuan beasiswa dari pemerintah karena mereka Divya yang jenius. Jadi wajar sales woman dealer tersebut meremehkannya.
Orang-orang menengah ke atas dan beberapa orang penting di Neo Japan, menoleh ke arah Ryuga dan sales woman itu. Ada yang memandang dengan mimik merendahkan. Ada pula yang kontan menghina. Ada pula yang menyeletuk dan ketus.
"Gembel sepertimu pantas dengan mobil itu. Harganya pun tidak mahal. Hanya beberapa puluh ribu yen saja, itu pun kalau kau punya uang," celetuknya angkuh.
Ryuga yang mendengar kata-kata itu menoleh, ke arah suara yang menghinanya barusan.
Alangkah terkejutnya laki-laki yang menghinanya barusan, begitu melihat orang yang baru saja dihinanya dan bertambah senang.
"Kau, bangsat!" teriaknya laki-laki itu terkejut dan dengab tegas menunjuk tepat di arah muka Ryuga.
__ADS_1
"Tuan Bill ternyata. Aku gira gembel darimana," jawab Ryuga acuh.
"Kau yang gembel. Berani-beraninya mahasiswa sampah yang bisa berkuliah dii Universitas Hokkaido menunjukan batang hidungnya di showroom semewah ini. Kamu tak pantas mengotori lantai showroom ini, banyak kumannya, pergi sana sampah!" hina Bill, menambah suasana semakin memanas. Lalu melanjutkan hinaannya.
"Kau mau membeli mobil, tuh yang pantas untukmu," kata Bill dengan sombongnya.
Mobil yang ditunjuknya mobil stok lama yang belum sama sekali 1 unit pun terjual. Bahkan dijual dengan harga diskon 70%, tapi tetap saja tidak ada orang kaya yang mau membelinya.
Ryuga tidak peduli dengan hinaan laki-laki itu. Dia lebih memilih untuk berkeliling mencari mobil yang pas untuknya. Hingga membuat Bill bertambah emosi.
"Mau kemana kau!" teriaknya kasar. Tapi Ryuga tetap diam dan melangkah.
Pandangannya tertuju pada satu mobil yang diletakan pada ruang tersendiri. Bentuknya sangat sporty sekali, warnanya hitam dengan corak merah di bagian depa, atas, kiri dan kanan.
"Itu mobil yang aku inginkan," batinnya.
Tiba-tiba terdengar suara ujaran perempuan muda, "Sayang, aku ingin mobil itu. Kau janji memberikan hadiah apapun untuk ulang tahunku," tunjuknya pada mobil yang Ryuga inginkan.
Ryuga menoleh sekilas ke arah perempuan tersebut, seperti mengenalnya tapi ia lupa kapan dan dimana.
Di sebelah kanan perempuan itu, berdiri pria paruh baya, mungkin om-om miliknya atau sugar daddy-nya. Menggelengkan kepala, menandakan ia tak mampu membeli mobil yang harganya selangit itu. Tapi dia tak mampu memperlihatkan pada orang-orang yang berada di dalam ruangan showroom.
Salesman itu bergegas maju, mendekati pasangan beda usia tersebut. Dengan sikap ramah yang dibuat-buat, siap melancarkan trik liciknya.
"Mobil itu sangat pantas untuk nyonya dan tuan. Mobil keluaran terbaru dan hanya ada satu-satunya di kota ini. Didapatkan dengan susah payah dan diproduksi sangat terbatas oleh pabrikannya."
__ADS_1
"Mobil Buggati Bolide, itu namanya. Dibanderol dengan harga 4.7 juta dollar atau 1.2 milyar yen atau 60.000 rupiah."
"Bermesin quadruple-turbocharged, 8.0-liter W16 yang juga digunakan pada Veyron dan Veyron Super Sport. Dengan tenaga 1,600 horsepower dan torsi 1,180 Nm membuat Bolide mampu melesat 0-100 km/jam dalam 2,3 detik."
"Sedangkan rekor kecepatan mobil seharga US$ 4.7 juta adalah 304 mph atau 389 kph."
"Kalau tuan dan nyonya berminat. Aku akan mengurusnya khusus untuk tuan dan nyonya. Hari ini bisa langsung on road tuan," ujar sales itu senang, karena mampu menyebutkan spesifikasi mobil tersebut dengan sangat lancar.
Dia berharap, pria paruh baya yang datang dengan perempuan muda tersebut akan tertarik dengan penjelasannya, lalu membeli mobilnya. Kalau mobil itu terjual, dia akan mendapatkan komisi yang sangat besar dari showroom tersebut.
"Bagaimana tuan? Apakah nyonya dan tuan sangat berminat?" tanya sales woman itu masih tetap semangat dan tersenyum ramah penuh intrik.
"Bagaimana ini? Mobil itu sangat bagus, tapi saldo uang ditabunganku hanya 800 juta yen, tak mungkin bisa membeli mobil itu," batin lelaki paruh baya dengan raut wajah gusar.
"Kimi-ku sayang, kita lihat mobil yang lain dulu ya. Sepertinya disana lebih bagus, dari mobil ini," pintanya beralasan.
Dengan bersungut-sungut, perempun muda yang dipanggil Kimi itu, beranjak menuju mobil lain yang ditunjuk pasangannya tersebut.
Ketika melewati Ryuga, kekesalannya semakin memuncak dan meludahinya, "Apa lihat-lihat! Dasar gembel! Cuih!" hardiknya.
Mendapat hinaan tersebut Ryuga sangat marah dan mengeraskan rahang, ingin sekali mengeluarkan Yamato dan menebas kepalanya.
Tapi di Neo Japan adalah wilayah zona netral, jika melakukan pembunuhan di depan umum. Maka akan diburu assosiasi Rinbo, sekalipun Ryuga adalah ASSAT, orang yang menguasai 3 sektor dan sangat kaya.
Assosiasi Rinbo masih merupakan momok menakutkan bagi para Sangakama. Di era WordlRuler saja mereka tidak beranu berurusan dengan Asosiasi Rinbo terkenal sangat halus dalam membunuh.
__ADS_1
Ryuga sebenarnya tidak takut sama sekali, tapi kalau dia sudah diburu. Maka semua rencananya gagal dan tak bisa masuk lagi ke Neo Japan karena sudah masuk catatan hitam pemerintah Neo Japan, baik penguasa atas dan penguasa bawah tanah.