KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 60


__ADS_3

***


Satu bulan kemudian.


Kondisi akademi sudah kembali pulih, kadet sudah mulai belajar kembali. Ryuga setiap hari mengumpulkan poin pengalaman dari menjalankan misi harian, dalam satu bulan ia mendapatkan 30.000 poin dari misi harian.


[Selamat juragan mendapatkan 100 poin experience dari menjalankan misi harian]


Hari ini seluruh kadet dikumpulkan di aula akademi untuk menerima pengarahan terkait batle arena yang di adakan satu bulan lagi. Battle arena kali ini melibatkan 7 cabang akademi beda dari seluruh sektor, pertaruhannya tentu ujian kenaikan Divya sekaligus ujian kenaikan jabatan dari kadet menjadi soldier.


Ryuga berdiri di baris paling belakang, ada total 9 baris, 1 baris terdiri dari 10 orang dan baris terakhir berisi Ryuga, Rany, Josephine, Vanya, Raras, Verel, Angelina, dan Boy. 13 kadet yang meninggal pada penyerangan monster 1 bulan yang lalu, salah satu Boggard dari tim 9 satu tim dengan Verel, Boggard sudah digantikan oleh Raras.


"Selamat pagi kadet!" sapa Atmojoyo berteriak.


"Pagi pak!" sahut semua kadet serentak.


"Baik, bapak akan memberikan informasi terkait pelaksanaan battle arena yang akan di adakan satu bulan lagi. Proses battle arena tahun ini baru dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Battle arena hanya akan diikuti 3 tim teratas yang akan lolos dari ujian battle academy dari setiap akademi di seluruh dunia. Battle arena akan diikuti 21 tim, persiapkan mental dan juga tenaga kalian!"


"Esok hari kita akan mulai melaksanakan ujian battle academy, untuk menentukan 3 tim terbaik yang akan menjadi wakil dari akademi veda Maung School, Bubar!" jelas Atmojoyo berteriak.


"Siap pak!"


Para kadet bubar dan mulai berlatih di training field masing-masing. Ryuga hanya berwajah datar lalu membalikan, sudah satu bulan lebih Ryuga bersikap dingin pada Kira dan teman-teman satu timnya yang lain bahkan dengan Raras.


Tapi Ryuga selalu serius dalam latihan baik latihan perorangan maupun kelompok. Tentu saja penyebabnya adalah Vanya, Ryuga masih marah padanya. Vanya sudah coba meminta maaf pada Ryuga dengan berbagai cara, namun tak mampu meruntuhkan hati Ryuga.


"Baik latihan kali ini adalah fist style, ada 5 dasar style Divya yang harus kalian pahami, yaitu fist style, weapon style, seal style, dan energy style serta universe style."

__ADS_1


"Fist style yaitu teknik bela diri menggunakan tangan kosong, weapon style yaitu teknik bela diri menggunakan senjata seal style yaitu perubahan energi veda dirubah untuk memberikan buff atau menghilangkan buff dengan memunculkan magic seal bisa juga untuk mengunci atau menyerang, energy style yaitu merubah energi veda untuk menggunakan skill dari kuasa yang kalian miliki, dan universe style ini adalah style yang sangat langka, mungkin hanya pertapa yang bisa melakukannya," jelas Kira.


"Lalu latihan kali ini tentang apa guru?" tanya Josephine.


"Pertanyaan bagus Josephine. Kita akan berlatih fist style dengan berpasangan, Ryuga dengan Vanya dan Josephine dengan Rany, silahkan di mulai!" titah Kira.


Vanya gugup, karena bin.gung berhadapan dengan Ryuga. Ia gugup karena Vanya masih merasa menyesal, apalagi Ryuga sangat dingin padanya dan belum mau memaafkannya. "Ryu! Jika kamu ingin membalaskan dendam padaku waktu itu, aku siap menerimanya," ucap Vanya lantang.


Ryuga tidak menjawab tetap dingin, Ryuga mulai melesatkan pukulan tapi Vanya hanya diam saja. Pukulan itu terhenti hanya berjarak 1 cm dari gunung kembar Vanya, "Itu bedanya dirimu dan diriku, aku masih punya pengendalian diri, sedangkan kamu tidak malah menghajarku habis-habisan." Ryuga menatap sinis lalu meninggalkan tempat latihan. "Guru aku izin tidak ikut latihan, perasaanku sedang ingin muntah melihat dia."


Kira hanya diam membiarkan murid kesayangannya itu terus bersikap dingin dan diam membisu seribu bahasa selama satu bulan ini. "Kita hentikan latihan kali ini, kalian bertiga boleh istirahat!" ucap Kira lalu tubuhnya berkedip.


"Vanya, apa yang sebenarnya terjadi antara kau dan Ryuga?" tanya Rany menelisik.


"Ya, Vanya kenapa? Apa yang terjadi?" timpal Josephine menyeringai kesal.


Plak!


Plak!


Rany menampar Vanya, begitu juga Josephine ikut menampar juga. "Itu jelas kesalahanmu Vanya, Ryu tidak akan pernah menodai sahabatnya sendiri. Aku sangat kenal Ryuga, kamu malah hampir membunuhnya, wajar saja Ryu marah padamu!" bentak Rany.


"Lain kali, jangan melukai Ryuga lagi tanpa alasan. Jika kau melakukannya lagi, aku sendiri yang akan membunuhmu," ancam Josephine tatapan matanya sangat tajam.


"Maafkan aku teman-teman. Maaf aku tak sengaja," balas Vanya menundukan wajahnya. "Aku berjanji tidak akan melakukannya lagi."


Rany dan Josephine meninggalkan Vanya seorang diri, menuju kantin. "Mungkin lebih baik, aku akan mengundurkan dari tim ini," batin Vanya. "Agar masalah ini tidak berlarut-larut.

__ADS_1


___


___


___


Di traininig field waterfall.


Ryuga duduk di atas batu pinggir air terjun dan sudah menyadari kedatangan Kira. "Guru! Kau mengikutiku?" ucap Ryuga tanpa menoleh ke arah Kira berada di belakang Ryuga.


"Kau memang hebat Ryu, hehehe. Baru saja aku muncul dan mengendap-endap, kau sudah menyadarinya," balas Kira tertawa ringan.


"Ada apa guru mencariku?" Ryuga melempar batu ke arah air terjun. "Jika guru kesini atas permintaan Vanya, lebih baik guru biarkan aku sendiri."


"Tidak, aku hanya ingin tahu masalah diantara kalian berdua. Ceritakanlah!" pinta Kira dengan menaik-turunkan alisnya. "Oh ya kata Raras juga, kamu sudah bisa menggunakan skill awakening drive, darimana kamu belajar, padahal aku belum mengajarinya padamu."


"Dari gear ini guru!" Ryuga memperlihatkan tangan kanannya yang terbungkus eternal gear.


Kira membulatkan mata dan berkata, "Darimana kamu mendapatkan sarung tangan terkutuk itu? Cepat lepaskan! Itu bisa membunuhmu."


"Tenang saja guru, eternal gear dan DNA-ku cocok 100% jadi tidak akan membunuhku." Ryuga berdiri dan mendekati Kira. "Apa jangan-jangan, orang yang selamat memakai eternal gear sebelum dilebur menjadi satu adalah guru?"


Kira menghela nafas panjang, "Hah ... ya itu aku. Tapi umurku akan berkurang 1 hari jika menggunakan skill awakening drive, skill yang berhasil aku kuasai dari eternal gear." Kira duduk di ats batu sambil memandang bawah air terjun, Ryuga pun mengikutinya.


"Aku ingin memberikan skill ini padamu, karena aku ingin pensiun dari kemiliteran Sangakama dan fokus mengajar disini. Aku melihat kecocokan tubuhmu dengan skill awakening drive, dan kamu tidak perlu sepertiku yang harus menahan efek skill itu mengurangi umur 1 hari." Kira membuka seragam mentor Maung School dan memperlihatkan tubuhnya dipenuhi tato kutukan.


Tato itu menjalar ke seluruh badan dan menjulur sampai tangan kanannya, tato bermotif naga hitam.

__ADS_1


__ADS_2