
"Ryu, bagaimanan ini monster ini terlalu kuat!" Josephine mengeluh, keringat mengalir deras membanjiri wajahnya.
"Biar menjadi urusanku, jika kamu tak berani pergilah!" Ryuga memberikan heal dan stamuna potion pada Josephine.
"Jangan bercanda! Aku bukan pengecut! Necrotic hit count!" Josephine menautkan kedua tangannya, jarak Cerberus dan Ryuga 35 meter. Kubah hitam menutupi tubuh besar Cerberus, dari kubah bagian dalam muncul bagian-bagian yang runcing menusuk-nusuk tubuh Cerberus yang cukup keras.
Stang!
Tsuk!
"Sial kulitnya keras juga. Hanya mampu menggoresnya sedikit, infernal spear on rush!" Josephine kembali memunculkan tombak javelin besar dari magic seal dan memutarnya secara cepat lalu melesat ke arah Cerberus.
Duar!
Tubrukan ujung tombak javelin dan dada Cerberus terjadi, infernal spear hancur luluh lantak tangan kanan Josephine terluka ringan. Josephine tidak menyerah dan kembali menyerang, "Chaotic spark!"
Muncul bola dengan gerigi runcing di atas tubuh Cerberus dan menghimpitnya dengan berputar sangat cepat, mencoba mengoyak kulit Cerberus.
Prang!
Ratusan bola bergerigi pecah dan hancur berkeping-keping. "Hahahaha, dasar manusia bodoh! Kalian pikir senjata seperti bisa menembus kulitku, hahahahaha!" Cerberus menatap sinis Ryuga dan Josephine dengan tertawa terbahak-bahak. "Ice blast!
Swush!
Cerberus menembakan bola es terus menerus ke arah Ryuga dan Josephine. Tubuh Josephine yang terlalu lelah terkena bola es dan menabrak batu.
Bang!
Boom!
"Guhak!" Josephine memuntahkan darah, organ dalam terluka cukup parah. Rany yang sudah membawa Vanya menjauh kembali, melihat Josephine dalam keadaan sekarat langsung membawa Josephine pergi menjauh. Ryuga memberikan 10 botol biru dan 10 botol hijau pada Rany.
"Sumoner! Azure Dragon, Azula!"
Ryuga mengelurkan bola merah transparan bermotif kepala naga dari eternal gear dan melemparnya ke langit. Bola merah itu bercahaya lalu berubah menjadi Azure Dragon naga merah bermulut dua bersayap empat.
Groaar!
"Cih dasar cacing! Kau sudah berkhianat dari bangsa monster dewa rupanya dan berpihak pada manusia?" Cerberus menatap sinis Azula, penuh dengan tatapan merendahkan. "Hanya makhluk rendahan yang mau berteman dengan manusia!"
Azula tidak menanggapi hinaan Cerberus malah langsung menembakan infinity burst ke tubuh Cerberus dan membordardirnya.
Shua!
__ADS_1
Duar!
Duar!
"Kamu tak mengerti anjing buduk! Tentang arti sebuah ikatan dan persahabatan!" Azula semakin geram dan terus membordardir Cerberus dengan ribuan bola hitam.
"Awakening drive!"
Ryuga mengaktifka skill terkuatnya, topeng semesta muncul dari dalam eternal gear dan langsung terpakai di kepalanya. Yamato ia simpan di dalam eternal gear, Ryuga menangkupkan kedua tangannya menjadi satu.
"Fusion power, earth and fire!"
Ryuga mengalirkan energi kuasa fire di tangan kanannya dan energi kuasa earth di tangan kirinya untuk membentuk jenis kuasa baru.
[Selamat juragan mendapatkan kuasa baru kuasa lava]
"Kuasa yang sungguh menakjubkan!" puji Ryuga dalam batinnya matanya berbinar-binar.
Azula dan Cerberus terus bertarung tanpa henti, saling mencakar, saling menggigit dan saling menyerang dengan skill terkuat masing-masing.
Boom!
Grrr!
"Lava fist!"
Tangan kanan eternal gear berubah menjadi bentuk lava, tubuh Ryuga berkedip lalu muncul di atas punggung Cerberus dan menghantamkan pukulan keras.
Bang!
Krak!
Boom!
"Aaargkh!" Cerberus memekik keras, Ryuga berhasil melukai kulit keras Cerberus. Pukulan Ryuga membuat punggung Cerberus berlubang cukup dalam. Cekungan kawah muncul di bagian bawah tubub Cerberus, Azula mundur dan menyiapkan ultimate burst untuk menghabisi Cerberus.
"Lava Burst!"
Ryuga melompat dan menyemburkan cairan lava dari mulutnya ke seluruh tubuh Cerberus yang sudah tidak berdaya. Tubuhnya Cerberus melepuh, bulu-bulunya rontok, hanya terlihat kulitnya saja yang gosong namun masig cukup keras.
Swush!
Azula menembakan ultimate burst dari dalam mulutnya, Ryuga segera berpindah tempat agar tidak terkena serangan pamungkas Azula.
__ADS_1
Boom!
Bola besar hitam dialiri petir itu menghantam tubuh besar Cerberus dan terbakar seketika, tak ada lagi nafas terdengar dari 3 kepala anjing buduk itu.
[Selamat juragan mendapatkan 1000 poin experience karena berhasil membunuh monster level Adamantium]
[Selamat juragan mendapatkan Rp.10.000.000 karena berhasil membunuh monster level Adamantium]
Dari dalam tubuh Cerberus muncul bola biru transparan dengan motif 3 kepala srigala, melayang lalu terbang menuju Ryuga dan masuk ke dalam eternal gear.
[Selamat juragan mendapatkan Ancient beast god ball Cerberus]
Ryuga segera menghisap mayat Cerberus ke dalam inventori sistem. Azula juga kembali menjadi bola merah transparan berwarna merah dengan motif kepala naga, lalu masuk ke dalam eternal gear.
"Aku sudah mendapatkan dua pet, tapi kemana mereka bertiga pergi. Apakah Josephine dan Vanya baik- baik saja?" Ryuga mengelus dagunya.
"Kokobot berapa biaya yang harus aku bayar untuk memanggil Cerberus?" tanya Ryuga dalam batinnya.
[Tidak ada juragan, karena juragan mempunyai eternal gear dan juga sudah naik ke level gladiator. Persyaratan pemanggilan terpenuhi tanpa harus membayar biaya pada sistem]
"Terima kasih Kokobot."
[Sama-sama juragan]
Ryuga berlari menyusuri telapak kaki Rany yang tercetak di permukaan salju. Ternyata Rany membawa Vanya dan Josephine ke desa Grindelwald, warga tidak ada yang berani keluar karena takut dengan gelombang serangan monster.
Melihat Rany membawa Vanya, mereka membukakan pintu dengan rasa cemas dan takut lalu memasukan Vanya ke dalam rumah salah satu penduduk bernama Dyer. Setelah Rany meminumkan heal potion pada Vanya, dan meminta Dyer untuk mejaga Vanya pergi lagi ke portal.
Setelah Rany kembali ke tempat Ryuga, ternyata Josephine juga terluka dengan berat hati, Rany membawa Josephine ke rumah Dyer untuk merawatnya.
Rany sangat cemas dengan Ryuga, sudah setengah jam setelah Rany memvawa Josephine, Ryuga juga belum kembali. Langkah kaki terdengar bergesekan dengan rumput yang tertutup salju.
Srak!
Srak!
Dyer mengintip dari jendela kamarnya, siapa yang datang monster atau manusia? "Maaf nona apakah itu temanmu? Ada orang di luar!" Dyer menunjuk Ryuga dali balik gorden jendela.
"Ya itu temanku, Ryuga namanya. Tolong bukakan pintunya!" Rany menganggukan kepala, senyum lebar terpampang dari raut bibirnya.
Dyer segera membukakan pintu, Rany berlari dan langsung memeluk Ryuga. "Ryu! Kamu tidak apa-apa?"
"Tenang saja, aku baik-baik saja." Ryuga mengelus rambut Rany. "Bagaimana kedaaan Josephine dan Vanya?"
__ADS_1
"Mereka berdua sedang istirahat, tapi Josephine terluka sangat parah, tulang rusuknya patah dan organ vital di bagian dada seperti paru-paru, jantung, dan liver terluka cukup dalam. Jika kita terlambat sedetik saja, mungkin Josephine akan mati," jelas Rany, cairan bening di kelopak matanya mengalir. "Aku sudah meminumkan 5 botol heal potion pada Josephine, proses penyembuhannya sangat lambat."