KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 53


__ADS_3

Ryuga bersiap menghadang laju mereka, ia menggunakan skill trick forward dan muncul di bawah tubuh Basilisk dan mengangkat bagian tubuh Basilisk dengam sekuat tenaga lalu membantingnya ke samping kiri, dimana dua Basilisk berada. Tubuh Basilisk yang dibanting mengenai kedua Basilisk lain.


Bang!


Grr!


Ketiga Basilisk terpental dan menabrak batu yang menjulang tinggi hingga merobohkannya. Ryuga yang melihat kesempata emas langsung saja menggunakan skillnya untuk membunuh ketiga Basilisk.


"Titanium thorn area!"


Ryuga menghentakan kedua telapak tangannya ke permukaan pasir. Dari bawah tubuh Basilisk muncul ribuan logam titaniu runcing dan menusuknya, ketiga Basilisk meraung kesakitan.


Groaar!


Tubuh mereka tidak lagi bisa digerakan, darah hijau keluar dari seluruh tubuh mereka dan akhirnya mereka tewas.


[Selamat juragan mendapatkan 50 poin experience kuasa earth, karena menggunakan salah satu skill dari kuasa earth. Perolehan skill poin experience dikalikan dua karena menggunakan skill boosted gear secara otomatis, menjadi 100 poin experience kuasa earth]x3.


[Selamat juragan mendapatkan 1000 poin experience karena berhasil membunuh monster level paladium] x4.


[Selamat juragan mendapatkan Rp.2.000.000 karena berhasil membunuh monster level paladium] x4.


"Area of extraction!"


Eternal gear menyala terang, Ryuga memuncul magic seal seluas 1 km. 200 mayat Onyx Wendy dan 4 mayat Basilisk, Ryuga rubah menjadi 200 kapsul kristal berwarna merah dan 4 kapsul kristal berwarna hijau. Kapsul-kapsul kristal itu terbang ke arah Ryuga dan langsung masuk ke dalam eternal gear.


"Waktunya aku kembali ke Diamond Frost, untuk menjemput Raras pulang!" Ryuga bergumam lalu tubuhnya berkedip menggunakan skill trickster dan muncul di kantor senjata Branz.


Cwuszh!


"Copot! Copot, eh copot!" Geminu, Inusha, Ronald dan Raras terkejut dengan kemunculan Ryuga yang tiba-tiba.

__ADS_1


"Dasar hantu blao!" ejek Raras menggembungkan pipinya.


"Maaf, maaf, hehehe." Ryuga menggaruk kepalanya yang tidak gatal, skill Awakening drive sudah ia nonaktifkan, topemg semesta sudah tersimpan kembai ke inventori sistem. Wajahnya yang rupawan bermata sipit dengan rambut harajuku berwarna merah, membuatnya semakin mempesona. "Ayo kita pulang ke sektor Siliwangi. Portal paladium sudah aku bereskan!"


"Bos, jangan pergi dulu. Kita ngopi dulu lah, kita ini kehabisan semua jenis senjata. Malahan tuan Rogue atas perintah tuan Basilisk ingin memesan senjata pada kita," pinta Ronald.


"Memangnya stok senjata yang aku buat puluhan ribu, beberaa hari yang lalu sudah habis?" tanya Ryuga dengan raut muka kebingungan.


"Habis Ryu!" timpal Gemusha.


"Ya, kita juga untung banyak. Dari guild storm gravity dan juga penjualan senjata kita untung sampai 10 milyar." Inusha menimpali pertanyaan Ryuga sambil menunjuk brankas uang. "Dan itu uangnya, kami taruh disana. Ambilah itu uangmu Ryu!"


"Baiklah, aku akan membuat senjata." Ryuga menyetujui permintaan Ronald. "Tidak, tidak perlu. Ambil saja untuk kalian, dan bagikan untuk para terpinggirkan."


"Hei bos, itu kan uangmu. Kenapa kamu malah menolaknya? Uang sebanyak itu bisa hidup enak sampai tua, tau!" sela Raras. "Jika tidak mau berikan saja padaku, hmph!"


"Kamu itu selalu baik Ryu dan tak pernah berubah meskipun kamu sudah menjadi ASSAT," puji Gemusha dalam batinnya. Sebagai seorang mantan Sangakama, tentu Gemusha sangat paham seragam yang dipakai Ryuga sekarang.


Ryuga pergi menuju gudang logam tanpa memperdulikan kata-kata Raras, raut mukanya datar. Banyak yang menyapa Ryuga dengan raut muka tersenyum, ia hanya membalas dengan senyuman juga. Komplek rumah warga terpinggirkan berangsur-angsur membaik, beberapa rumah mereka sedang dibangun dan ada juga yang sedang di renovasi.


Di dalam gudang logam, banyak tumpukan logam yang sudah dipisahkan, sesuai jenis logam oleh para warga yang bekerja di gudang logam.


Ryuga duduk di depan tumpukan batu logam platinum, lalu mengeluarkan formasi arc of embodiment. Kecepatn Ryuga dalam membuat senjata kali ini sangat cepat 10 kali lipat dari awal-awal ia membuat senjata. Dalam satu jam ia bisa membuat semua jenis senjata masing-masing 1.000 dan ada 20 jenis senjata totalnya 20.000.


Warga yang bekerja di dalam gudang menjatuhkan rahang, pasalnya Ryuga seperti menyulap tumpukan batu logam platinum menjadi tumpukan bukit senjata platinum hanya dalam satu jam.


[Selamat juragan mendapatkan 10 poin skill job blacksmith] 20.000x.


Para pekerja mengangkut sepulu ribu senjata yang Ryuga buat menggunakan trolley ke toko senjata Brans. 10.000 sisanya akan dikirimkan ke Mesir esok hari, Basilisk meminta senjata dengan bahan dasar batu logam Platinum dan membayar 5 juta/senjata.


Ryuga kembali membuat semua jenis senjata dengan batu logam iron, bronze, silver, gold dan diamond, masing-masing 20.000. Ryuga membuatnya untuk stok, ketika ia pergi lagi meninggalkan sektor Majapahit.

__ADS_1


[Selamat juragan mendapatkan 10 poin skill job blacksmith] 100.000x.


[Selamat juragan berhasil menaikan level blacksmith ke level 7. Juragan bisa membuat senjata bertipe logam mythril. Poin skill yang dibutuhkan untuk naik level selanjutnya adalah 729.000 poin skill]


[Selamat juragan berhasil menaikan level blacksmith ke level 8. Juragan bisa membuat senjata bertipe logam paladium. Poin skill yang dibutuhkan untuk naik level selanjutnya adalah 2.187.000 poin skill]


"Sepertinya sudah cukup dan aku pun sudah lelah, waktunya pulang. Nanti malah jendral Atmojoyo mencariku." Ryuga keluar dari gudang logam dan berjalan menuju bagian depan toko senjata Branz, Raras hatinya sudah tidak seperti batu lagi. Ia mau membantu Ronald, Gemusha, Inusha dan pekerja lain menata senjata di etalase toko senjata. "Hai Raras! Ayo pulang! Apa kau betah tinggal disini? Aku bingung nanti mengatakannya pada pak Prio, ayahmu!"


Ryuga berteriak memanggil Raras dan ia langsung menghampiri Ryuga. Perasaanya sangat betah tinggal di toko senjata Branz, para karyawan Ryuga menyambut Raras dengan hangat. Gemusha, Inusha, dan Ronald memperlakukan Raras seperti saudaranya sendiri, jadi Raras merasa sangat nyaman meskipun hanya sesaat.


Gemusha, Inusha, dan Ronald keluar dari toko untuk menghantarkan Ryuga pulang kembali ke sektor Siliwangi. "Kapan-kapan mampir lagi ya bos!" pinta Ronald.


"Ya bro, pasti!" sahut Ryuga.


Gemusha dan Inusha kedunya memeluk erat Ryuga. Seakan mereka berdua tak ingin berpisah dengannya, "Jangan lupa kabari kami, jika ada masalah."


"Ya tentu saja," balas Ryuga dengan bibir melengkung membentuk senyuman.


Ryuga melepaskan pelukan pelukan Gemusha dan Inusha. Lalu memegang erat tangan Raras.


Cwuszh!


Tubuh mereka berdua berkedip, berteleportasi menuju dalam rumah Raras di Ciater Tangerang Selatan. "Hai bos! Minum-minum dulu lah," pinta Raras. "Oh ya, gajiku mana? Katanya setiap monster gold yang dikumpulkan dibayar 100.000."


"Kemarikan jam tangan penyimpananmu!" Raras menyodorkan tangan kirinya, Ryuga menempelkan tangan eternal gear ke jam tangan penyimpanan Raras. "Extraction!"


Ryuga merubah 1500 mayat mini golem berlevel gold menjadu kapsul kristal berwarna kuning. Lalu menghisapnya ke dalam telapak tangan eternal gear.


"Apa kamu punya rekening digital?" tanya Ryuga.


"Ada sebentar, aku ambilkan dulu miliku di kamar," Raras masuk kamar dan mengambil smartphone milikmya, lalu memberikannya pada Ryuga. "Ini!"

__ADS_1


Ryuga langsung menscan kode QR rekening digital Raras, dan memasukan nominal 150.000.000 pada smartphone miliknya, untuk ditransfer pada rekenibg digital milik Raras. "Uangnya sudah aku transfer 150 juta. Senang berbisnis denganmu, Raras!"


"Hah?! 150 juta?! Banyak sekali uangnya, kalau begini aku bisa cepat kaya. Lain kali berikan aku misi lagi ya bos, hehehe. Kalau ada urusan bunuh-membunuh monster, serahkan saja padaku!" balas Raras tersenyum dan menepuk-nepuk salah satu gunung kembarnya yang cukup besar di usia belia.


__ADS_2