
"Bukankah kita bisa menemui penguasa UniverseRuler." Jawaban Ryuga membuat Zaka, Zaki, dan Gladys tertawa tertahan dari balik topengnya.
Selalu saja Ryuga bersandiwara dengan total. Padahal tinggal jujur saja pada Vouge dan BlackCorn, bahwa dia penguasa UniverseRuler.
Tapi kondisinya tidak tepat, dan bisa saja ditertawakan oleh Vouge dan BlackCorn. Ryuga memikirkan reputasi penguasa UniverseRuler harus terlihat kuat dan tak terkalahkan.
Nyatanya ia saat ini kalah telak dengan Sasuke, jadi dia tidak ingin menghancurkan reputasi di depan Vouge dan BlackCorn, sebagai pemimpin UniverseRuler yang kuat dan tak terkalahkan.
Ryuga menatap Zaki, Gladys, dan Zaka yang masih tertawa membuat Vouge dan BlackCorn bingung.
"Tapi ...." Vouge masih ragu.
"Sudah, tidak ada tapi-tapian. Kamu kan kenal Kiyu bukan? Aku tahu semuanya." BlackCorn bersuara memecah kebuntuan Vouge.
"Ya, tapi temani aku bertemu Kiyu satu jam lagi di gedung Insignia. Aku memang ada janji dengannya membicarakan masalah lain sekaligus rencana kita." Vouge memohon pada BlackCorn.
__ADS_1
Sebab laki-laki berperawakan besar itu selalu enggan jika meninggalkan markas. Tapi saat ini tidak ada anggota lain selain Four White Shadow.
"Ya." BlackCorn menjawab malas.
"Zaka, dan Zaki kalian berdua diam disini. Aku akan pulang ke Insignia bersama Gladys. Ya meski markas ini tidak akan ada yang menemukan." Ryuga terkekeh, berbicara melalui telepati pada Gladys, Zaka, dan Zaki.
Mereka bertiga hanya menjawab dengan mengangguk. Vouge dan BlackCorn segera keluar melalui lift menuju permukaan air laut yang berisikan port yang terhubung ke dalam markas bawah laut dan dilindungi medan pelindung stealth.
Medan pelindung stealth ini membuat tidak terlihat dan menolak siapapun yang mendekati wilayah port dalam radius 100 meter. Vogue juga bukan Assasin biasa, dia seorang programmer dan engineering yang cukup handal.
***
Ryuga mengganti warna Mask Of Universe menjadi warna emas dengan dua garis di kiri dan kanan berwarna putih serta memakai Crown Of God.
Ditemani Kiyu, Sam, Jiro, Miku, dan Rob serta Gladys yang memakai seragam pelaut jepang berwarna merah dengan bawahan rok mini dan sepatu boot berwarna hitam. Enerkyl Zilan dipunggung, Highlander Dagger di belakang pinggan menghadap menghadap ke kiri dan Dagger Flute menghadap ke kanan.
__ADS_1
Vouge dan BlackCorn memakai setelan jas hitam, dengan Vouge memakai topeng emas dan BlackCorn memakai topeng silver.
Mereka grogi, bukan hanya grogi tapi sangat gemetar melihat aura Vergil Wong yang terlalu mendominasi.
"Perkenalkan kami Gold And Silver Slicer."
Vouge dan BlackCorn menunduk hormat dengan menyilangkan tangan ke dada kiri.
Vergil mengangguk dan Kiyu menyodorkan tangan untuk mempersilahkan duduk. "Terima kasih nona Kiyu, dan tuan Vergil Wong." Vouge dan BlackCorn, duduk dengan tersenyum ramah.
"Untuk masalah itu tuan Vergil tidak bisa memenuhinya, karena Titania belum memenuhi syarat." Pernyataan Kiyu seperti petir di siang bolong menyambar dada Vouge dan BlackCorn.
Harapan mereka pupus untuk menjadi bagian dari wilayah selatan di bawah naungan UniverseRuler.
Vouge sudah berpikir dan berusaha keras agar bisa masuk dalam jajaran UniverseRuler.
__ADS_1
Tapi Vouge tidak menyerah, "Maaf Nona Kiyu, jika keinginan kami belum memenuhi syarat untuk mendirikan gedung Titania di dalam Bloodfallen. Kami hanya ingin meminta satu hal pada tuan Vergil, boleh?" tanyanya sopan.
"Silahkan, katakan! Asal memenuhi syarat," jawab tegas Kiyu dengan raut muka garang dan sedikit mengeluarkan aura Lord.