
"T-tuan, bangun tuan." Zio mengetuk-ngetuk pintu kamar pribadi Vergil di menara Ruler. "A-aku sudah menyiapkan sa-sarapan."
Entah kenapa sisi terang Zio selalu gugup dan tak percaya diri. Atau mungkin dia gagap? Ah, sudahlah memang tak peduli.
"Haaaa ...!" Vergil berteriak kencang karena melihat celananya basah kuyup. Tapi basahnya bukan karena air tapi cairan lengket.
"Tuan, a-ada apa tuan? Ce-cepat buka pintunya tuan!" Zio panik dan menggedor-gedor pintu kamar presiden suite itu dengan sangat keras.
"Aku tidak apa-apa, Zio. Tenanglah, aku akan mandi sebentar!" teriak Vergil untuk menenangkan Zio yang sangat panik, takut terjadi apa-apa dengan Vergil. "Ah, sial sudah 3 tahun aku tidak Blaem-Blaem. Pantas saja cairannya sangat banyak dan sampai basah semua. Tapi untungnya tidak jadi odol, sialan. He-he ...."
Vergil segera masuk kamar mandi dan membersihkan diri. Ia tidak memikirkan sama sekali Imperial Black yang masih kacau dan banyak yang memilih ikut Signas.
Kondisi saat ini di wilayah barat sangat kacau. "Bos, gawat bos! Apa kau sudah bangun bos?" teriak Miku mengetuk-ngetuk pintu ruangan kantor Vergil.
Zio langsung berjalan cepat ke arah pintu kantor untuk membukakan pintu. "Ada apa nona Miku? Tuan sedang mandi. Silahkan duduk!" tanya Zio lalu mempersilahkan Miku untuk duduk.
Tapi Miku tidak bisa tenang, karena telah terjadi perang antara Geng Night Blue dan mantan geng Imperial Black yang berkhianat.
Vergil sudah selesai mandi memakai setelan jas hitam, sangat tampan dan mendominasi.
"Ada apa Miku?" tanya Vergil datar dan malah duduk di meja makan sambil menikmati masakan Zio, "Kamu berisik sekali. Kalau masalah para pengkhianat Imperial Black itu, suruh saja Titania dan suruh bereskan. Mudah bukan? Aku masih ada kepentingan lain yang lebih penting."
"Baik, bos. Aku izin pamit." Miku menunduk hormat, setelah itu bertanya, "Bos, terima kasih telah menyelamatkan papah. Sekarang tinggal menunggu siuman saja."
Iyoshi sudah sembuh oleh Vanya dan Virus Zerocity itu berhasil dikeluarkan dari dalam tubuhnya. Berkat itu pula Vanya berhasil meningkatkan Evolution Potion dengan kepadatan yang molekul yang lebih tinggi.
5 botol sama dengan 1 botol atau bisa dibilang Evolution Potion ukuran XL. Tapi ini hanya bisa diberikan pada anggota inti Guild Emperor.
Miku sudah keluar dan menelepon Kiyu, dalam pikirannya ia tak menyangka Vergil punya relasi yang sangat hebat dengan Vanya Veriksa sang alkemis dan dokter nomor satu di dunia.
Tiba-tiba smartphone Vergil berbunyi dan Vanya yang memanggil, "Bos, ada berita besar. Apa kamu tidak melihat berita pagi ini?" tanya Vanya cepat.
"Tidak," jawab Ryuga singkat dan datar.
__ADS_1
"Muncul Piramida Pusara di Verliend Forest Mountain. Kami akan pergi menyelidikinya, karena ada yang aneh. Tapi kami membutuhkan dana yang besar dan sumber daya yang besar," pinta Vanya.
"T-tuan, ja-jangan biarkan teman-teman kita pergi ke-kesana," sergah Zio memegang lengan Vergil.
"Tak usah pergi. Untuk uang aku akan mentransfer 5 milyar AUD." Vergil segera mentransfer uang ke rekening Guild Emperor cabang Sriwijaya yang baru memulai debut. "Ambil uang 2 milyar, itu untukmu atas pembayaran ayah Miku dan Vina."
"Tapi bos ...."
"Sudah, jangan tapi-tapian." Vergil langsung mematikan telepon. "Zio, kita pergi ke Verliend Forest Mountain. Pakai set armor Chaos Emperor dan waktunya menggunakan Twin Emperor."
"Ba-baik, tuan." Zio segera menekan jam tangan ruang untuk memakai set armor Chaos Emperor dan mengeluarkan Twin Emperor.
Chaos Emperor Armor adalah set Cyborg Armor Suit berwarna putih dan beberapa garis merah di lengan, paha, betis dan bahu.
"Trickster Transportation!" Vergil berteleportasi membawa Zio ke Verliend Forest Mountain, sektor Sriwijaya.
'Cwuszh!' Mereka berdua tiba di dalam hutan yang dipenuhi pepohonan yang sangat tinggi dan besar-besar.
Vergil mengganti set pakaian jas hitamnya menjadi Ninja Cyborg Armor Suit berwarna merah dan hitam. Lalu mengeluarkan Enzilong, "Levitation Elemental Sword!" serunya.b
"Aneh sekali, aku tidak merasakan energi Veda atau energi negatif Veda disini." Mata Vergil berkeliling mengamati keadaan sekitar dan sesekali menyipitkan mata.
"T-tuan, aku merasakan energi yang sangat besar di arah barat. Di arah timur juga ada banyak energi Veda yang menuju kemari! Mungkin itu adalah ...."
"Pasukan SSE sektor Sriwijaya?" potong Vergil.
"Bukan tuan." Vergil berlari miring mendaki satu pohon besar dan paling tinggi untuk menuju puncaknya, "Tuan, itu adalah Guild Imperial Darkness dan Guild Royal Fear. Guild peringkat satu dan peringkat dua sektor Sriwijaya!"
"Kenapa mereka ada disini? Untuk Raid kah? Tapi menurut Vanya hanya mereka yang tahu keberadaan Piramida Pusara dan tidak mungkin bocor," gumam Vergil.
Tiga nafas kemudian beberapa pesawat yang membawa 100 anggota Guild Imperial Darkness dan 150 Royal Fear terbang rendah melewati Zio yang berdiri di puncak dahan yang paling tinggi.
"Zio, kita ikuti mereka!" Tiba-tiba Vergil sudah berada di samping Zio dan mengagetkannya.
__ADS_1
"Eeeh ... kapan tuan disini?!" teriak Zio tepat di telinga Vergil.
"Bodoh, cepat susul mereka!" Vergil menendang pantat Zio dan ia terpental kuat mengikuti pesawat yang paling belakang.
"Ampun tuan!" Zio berteriak dan coba menyeimbangkan tubuhnya, "Minggir ini giliranku. Dark Soul Swith!"
Raut wajah Zio berubah menyeringai seperti psikopat, "Light Dark Wing!" Kemudian memunculkan sepasang sayap iblis berwarna hitam dan putih.
'Shua!' Zio terbang sangat cepat hingga menyamai bagian depan pesawat dan mengacungkan jari tengah pada sang pilot.
Vergil tiba-tiba muncul di punggung Zio dan melipat tangan dengan raut wajah datar. Sok keren memang gayanya.
"Begini amat nasib jadi babu, aduh ...," keluh Zio dalam batinnya.
"Sial, berani dia menghinaku. Rasakan ini!" Sang pilot menekan tombol senjata gatling gun karena terprovokasi.
'Dor-dor!' Pesawat itu menembakan senjata gatlin gun dan sasarannya Vergil juga Zio.
"Darknes Eterna!"
Tubuh Zio berkedip sangat cepat ke berbagai arah untuk menghindari ribuan peluru yang diarahkan padanya.
"Woy, ada apa ini?" tanya kapten Borjuis, ketua tim dalam raid Piramida Pusara Demonia Den.
"Ada yang ingin menyerang kita, kapten," jawab salah satu anggota Guild Royal Fear.
"Jangan kasih ampun, habisi mereka. Kita buktikan jika Guild Royal Fear bukan Guild pecundang!" titah Borjuis.
Kembali ke Zio dan Vergil, mereka terus ditembak. Tapi tak ada satu pun peluru yang mengenai mereka berdua.
"Bos, bagaimana kalau kita habisi saja?" tanya Zio menyeringai.
"Jangan banyak tanya, lalukan bodoh!" teriak Vergil.
__ADS_1
"Light Dark Chaos!" seru Zio.