KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 75


__ADS_3

Keesokan paginya.


Ryuga mengajak Fiza untuk latihan pagi,Filza juga bukan gadis muda biasa. Bahkan Filza mampu menyaingi latihan Ryuga, dengan melakukan Squat jam 150 kali, push up 150 kali, sit up 150 kali dan juga pull up 150 kali.


Teknik memanah Filza juga sangat hebat, Ryuga memberikan redblackball untuk Filza berlatih panahan dan mampu menembakan 10 anak anah tepat di tengah-tengah sasaran anak panah.


[Selamat juragan mendapatkan 100 poin experiemce karena berhasil menyelesaikan misi harian]


"Ayo cepat! Kita akan ke Gunung Sindur meninjau tambang, sebelum itu kita cari ruko disekitar BSD City untuk dibeli, aku mau membuka cabang toko senjata Branz di sana." Ryuga bergegas membersihkan diri lalu memakai jaket biru dan kaos putih serta celana jeans hitam ketat.


Ryuga dan Filza dijemput Prio di depan apartemen Elevee. Prio membukakan pintu mobilnya dengan sopan dan ramah lalu melajukan mobilnya ke ruko BSD City sesuai permintaan Ryuga.


"Untung saja beberapa hari ini belum ada pergerakan monster, aku juga harus membuat Filza lebih kuat, dan membuat cabang guild storm gravity di sektor Siliwangi," batin Ryuga.


Di dalam mobil Ryuga mulai menganalisa pasar harga jual senjata di sektor Siliwangi. Harga jual senjata di sektor Siliwangi lebih mahal daripada di sektor Majapahit, tentu ini sangat menguntungkan Ryuga. Tapi juga bahan bakunya yang susah di dapat mempersulitnya dalam membuat senjata.


"Mas Ryu sudah sampai, teman saya Garword juga sudah menunggu di rumahnya, barusan bapak menghubunginya." Prio memarkirkan mobilnya di kantor pemasaran ruko BSD city.


"Terima kasih pak Prio." Ryuga keluar dari mobil menuju kantor pemasaran berjalan perlahan menggandeng tangan Filza. "Tunggu ya pak!"


Prio hanya mengangguk pelan dari jendela kaca mobilnya. Di dalam ruko juga ternyata ada Risma dan Ringgo serta tim 9, ya Verel adalah pemilik properti di BSD City. Angelina meminta Verel untuk mencarikan ruko miliknya yang bisa disewa untuk membuka outlet Angel Outfit.


Ringgo dan Risma juga melakukan hal yang sama ingin mencari ruko untuk bisnis potion milik klan mereka.


"Hai Ryu! Si miskin apa kabar bro? Bagaimana setelah dikeluarkan dari akademi? Enak bukan?" Risma mencibir tatapannya sangat sinis pada Ryuga.


"Bos kamu sedang apa disini? Cie-cie sudah dapat gandengan baru." Raras tersenyum, melirik ke arah Filza. "Sangat cantik!"


"Ryu ini teman-temanmu?" Filza bertanya jari jempolnya menunjuk ke arah tim 9, Ringgo dan Risma lalu menunduk hotmat memperkenalkan diri. "Aku Filza Alora, temannya Ryuga."


"Bukan, mereka bukan temanku." Ryuga menjawab dengan wajah datar dan meninggalkan mereka. "Ayo! Kita tidak ada waktu!"

__ADS_1


"Cih, sombong amat! Memangnya kamu mampu menyewa ruko disini? Paling juga hanya menyewa bulanan itu pun hutang, hahahaha," ejek Ringgo tertawa sinis. "Verel usir saja si miskin itu, dia tak pantas disini. Bukannya kau sangat membencinya."


"Jaga mulutmu! Dia itu bosku bodoh!" sungut Raras berapi-api.


Angelina menghampiri Ryuga, "Ryu! Aku meminta maaf atas nama Josephine. Aku harap kamu bisa memaafkannya, dia melakukannya semua demi aku," Angelina menunduk hormat.


"Tidak apa-apa. Bagiku itu sudah biasa, semua orang punya pilihan masing-masing. Permisi Angelina!" Ryuga tersenyum kecut, menggandeng Filza tanpa memperdulikan yang lain, raut wajahnya dingin.


"Hei pengecut! Apa hanya itu kemampuanmu! Lari dari kami? Sungguh mengecewakan mantan ASSAT tak sehebat yang dirumorkan." Risma terus memprovokasi Ryuga untuk bertarung dengannya dan terus menatap Ryuga sangat sinis.


"Diam kau Risma!" bentak Verel. "Jika kau ingin berbuat onar jangan ditempatku, pergilah!"


"Cih! Awas saja kau jika bertemu lagi denganmu. Sebelum kau hancur aku akan terus berbuat sesuatu padamu, Ryuga si miskin!" Risma berdecih lalu keluat melangkahkan kakinya ke pintu keluar kantor pemasaran ruko BSD City.


"Filza tolong urus penyewaan ruko, aku ada urusan sebentar," bisik Ryuga tubuhnya berkedip. Filza langsung menuju sales counter untuk membeli ruko yang kosong.


"Bos jangan!" Raras berteriak melambaikan tangan, ia paham Ryuga sudah terprovokasi oleh kata-kata Ringgo dan Risma.


Ryuga muncul di samping Risma dan ingin mencekik Risma namun di tahan tangannya oleh Verel, "Ryu! Kumohon jangan!" Verel menggeleng-gelengkan kepalanya. "Kamu bisa berurusan dengan klan Zeustra!"


"Cih hanya klan sampah seperti itu." Ryuga menatap sinis ke arah Risma. "Hai cewek cacingan, pulanglah sebelum klanmu habis tak tersisa! Sumoner, Kazedogh!"


Ryuga mengeluarkan ancient beast god ball Cerberus, lalu melemparnyanke udara muncul anjing berukuran 1 meter berwarna putih dengan tiga ekor, ujung ekor dan ujung cakarnya brwarna merah dengan garis biru di atas cakarnya, matanya juga berwarna hijau.


Ryuga berbisik ke telinga Kazedogh, "Habisi semua klan Zeustra!"


Kazedogh mengangguk pelan tubuhnya berubah menjadi lebih besar dengan bulu-bulu putih yang runcing lalu berlari ke arah kediaman klan Zeustra.


"Bye-bye klan Zeustra! Hahahaha!" tubuh Ryuga hilang dari pandangan.


"Ringgo! Ayo kita bergegas, sepertinya serigala itu berlari ke arah klan kediaman klan kita!" Risma mengambil motor miliknya yang terparkir dan Ringgo langsung duduk dibelakang Risma lalu melajukan motornya dengan kecepatan penuh.

__ADS_1


***


Di kediaman klan Zeustra.


Kecepatan lari Kazedogh sangat cepat, hanya dalam waktu 30 menit Kazedogh sampai di depan pintu gerbang klan Zeustra. pintu gerbang klan dijaga 4 penjaga memakai baju serba hitam membawa senjata perisai dan pedang.


Kazedogh mengetahui keberadaan kediaman klan Zeustra dari bau di tubuh Ringgo dan Risma. Kazedogh berubah tubuhnya yang kecil menjadi tubuh sebenarnya dengan tiga kepala.


Groaar!


"Eternity claw!"


Kazedogh meraung keras di depan gerbang, lalu mengobrak-abrik kediaman klan Zeustra. Pintu gerbang klan hancur, empat penjaga terluka parah.


"Ada monster! Ada monster!" Para penjaga yang lain berteriak, semua penjaga berkumpul di halaman mansion klan Zeustra.


"Athena bles!"


Paradom Zeustra kepala klan Zeustra ayah dari Risma menggunakan skill andalannya untuk meningkatkan kekuatan dan kecepatan serang anggota klannya yang lain.


50 anggota klan membawa perisai dan pedang menyerang Kazedogh, menghujaninya dengan tebasan pedang.


Trang!.


Klang!


Kazedogh diam saja dan memejamkan mata, tebasan itu tak terasa sama sekali, kulit Kazedohg sangat keras, bahkan pedang-pedang yang dihujamkan pada seluruh tubuh Kazedogh, 25 pedang itu patah menjadi dua.


"Huricane Blizzard!"


Dari bulu-bulu Kazedogh mengeluarkan bunyi desingan keras, bulu itu mengeluarkan asap putih dengan bulir salju dengan radius 1 km. Kediaman klan Zeustra membeku termasuk tiang, pohon, dan juga jalan di sekitar mansion, rumah warga yang lain juga membeku.

__ADS_1


__ADS_2