
Vouge memukul udara di belakangnya tanpa menoleh, hingga berbunyi seperti memukul kaca hingga pecah. Padahal ia memukul ruang hampa untuk menciptakan portal lalu menjentikan jari.
Mereka bertiga berpindah tempat di dalam portal, yaitu tempat dengan lapangan rumput yang luas.
Akira mengeluarkan Ryutaiga, katana bersarung emas dan bergagang emas dengan bilah berwarna merah darah.
"Sayang sekali kekuatan mataku semuanya hilang. Aku hanya bisa menggunakan intuisiku dalam bertarung," batin Akira kesal.
'Trang-trang!' Vouge dan BlackCorn bergantian melakukan tebasan pada Akira. Ia hanya terus menangkisa hingga terus mundur sampai 10 meter.
Disaat itu Akira menyerang balik dengan mundur satu langkah, "Hellheaven: Hiramekarei!" lalu merubah katana tersebut menjadi dua kodachi berbilah biru. "Twin Dragon Fang!"
Akira menebas dan mengeluarkan dua siluet naga biru menghantam Vouge dan BlackCorn bersamaan.
Mereka berdua menahan dengan bilah ninjato hingga terpundur, kedua kaki mereka bergesekan dengan permukaan tanah, hingga menimbulkan kepulan debu.
"Cukup kuat juga, ayo kita serang bersamaan. Silver and Gold Attack!" Vouge dan BlackCorn hilanga dari pandangan Akira.
Gerakan mereka berdua sangat cepat dan tak bisa dilihat mata biasa. Tahu-tahu Vouge muncul di samping kanan Akira dan BlackCorn muncul disamping kir Akira dengan melakukan tebasan Horizontal.
'Trang-trang!' Mereka berdua bergantian menyerang Akira dengan tusukan dan sabetan.
Beberapa kali Akira terkena sayatan, tapi mudah dihindarinya, hanya mampu membuat sayatan kecil ditubuh Akira.
Sudah ribuan gerakan mereka peragakan tapi belum ada tanda-tanda akan kalah. Ketiganya terpundur lusinan meter dan kakinya bergesekan dengan permukaan tanah.
"Tuan Akira, aku akui kamu memang cukup tangguh. Beri aku hal yang menarik lagi!" teriak Vouge melepaska bilah energi ke arah Akira.
"Hellheaven: Samehada!"
Akira merubah Ryutaigai menjadi pedang longsword dengan sisik-sisik ungu di seluruh bagian pedang. Bilah energi itu malah ditebas dan terhisap ke dalam pedang samehada.
"Apa?!" Vouge dan BlackCorn melebarkan mata. Bagaimana mungkin, sebuah serangan bisa dihisap ke dalam pedang. "Aku akan kembalikan beserta bunganya, Great Throw Energy!"
__ADS_1
Akira melepaskan tebasan horizontal membentuk siluet sabit berwarna ungu pekat. Lalu melesat ke arah Vouge dan BlackCorn yang sedang berdampingan.
'Shua! Boom!' Siluet itu berhasil ditangkis oleh Vouge dan BlackCorn. Tapi sayang bilah ninjato itu patah dan karena ledakan yang ditimbulkan oleh tangkisan Vouge dan BlackCorn secara bersamaan.
Mereka terpental dalam keadaan tubuh dipenuhi asap akibat serangan Akira yang mengeluarkan gelombang panas dan hampir saja membuat tubuh mereka gosong.
Vouge dan BlackCorn nafasnya tak beraturan, "S-sial. Serangan macam apa itu?!"
"Jika saja kita ter-terlambat sedetik saja, kita berdua sudah ter-tertebas."
"Bagaimana menurut kalian? Apakah aku masih pantas menjadi pembunuh bayaran?" Akira tertawa terbahak-bahak dengan menyeringai.
"Baik, aku akan memberikan apapun yang tuan Akira minta. Penilaian kami anda adalah rank Mythril. Apakah anda siap ikut kami ke Neo Japan?" tanya Vouge.
"Baiklah, aku akan menerimya dengan senang hati. Tapi sebelum itu izinkan aku menyelesaikan semua masalahku di desa Vastrockhold terlebih dahulu. Ada sesuatu yang harus aku tinggalkan. Aku juga ingin meminta uang bayaranku sekarang," pinta Akira.
"Tentu. Kemarikan jam tangan anda tuan!" pinta Vouge, lalu memegang jam tangan Akira yang berada di pergelangan tangan kiri, untuk mentransfer uang 1 juta poundsterling.
***
Akira sudah meminta izin pada Wilford untuk meninggalkan desa yang selama 3 tahun menyediakan tempat bernaung.
Akira sedang berada di dalam kamarnya, mengemasi beberapa pakaian miliknya yang sederhana. Selama 3 tahun ini ia hidup sederhana dan apa adanya sambil menikmati kehidupan yang jauh dari pertarungan.
Tiba-tiba ada portal pusaran merah muncul dari belakang Akira. Muncul Yosep dengan tubuh diselimuti aura merah darah.
"Anakku ...." panggilnya lirih.
Suara panggilan itu sontak membuat Akira terkejut dan secepat kilat mengeluarkan Ryutaiga.
Pedang berjenis chokuto dengan bilah merah darah, sarung emas dan gagang berwarna emas tersebut, ujung bilahnya sudah berada di leher Yosep.
"Jangan bercanda!" teriaknya, hingga membuat dinding kayu kamar dalam rumahnya retak.
__ADS_1
Yosep hanya mengeluarkan sebuah bola kristal merah darah bermotif bulan sabit berwarna hitam, seukuran kepalan tangan dan mengambang di atas telapak tangan kanannya.
"Anakku, aku adalah pecahan jiwa ayahmu. Maafkan aku yang tak bisa menyelamatkan dirimu dari jiwa jahat yang sekarang merasuki kakakmu, Agito."
"Ini adalah Evileya Emperor Dragon Rune yang sudah aku sempurnakan dan disesuaikan dengan tubuhmu," ucapnya lalu tubuh itu hilang dari pandangan Akira dan meninggalkan bola kristal merah yang mengambang di depannya.
Tangan kiri itu mencoba menyentuh bola kristal merah tersebut, lalu digenggamnya dan diremukan.
'Krak!' bola kristal merah itu bersinar terang dan aura merah darah menyelimuti tubuh Akira.
Tubuhnya melayang dan matanya membelalak mengubah pupil matanya menjadi Bloodmoon Eye. Pupil mata merah dengan motif garis vertikal hitam di tengahnya.
"Ha-ha-ha ... ha-ha-ha .... Hole Space!"
Akira tertawa lalu tubuhnya terhisap pusaran merah dan muncul di depan Vouge juga BlackCorn yang sedang dikepung pasukan elit asosiasi Rinbo.
"Bloodmoon Field!" sambungnya menusukan Ryutaiga ke permukaan tanah membentuk bola pelindung transparan berwarna merah darah. Untuk melindungi dirinya sendiri, Vouge dan BlackCorn yang sedang ditembaki ratusan peluru angin, peluru api, dan peluru besi, juga peluru petir.
'Duar-duar!' rentetan suara ledakan kecil disertai kepulan asap menutupi bola pelindung.
"Ha-ha-ha ... pengkhianat seperti kalian pantas mati, ha-ha-ha ...." Gerod, kapten tim elit pasukan Asosiasi Rinbo dari jarak 500 di atas gedung terus membidik senjata berbentuk pistol, "Assault Rifle Destruction!"
'Swush!' senjata itu berubah menjadi senapan laras panjang berwarna putih dan menembakan proyektil laser berwarna jingga untuk membunuh mereka bertiga.
'Boom!' serangan itu meledakan bola pelindung. Setelah kepulan asap dan debu yang menjulang ke langit mereda, bola pelindung itu tetap masih kokoh berdiri melindungi mereka bertiga.
"Apa?!" Pasukan elit yang berjumlah 10 orang termasuk Gerod membulatkan mata. Pasalnya serangan Gerod belum pernah ada yang bisa mematahkannya, sekali serang, pertahanan sekuat apapun akan hancur.
"Kalian hanya sampah, Evileya Divine Gear!" Kedua tangan Akira memakai sarung tangan sama seperti Eternal Gear tapi warnanya merah darah.
Sesaat kemudian dia sudah hilang dari pandangan semua orang dan sudah mencengkram leher Gerod juga mengangkat tubuhnya hingga tak menyentuh tanah.
"Le-lepaskan, a-aku," lirihnya menjatuhkan senjata laras panjang ke permukaan tanah.
__ADS_1
"Apa? Aku tak bisa mendengarnya?" Akira bertanya dengan berteriak dan menyondongkan telinga kanannya ke depan mulut Gerod dengan tatapan menyeringai.
'Zrash!' leher Gerod diremas tanpa berkedip hingga tubuhnya hancur menjadi kabut darah.