KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 56


__ADS_3

Ryuga merasakan firasat buruk terhadap Vanya, ia segera meninggalkan tubuh Vanya berkedip ke atas langit dengan skill trick up. Ryuga berada di ketinggian 5000 meter di atas permukaan tanah.


Boom!


Dari penglihatan matanya, Ryuga melihat seberkas cahaya menyilaukan dari kecil dan terus semakin membesar, meluluh lantakan bukit batu di kawasan Rockhenge menjadi serpihan debu, siluet jamur berwarna putih kekuningan membumbung tinggi sampai 1000 meter ke atas langit.


Grrr!


Grrr!


Getarannya terasa ke seluruh sektor Majapahit di perbatasan semenanjung Arabia. Ledakannya terdengar keras sampai ke kota Diamond Frost, membuat warga panik dan ketakutan.


Ryuga menepuk jidatnya sendiri, "Pasti ini akan membawa masalah besar." Ryuga meluncur ke bawah perlahan karena terdorong tekanan angin dari bawah. Mata Ryuga berkeliling mengamati keadaan dan mencari dimana Vanya berada, ia sangat mengkhawatirkannya.


Siluet jamur pun sudah lenyap, kepulan asap memudar menyisakan dataran pasir yang sangat luas sejauh mata memandang. Setelah dirasa aman Ryuga langsung menggunakan skill trick down untuk teleportasi dekat Vanya.


Terlihat tubuh telanjang bulat, tak memakai sehelai benang pun sedang duduk bersila, kulit Vanya seputih salju dan semulus giok, rambutnya yang dahulu berwarna pirang berubah menjadi warna biru dengan harajuku style pendek. Vanya membuka mata dan berdiri yang dilihatnya pertama kali adalah Ryuga, pupil matanya berwarna biru sangat mengejutkan Ryuga, karena Vanya pupil mata aslinya berwarna ungu.


Deg!


Jantung Ryuga berdetak kencang, tak bisa menahan hasrat normalnya sebagai laki-laki normal. Vanya tak sadar jika dirinya sudah telanjang bulat, malah langsung memeluk Ryuga. "Kenapa jantungku berdetak tak karuan? sial!" gerutu Ryuga dalam batinnya.


Tiangnya sudah tegak hingga menyentuh bibir gua merah muda Vanya. Kulit di bagian sensitivenya merasakan hal aneh yang begitu sangat keras dan menonjol, Vanya melepaskan pelukannya dan melihat dirinya sudah telanjang bulat.


"Aaaaaaaa!" Vanya berteriak dan menendang perut Ryuga dengan posisi front kick hingga terpental jauh sampai 100 meter, tulang rusuk Ryuga retak dan tak bisa berdiri untuk bangun. "Hampir saja pemburu underwear memperkosaku, dasar mesum! Tapi bagaimana ya? Aku tidak membawa baju ganti di jam tangan penyimpanan."


Ryuga terkapar di permukaan padang pasir, ia coba mengeluarkan heal potion dari inventori sistem tapi begitu keluar, botol hijau itu terlepas dari tangan Ryuga. "Benar-benar sial! Kenapa kalau berhubungan dengan gadis helm, aku selalu dibuat sial olehnya. Terakhir kali di buat babak belur olehnya, benar-benar menyusahkan! Sial! Sial! Sial!" gerutu Ryuga menyeringai kesal.


Ryuga mencoba mengeluarkan lagi botol heal potion dari inventori sistem. Vanya berlari ke arahnya dan tanpa basa-basi, langsung memukul perut Ryuga.

__ADS_1


Bang!


Krak!


Boom!


Cekungan kawah muncul di bawah tubuh Ryuga, tulang rusuknya yang retak satu malah semuanya retak. Ryuga hanya bisa terdiam dan tidak berteriak menahan rasa sakit, dalam benaknya kenapa Vanya bisa sesableng ini. Padahal Ryuga hanya ingin memberikan baju paada Vanya malah di pukul habis-habisan.


"Guhak! uhuk, uhuk, uhuk!" Ryuga memuntahkan darah kemudian terbatuk dengan mengeluarkan cairan kental merah. Tangan kanannya sekuat tenaga merayap, dan diarahkan mencari dua botol hijau yang terjatuh di permukaan pasir. "Ah ketemu juga!"


Ryuga langsug mengambil kedua botol hijau itu dengan tangan kanannya, lalu menenggaknya sampai habis tak tersisa. Vanya panik melihat mulut Ryuga penuh darah, ini semua kesalahannya, terlalu berlebihan memperlakukan Ryuga.


Tubuh Ryuga berangsur-angsur pulih, semua retakan di tulang rusuknya kembali menutup rapat. Ryuga mencoba bangkit dan menepis tangan Vanya yang ingin membantunya berdiri, Ryuga sangat kesal dengan sikap Vanya.


Ryuga membeli baju military fashion style di shop sistem dan memberikannya pada Vanya dengan membuang muka, tak ada sepatah kata apapun yang terucap dari bibir Ryuga.


[Selamat Vanya Veriska berhasil naik level menjadi Divya level 6. Dibutuhkan 150.000.000 poin, untuk naik ke level selanjutnya]


[Misi : Naikan level Divya Vanya Veriska sampai ke level 6.


Hadiah : 1 kapsul kristal titanium, 100.000 poin skill job leadership, paladium chest, dan uang 100.000.000


Batas waktu : 5 hari


Hukuman : Vanya akan hilang ingatan]


[Semua hadiah telah di transfer ke inventori sistem]


[Sampai jumpa lagi di misi selanjutnya]

__ADS_1


Vanya memakai baju seragam militer yang diberikan Ryuga, dengan raut muka menyesal dan cairan bening mengalir dari sudut kelopak matanya. "Maafkan aku Ryu! Maafkan aku! Hiks, hiks, hiks."


Setelah Vanya selesai memakai seragam, Ryuga memegang tangan Vanya dan langsung berteleportasi menuju akademi.


***


Di gedung menara Mexus pemerintahan Sangakama sektor Majapahit.


"Greed! Cepat cari tahu apa yang terjadi, sudah dua kali terjadi ledakan di kawasan Rockhenge!" titah Alfonso. "Dan Panggil Fenrir!"


"Baik, tuan Alfonso!" sahut Greed menyilangkan tangan kanan ke dada kiri dan menundukan wajah.


Fenrir datang, wajahnya menunduk lesu, dari raut wajahnya ia sepertinya mendapat kabar yang kurang baik. "Kenapa kau lesu fenrir? Apa yang terjadi?" tanya Alfonso sorot matanya tajam.


Fenrir tak menjawab pertanyaan Alfonso, diam seribu bahasa. "Fenrir! Cepat katakan!" Nada bicara Alfonso semakin meninggi, kerah baju Fenrir dicengkramnya kuat-kuat.


Plak!


Bug!


Alfonso menampar pipi Fenrir, lalu mendorongnya sampai menabrak dinding. Cairan merah keluar dari sudut bibirnya, Fenrir menyeka pelan, tatapannya kosong seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya beberapa jam lalu.


"Maafkan aku, tuan Alfonso. Aku tidak bisa membawa Queen pulang, karena mereka telah menjadi pemimpin storm gravity. Aku melihatnya sendiri di toko senjata Branz kota Diamond Frost, Queen telah kehilangan glove of god water dan fire. Dan yang memiliki toko senjata Branz dan guild storm gravity adalah Ryuga Himura," jelas Fenrir masih terkulai lemas dan memyandarkan tubuhnya di dinding.


"Keparat! Kenapa Queen malah membelot?! Seret mereka! Aku yakin setelah sarung tangan dewa itu hilang, mereka berdua hanyalah sampah tak berguna," titah Alfonso berapi-api.


"Tuan Alfonso, aku juga mendapat informasi yang sangat akurat, hari ini toko senjata Branz akan mengirimkan 10.000 senjata level platinum. Tujuan mereka adalah mengkudeta pemerintahan Sangakama, mereka telah mengetahui lebih dahulu dari kita, jika Queen telah membelot," ungkap Fenrir.


"Benar-benar, Basilisk menguji kesabaranku. Cegah mereka! Jangan sampai senjata-senjata itu tiba di Mesir!" Alfonso sudah tak bisa menahan emosinya lagi, dan beranggapan jika Mesir akan mengkudeta pemerintahan Sangakama sektor Majapahit, yang bermarkas di Uni Emirat Arab.

__ADS_1


Fenrir segera keluar ruangan Alfonso, raut wajahnya menyeringai jahat, "Setelah ini, kau akan mati Alfonso, hahahaha!" batin Fenrir menyeringai licik.


Fenrir telah merencanakan kudeta dan mengambinghitamkan Basilisk serta Mesir sebagai dalang dibalik kudeta. Fenrir menunggu momen yang sangat pas, dan itu terjadi setelah Geminu kehilangan kuasa mereka, tentu saja tujuannya adalah menjadi Sangakama di sektor Siliwangi menggantikan Geminu. Tapi tujuannya terganjal selama masih ada Alfonso, karena ia adalah kandidat utama pengganti Geminu.


__ADS_2