
Di akademi Maung School.
"Permisi, pak Jendral!" Risma menunduk hormat.
"Ya ada apa Ris?" Jendral Atmojoyo yang sedang membaca berkas-berkas penting menaruhnya di meja, matanya menatap lekat Risma.
"Aku ingin melaporkan sesuatu tentang Ryuga dan timnya. Pertama tim 7 tidak ada di training field, entah mereka pergi kemana. Kedua aku mencurigai Ryuga melakukan sesuatu pada Raras, anda tahu kan Raras itu levelnya nol terus tiba-tiba dalam satu bulan bisa langsung naik level 5. Menurutku itu hal yang mustahil, pasti Ryuga melakukan sesuatu." Risma memberikan foto Ryuga bersama Raras di rumah Raras.
Gerak-gerik Ryuga sepenuhnya sangat diawasi oleh Risma dan timnya, tujuannya tentu mendepak Ryuga dari akademi.
Jendral Atmojoyo sejenak mengelus dagunya, "Ya mungkin mereka pergi keluar akademi sedang berlatih. Ryuga kan ASSAT, wajar saja mungkin Ryuga sedang ada tugas dari tuan Gardosen memburu monster? Akademi kan sedang libur selama 3 hari. Untuk masalah Raras, kami sedang menyelidikinya, terima kasih informasinya."
"Ada satu hal lagi pak Jendral!" Risma memberikan smartphone miliknya dan memutar video Ryuga sedang menyelinap ke dormitori Vanya lalu membawanya ke dormitorinya sendiri dan melakukan adegan mesum.
Jendral Atmojoyo membulatkan mata, raut mukanya memerah, "Murid tidak tahu di untung. Kelakuannya bengal! Tidak tahu sopan santun!" Jendral Atmojoyo memukul meja lalu menghubungi Kira untuk membawa Ryuga dan Vanya ke ruangan Atmojoyo.
"Mati kau kutu! Selamat tinggal si miskin, orang miskin sepertimu tak pantas satu tim dengan Josephine," batin Risma menyeringai licik.
***
Keesokan paginya di lapangan desa Glinderwald.
Ryuga berhasil menaikan anak-anak dari klan Jetmir, naik ke level 5 dan membutuhkan 440 kapsul kristal biru untuk menaikan level Dyer, Aloody, Stevany dan Elon dari level 1 ke level 5. 300 kapsul kristal biru untuk menaikan level Rany dari level 5 ke level 6, dan 400 kapsul kristal biru untuk menaikan Josephine dari level 5 ke level 6 juga.
[Blangtungpak blaem-blaem]
[Nama : Dyer Jetmir
Umur :17 tahun
Level Divya : 5 (0/85.000.000)
Kuasa : Flame]
[Nama : Aloody Jetmir
Umur :17 tahun
Level Divya : 5 (0/50.000.000)
Kuasa : Alchemy]
[Nama : Stevany Jetmir
__ADS_1
Umur :17 tahun
Level Divya : 5 (0/30.000.000)
Kuasa : Thunder]
[Nama : Elov Jetmir
Umur :17 tahun
Level Divya : 5 (0/20.000.000)
Kuasa : Supra]
[Nama : Rany Citra Pratama
Umur :17 tahun
Level Divya : 6 (0/450.000.000)
Kuasa : Swordmanship]
[Nama : Josephine Rosala
Umur :17 tahun
Kuasa : Dusk Bringer]
[Gunakan kapsul kristal ekstraksi untuk menaikan level Divya]
"Selamat kalian berempat sudah menjadi Divya level 5!" Ryuga menjabat tangan Dyer, Aloody, Stevany, dan Elon satu persatu. "Aku ingin kalian membangun cabang guild storm gravity miliku disini. Biaya, senjata dan peraturan guild, aku sudah menyiapkan semuanya."
"Terima kasih guild leader!" balas serentak Dyer, Aloody, Stevany, dan Elon dengan menunduk hormat.
"Dyer, kau yang akan mewakiliku memimpin guild cabang!" Ryuga menunjuk ke Dyer, lalu memberikan atm milik Jason yang berisi uang 5 milyar dan buku panduan manual peraturan pengelolaan guild. "Ini terimalah bekal untuk guild cabang storm gravity, bantu juga para penduduk, dan bekerjasamalah dalam membangun guild."
"Baik, guild leader!" Dyer menganggukan kepala.
Ryuga mengeluarkan kitab hellstorm dari eternal gear, "Learn!" kitab hellstorm bercahaya lalu berubah menjadi bulatan cahaya dan masuk ke dalam kepala Ryuga. Ryuga berhasil mempelajari lima skill kitab ilmu pedang hell storm yaitu crusher, mach assault, wheel strike, Ultimate storm, dan rage of extinction.
"Dyer, kemarilah!" Ryuga melambaikan tangan, dari dalam eternal gear keluar pedang milik Fenrir gladius dan memberikannya pada Dyer. "Ini untukmu, jagalah desa dan guild ini, transfer!"
Ryuga menempelkan eternal gear pada kening Dyer, pengetahuan ilmu pedang hellstorm ditransfer ke kepala Dyer.
__ADS_1
"Guild leader, kami juga ingin punya pedang seperti Dyer!" pinta Aloody mewakili Stevany dan Elov.
"Tentu, tapi sebelum itu aku akan mentransfer kemampuan berpedang pada kalian semua." Ryuga menempelkan tangan eternal gear, satu persatu ke kening Aloody, Stevany dan Elov. Kepala mereka diisi pengetahuan dan bayangan isi kitab hellstorm.
"Terima kasih guild leader!" Dyer, Aloody, Stevany, dan Elov berlutut satu kaki dengan menyilangkan tangan kanan di dada kiri, wajah mereka menunduk.
"Sudahlah bangun, tidak usah sungkan. Aku harap di masa depan kita bisa bekerja sama mengamankan dunia dari para monster." Ryuga membangunkan badan mereka berempat satu persatu.
"Semua urusan sudah selesai disini, aku akan meminta Ronald mengirimkan senjata ke Grindelwald nanti," batin Ryuga.
Para penduduk Grindelwald sangat senang, kini mereka hidupnya aman dari para monster. Setelah anak-anak mereka menjadi Divya dan menjadi bagian dari guild storm gravity, Tak perlu lagi ada kepanikan melanda mereka.
___
___
___
Tim 7 kembali ke training field lake dengan perasaan gembira, Vanya tidak punya hutang lagi dengan Ryuga, Josephine dan Rany sudah naik Divya level 6.
"Aku mau berisitirahat, dah!" Ryuga melambaikan tangan, berjalan perlahan ke arah dormitorinya.
Sesampainya di lorong akademi semua kadet menatap Ryuga sinis, "Cih dasar kekuatan dan jabatannya saja hebat, tapi kelakuannya ga ada akhlak," cibir Ringgo.
"Ya dia tidak tahu peraturan akademi tidak boleh kita berpacaran, apalagi sampai berbuat begitu," timpal Alesine melirik sinis.
"Ketua kadet tapi kelakuannya nol besar, tak pantas menjadi ketua kadet. Usir saja dari akademi!" cibir Ambar.
"Ya usir saja!"
"Usir! Usir!"
Ryuga hanya diam menerima tatapan mereka, dan perlakuan mereka. Ryuga menganggap apa yang mereka katakan bukan tentang dirinya, tapi orang lain, tanpa perasaan bersalah ia terus berjalan melewati lorong akademi.
10 tim kadet ribut di depan ruangan kantor Jendral Atmojoyo dan bertambah banyak. "Tenang kadet semua, tenang! Kami pasti akan memberikan keputusan yang terbaik untuk masalah ini." Kira mengangkat kedua tangannya, mencoba menenangkan keadaan.
Ryuga melihat kerumunan penasaran, menghampirinya, salah satu kadet melirik, "Itu dia orangnya, usir saja! Usir!" Kadet dari tim 1 berteriak dan menunjuk ke arah Ryuga.
"Tenang kadet, tenang! Jangan bikin ricuh." Kira segera memegang lengan Ryuga dan menariknya ke ruangan kantor Atmojoyo. "Ayo cepat, kamu harus mempertanggungjawabkan perbuatanmu!"
Jendral Atmojoyo sudah duduk di kursinya dengan wajah garang. "Ryuga duduk!" titah Jendral Atmojoyo.
Ryuga pun duduk, Jendral Atmojoyo memperlihatkan video asusila Ryuga dan Vanya pada Ryuga. "Ini benar kamu?"
__ADS_1
Wajah Ryuga pucat pasi, wajahnya menunduk, ia tak menyangka ada orang yang merekam adegan mesumnya dengan Vanya. Pikiranya di hampiri kalut dan bingung serta khawatir pasti ia akan dikeluarkan dari akademi.