
Ryuga menghela nafas panjang dan demi misi ia mengangguk, "Baikah, tuan. Aku terima."
Baju seragam mahasiswa Universitas Hokkaido Ryuga simpan pada jam tangan penyimpanan.
Semua orang sudah tak asing dengan teknologi penyimpanan pada jam tangan. Awalnya memang pihak militer, semakin lama para warga biasa yang berstatus Divya pun menggunakannya.
Melihat Ryuga hanya bertelanjang dada dengan tubuh yang sangat atletis dan berotot. Para mahasiswa yang sedang lewat malah mencibirnya, begitu juga para pekerja.
"Dasar mahasiswa miskin. Ganteng sih, ganteng tapi miskin."
"Aku rasa sampah itu benar-benar pecundang. Meskipun badannya kekar tapi dia hanya mahasiswa pecundang, bisa apa dia."
Semenjak Ochobot City hilang dari bumi dan Agito berhasil melanjutkan kepemimpinannya, tapi hanya berfokus pada teknologi militer. Banyak hal yang dilakukan mudah dengan cypher drone buatan Ochobot City harus dilakukan manual seperti dahulu.
Salah satunya membangun gedung yang biasa memggunakan cypher drone 01 di era Yosep.
Alasan Agito, karena kehilangan semua cetak biru teknologi Ochobot City karena pengkhianatan Guavani. Juga terlalu berfokus pada pengembalian Yosep dari portal.
Ryuga mulai mengangkat batu bata ke dalam trolley untuk di naikan ke lantai paling atas. Ryuga yang terbiasa berlatih, masih saja bisa mengeluarkan keringat di sekujur tubuhnya. Tapi nafasnya sangat tenang, bagaimana pun juga, Ryuga adalah seorang Divya sang eternal dark slayers.
Dengan julukan tersebut, Ryuga mempunyai efek dalam tubuhnya, stamina tidak terbatas dan tentu saja tidak mudah lelah.
Tak terasa waktu jam kerja Ryuga habis, karena hanya diperbolehkan bekerja 4 jam. Dari menjadi kuli bangunan, Ryuga mendapat penghasilan 20 yen. Pastinya, masih sangat jauh api dari panggang.
Ryuga mengeluh dengan menyeka peluh di dahinya, "Kalau hanya uang segini. Mana cukup sampai dalam satu bulan tembus satu juta yen, sial."
Ryuga melangkahkan kakinya keluar dari area gedung yang sedang dibangun. Untuk melampiaskan kekesalan dalam hatinya, kaleng kosong pun ia tendang.
Bill salah satu mahasiswa yang satu kelas dengan Ryuga terkena kaleng tersebut dan memekik keras sambil memegangi dahinya yang berdarah, "Aw ...! Sial!"
Bill mengambil sapu tangan di saku kanan, dan menyeka darah di dahi. Kemudian matanya berkeliling mencari siapa orang yang telah melempar kaleng ke kepalanya.
"Rupanya kamu!" Bill menyeringai geram dengan wajah marah, tatapannya sangat nanar pada Ryuga.
Kemudian Bill melanjutkan dan mendekati Ryuga lalu menarik kerahnya, "Berani kau denganku, sampah!"
__ADS_1
Tamparan keras bolak-balik di daratkan pada kedua pipi Ryuga.
Ryuga menyesal dan menundukan wajah karena merasa bersalah, "Maafkan aku. Aku tak sengaja."
"Maaf, katamu!" Salah satu teman Bill bernama Kaligata mendorong keras kepala Ryuga.
Demi misi balas dendam, Ryuga tak mau gegabah. Apalagi Ryuga sendiri yang melakukan kesalahan.
Ryuga tidak menyadari jika Bill memang sedari awal tak menyukainya. Karena Ryuga dianggap menyaingi kepintaran Bill.
Sebagai anak penguasa Neo Japan, Bill tidak suka jika ada orang lain yang lebih pintar darinya. Konsekuensinya Bill akan terus merundung dan membulinya.
Dan kebetulan Ryuga yang memulai pertama kali membuat masalah.
"Bayar kompensasi padaku 1 juta yen. Kalau tidak, aku akan membuatmu masuk penjara dan mati mengenaskan," ancam Bill menyeringai geram.
Ryuga mengernyit, padahal biaya pengobatan dahinya tak sebesar itu. Paling hanya sekitar 100 yen. "Maaf, aku hanya punya uang 20 yen. Jika kau mau ambilah, aku tak punya uang lagi."
"Dasar mis-"
Saat itu pula, Ryuga berteleportasi dengan skill trickster, untuk menyelamatkan seorang wanita yang berpakaian sangat seksi, dres mini merah dengan pundak terlihat dan belahan gunung kembar yang agak menyembul.
Dia adalah Michelin Yo Tokugawa, anak dari penguasa bawah tanah atau mafia di Neo Japan.
Besi-besi panjang itu jatuh dan tepat mengenai tempat dimana Michelin Yo, Ryuga, Kaligata dan Bill berdiri.
Bill mengelus dada, raut wajahnya pucat pasi. Kalau tidak ada Ryuga, ia sudah menjadi rempeyek.
Karena terburu-buru berteleportasi, Ryuga malah terjatuh dengan posisi memeluk Michelin Yo dan membenamkan kepalanya tepat di belahan gunung kembarnya.
Michelin Yo menatap jijik Ryuga yang telah mengotori harta pusakanya yang sudah ia jaga selama 21 tahun, lalu berteriak dan menampar pipi kedua pipinya, "Dasar bajingan mesum. Aku akan katakan pada ayahku untuk membunuhmu!"
Setelah puas menampar Ryuga, Michelin melayangkan tendangan yang cukup kuat le perutnya hingga terjungkal dan berputar bagai bola tiga kali.
"Itu harga yang pantas untukmu, dasar bajingan mesum!" bentaknya.
__ADS_1
Kedua pengawal Michelin yang memakai setelan serba hitam berlari cepat ke arahnya, "Non muda, syukurlah anda tidak apa-apa. Jika anda mati, kami pasti dibunuh oleh tuan," kata salah satu penjaga dengan raut wajah sangat panik.
"Maksudmu, kau ingin aku cepat mati, hah!" Michelin Yo bangkit dan menarik kerah salah satu penjaganya.
Tentu saja nyali penjag itu langsung ciut dan tak berani melawan, "Bu-bukan itu nona muda, maaf. Pria itu-"
"Persetan dengan pria itu! Dia bajingan mesum. Dia telah ...."
Perkataan Michelin terhenti,setelah ia sadar telah jauh dari mobilnya yang tertimpa besi-besi panjang hingga hancur.
"Jadi dia yang menyelamatkanku," gumamnya merasa sangat menyesal. Tapi sudah tak melihat batang hidung Ryuga lagi.
Ryuga sudah kabur dari tempat kejadian perkara, alasannya klasik perutnya sangat lapar dan berdemo keras. Daripada menjadi bulan-bulanan laki-laki barbar dan wanita bar-bar, lebih baik Ryuga kabur.
Dan semoga aku tak menemui mereka berdua lagi, itulah suara hati Ryuga saat ini.
Ryuga duduk di Yatai (angkringan ala jepang). Lalu memesan makanan Sushi dan Hakata Ramen.
Ryuga sudah tidak asing dengan makanan-makanan tersebut. Meskipun ia menyerap informasi tersebut dari buku di perpustakaan dengan skill learn.
Setelah selesai makan dengan lahap, Ryuga mencari pasar terdekat. Siapa tahu ada pekerjaan jasa kuli panggul disana, seperti yang ada di Indonesia.
Setelah lima menit, Ryuga berjalan ke arah pasar. Tiba-tiba melihat ibu sedang mengamati mobil mewah Buggati Chiron sport bannya bocor. Tapi tidak bisa menggantinya.
Ryuga merasa terpanggil dan mendekatinya, "Maaf, nyonya. Apakah mobilnya mogok?" tanyanya polos.
Hana menggeleng dengan raut wajah bingung, "Tidak. Hanya bannya saja yang bocor."
"Bolehkah aku bantu, nyonya?" Ryuga tersenyum tipis untuk mencairkan suasana.
"Silahkan, silahkan!" Hana tersenyum lega, akhirnya ia tertolong.
Hana memberikan kotak peralatan yang selalu ia bawa dari jam tangan penyimpanan. Ryuga yang sudah belajar tentang mekanik dari buku melalu skill learn tentu sangat mudah mengganti ban.
Dalam 3 menit Ryuga berhasil mengganti kedua ban mobil Buggati Chiron sport milik Hana.
__ADS_1