KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 182


__ADS_3

'Boom-boom!' Bekas cambukan itu membuat retakan kawah yang cukup dalam dan sangat panas. Intinya, apapun yang terkena cambukan Samehada meledak dan meleleh disaat bersamaan.


Gerakan Animaria Sabertooth sangat cepat, namun Samehada itu seperti mempunyai mata sendiri, bisa mengejarnya kemanapun ia menghindar.


"Pemuda bodoh! Sehebat apapun pedangmu itu menyerang takan bisa menandingi kecepatanku, ha-ha-ha ...." Animaria Sabertooth mengejek karena setiap serangan cambukan pedang Samehada tak mampu mengenai seujung bulu sedikit pun. "Summoning: Nagashi, Kamui, Raikiri, Shiden And Mishima!"


Muncul 5 Magic Rune berwarna biru secara acak di dekat tubuh Animaria Sabertooth yang terus menghindari sabetan pedang cambuk Samehada.


Kelima dewa Serigala berbeda elemen itu keluar dari Magic Rune dan langsung melesat ke arah Akira.


Mereka berlima berhasil menembus pertahanan Akira yaitu cambukan pedang Samehada. Sebab kecepatan cambukan itu menurut pandangan mereka hanya gerakan lambat.


'Zrash-zrash!' Kelima Seriga tersebut berhasil mendaratkan gigitannya pada kedua bahu kanan, kedua betis dan leher Akira.


"Warbeast Death Claw!"


Animaria Sabertooth berlari cepat dan zig-zag lalu melepaskan cakaran berbentuk siluet sabit berwarna biru yang cukup besar disertai aliran petir biru yang cukup besar ke arah Akira.


"Aaaargh ...!" Akira mengibaskan tubuhnya kuat-kuat untuk melepaskan gigitan kelima Serigala. Kelima Serigala berhasil terlempar ratusan meter dan terkena sedikit sayatan cambuk pedang Samehada.


'Slash-slash!' Kulit mereka sedikit melepuh dan bersamaan itu pula Akira terkena siluet sabit petir.


"Hellheaven: Hiramekarei!" Akira merubah Samehada yang sudah memendek menjadi dua katana berbilah biru terang dengan keadaan menyilang menangkis siluet sabit petir.


'Boom!' Nafas Akira tak beraturan dan kedua bahu, kedua betis, serta tengkuknya bercucuran darah. Tubuhnya juga mengepul mengeluarkan asap yang diakibatkan menangkis siluet sabit petir, "Evileya Di-divine Gear: Re-regeneration."


Tubuhnya diselimuti aura merah darah dan semua lukanya langsung sembuh. Akira menatap tajam Animari Sabertooth dan kelima dewa Serigala. Ditatap seperti itu malah Animaria Sabertooth mengejeknya, "Ih serem! Ha-ha-ha .... Aku pastikan kau akan kumakan dan kutelan hidup-hidup, serang!"


Nagashi, Kamui, Raikiri, Shiden, dan Mishima mengepung Akira dengan berlari memutarinya. Lalu menembakan bola api, bola angin, bola air, bola petir dan bola tanah yang sangat keras secara beruntun.

__ADS_1


"Pengorbanan energi melalui darahku sepertinya sudah cukup, aku bisa menggunakan skill itu. Emperor Sky Defense!"


Akira menegangkan tubuh dan Hiramekarei ditancapkan ke permukaan tanah. Tubuhnya langsung diselimuti Gauntlet, Greaves, dan menjalar ke seluruh tubuh menjadi armor yang menutupi semua bagian tubuhnya. Armor penuh itu berwarna merah darah dan helmnya memiliki dua tanduk dan penutup muka yang memiliki 9 sayap naga kecil.


'Duar-duar!' Kelima bola elemen menimbulkan rentetan ledakan disertai cahaya terang di sekitar tubuh Akira.


Entah berapa lama Akira berada di dalam portal dan bertarung tanpa henti dengan para monster yang terlalu kuat untuk Divya umum.


Serangan itu tak berefek sama sekali setelah Akira mengaktifkan armor pertahanan absolut raja langit.


Kedua Hiramekarei ditarik gagangnya dan melesat sangat cepat. Targetnya, bukan Animaria Sabertooth tapi kelima dewa Serigala.


Nagashi yang pertama, Akira membelokan setiap bola angin dan sabit angin yang Nagashi lesatkan padanya.


Keempat dewa Serigala mundur, setelah Nagashi menguatkan tumpuan kakinya untuk melesat. Terlihat jelas dari tubuhnya yang membesar dan bulu-bulu putih yang meruncing.


'Trang-tring!' Serangan Nagashi dibelokan ke berbagai arah oleh Akira, cukup dengan dua bilah Hiramekarei. Keduanya berhasil mendekat dengan kecepatan yang tidak main-main, dan beradu serangan hingga menimbulkan gelombang kejut dalam skala kecil.


'Slash-slash!' Akira berhasil mendaratkan ribuan tebasan pada tubuh Nagashi dan membuatnya bercucuran darah.


"Kyaaik ... kyaaik ...!" Nafas Nagashi tersengal-sengal dan meringis kesakitan, tubuhnya meringkuk tak berdaya dan disaat itu pula.


'Jleb!' Akira berhasil menusuk leher Nagashi dan membuatnya tewas seketika. Tentu saja membuat Animaria Sabertooth geram dan marah besar.


"Warbeast Thunderstorm! Haaa ...!"


Animaria Sabertooth menembakan bola cahaya emas dari mulutnya ke awan dan langsung menimbulkan awan hitam disertai petir yang menggelegar bersahutan.


"Bloodmoon Soul: Reanimation!"

__ADS_1


Akira yang masih menusuk kedua bilah Hiramekarei ke leher Nagashi, mengirimkan energi Zerocity pada mayat Nagashi untuk membangkitkannya.


Tubuh Nagashi terhisap ke dalam kedua bilah Hiramekarei.


'Swush!' Muncul 7 angin tornado yang sangat besar mengarah pada Akira. Setiap pusaran tornado diselingi 7 petir berbeda warna mewakili setiap level kuasa Flash, mulai dari petir kuning, petir merah, petir biru, petir jingga, petir hijau dan petir ungu serta petir hitam.


Kamui, Raikiri, Shiden, dan Mishima hanya berlindung di belakang tubuh Animaria Sabertooth. Serangan skill Warbeast Thunderstorm, cukup membuat keempat dewa Serigala itu bergidik ngeri tubuh mereka.


Ketujuh pusaran badai tornado yang diselimuti petir 7 warna bergerak cepat ke arah Akira.


Sunggingan senyum hanya Akira pantulkan dari balik helm armor Emperor Sky Dragon. "Ancient Beast God yang benar-benar tolol. Tidak bisa mengukur dalamnya laut dan tingginya langit. Bloodmoon Divine Frost! Bloodmoon Piercing! Hellheaven: Shibuki!" serunya menghunuskan Ryutaiga yang berubah bilah warna menjadi jingga terang ke depan.


'Krak! Krak!' Dalam sekejap mata, 7 pusaran angin tornado tersebut membeku menjadi pusaran kristal merah darah yang menjulang ke langit.


Tubuh Akira juga hilang dari tempatnya berdiri, dan muncul tepat di depan Kamui lalu ditusuknya hingga tertembus lehernya dan tewas seketika.


Serangan sama juga dilakukan Akira pada Shiden, Raikiri, dan Mishima yang membuat mereka tewas seketika tanpa bisa memekik kesakitan.


"Apa?!" Animaria Sabertooth melebarkan mata dan terkejut dengan suara menggelegar. Ia tak menyangka serangan yang membutuhkan energi Veda yang sangat menguras wadah energinya mudah saja dipatahkan.


'Ctak!' Akira menjentikan jari, mayat Kamui, Shiden, Raikiri dan Mishima terhisap masuk ke dalam Shibuki. Begitu pula dengan pusaran kristal merah darah yang menjulang ke langit terhisap ke tubuh Akira dengan menjadikannya asap merah darah.


Animaria Sabertooth menjauh sejauh mungkin dari Akira. Tiba-tiba Sasuke, Red Dragon dan pasukannya masuk ke dalam portal. Tepatnya dataran tanah tandus penuh retakan akibat pertarungan Akira dan para monster.


"Warbeast Blast!"


Animaria Sabertooth langsung mengarahkan serangannya bukan pada Akira tapi pasukan Rinbo, Sasuke dan Red Dragon yang baru saja keluar dari gate. Ini balas dendam atas semua pasukannya yang dibantai oleh Akira, karena menganggap Akira adalah teman mereka. Padahal bukan teman mereka dan bukan siapa-siapa.


"Nampaknya aku harus pergi. Aku sudah mendapatkan kekuatan seperti sensei. Kekuatan ini memang yang aku impikan dan akan aku buat lebih kuat lagi. Holy Space!"

__ADS_1


Akira tubuhnya masuk ke dalam pusaran merah dan hilang dari pandangan. Terakhir Akira masuk pusaran itu berhasil dilihat oleh Red Dragon dan mau mengejarnya. Tapi sayang Red Dragon terlambat.


'Swush!' Seketika itu juga 7 gelombang petir bertegangan besar melesat dan menghantam semua pasukan Rinbo dengan jumlah 50 pasukan super elit dan menewaskannya.


__ADS_2