KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 47


__ADS_3

Kaki Jason bergesekan dengan permukaan arena. "Strings burst!" Jason menyemburkan senar tajam dari mulutnya. Rajutan senar tajam melesat ke arah Ryuga, ia melompat ke kiri dan ke kanan menghindari jeratan senar tajam berwarna putih ke abu-abuan itu.


Swush!


Tap!


Rajutan senar tajam terus memanjang dan mengikuti kemana pun Ryuga melompat.


"Earth wall!"


Ryuga melompat ke belakang lalu menghentakan tangan untuk memunculkan dinding tanah, untuk menghalangi rajutan senar sekaligus pandangan Jason.


[Selamat juragan mendapatkan 50 poin experience kuasa earth, karena menggunakan salah satu skill dari kuasa earth. Perolehan skill poin experience dikalikan dua karena menggunakan skill boosted gear secara otomatis, menjadi 100 poin poin experience kuasa earth]


[Penggunaan boosted gear secara otomatis. Kuasa earth meningkat satu level menjadi kuasa manipulation molecul. Kuasa flash meningkat satu level menjadi kuasa lightning]


Jleb!


Jleb!


Rajutan senar tajam menusuk dinding tanah, di balik dinding tanah Ryuga memberikan serangan kejutan dengan menghentakan kedua telapak tangannya ke permukaan arena.


"Earth thorn!"


Disekitar tubuh Jason muncul ratusan runcing keluar dari permukaan arena dan menusuk Jason.


Tsuk!


Jason menghindari tusukan tanah runcing, namun tubuhnya malah terkunci oleh tanah runcing yang ia hindari. "Sial! malah terjebak!" Jason menyeringai licik lalu mengeluarkan acolyte dari jam tangan penyimpanannya.


Slash!


Tanah runcing di potong oleh Jason dengan sangat cepat menggunakan Acolyte. "Bee sting!" Jason menghilang dari pandangan dan muncul di sampang Ryuga dengan menusukan Acolyte.


Trang!


Ryuga menangkis tusukan Jason dengan eternal gear, lalu menendang Acolyte menggunakan tendanga salto ke belakang.


Stang!

__ADS_1


Acolyte melayang di atas udara, Jason melompat untuk menangkap Acolye. Tapi Ryuga tak membiarkannya langsung melompat dan menendang perut Jason hingga menabrak pembatas dinding arena.


Shua!


Boom!


Ryuga mengambil Acolyte, "Akan aku tunjukan bagaimana menggunakan pedang ini! Rapid stinger" Ryuga melesat ke arah Jason dan menusuk beruntun tubuhnya, namu hanya membuat seragamnya koyak.


Syat!


Syat!


Jason hanya memakai ****** ***** saja dan setengah telanjang, otot kekar di tubuhnya terlihat. "Bedebah! Berani kau mempermalukanku, death knit!" Jason mengeluarkan senar sangat tipis dan tajam dari kesepuluh jarinnya.


Krieet!


Krieet!


Sepuluh Senar menyerang ke arah Ryuga. Dia mengayunkan Acolyte secara cepat untuk menangkis ujung senar dan membelokannya ke berbagai arah.


Sting!


Sting!


"Lightning shock!"


Ryuga mengalirkan listrik ke tiga senar yang mengikat acolyte. Aliran listrik berwarna merah merambat ke senar tajam dan berhasil menyetrum Jason.


Zzrrt


Duar!


"Aaaakh!" pekik Jason yang tubuhnya menghitam terkena serangan listrik Ryuga. Jason terkulai lemas dan terduduk di permukaan arena, asap mengepul keluar dari mulutnya. Ryuga menghilang dari pandangan dan muncul di hadapan Jason dengan menaruh Acolyte di lehernya.


[Selamat juragan mendapatkan 50 poin experience kuasa flash, karena menggunakan salah satu skill dari kuasa flash. Perolehan skill poin experience dikalikan dua karena menggunakan skill boosted gear secara otomatis, menjadi 100 poin poin experience kuasa flash]


Jleb!


Ryuga menusukan acolyte ke permukaan arena tepat di depan burung Jason. "Gluk! Aku menyerah!" Jason menelan salivanya dan mengangkat kedua tangannya ke atas.

__ADS_1


Ryuga memberikan heal potion pada Jason lalu ia langsung menenggaknya dan membantunya berdiri. "Pemenangnya Ryuga!" teriak Zayd mengumumkan kemenangan Ryuga.


Gardosen mendekati Ryuga dan menepuk bahunya, "Bagus Ryuga, kamu memang patut diandalkan, kemampuanmu sungguh hebat. Dalam pertarungan itu bukan hanya skill, kekuatan, atau kecepatan tapi juga pengamatan pada kelemahan musuh," puji Gardosen dengan raut bibir melengkung membentuk senyuman.


"Terima kasih my lord!" balas Ryuga menyilangkan tangan kanan ke dada kiri, lalu membungkuk hormat.


"Jason tepati janjimu!" teriak Gardosen sorot matanya tajam, kharismanya sebagai Sangakama mendominasi.


Kesombongan dalam diri Jason runtuh, setelah di kalahkan Ryuga dengan mudah. "Ba-baik my lord!" Jason memberikan Acolyte, atm miliknya dan kitab ilmu pedang blood locust style. "Ini terimalah, sesuai kesepakatan!"


Ryuga menyimpan ketiganya pada inventori sistem melalui jam tangan di tangan kirinya. "Terima kasih, semoga kita bisa berteman," ucap Ryuga dengan bibir melengkung membentuk senyuman.


"Cih, aku tak mau berteman denganmu. Aku berjanji akan menjadi lebih kuat dan suatu saat pasti bisa mengalahkanmu," decih Jason di dalam batinnya.


"My lord! Saya izin pamit!" Ryuga menyilangkan tangan kanan ke dada kiri, lalu membungkuk hormat. "Terima kasih atas jamuan, hadiah, serta jabatannya. Untuk sekarang aku hanya ingin menyelesaikan belajarku di akademi. Mohon maaf jika aku tak bisa menerima menjadi kandidat utama Sangakama sektor Siliwangi."


"Tidak apa-apa. Selesaikan saja dahulu pembelajaranmu di akademi, setelah kau lulus baru kita bicarakan lagi. Dan jangan sungkan jika butuh bantuan, silahkan hubungi aku, ok!" balas Gardosen.


Ryuga pun pergi meninggalkan Gardosen, Zayd, dan Jason di arena bawah tanah menara Mexus.


Gardosen mendekati Zayd, lalu berbisik di telinganya. "Sampah harus dimusnahkan, bunuh Jason!" Gardosen meninggalkan Zayd dan Jason berdua di arena bawah tanah.


Mendengar perintah Gardosenz Zayd menyeringai jahat. "Akhirnya my lord mengerti keinginanku, hahahaha!" ucap Zayd menyeringai jahat lalu menatap lekat Jason dalam keadaan setengah telanjang, energi vedanya belum pulih, hanya luka lukanya saja yang sudah dipulihkan oleh heal potion pemberian Ryuga.


Zayd berubah menjadi badut lalu mendekati Jason, kulitnya putih pucat, hidungnya sangat panjang dan mancung, pupil mata kanan berwarnaerah dan pupil kiri berwarna biru.


"A-a-apa yang ing-ingin kau lakukan padaku?" Jason sangat ketakutan, keringat dingin keluar dari tengkuknya, raut wajahnya pucat pasi. Sekian banyaknya mosnter yang Jason temui tak ada rasa ketakutan di dalam hatinya, tapi setelah melihat Zayd seperti badut psikopat, tubuhnya bergidik ngeri. "Jangan mendekat! Ja-jangan mendekat!"


"Tenang anak manis, aku tidak akan menyakitimu, aku hanya ingin membelaimu!" Zayd yang sudah berubah menjadi badut bernama Jester, lidahnya yang panjang menyapu kedua bibirnya dengan air liur menetes. Jester mengelus pelan kepala Jason dengan menyeringai jahat. "Selamat menikmati menuju surga, hahahaha!"


Greb!


"Absorb power!"


Jester mencengkram kepala Jason dengan tangannya yang besar dan mengangkatnya tinggi-tinggi. Jason berteriak seakan ruhnya dicabut paksa keluar dari jasadnya, "Aaaakh! Lepaskan aku! Aaakh!"


Urat otot berwarna hitam pekat di tangan kanan Jester keluar, terlihat dari kulitnya yang berwarna putih pucat. Jester menghisap semua energi veda dan kuasa strings milik Jason. Hingga tubuh Jason mengering dan menjadi abu, tak ada perasaan bersalah teroancar dari raut muka Jester, justru ia sangat menikmati pembunuhan Jason yang begitu sadis.


"Akhirnya kuasa water level 2 kuasa strings berhasil aku kuasai, tahta Trophaeum Regalia, akan menjadi milikku, hahahaha!" ucap Jester dengan tertawa jahat.

__ADS_1


__ADS_2