
Tubuh Ryuga berkedip dan muncul di samping Filza, "Maaf sayang jika aku terlambat. Aku akan membalas mereka semua, great hell dragon!"
Swush!
Ryuga menyemburkan api hitam berbentuk naga hitam besar, menelan semburan api biru yang disemburkan dari mulut Swizzer, Andrew, dan Cosmic.
Boom!
Api hitam terus lurus terdorong kuat ke arah mereka berempat dan menghantamnya. Tubuh mereka berempat terbakar api hitam, untung saja Ryuga hanya melepaskan 1% kuasa hell miliknya, kalau tidak mereka berempat bisa menjadi abu.
Swizzer, Andrew, dan Cosmic terpental lalu langsung pingsan. Caprio mengeluarkan pedang dan perisai, Filza juga mengeluarkan stardust miliknya.
Ryuga bergegas mencari logo yin dari dalam jam penyimpanan Swizzer, Andrew, dan Cosmic, satu persatu, ternyata mereka tidak menyimpan logo yin tersebut.
Filza menganggukan kepala ke arah Ryuga, memberi isyarat agar ia sendiri yang menghabisi Caprio. Ryuga tersenyum lebar , lalu berkedip pindah tempat di atas batu yang sudah dingin dan duduk bersantai di atasnya.
"Hyper shot!"
Filza menembakan anak panah yang lebih panjang dan besar, anak panah dari stardust ukurannya bisa diatur sesuai keinginan Filza selama energi veda masih tersimpan banyak di dalam wadah energinya.
Shua!
Shua!
Klang!
Caprio menangkis dan membelokan anak anah dengan perisainya. Sorot mata Caprio sangat tajam, kondisinya sangat serius menghadapi serangan Filza. "Curse of leviathan, envy!" tubuh Caprio diselimuti tato kutukan berwarna coklat dengan motif bercak air, lalu tubuhnya membesar 10 kali lipat. "Hahaha, kali ini kau pasti aku remukan tubuhmua, hahahaha!"
"Big shot!"
Filza backflip 10 kali, supaya menjaga jarak dengan Caprio. Filza mengumpulkan energi Veda pada stardust, lalu menarik busur panah untum memunculkan anak panah yang lebih besar dengan panjang 5 meter dan ukuran diameter 10 cm.
Shua!
Anak panah besar dilesatkan dari stardust dengan kecepatan penuh. Caprio memasang perisai miliknya untuk menangkis anak panah besar itu. "Bodoh, perisai itu takan mampu menghalanginya, rasakan ini, rainstorm!" Filza kembali menarik busurnya dan mengarahkannnya ke udara.
Shua!
Boom!
Prang!
Dua serangan sekaligus yang Filza lesatkan, panah besar itu menghantam perisai besar Caprio dan menghancurkannya. "Aaaakh! pekik Caprio, anak panah yang melesat ke udara lalu berubah menjadi ribuan panah yang jatuh cepat ke arah Caprio.
__ADS_1
Shua!
Shua!
Jleb!
"Aaaaakh!" jerit Caprio tubuhnya tertancap ratusan anak panah, lalu tumbang dan pingsan. Tubuh Caprio lama kelamaan mengecil, tubuh Ryuga berkedip lalu muncul dekat Caprio untuk menggeledah jam tangan penyimpanan miliknya.
"Mantap, jadi tim Swizzer sudah banyak mengeliminasi tim yang lain." Ryuga menemukan 1 logo yin dan 3 logo yang. Merka mendapatkannya dari tim Zhetra, tim Shintya, dan tim Van Houston.
[Tim Swizzer tereliminasi]
Dagon yang sedang mengamati jalannya ujian dari ruangan khusus emosinya berapi-api, "Sial!" Dagon menggebrak meja hingga terbelah dua. "Satu tim dari sektor Trunyan, dan tim mata-mata dari sektor Nagana berhasil dikalahkan! Molochs, bunuh tim yang sudah menggagalkan rencana kita!"
Pria berjubah merah muncul dari bayangan Dagon, "Ashiyaap kapten!" Molochs hilang dari pandangan, menuju field ujian.
"Hahaha, rencana Lord Alfred Le Vigny harus berhasil apapun caranya, mati kau tim Ryuga!" Dagon tertawa jahat.
***
Di Field polar Reyna dan Ryan sedang melawan tim Arco. Bunyi ledakan dan dentingan senjata beradu sangat memekakan telinga.
Jdar!
Boom!
Trang!
Ryan melompat tinggi dan melemparkan storm spike ke arah Jose. Storm spike diselimuti siluet aura berwarna kuning lalu melesat cepat.
Shua!
Boom!
Jose terpental dan pingsan, "Bangsat kau membuatku marah! Curse of satan, wrath!" Kevin mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah Arco dan Ricardo, untuk memberikan mereka tato kutukan bermotif blaze.
Sring!
Mereka bertiga diselimuti aura berwarna merah kehitaman. Reyna berlari cepat ke arah Arco dan melayangkan Roundhouse kick.
Bang!
Tubuh Arco sama sekali tidak bergeming, Reyna menyeringai licik. "Hebat juga kutukan itu, tapi itu bukan apa-apa, hahahaha." Reyna backflip lalu melempar kedua Vajra ke arah Arco, Kevin berlari cepat dan membelokan kedua Vajra dengan kedua pedang ganda berjenis gladius miliknya, Vajra dibelokan ke arah kanan dan tertancap di bebatuan es.
__ADS_1
Trang!
Trang!
Jleb!
"Aku akan habisi kalian bertiga, 10.000 fist of hell!" Reyna mengumpulkan enegi veda di kepalan tangan, aura merah menyala menyelimuti kepalan tangan, Reyna melesat sangat cepat ke arah Arco.
Swiing!
Swush!
Boom!
Pukulan Reyna berhasil mengenai Arco, kubah berwarna merah kehitaman semakin lama semakin membesar lalu meledak. Kevin, dan Ricardo juga terkena hempasan gelombang kejut, tubuh mereka gosong dengan baju compang-camping lalu pingsan.
Ryan meminum stamina potion, untuk memulihkan energi veda dalam wadah energinya. Skill yang dimiliki Ryan meskipun sangat kuat tapi terlalu banyak menguras energi veda miliknya.
Ryan lalu mendekati Jose dan mencari logo yin, namun tak menemukannya. Reyna juga mencari logo yin di jam tangan milik Arco, Kevin, dan Ricardo. Di dalam jam tangan penyimpanan Kevin dan Ricardo tidak ada logo yin, namun ketika Reyna memegang lengan Arco, Molochs muncul tiba-tiba dari bayangan Reyna dan menusukan pedang merah yang dimunculkan Dari relapse tangannya.
Jleb!
Reyna tertusuk pedang metah itu Dari pinggang hingga menembus perutnya, "Guhak!" Reyna memuntahkan banyak darah dari mulutnya dan mulai kabur pandangannya, "Kakak!"
"Reyna!" teriak Ryan lalu melempar storm spike ke arah Molochs, "Bangsat, rasakan ini!"
Shua!
Jleb!
Molochs berubah menjadi siluet hitam, storm spike hanya mengenai siluet hitam Molochs dan tertancap di permukaan es. Ryan segera menarik pedang merah itu, tapi energi vedanya terserap sedikit demi sedikit. Ryan memaksakan diri untuk mencabut pedang merah itu dan berhasil. "Aaaargh!" Ryan meraung keras mencabut pedang. "Reyna, Reyna, minumlah ini!"
Tim pengawas ujian bergegas muncul dengan teleportasi ke field polar. Setelah tiba-tiba ada penyerangan yang dilakukan Molochs, "Ryan bagaimana keadaan Reyna?" tanya Ara dengan raut muka khawatir.
Ryan pasrah, luka Reyna tidak bisa disembuhkan oleh heal potion. "Hiks ... hiks ... Reyna sekarat dan lukanya tidak bisa disbuhkan dengan heal potion," jawab Ryan sambil menangis.
Kira sedang bertarung dengan Molochs, "Ryan, cepat hubungi Ryuga!" seru Kira, tangannya terus mengayunkan redfang ke arah Molochs.
Syat!
Syat!
"Percuma, hahahaha ... luka dari curse of beelzebub, glutony, tidak bisa disembuhkan oleh skill penyembuhan sehebat apapun, hahaha. Kalian hanya kumpulan para sampah!" ejek Molochs dengan tertawa jahat.
__ADS_1
"Bos, tolong bos! Reyna sekarat, hiks ... hiks ...," panggil Ryan pada Ryuga melalui sambungan komunikasi radio handsfree, "Tolong bos, Reyna bisa mati!"
Ryuga yang mendengar panggilan darurat dari Ryan, langsung memegang tangan Filza, "Trikckster!" Ryuga berteleportasi dari field volcano ke field polar.