
[Selamat juragan mendapatkan 50 poin experience kuasa fire, karena menggunakan salah satu skill dari kuasa fire. Perolehan skill poin experience dikalikan dua karena menggunakan skill boosted gear secara otomatis, menjadi 100 poin experience kuasa fire] x3.
"I-iya dik. Mari kami hantar!" mental penjaga langsung runtuh disemprot Ryuga, apalagi suruh membayar 10.000 senjata Platinum, uang dari mana mereka.
Kedua penjaga menuntun Ryuga dan Geminu ke sebuah bekas gedung Istana kepresidenan Mesir, berwarna putih dengan kondisi yang sangat bagus serta mewah. Salah satu penjaga melapor ke penjaga gerbang gedung kepresidenan, sekarang sudah berubah menjadi Markas kepemimpinan Mesir.
"Permisi bro! Ada adik-adik kecil ingin bertemu dengan tuan Basilisk!" ucap penjaga satu.
"Baik, siapa namanya?" Tuan Basilisk sedang menunggu seseorang mengirimkan paket senjatanya dari kota Diamomd Frost, jika itu orang yang mengirim paketnya silahkan masuk!" balas penjaga pintu markas kepemimpinan Mesir.
"Ya, adik itu dan dua wanita bertopeng yang mengirimkan senjatanya!" penjaga satu menunjuk Geminu dan Ryu. "Hai kalian bertiga kemarilah!"
Ryuga dan Geminu mendekati penjaga pintu Markas, "Ayo! kalian sudah ditunggu! Kalian yang mengantarkan senjata kan?"
"Ya, kami yang menghantarkannya," jawab Geminu. Mereka pun di tuntun menuju ruangan Basilisk.
Tok!
Tok!
Krieet!
Penjaga mengetuk pintu lalu membukanya langsung. "Lapor tuan! pengirim paket senjata sudah datang!" ucap penjaga pintu Markas dengan sikap hormat.
"Ya, bawa mereka masuk!" Ryuga dan Geminu langsung berjabat tangan dengan Basilisk. "Silahkan duduk!"
Mereka bertiga pun duduk, "Maaf tuan Basilisk, jika kami terlalu lama. Perkenalkan aku Ryuga Himura, pemilik dari Branz sendiri. Ini sahabat saya Gemu dan ini Inu, mereka berdua yang membantu mengurus Branz," ucap Ryuga dengan raur bibir melengkung membentuk senyuman.
"Ah tidak apa-apa tuan Ryu. Oh ya ngomong-ngomong senjatanya di mana ya? Aku ingin melihatnya!" pinta Basilisk. "Sebauiknya kita ke ruangan penyimpanan senjata, di ruangan bawah markas ini."
Basilisk menekan tombol di mejanya, lantai sebelah kanan kursi yang di dudukinya terbuka. Basilisk masuk dahulu diikuti, Ryuga dan Geminu, mereka berempat menyusuri tangga denga loronga yang gelap, tapi ketika mereka berjalan lampu di lorong menyala dengan sendirinya.
__ADS_1
Nampak sebuah ruangan yang cukup besar berukuran 20x20 meter, berisikan banyak senjata. Mulai dari pedang, perisai, tombak, panah dan senjata senapan serta pistol.
Ryuga mengeluarkan kotak yang sangat besar berukuran 5 meter x 5meter x 5 meter. Satu kotak berisikan 100 senjata dari tipe yang berbeda, total ada 100 kotak. Ryuga membuka satu kotak dan memberikan satu pedang platinum berjenis gladius. "Ini tuan Basilisk, aku sendiri yang membuat semua senjata ini, semoga tuan Basilisk menyukainya."
Tang!
Basilisk menyentil pedang itu, dan mengelapnya. "Benar-benar, mahakarya yang agung. Boleh saya mencobanya?" puji Basilisk.
Ryuga mengangguk pelan, sebagai soerang penjual Ryuga ingin pembelinya puas, dengan barang yang dijualnya, sebisa mungkin Ryuga memberikan pelayanan terbaik. Pedang itu mulai diayunkan Basilisk dengan sangat lincah, mulai dari menebas, secara vertikal, horizontal, diagonal dan menusuk.
"Tuan, aku juga ingin memberikan bonus skill charge. Skill ini bisa melindungi senjata dari kerusakan fatal dan daya hancurnya bisa sampai 5 kali lipat. Tergantung energi veda yang dialirkan ke senjata oleh pengguna, kami di guild Storm Gravity mengajarinya pada para anggota guild untuk menggunakan skill ini," jelas Ryuga.
"Wah keren juga, ya Rogue pernah bercerita padaku. Waktu tuan Ryuga melawan Kosmo, anda menggunakan skill ini," puji Basilisk. "Kita keluar saja, di lapangan guild Armbreaker. Kalau disini hisa hancur ruangannya, hehehe."
___
___
___
"Ryu! Apa tidak apa-apa memberikan skill rahasia guild kita?" bisik Gemusha.
"Ya Ryu, bukankah akan sangat beresiko jika mereka nanti menjadi musuh kita, pasti akan merepotkan," timpal Inusha berbisik.
"Tenang saja, aku masih punya 3 skill lagi yang bisa menandingi skill dasar penguatan senjata. Aku masih punya banyak kartu truf, ok!" balas Ryuga dengan berbisik.
Ryuga meminjam salah satu pedang berlogam iron, pada salah satu anggota guild Armbreaker.
"Teman-teman, maaf aku bukan orang yang ingin menggurui kalian. Aku disini hanya ingin berbagi skill penguatan senjata, skill ini aku sendiri yang menciptakan. Aku akan menebas batu ini, tanpa menggunakan skill, hanya tenaga saja."
Slash!
__ADS_1
Ryuga mengayunkan pedang pada batu, hanya menggores batu sedikit. "Dan ini menggunakan skill charge. Lihatlah! charge!" Ryuga mengalirkan energi veda miliknya, pedang logam iron diselimuti aura hitam. "Slash!"
Slash!
Boom!
Batu itu meledak dan hancur menjadi debu, semua orang yang melihatnya menjatuhkan rahangngya. Pasalnya pedang berlogan iron bisa menghancurkan batu menjadi debu.
"Hebat, benar-hebat!"
"Skill yang luar biasa!"
"Sangat keren!"
"Kuat sekali skill itu, aku jadi tidak sabar ingin mempelajarinya."
Suara pujian keluar dari setiap anggota guild, "Kuncinya hanya satu, fokus lalu alirkan energi veda pada senjata teman-teman," jelas Ryuga lalu mengembalikan pedang yang ia pinjam pada salah satu anggota guild Armbreaker berrnama Karna. "Terima kasih!"
"Terima kasih tuan Ryuga, kami sangat senang dengan skill yang diajarkan tuan Ryuga. Perburuan monster kami akan jauh lebih mudah dan efektif, setelah melihat senjatanya, aku akan memberikan harga 10 juta/senjata, bukan 5 juta/senjata sepertu perjanjian sebelumnya, aku minta nomor rekening tuan Ryuga!" pinta Basilisk.
"Tuan Basilisk 5 juta saja itu sudah cukup banyak, buat kami. Kenapa anda malah menambanhnya?" tolak Ryuga, ia memberikan nomor rekeningnya pada Basilisk.
"Ryu! Terima saja, anggap saja bonus," usul Inusha.
"Ya Ryu, kan kamu yang bekerja keras. Uang penjualan senjata ini semuanya buatmu Ryu, kami tidak mau menerimanya sepeserpun," timpal Gemusha.
Basilisk mengambil smartphone miliknya dan mentransfer uang 100 milyar pada nomor rekening Ryuga. "Sudah aku transfer totalnya 100 milyar, silahkan di lihat. Terima kasih tuan Ryu, kami senang berbisnis dengan anda," ucap Basilisk menunduk hormat.
"Sama-sama tuan Basilisk, jika tuan membutuhkan senjata lagi, hubungi saja Gemu dan inu," balas Ryuga menunduk hormat.
"Baik tuan Ryu, secepatnya kami akan segere memesan kembali. Kami akan membagi rata keseluruh Divya yang berada di Mesir, kami masih membutuhkan puluha ribu senjata lagi."
__ADS_1
Basilisk memberikan surat kontrak pembelian selanjutnya bertahap, 5 kali pengiriman, pengiriman pertama 50.000 senjata berlogam iron, pengiriman kedua 40.000 senjata berlogam bronze, pengiriman ketiga 30.000 senjata berlogam silver, pengiriman keempat 20.000 senjata berlogam gold, dan pengiriman kelima 15.000 senjata berlogam diamond. Dengan nilai kontrak 200 milyar yang digelontorkan oleh Basilisk.