
"Groaaar ...!" Raungan keras dari bawah bekas danau lahar yang sudah rata itu menggetarkan seluruh wilayah portal Devil Draconian.
Bukan hanya itu, permukaan tanah juga retak dan menyemburkan lahar panas ke udara.
[Blangtungpak Blaem-Blaem]
[Terdeteksi monster sangat berbahaya, lebih baik juragan berlari sejauh mungkin]
----------¤----------
Nama: Chaos Emperor Dragon
Level: Elite
Elemen: Lava, Explosion, Hell
Ras: Devil Draconian
Skill:
[Hell Blast yaitu Chaos Emperor Dragon menembakan energi sinar laser yang terbuat dari api hitam. Jarak serang 100 meter. Efek terbakar selama 1 menit]
[Draconian Absorb yaitu Chaos Emperor Dragon menyerap energi Evolt dari mayat-mayat monster dalam radius 1 km]
[Lava Flare yaitu Chaos Emperor Dragon menghentakan kedua kaki bergantian untuk melepaskan gelombang lava. Jarak serang radius 200 meter]
[Rage Body Of Explosion yaitu Chaos Emperor Dragon membuat setiap bagian tubuhnya menjadi meledak setiap kali menyentuh target]
----------¤----------
Chaos Emperor Dragon, naga berwarna hijau pekat setinggi 50 meter dan lebar badan 30 meter. Memakai Greaves di kedua kaki berwarna emas, dan guratan-guratan berwarna emas dengan garis horizontal.
"Ha-ha-ha ...." Chaos Emperor Dragon keluar dari danau dengan suara tawa yang menggelegar hingga membuat telinga Ryuga sakit.
"What The Mock?! Kenapa naga itu terlaku mendominasi?!" Ryuga melebarkan mata dan bersiap dengan salah satu katana Enzilong berwarna biru terang.
Chaos Emperor Dragon terbang melesat sangat cepat ke arah Ryuga dengan tatapan mata tajam, "Rage Body Of Explosion!"
Tubuh Chaos Emperor Dragon diselimuti aura merah jingga pekat dan otot-otot di seluruh tubuhnya menonjol kuat.
__ADS_1
'Duar-duar!' Kecepatan terbangnya tidak bisa dilihat dengan mata biasa dan tiba-tiba sudah menghantamkan pukulan ke arah Ryuga. Namun pukulan itu hanya mengenai permukaan tanah dan menimbulkan ledakan beruntun.
"Fyuh ... hampir saja." Tubuh Ryuga mempunyai reflek yang sangat cepat dan berhasil menghindar sejauh mungkin dari Chaos Emperor Dragon.
***
Di Neo Japan, bagian Selatan.
Bloodfallen mendapat banyak serangan monster, tapi itu semua monster receh dan hanya di antara level Platinum sampai Paladium.
Untung saja kubah pelindung yang menyelimuti kota sekuat batu logam Titanium dan juga persenjataan canggih yang dipasang pada seluruh bagian menarw telah aktif.
"Biarkan aku beraksi. Giant Form!"
Boy yang berada di pintu gerbang Bloodfallen City membesarkan tubuhnya untuk menghadang ratusan Wolf Blood yang telah memporak porandakan beberapa bangunan di sekitar kubah pelindung kota.
'Boom-boom!' Suara ledakan yang ditimbulkan dari pukulan tangan raksasa Boy yang menghantam kawanan Wolf Blood dan menjadikannya daging gepeng.
"Cepat lari! Monster-monster itu mengejar kita!" teriak salah satu warga yang ingin masuk ke dalam Bloodfallen City yang dijaga oleh banyak pasukan Kiyu, Anggota Geng Night Blue dan juga Polisi serta Tentara Neo Japan.
Para warga dibukakan akses khusus untuk masuk ke dalam wilayah Bloodfallen yang semakin hari semakin terlihat megah.
Monster semakin beringas keluar dari dalam portal karena terjadi Gate Break, seperti sebelum-sebelumnya.
Boy berusaha menyapu semua Wolf Blood yang mendekat. Dari dalam portal terdengar raungan yang cukup keras dan itu adalah raungan High Orc dan Ancient Troll.
Kawanan Monster setinggi 100 meter itu keluar dari dalam portal membawa gada besi dipenuhi oleh paku-paku yang sangat tajam.
"Thunder Net!" Verel tiba-tiba muncul di udara dan melemparkan jaring petir biru untuk menjerat puluhan Ancient Troll dan High Orc, agar mereka tak mendekat ke kubah pelindung.
Walaupun senjata pelontar misil berdaya ledak tinggi, namun tak mampu melukai puluhan Ancient Troll dan High Orc.
"Sial, kita kekurangan orang. Summoning: Five God Dragon!"
Angelina yang sudah berada di belakang Boy, menghentakan kedua telapak tangannya untuk memunculkan Magic Rune pemanggilan. Untuk memanggil kelima naga dewa elemen.
Kelima naga tersebut muncul di atas langit dalam bentuk final form, lalu mendekati puluhan Ancient Troll dan High Orc yang terjebak oleh jaring petir Verel.
Kelima itu menyemburkan elemen masing-masing untuk menghabisi puluhan Ancient Troll dan High Orc. Dalam sekejap 50 Ancient Troll dan 50 High Orc tewas seketika dengan tubuh membeku, hangus, luruh jadi debu dan membatu.
__ADS_1
"Infernal Darkness Army!"
Josephine memanggil pasukan neraka kegelapan untuk membantai gelombang monster yang sudah memporak-porandakan 75% wilayah Selatan.
Dari permukaan aspal muncul 5 Magic Rune berwarna ungu pekat memunculkan pasukan neraka kegelapan milik Josephine, yaitu Javelin, Bastion, Varna, Dark Anmon dan juga Eternal Death Worm.
Kelima monster neraka itu langsung melesat untuk membantu Boy membantai ribuan Wolf Blood yang tiada habisnya keluar dari portal.
"Sial, kenapa monster ini tiada henti-hentinya keluar dari portal?" Filza mengeraskan rahang dengan bersungut-sungut, "Winged Goddes Frost! Seven Anihilation Sword!"
'Slash-slash!' Filza terbang melesat sangat cepat dan membawa kedua pedang. Ia terbang lurus sambil menebas satu persatu Blood Wolf dan darah memuncrat hampir di setiap reruntuhan gedung.
"Anggota Guild Emperor memang bukan main?!" Semua orang membelalakan mata dengan rahang hampir jatuh.
Mereka sangat kagum dengan kekuatab setiap anggot Guild Emperor yang mampu mempertahankan Bloodfallen City dari gelombang monster.
"Minggir kalian semua! Aku akan habisi dengan semua energiku. Flying Heaven Sword Style: Aerial Wave Blast!"
"Chaos Power!"
"Giant Rage Punch!"
"Five God Dragon Stream!"
"Zapdos Strike!"
Rany melompat setinggi 10 meter dan mengayunkan Yamato dari atas ke bawah untuk melepaskan energi bilah yang sangat besar dan juga sangat jauh membelah jalanan aspal.
Disusul Josephine melepaskan bolah hitam energi diselimuti petir hitam sebesar 20 meter. Boy juga tidak kalah hebatnya dalam mengamuk, ia melompat tinggi lalu sekuat tenaga dengan tubuh diselimuti aura coklat pekat menghantamkan pukulan tautan tangan ke permukaan tanah.
Kelima naga dewa juga menembakan kelima laser elemen yang sangat besar. Satu detik kemudian, Verel menghabiskan semua energinya untuk melepaskan 7 petir dari 7 kuasa flash serentak yang berdaya ledak cukup besar.
'Boom-boom!' Suara ledakan seperti dentuman bom atom bersahut-sahutan meluluh lantakan Hokaido bagian selatan. Kepulan asap seperti jamur menjulang ke langit dan memberikan dampak gelombang kejut dalam skala besar.
Para warga yang melihat dari kubah pelindung hanya bisa menjatuhkan rahang atas serangan pamungkas anggota Guild Emperor yang mampu menghancurkan beberapa portal break sekaligus.
Rany, Filza, Angelina, Boy, dan Verel serta Josephine, serentak berlutut satu kaki dengan nafas yang terengah-engah, "Huff ... huff ... huff ... syukurlah."
Pertarungan anggota Guild Storm Gravity tersebut melawan monster disiarkan melalui media internasional. Banyak Guild yang iri dan murka dengan menganggap mereka berbuat curang, pasti meminum elixir floux potion.
__ADS_1