
Mendapat hinaan seperti. Ryuga marah, mengepalkan tangan, dan ingin rasanya bogem mentah itu bersarang di pipi mulusnya, tapi ia tahan.
Pria paruh baya yang berada di sampingnya hanya diam dan tak bereaksi. Tapi ketika melihat tangan Ryuga terkepal. Lelaki itu marah.
"Dasar banci! Orang macam apa kau beraninya pada peremupan. Jika berani lawan aku, gembel jalanan!" ujarnya sinis.
Tidak bisa melampiaskan kemarahannya pada Mouna. Wanita yang sama-sama pernah merundungnya waktu smp dahulu dan kini bertemu lagi di saat berganti wajah, ingin sekali merobek mulutnya itu. Maka lelaki paruh baya itu yang menjadi sasaran.
'Plak!'
"Ajari perempuan itu sopan santun! Jangan kurang ajar pada orang lain!" kata Ryuga marah dan berapi-api.
"Beraninya kau ...."
Sebelum sempat mengatakan menyelesaikan kata-katanya dengan penuh kekesalan. Ryuga memberi isyarat dengan jari telunjuknya pada lelaki paruh baya tersebut.
"Kita selesaikan di luar setelah ini. Aku Vergil Wong tidak akan lari! Tunggu saja!" ancam Ryuga menyeringai tajam.
Lelaki yang kena tampar tadi terpana. Belum pernah ada yang berani menyentuhnya, berurusan buruk padanya. Apalagi menamparnya.
Dia pewaris keluarga kaya kedua di Neo Japan. Keluarganya sangat mengerikan tindak tanduknya, merupakan mitra dekat gangster Anarchy 99 dan juga asosiasi pembunuh bayaran Dark Realm merupakan agen dari asosiasi Rinbo.
Tetapi orang yang menamparnya jauh lebih mengerikan. Anak dari Regalia King, penguasa 3 sektor, pemilik guild Emperor, guild yang namanya sedang melambung masuk dalam 10 besar guild teratas di dunia, lebih tepatnya posisi kesepuluh saat ini. Pemilik 5 senjata dewa, dan 5 ancient beast god.
Orang-orang yang berada di dalam showroom terdiam dan terpana. Bahwa Ryuga berani-beraninya memprovokasi Kim Sam Su, pewaris keluarga Kim Sam yang terkenal kejam itu.
Manajer showroom datang, setelah mendapat laporan dari bawahannya, telah terjadi keributan di lantai dasar. Tempat mobil-mobil sedang dipasarkan oleh para salesman dan sales woman.
Bergegas ia turun untuk melihat kejadiannya. Begitu manajer Willscout tiba, alangkah terkejutnya dia. Pewaris keluarga Kim Sam yang sangat berpengaruh, sedang diintimidasi oleh seorang mahasiswa miskin dan gembel.
__ADS_1
"Berhenti!" teriaknya. Kemudian Willscout buru-buru datang dan menghampiri Kim Sam Su yang sedang diintimidasi oleh Ryuga.
"Tuan Kim. Aku mohon maaf atas kejadian ini. Aku akan mengatasi bajingan ini itu," tunjuk Willscout pada Ryuga.
Kemudian memanggil 4 penjaga kemanan dan langsung datang memenuhi perintahnya.
"Tangkap dia! Patahkan tangan dan kakinha karena berani memukul tuan Kim Sam Su! Tamu penting hari ini!" teriaknya lantang.
"Tunggu! Aku kesini datang untuk membeli mobil. Tapi karyawanmu tidak berlaku sopan padaku, dan dia wanita rendahan ini juga telah melecehkanku."
Ryuga menunjuk geram karyawan laki-laki dan perempuan yang berada di belakang Willscout dan semakin nanar ketika menunjuk Mouna, ingin rasanya menguliti wanita j4lang itu.
"Membeli mobil? Jangan bermimpi! Mahasiswa gembel sepertimu mana sanggup? Apa kemampuanmu? Secara kualifikasi pun, kamu hanya mahasiswa gembel, sampah dan rendahan! Jangankan mobil, membeli sepeda biasa saja kamu tak mampu! Aku yakin itu!" sanggah Willscout itu sombong.
"Aku ada uang dan aku bisa membeli mobil. Bahkan mobil yang termahal ini," bela Ryuga sambil mengacungkan jempol dan menunjuk mata serta menunjukan wajah
Willscout mundur satu langkah, pikirannya dipenuhi oleh hal-hal mengerikan. Siapa sesungguhnya orang yang berada di depannya ini. Tapi kesombongannya tetap menutupi keterkejutannya. Dalam pikiran Willscout, paling Ryuga hanya menggertak.
Willscout bertepuk tangan, karyawan salesman lain, membawa mesin pemindai muka yang disertai mesin pindai retina sekaligus, "Lakukan! Jika kamu mau! Ingat kalau kau tidak bisa bertransaksi, aku patahkan tangan dan kakimu," tantangnya menyeringai.
"Jikalau aku bisa membeli mobil itu." Ryuga menunjuk mobil Buggati Bolide dengan tatapan tajam. Kemudian menunjuk Kim Sam Su, Mouna, salesman dan sales woman yang menghinanya serta Willscout sendiri, "Kau, kau, kau, kau, kau, dan kau ... harus menjilat kakiku seperti anjing lalu berjalan merangkak."
Di balik seringainya, Willscout benar-benar ingin mempermalukan Ryuga dan memberinya pelajaran. Supaya ia kapok, tapi tidak tahu saja Willscout berhadapan dengan siapa.
Zayd sudah mensikronisasi wajah, retina dan Ibu jari Ryuga dengan identitasnya sebagai Vergil Wong. Jadi akun rekening Ryuga sebelumnya sudah berpindah tangan atas nama Vergil Wong. Dan tentu saja tidak ada yang susah bagi Zayd.
"Dasar mahasiswa gembel!"
"Memang tak tahu malu, dasar udik!"
__ADS_1
"Aku belum pernah melihat manusia sampah begitu bangga dengan kegembelannya."
"Aku yakin kali ini nasibnya tamat di mulut bedebahnya itu!"
"... ...."
Semua pengunjung dengan tatapan jijik melontarkan kata-kata pedasnya. Seakan kata-kata mereka seperti lalat berdengung di telinga Ryuga. Benar-benar berisik.
"Dasar pembohong, pembual! Mana mungkin bisa gembel sepertimu bisa membayar dengan alat pembayaran pindai ibu jari. Kamu memang otak rendahan, hanya orang-orang penting dan sangat kaya yang mampu melakukannya, bodoh!" celetuk Brian yang tiba-tiba muncul dan tambah memperkeruh suasana.
Ryuga menyeringai dan mengacungkan jari tengah ke arah Bill. Kali ini dia ingin memberinya pelajaran, "Kalau aku bisa, Bagaimana?" tantangnya dengan lantang.
"Aku akan melakukan hal yang sama dengan mereka." Bill menunjuk ke arah Mouna, Kim Sam Su, dua karyawan showroom yang menghinanya dan Willscout. Kemudian melanjutkan dengan tertawa angkuh, "Bahkan aku akan telanjang keliling pusat kota, ha-ha-ha ...."
Ryuga mendekatkan wajahnya ke alat pindai wajah lalu wajahnya terkonfirmasi dan muncul nama Vergil Wong, umur, alamat, dan lainnya. Untuk langkah selanjutnya Ryuga menempelkan ibu jari kanannya. Semua tercengang dengan menjatuhkan rahang. Mobil seharga ternyata bisa dibelinya. Setelah mesin berbunyi 'Transaksi berhasil'.
Wilscout bersama dua karyawan yang menghina Ryuga terduduk lemas, raur wajahnya pucat pasi dan rahangnya hampir terjatuh ke lantai.
Begitu pula Kim Sam Su dan Mouna. Bahkan saking tak percayanya, mereka berdua menepuk-nepuk pipi mereka.
"I-ini bukan mimpi," kata Kim Sam Su gemetaran.
"Ya, sayang. A-aku juga merasa ini bu-bukan mimpi," timpal Mouna gemetaran juga.
Bahkan Bilk histeris berteriak seperti suara perempuan, "Tidaak ...!"
Semua pengunjung showroom yang tadi ricuh terdiam dengan menjatuhkan rahang. Kali ini mereka seperti terkena mental hanya bisa mematung syok. Mahasiswa gembel menurut mereka seperti Ryuga bisa membeli mobil seharga 1.2 milyar.
Seakan mereka ingin memuntahkan darah dan memutar waktu agar mereka tidak menghinanya. Apalagi setelah Ryuga menyeringai dan menatap mereka satu persatu dengan aura membunuh yang sangat pekat. Badan mereka seperti ditindih beban ribuan ton, nafas sesak dan lidah kelu, bahkan seperti tercekik hebat.
__ADS_1