
Pertandingan di dalam portal sudah berjalan 15 hari di dalam portal, setiap hari antar Guild dengan Guild yang lain saling berperang untuk menjatuhkan satu sama lain.
Sudah 50 orang yang tewas dari tiga Guild, hari ini adalah penyerangan Guild Raising Drago oleh Guild Arcadia Golem.
"Guild Leader, bagaimana persiapa kita?" tanya Xing Jin, Vice Leader Guild Raising Drago pada Mark.
Mark hanya menyunggingkan senyum, bersikap sangat santai, duduk di singgasananya.
"Rose, bagaimana progres cetak biru yang kau temukan di dalam gua bawah tanah di dalam istana polar?" Mark bertanya dengan penuh percaya diri.
Dia sangat paham Rose bisa diandalkan dalam memecahkan sesuatu, bisa dikatakan Rose mempunyai Job Engineriing tapi kuasanya juga tidak main-main memiliki kuasa Wind di tahap Cyclone.
"Sudah aku selesaikan bos. Kita akan memberikan mereka kejutan dan kita yakin bisa memusnahkan Guild Arcadia Golem. Informasi dari mata-mata, mereka kekurangan sumber daya, dan pasukan yang mereka dapatkan membutuhkan energi Veda yang cukup banyak. Jion tak bisa memenuhinya," jawab Rose tersenyum penuh kemenangan. Ia sudah menemukan kelemahan Guild Arcadia Golem.
"Guild Leader, pasukan Volcano sudah datang di gerbang barat, utara dan selatan!" lapor Ruijaki dengan hormat tentara.
Kali ini demi ambisi menumbangkan Guild Lightning Star, Jion dan Sasha beserta 4000 pasukan Volcano Titan mengepung Istana Polar. Jion sudah merasa di atas angin karena berhasil membantai 50 orang Divya dalam perang 5 Guild, 3 hari yang lalu.
Alasan Jion ingin menghabisi Guild Lightning Star, karena menurut perhitungannya dan data informasi yang ia dapatkan, kekuatan Guild Lightning Star melemah sampai 80%. Sebab terus digempur oleh Aliansi Imperial Fear dan Infernal Darkness.
Akira sudah satu hari mengawasi gerak-gerak Jion yang hanya meninggalkan 1000 monster Volcano Titan di istananya yang dipimpin Starklin.
"Kali ini aku sendiri yang mengeliminasi Guild kalian!" tunjuk tegas Akira melayang di atas Istana Volcano. "Sky Emperor Defense! Evileya Divine Gear!"
Akira memakai baju zirah berwarna merah emas, Gauntlet dan Greave berwarna merah darah.
Aura yang dipancarkannya terbaca oleh sensor monster-monster Volcano Titan yang menjaga Istana Polar.
200 Volcano Archer langsung mengetahui posisi Akira dan membidiknya. Ratusan anak panah yang diselimuti kobaran api dilesatkan ke arah Akira.
"Hole Space!" Di depan Akira muncul lubang pusaran merah yang cukup besar, berdiameter 50 meter dan menghisap semua panah api itu ke dalamnya.
__ADS_1
"Raising Dragon!" Akira memukul bagian belakang pusaran merah darah, dari dalamnya keluar siluet naga merah darah berjumlah 200 ekor.
'Swush!' Naga-naga itu melesat cepat ke arah Istana Volcano dan menghantamnya secara beruntun.
Dinding-dinding istana, menara pengawas, pilar-pilar istana juga hancur luluh lantak. Setelah 200 Volcano Archer berhasil dibunuh, pasukan di dalam Istana Volcano yang bersiap siaga tidak bisa menyerang Akira yang berada di atas istana Volcano pada ketinggian 50 meter.
Volcano Sword, Volcano Shield, dan Volcana Cavalery hanya bisa mengacungkan senjata mereka ke atas untuk memprovokasi Akira agar turun. Tapi Akira bukan orang yang mudah diprovokasi.
200 Volcano Cavalery tidak kehilangan akal dan keluar dari pintu gerbang istana yang sudah roboh. Health Poin Istana Volcano juga sudah diujung tanduk, hanya perlu membunuh Starklin dan 800 Volcano Army, maka Guild Arcadia Golem akan tersingkir dari kompetisi ini.
200 Volcano Cavalery melempar tombak-tombak mereka ke udara dengan sangat kuat, sasarannya adalah Akira yang sedanh mengembalikan energi yang sudah habis dan saat ini masih melayang di udara.
Akira tidak kalah akal, ia melayang lebih tinggi dan tombak-tombak itu hanya mengenai ruang kosong dan meluncur ke permukaan tanah.
"Sudah selesai, waktunya pembalasan." Akira mengeluarkan Kagekami dan siap melepaskan skill, "Blade Spirit!"
Ribuan siluet pedang merah darah memgambang di atas ketinggian 100 meter dan bersiap menghujani Istana Volcano.
Raungan Starklin membuat kubah pelindung yang mengitari Istana Volcano. Bagaimanapun juga, Starklin diberi mandat oleh Jion untuk mempertahankan Istana Volcano selama ia menyerbu Istana Polar.
Akira menjatuhkan tangannya, bersamaan itu pula ribuan siluet pedang merah menghujani kubah pelindung.
"Itu belum cukup!" Quiela tiba-tiba muncul di samping Akira dan melemparkan pedang dan tombaknya yang bernama Sieghart ke arah kubah pelindung, "Stick Lance!"
'Duar-duar! Boom!" Istana Volcano meledak dengan kepulan cahaya menjulang ke langit. Bersamaan itu pula kubah pelindung hancur, Starklin dan 800 Volcano Titan Army tewas.
[Selamat, Guild Infernal Darkness berhasil mengeliminasi Guild Arcadia Golem. Level Waterfall Castle naik ke level 4, mendapatkan Dragon Seas Army]
Akira dan Quiela langsung tersenyum puas melihat panel hologram di langit. Ia tak menyangka Istana Waterfall langsung naik tiga level sekaligus.
"Terima kasih Quiela. Berkatmu kita bisa menjatuhkan Guild Arcadia yang terkenal kokoh pertahanannya dan kita mendapatkan pasukan Naga Samudra. Kita bisa menyerang Guild Raising Drago yang menemukan cetak biru senjata kuno." Akira tersenyum dan memberikan tangan kanannya untuk berjabat tangan.
__ADS_1
Quiela agak canggung menerima tangan Akira dan menjabatnya, "Sama-sama, ini juga sudah tugas-tugasku."
"Aku tak menyangka dibalik sosoknya yang selalu seenaknya. Akira mempunyai tangan yang hangat dan senyum yang hangat," batin Quiela merona dan mulai tumbuh bulir-bulir kekaguman.
"Maafkan aku yang telah membunuh adikmu. Aku hanya menegakan keadilan. Vligerie telah menindas warga di desaku, jadi aku memberinya pelajaran yang setimpal. Jika kau ingin membalas dendam padaku, aku akan berikan waktu setelah kompetisi ini selesai untuk membalas dendam," kata Akira tersenyum tipis dan itu tambah membuat Quiela pipinya memerah seperti kepiting rebus.
***
15 hari kemudian, waktu portal.
'Teeet!' Waktu kompetisi Battle survival berakhir.
[Selamat Guild Imperial Darkness, Guild Raising Drago, Guild Royal Fear, Guild Infernal Darkness berhasil melewati babak Battle Survival]
[ 1. Infernal Darkness Level 5 (15 anggota)
[2. Raising Drago Level 3 (10 anggota)
[3. Royal Fear Level 2 (35 anggota)
[4. Imperial Darkness Level 1 (25 anggota)
***
Rumah sakit Bloodfallen, kamar SVIP 01.
Ryuga duduk di samping Vina dengan keadaan duduk terpaku, Vina pun canggung melihat Ryuga dengan pipi merona.
"T-tuan, terima kasih telah menyembuhkan mataku. Aku berjanji akan membayar semua biaya pengobatannya." Vina berbicara dengan tertunduk malu, kadang perasaan tak pantas untuk melihat Ryuga itu sering muncul.
Padahal dalam hatinya setulus hati ingin menyatakan rasa suka pada pahlawannya itu.
__ADS_1
"Sial, kenapa bibirku tak bisa mengatakan apa-apa dan seolah dipaku ribuan paku. Benar-benar sial!" batin Ryuga mengepalkan erat tangan kanan yang berada di paha kanannya.