KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 232


__ADS_3

"I-itu tidak perlu. Aku tulus membantumu dan aku juga telah memberikanmu sebuah toko bunga di Bloodfallen City. Aku harap kamu bisa menerimanya dan hidup bahagia, tanpa harus memikirkan kakakmu. Aku izin pamit."


"Tu-tuan, terima kasih." Vina hanya bisa berkata lirih karena Ryuga sudah memunggunginya dan membuka pintu ruangannya.


Tujuan keduanya adalah kamar Belucci, ia secepat kilat merubah identitasnya menjadi Vergil Wong.


Kamar Belucci ada di kamar SVIP 03, sebelah kanan kamar Vina. Kamar SVIP 03 dijaga ketat oleh pasukan Kiyu yang sekarang bertambah banyak, setelah 80% anggota Imperial Black menjadi sekutu sekaligus bawahan.


Matanya menajam, ketika melihat pintu kamar SVIP 03 yang dijaga empat penjaga di sisi kanan dan kirinya.


"Selamat datang, tuan V." Kedelapan penjaga tersebut menunduk hormat, Vergil hanya membalas dengan senyuman tipis dan sedikit anggukan.


Pintu itu dibuka perlahan, Belucci sedang duduk dengan nafas berat, tubuhnya dipenuhi ruam-ruam ungu seperti akar. Efek Greed Potion masih membekas jelas.


Di dalam ruangan juga sudah ada Four Lord dan Three White Shadow yaitu Zaka, Zaki, dan Gladys.


"Selamat datang, tuan V." Four Lord dan Three White Shadow menunduk hormat.


"Kiyu, usir Titania dari dalam Bloodfallen! Mereka hanya parasit. Jika mereka melawan, Zaka, Zaki dan Gladys, habisi mereka!" titah Vergil dengan manik mata yang tajam bagai mata elang.


"Baik, tuan V." Kiyu menunduk hormat bersama Three White Shadow yang tidak memakai topeng.


Mereka berempat dengan langkah cepat keluar dari kamar SVIP 03, untuk melaksanakan perintah Vergil.


"Tuan Belucci, aku tak bisa menunggu waktu lebih lama lagi. Cepat! Tanda tangani penyerahan Imperial Black Group padaku!" pinta Vergil dengan tatapan mengancam.


Dengan nafas tersengal-sengal, Belucci menjawab singkat, "Ba-baik, tuan V."


Tangannya menandatangani kesepakatan kontrak yang sudah disediakan oleh Sam sebelumnya.


Setelah selesai, Vergil langsung memegang dada Belucci, dari sorot matanya pasrah jika harus dibunuh Vergil saat ini juga.

__ADS_1


"Eternal Absorb Energy!" seru Vergil menyerap racun Greed Potion yang menjangkiti tubuh Belucci.


"Aaakh ...!" Sontak Belucci langsung mengerang kesakitan seperti ruhnya dicabut paksa.


Teriakannya menggema di lorong SVIP, perlahan ruam akar ungunya menghilang. Mata Belucci memutih karena menahan sakit yang amat sangat dan tak bisa ia tahan sama sekali.


[Blangtungpak Blaem-Blaem]


[Juragan memicu penyatuan Wing Of God Dark dengan energi Evolt. Mendapatkan skill Eternal Evil Darkness Archion jika memakai Wing Of God Darkness]


Skill Eternal Evil Darkness Archion adalah kemampuan meningkatkan daya rusak 89% menggunakan setiap level skill kuasa Shadow dan resistansi terhadap serangan kuasa Shadow sebesar 100%]


Vergil menyunggingkan senyum, ia tahu apa yang selanjutnya dilakukan. "Aku akan memancing Queen Aranya untuk mengejarku dan merebut Wing Of God Darkness darinya," batinnya.


***


Velodrome Bloodfallen.


Setelah semua anggota Guild yang lolos keluar dari dalam portal. Mereka semua mendapatkan perawatan oleh tim medis guild masing-masing.


Seperti kata pepatah untuk mengalahkan musuh kita harus mengetahui kelemahan mereka terlebih dahulu.


"Kak, aku sudah menganalisa semua data mereka dan aku juga sudah mentransfer semua informasi tersebut ke jam tangan kalian. Teman-teman tinggal tekan tombol saja, maka semua informasi tersebut akan masuk secara cepat ke otak kita," jelas Vlidcky mengetik papan ketik digital di depan dadanya.


"Tak salah Ryu menjadikanmu anggota Vice Leader Guild Emperor. Kamu bisa diandalkan." Gemusha mengacungkan jempol ke arah Vlidcky.


"Tidak, kak. Ini semua juga hasil usaha bos. Kalau aku tidak naik level, mana mungkin juga aku bisa punya kuasa Forging level maksimal." Vlidcky membanting pandangannya ke bawah, ia merasa tak pantas dipuji seperti itu.


"Ayo kita ke wisma untuk menyusun strategi untuk menenangkan babak selanjutnya. Kita tidak ada informasi mengenai babak selanjutnya." Gemusha bangkit dan melambaikan tangan mengajak semua anggotanya untuk kembali ke wisma untuk beristirahat.


***

__ADS_1


Pukul 01.00 Wisma khusus sektor Sriwijaya.


"Hmm ... sudah 10 menit aku menunggu ikan besar. Namun ikan besar belum menangkap ikannya." Ryuga mengerucutkan bibir dan berjongkok di atas besi pembatas rooftop wisma sektor Sriwijaya.


"Wing Of God Darkness: Chakram Ashura!"


Queen Aranya menendang pintu rooftop dan mengeluarkan sayap dewa kegelapan. Lalu mengeluarkan Chakram Ashura dari dalam Magic Rune di samping kanan dan melemparkannya ke arah Ryuga yang masih tidak sadar.


Entah lamunan mesum apa yang sedang ia imajinasikan sambil berjongkok di atas besi pembatas rooftop.


"Aaakh ... enak juga aku bisa blaem-blaem dengan Vina," gumamnya sedang berkhayal memasukan Terong XXXL miliknya ke gua merah muda Vina.


Sensornya tiba-tiba menunjukan bahaya, "Sial, nenek lampir itu telah menyerangku. Earth Wall!" Tanpa menoleh, Ryuga membentuk dinding tanah di belakang punggungnya.


'Brak!' Chakram Ashura tertahan di dinding tanah dan menghilang menjadi aura hitam legam.


"Katakan, dimana Leviathan Crystal Core, sialan!" bentak Queen Aranya berapi-api.


Ryuga melompat ke ujung dinding tanah dan membalikan badan, "Awalnya aku akan memberikannya padamu, nenek lampir! Tapi, kau malah menyerangku. Tentu saja tidak jadi," katanya tersenyum licik dan mengeluarkan Leviathan Core Crystal dari inventaris sistem dengan melempar-lemparnya pelan.


"Oh, jadi kau menipuku. Baiklah, aku akan mengambilnya dengan tanganku sendiri dan mencincang tanganmu. Darknes Feather Calamity!" Queen Aranya mengeraskan rahang dan manik matanya tajam menatap Ryuga.


'Shua-shua!' Bulu-bulu hitam dilepaskan dari kedua saya malaikat yang melebar.


"Bye! Trickster!" Tubuh Ryuga berkedip dan hilang dari pandangan Queen Aranya. Bulu-bulu hitam hanya mengenai rooftop wisma Martapura yang berada di seberang.


"Aku takan membiarkanmu kabur seenaknya saja." Queen Aranya adalah sang ratu sensor, apalagi mendapatkan kekuatan tambahan dari Fayyed. Sensornya bisa menangkap sejauh radius 100 km. Dia memejamkan mata dan menemukan keberadaan Ryuga sedang menunggunya di bibir pantai South Hokkaido. "Darkness Teleportation!"


Tubuh Queen Aranya berkedip hitam untuk berteleportasi mengejar Ryuga. "Oh, aku kagumi keberanianmu untuk mengejarku," kata Ryuga sambil bertepuk tangan dengan senyum yang mengambang.


"Tak usah basa-basi. Infernal Spear Onslaught!" seru Queen Aranya mengeluarkan Infernal Spear Onslaught dari Magic Rune di samping kanannya.

__ADS_1


Infernal Spear Onslaught bentuknya lebih panjang dan lebih besar dari Infernal Spear. Serta bilah javelinnya dikelilingi rantai hitam yang mengeluarkan aura kematian yang sangat pekat.


Queen Aranya mendorong cepat Infernal Spear Onslaught ke arah Ryuga. Wajah Ryuga tetap tenang menghadapi senjata kuno ras iblis tersebut. Tapi dari auranya saja kekuatannya lebih 1 tingkat dari Infernal Spear Onslaught milik King Of Hell Zabania.


__ADS_2