
Guild Storm Gravity mendapat bayaran 400 juta dari asosiasi guild cabang sektor Siliwangi dan dari penjualan senjata mendapatkan 8,3 milyar, masih tersisa 1000 senjata platinum. Ryuga berencana akan menawarkannya pada Ketua asosiasi guild Datuk Azim.
"Mohon maaf ketua, toko senjata Branz miliku punya stok 1000 senjata platinum. Kalau ketua berminat, boleh meminangnya." Ryuga berdiri dan berjalan ke arah Angelina untuk meminjam Ultima miliknya dan kembali ke samping Datuk Azim. "Ini ketua contoh senjata buatanku, tapi ini aku buat dengan batu logam mythril."
"Senjata level mythril?!" Datuk Azim membulatkan mata. Pasalnya blacksmith yang bisa membuat sampai level mythril itu sangat langka, dan ini Ryuga masih muda mampu membuat senjata level mythril merupakan jenius sejati. "Benar-benar mahakarya yang sangat mengagumkan!"
"Selain itu, kami memberikan bonus skill penguatan senjata yaitu skill charge untuk pembelian senjata di level platinum. Maaf tidak bisa mendemonstrasikan skillnya disini takut merusak gedung, hehehe." Ryuga menggaruk tenguknya yang tidak gatal. "
"*Semoga saja ketua berminat, bisa menambah pundi-pundi uang untuk guild. Kalau untuk diriku sendiri masih punya banyak uang, untuk menghidupi 10 istri juga masih cukup malah bisa nambah lagi," batin Ryuga.
"Dasar matre! Benar-benar punya guild leader yang mata duitan. Tidak bisa melihat kesempatan sedikit, langsung nyerobot kaya bajay. Dasar muka bajay!" batin Filza.
"Kalau dipikir-pikir, ada benarnya juga. Mungkin lambatnya penanganan pembersihan portal karena kekurangan senjata yang berkualitas. Secara sektor Siliwangi tidak punya blacksmith yang berbakat, akibatnya di sektor Siliwangi toko senjata hanya menjual senjata yang biasa saja. Apa salahnya jika membeli senjata dari Ryuga, untuk meningkatkan kekuatan tempur asosiasi guild dan mendistribusikannya pada guild atau tentara Sangakama," batin Datuk Azim*.
"Baik setuju! Ambil semua senjata platinum. Kalau bisa barangnya dikirim hari ini! Bisa?" pinta Datuk Azim.
"Bisa, sekarang juga bisa. Tapi kita bicarakan dulu biayanya. Biar enak, bagaimana?" Ryuga menaik-turunkan alisnya dengan bibir tersenyum lebar. "Bukankah ada pepatah lama mengatakan ada uang, ada barang?"
"Hei kalian! Kenapa diam saja? Ayo berangkat! Mau dapat uang tambahan tidak? Urusan senjata dan portal mythril biar aku yang urus. Verel, Boy, Angelina, dan Raras urus 250 portal diamond! Ingat Angelina dan Verel target misi kalian, serta kau juga Raras senjata itu tidak gratis dan yang terbaik di kelasnya misi 20.000 mayat monster gold ke atas!" titah Ryuga dengan sorot mata yang tajam.
"Filza, Reyna, dan Ryan urus 150 portal platinum. Kalau ada monster Blaze Qirin kabari aku, dan lebih baik menghindar itu adalah salah satu monster ancient beast god sangat berbahaya! Silahkan bubar!" imbuh Ryuga bertitah.
__ADS_1
"Siap, leader!" Semua Anggota guild Storm Gravity keluar dari gedung dan kembali ke pesawat jet pribadi milik klan Kismoyo.
Mereka harus menuntaskan misi yang diberikan asosiasi guild. Bagi guild-guild yang lain, misi pembersihan portal ini bisa dianggap mustahil, bahkan bisa jadi misi bunuh diri karena banyaknya portal yang cukup berbahaya yang harus dibersihkan tapi bagi guild storm gravity ini adalah ladang uang tak terbatas.
Kira, Rany, Vanya, dan Josephine belum beranjak dari kursinya, sedari tadi memperhatikan Ryuga. Dari tatapan matanya mereka menyesali atas keegoisan mereka tidak memperdulikan Ryuga, transformasi Ryuga sangat cepat bisnis penjualan senjatanya semakin berkembang pesat.
Bukan saja jenius dalam kemampuan Divya, tapi bisa membuat Divya yang notabene sampah menjadi berlian, dan bisa memiliki squad yang solid serta punya daya tempur yang patut diperhitungkan.
"Maaf, jadi berapa harga satu senjata level platinum?" tanya Datuk Azim dengan raut muka penasaran karena tak sabar ingin melihat senjata level platinum dipadukan dengan skill charge.
"30.000.000/senjata. Memang harganya cukup mahal tapi sesuai dengan kualitasnya. Bukankah anda tahu ketua, batu logam platinum saja sudah sangat langka di sektor Siliwangi. Tidak seperti di sektor Majapahit yang begitu melimpah, Jika harus impor juga kan, biaya impor dan pajaknya tinggi," jelas Ryuga. "Tenang saja, jika senjatanya rusak ada garansi 1 tahun gratis biaya perbaikan, bagaimana?"
"Tunggu sebentar! Totalnya 30 milyar, ketua siapkan uangnya dan aku akan siapkan senjatanya. 5 menit paling lama aku siapkan, tenang aku bisa berteleportasi ke toko Branz." Ryuga memberikan nomor rekening toko Branz lalu menggunakan skill trickster untuk pergi ke toko Branz di Tangerang Selatan.
Cwuszh!
"Benar-benar anak muda yang sangat berbakat," puji Datuk Azim sambil bergumam, matanya membulat. Pasalnya yang bisa teknik teleportasi atau perpindahan tempat secara kilat minimal Divya level 6.
Ryuga menyimpan 20 kotak besar ke dalam eternal gear, setiap kotak berisi 50 senjata dari berbagai jenis. Mulai dari jenis pedang, panah, tongkat sihir, tombak, pedang dan perisai serta masih banyak jenis senjata lain.
Cwuszh!
__ADS_1
Ryuga kembali ke gedung asosiasi, "Ketua aku kembali!" ucap Ryuga tersenyum lebar, matanya berbinar-binar penuh dengan tatapan akan uang.
"Aku sudah mentransfer uang ke dua nomor rekening, pertama transfer uang 400 juta ke rekening guild storm gravity dan 30 milyar ke nomor rekening toko senjata Branz." Datuk Azim memperlihatkan bukti transfer pada Ryuga. "Mari ke gudang penyimpanan senjata!"
Ryuga dan Datuk Azim pergi ke ruangan bawah tanah menggunakan lift, dimana semua senjata disimpan. Kira, Rany, Vanya, dan Josephine keluar dari ruangan meeting lalu menunggu Ryuga di lobi gedung, ada yang ingin mereka bicarakan pada Ryuga.
Ting!
Pintu lift terbuka, Datuk Azim menggesekan kartu pada mesin scanner, dan memasukan kode sandi lalu verifikasi retina mata, wajah, serta 10 sidik jari.
[Akses diterima. Selamat datang tuan Datuk Azim Wirawan]
Suara sistem keamanan gudang penyimpanan senjata menyambut mereka berdua, "Mari masuk!" Datuk Azim melambaikan tangan ke depan mempersilahkan Ryuga masuk ke dalam gudang.
Semua senjat berjejer rapi dan tersusun sesuai jenisnya, ruangan yang cukup luas dengan ukuran 30 meter x 20 meter x 10 meter. Ryuga mengeluarkan 20 kotak besar dari eternal gear dan menyusunnya rapi sesuai arahan Datuk Azim.
Setelah selesai mereka kembali, dan Datuk Azim menghantarkan Ryuga ke lobi. Semua anggota asosiasi guild terheran-heran pada Datuk Azim, pasalnya ia tidak pernah menghantar tamu dengan sangat sopan dan hangat. Hanya beberapa orang yang dilayani dengan baik oleh Datuk Azim salah satunya tentu Lord Gardosen.
"Terima kasih Ryu, atas senjatanya. Kalau kami butuh lagi senjatanya, kami akan menghubungimu!" Datuk Azim menjabat tangan Ryuga.
"Sama-sama ketua, senang berbisnis dengan anda!" Ryuga tersenyum lebar.
__ADS_1