KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 201


__ADS_3

Pesawat induk Regalia King.


'Pssh!' Mesin hibernasi berbentuk kapsul mengeluarkan asap dan penutupnya terbuka perlahan.


"Uhuk ... uhuk ... uhuk ...." Agito terbangun dalam keadaan batuk. "Tubuhku semakin lama semakin lemah. Ini konsekuensi yang harus aku hadapi, gara-gara si kampret sialan itu mendiami tubuhku. Hibernasi istriku masih lama, jika dia sudah bangun, aku bisa melemahkan kekuatannya. Atau ...."


Agito membayangkan wajah Queen Aranya dengan tersenyum licik, tapi yang Agito tahu dan seluruh Lord dan Queen Sangakama, Queen Aranya adalah Aranya seperti biasa. Aslinya, jiwa Aranya sudah hilang, dan lagi-lagi dikendalikan oleh Fayyed menggunakan skill Switch Soul.


Kira tiba-tiba muncul dengan tubuh berkedip dan berlutut satu kaki, "My King, aku sudah menginvestigasi mengenai Queej Aranya dan beberapa orangku telah mati dibunuhnya. Ini indikasi jika Queen Aranya seperti kasus di sektor Nagana."


"Terima kasih, Kira. Kamu memang selalu bisa diandalkan. Maaf juga, jika harus menunda pernikahanmu dengan Geminu." Agito keluar dari kapsul hibernasi dan membelakangi Kira. "Sepertinya aku yang harus mengurus Aranya. Senjataku pun telah menyatu dengan Ryuga. Pinjamkan aku Arc Of Form!"


"Dasar anak itu, tubuhnya selalu serakah," batin Kira menyunggingkan senyum puas.


"Ini My King." Kira mengeluarkan Redblackball dan memberikannya pada Agito dalam keadaan menunduk hormat.


"Kapan senjata ini berevolusi, Kira?" tanya Agito dengan mata melebar.


Pasalnya ia terakhir melihat, masih dalam bentuk bola hitam, buka bola merah kehitaman saat ini.


"Empat tahun yang lalu, My King. Tentu saja Regalia Prince yang melakukannya," jawab Kira masih dalam keadaan berlutut satu kaki dan menunduk hormat.


"Jika aku mengevolusikannya ke level maksimal, apakah kau tidak keberatan Kira?" tanya Agito tersenyum licik.


"Tentu saja My King. Pakai ditanya lagi, aku sudah menantikannya sejak lama," batin Kira tersenyum puas.


"Jangan My King. Bukankah akan menguras energi anda? Tubuh anda sedang dalam keadaan kurang baik. Takutnya membuat kondisi My King semakin buruk," sergah Kira padahal ia ingin.


Tapi bagi Kira, kesehatan Agito lebih penting. Jadi ia mengurungkan niatan tersebut.

__ADS_1


"Aku pergo dahulu, jaga istriku baik-baik Kira! Warp Hole!" seru Agito memunculkan portal berbentuk persegi merah dan masuk ke dalamnya.


Begitu ia keluar, sudah berada di dalam ruangan kantor Queen Aranya, menara Mexus, sektor Sriwijaya dan langsung mencekik leher Queen Aranya, "Dasar anak buah jiwa psikopat! Berani kau membunuh orangku!" teriaknya mengeraskan rahang.


'Bam!' Queen Aranya dibanting ke meja hingga membuatnya hancur luluh lantak. Para penjaga langsung bertindak dan masuk ruangan.


Tapi mereka semua diam ketika melihat Regalia King, yang menginjak kepala Queen Aranya.


"Ha-ha ...." Queen Aranya tertawa cekikikan dan menyeringai, "Aku akui kamu memang hebat, Agito. Bisa tahu kalau aku bukanlah Queen Aranya. Wing Of Darkness God! Flying Hell!"


Dalam sekejap mata, Queen Aranya mengeluarkan sepasang sayap malaikat dan sepasang sayap iblis sama-sama berwarna hitam. Lalu terbang secepat kilat, bahkan saking cepatnya, kaca di jendelanya pun tidak retak atau pecah. Seperti menembus benda-benda padat.


"Warp Hole!" Agito pun mengejarnya dan muncul tepat di depan Queen Aranya yang sudah terbang di atas perairan Samudra Hindia, tangan kanan Agito langsung mencekik leher Queen Aranya, "Percuma saja kau kabur. Evolt Absorption Core!"


Tubuh Aranya dipenuhi ruam merah dan sangat menonjol, bahkan otot-otot di sekitar kedua kelopak matanya, berwarna merah menyala.


"Ha-ha ... percuma saja. Aku masih punya cadangan energi, Fake Eternal Gear!" Aranya membentuk Eternal Gear palsu, tapi berwarna ungu pekat dengan retakan lava putih.


'Shua-shua!' Tanpa menoleh, Agito menghindari semua pukulan Aranya.


"Kira, Redblackball sudah siap berevolusi. Energi evolt sedikit saja sudah cukup. Arc Of Form Final Evolution," lirih Agito yang masih terus menghindari setiap pukulan Aranya tanpa menoleh dan membuatnya kesal setengah mati.


Redblackball berubah warna dari merah menjadi perak metalic dan dirubah menjadi tombak, "Silverball: Sky Pierce!"


Tombak sepanjang 2 meter dan memiliki beban 1 ton berwarna silver, memiliki bilah sepanjang 30 cm, ada dalam pegangan tangan kanan Agito.


'Bang!' Agito melompat setingg8 1 meter dan membalikan badan. Lalu melepaskan tendangan side kick, Aranya menangkis dengan tangan kanan yang memakaI Fake Eternal Gear.


Namun, tubuhnya terdorong kuat hingga terpental ke permukaan tanah. Sekuat tenaga Aranya menyeimbangkan badan dan kakinya bergesekan dengan permukaan tanah.

__ADS_1


"Sial, tendangannya kuat sekali. Kalau tidak memakai Fake Eternal Gear, mungkin tanganku sudah hancur berkeping-keping." Aranya menyeringai kesal dan mengeluarkan tombak juga, tapi tombak Javelin, "Darkness Spear!"


Kekerasan dan kekuatan Darkness Spear lebih kuat satu level dari Infernal Spear. Walau hanya satu level, tapi perbedaan tersebut bagai langit dan bumi.


Secepat kilat Agito bergerak dan sudah hilang dari tempatnya semula melayang. Kecepatannya tidak bisa dilihat oleh mata biasa dan muncul di depan Aranya dengan langsung menusuk bertubi-tubi, "Rapid Sky Pierce!"


'Trang-trang!' Aranya menangkis tusukan cepat tersebut dengan Darkness Spear dan menimbulka suara dentingan yang memekakan telinga disertai percika api di sekitar tubuh mereka berdua.


"Bodoh, jika aku seperti itu terus. Bukan tidak mungkin kau hanya akan mati kelelahan, Agito bodoh! Darkness Spear: On Rush!" seru Aranya.


Bilah tombak Darkness Spear berputar sangat cepat menimbulkan deru angin disertai fluktuasi udara.


Agito hanya menyunggingkan senyum, "Kau pikir serangan selemah ini bisa melukaiku? Silverball: Moon Dragon! Infinty Slash!"


'Slash-slash! Prang!' Tombak Sky Pierce berubah menjadi pedang satu tangan ganda berwarna perak. Lalu Agito menebas sangat cepat, hinga muncul siluet garis-garis secara acak dan tak terkira. Darkness Spear hancur berkeping-keping seperti pecahan kaca.


Bukan hanya itu Cyborg Armor Suit bagian dada yang dipakai oleh Aranya juga hancur, "Bedebah! Darkness Demon Armor!"


Armor berwarna hitam legam dengan helm berbentuk kepala naga hitam, menyelimuti seluruh tubuh Aranya. Bukan hanya itu kedua pasang sayapnya juga terselimuti armor tersebut.


Aura hitam pekat menyelimuti tubuh Aranya dengan tekanan aura Hell setara dengan aura Heaven.


"Kamu memang tidak bisa berpikir jernih rupanya. Aku akan buktikan perbedaan kekuatan dan level kita, Silverball: Silver Fox!"


Agito merubah kedua pedang menjadi bola dan berubah menjadi katana berwarna perak dengan gagang putih juga di ujung gagangya ada gantungan ekor rubah putih.


Aranya terbang melesat tinggi ke udara, lalu melepaskan bulu-bulu hitam yang sangat banyak, "Darkness Feather Calamity!"


"Crescent Moon Fox!"

__ADS_1


Agito menyalurkan energi Evolt pada bilah katana, dan menebas secara horizontal dengan putaran 360 derajat.


__ADS_2