
"Jangan panggil tuan, Inke. Panggil saja Verg, namaku Vergil Wong." Ryuga menyahuti lalu menggendong Jill di punggungnya.
Mereka harus turun di stasiun sebentar lagi, lalu kabur menggunakan taksi. Mereka tidak ingin berurusan dengan polisi dan penjaga keamanan LRT, jika sampai tahu kejadian di gerbong 8.
Ryuga menarik tangan Inke, seperti seorang yang mencintai kekasihnya, membuat Inke tersipu malu.
Dalam 3 menit mereka sudah berada di bawah dan Ryuga melambaikan tangan menghentikan salah satu taksi.
"Silahkan tuan masuk!" seru sopir taksi tersenyum ramah.
Mereka bertiga sudah di dalam taksi, "Pak, tolong ke Gorce Steel ya," pinta Ryuga.
Supir taksi itu cukup ketakutan ketika Ryuga mengatakan Gorce Steel karena takut pada White Wolf atau Aldnix.
Nama White Wolf sang pemilik Gorce Steel dirumorkan adalah monster pemakan manusia, makanya supir taksi ini sangat takut.
Supir taksi itu dengan terpaksa menghantar Ryuga, Inke dan Jill ke Gorce Steel. Ryuga sudah mencium gelagat ketakutan dari wajah supir taksi, dalam 30 menit mobil itu sampai.
Ryuga memberikan uang 100.000 yen, uang yang terlalu banyak untuk pembayaran jarak 40 km.
Vlidcky membukakan gerbang dan Ryuga langsung sumringah wajahnya. Ketika melihat Aldnix bersama Kira di sampingnya, menyambut Ryuga.
"Guru?" Ryuga langsung memeluk Kira, "Kapan datang?"
"Semalam, ayo kita masuk, Verg!" Kira melepaskan pelukan Ryuga dan tersenyum hangat, "Kamu memang selalu menjadi berlian, walau di dalam kotoran, he-he-he."
"Sial, guru selalu saja merusak keceriaanku," batin Ryuga kesal.
Mesin yang dibuat oleh Miku sudah selesai,Vlidcky banyak membantu memperbaiki beberapa mesin mobil yang rusak parah.
"White Wolf, tolong jaga Inke. Untuk saat ini dia akan tinggal bersama kalian," pinta Ryuga.
"Baik, tuan muda," sahut serentak Aldnix, Vlidcky dan Miku.
"Mari, nyonya!" Miku menuntun Inke dan Jill ke meja makan di dalam ruangan yang sudah dibersihkan oleh Vlidcky.
"Siapa wanita itu Verg?" tanya Kira menelisik, dan melanjutkan sambil berbisik, "Jangan bilang itu calon istri juga, pffft!"
__ADS_1
"Sial, kau guru. Calon istriku saja sudah banyak sekarang, makanya aku menikmati peran ini," balas Ryuga berbisik. "Ada apa menemuiku?"
"Tidak apa-apa. Aku hanya menghantarkan kakakku, aku juga akan segera pergi. Oh ya satu bulan lagi aku akan menikahi Gemusha dan Inusha. Kamu datang ya!" pinta Kira menaik-turunkan alisnya.
"Beres! Aku harap masalah disini selesai." Ryuga mengacungkan jempol dengan terkekeh pelan. "Emang kuat dua?"
"Murid lucknut, emang aku sejompo itu, hah? Jangankan dua, tiga juga masih kuatlah." Kira kesal membuang muka.
"Guru, mau ikut bermain tidak? Aku sedang bermain permainan seru lho." Pertanyaan Ryuga membuat Kira penasaran, sangat penasaran.
"Bilang dulu apa?" Kira mengerucutkan bibir dan mendengar bisikan Ryuga, "Oh, seru sekali. Baiklah, aku akan ikut. Tapi aku tidak akan merusak nama itu, aku akan membantumu. Aku akan pergi ke suatu tempat, kamu pasti tahu dimana bukan?"
"Ya, pergilah. Aku akan bersiap, he-he-he." Ryuga terkekeh pelan. Lalu kira hilang dari pandangan.
"Sebenarnya mau main apa sih? Aku tidak diajak?" Aldnix merass cemburu hanya Kira yang diajak bermain oleh Ryuga.
"Maaf, White Wolf. Kuota pemainnya sudah tercukupi, bagaimana kamu ikut bermain tapi jadi anak bawang. Mau?" tanya Ryuga lalu berbisik pada Aldnix.
***
Markas utama Asosasi Rinbo.
Tempat dimana dahulu Agito diculik dan diselamatkan oleh Austin gurunya di akademi militer dahulu.
Kira juga waktu itu ikut penyelamatan, tapi begitu masuk dinding ilusi. Jalan setapak itu berubah menjadi sebuah jalanan aspal menuju sebuah akademi pembunuh bayaran yang sudah modern.
Asrama-asrama seperti kematian, tapi tempat seperti Death Forest, Hill Scream, Lake Lust dan Dark Waterfall masih ada dan dipertahankan.
Kira mengeluarkan Redblackball yang sudah ia bentuk menjadi katana berbilah merah darah.
"Maju, jangan bermain-main. Aku akan berikan namaku sebelum kalian tiada, namaku Red Dragon!" teriak Kira mengancam sekelebat bayangan hitam yang sedang mengawasinya.
Satu ninja berpakaian hitam melesat dan menyerang Kira dari belakang. Tanpa melihat ke belakang, Kira menaruh katana merah darah itu ke punggung untuk menangkisnya.
"Fullmoon Slash!"
Kira menebas dengan memutar 360 derajat, tebasan itu berhasil ditangkis walau bilah ninjato yang dipegang ninja hitam tersebut patah. Ia terdorong dan menabrak salah satu pohon hingga retak.
__ADS_1
Kira tidak menghentikan serangan dan berlari cepat mengayunkan katana merah darah secara horizontal. Ninjam berhasil menunduk, tebasa Kira berhasil memotong batang pohon yang besar itu menjadi dua.
"Cukup!" Ninja merah tiba-tiba muncul dan memegang bilah katana merah darah milik Kira. "Kamu diterima, ayo masuk!"
Kira memakai replika Mask Of Universe berwarna merah dengan garis kanan dan kiri hitam, dia tersenyum licik dibalik topengnya.
"Permainan di mulai," batin Kira tertawa jahat.
Kira dituntun oleh ninja merah ke salah satu gedung berwarna merah memiliki 10 lantai. Gedung tersebut adalah markas tersembunyi Asosasi Rinbo dan memiliki pemimpin Asosiasi bernama Sasuke Sarutozi.
"Silahkan, anda mendaftar Red Dragon!" Kira mendaftar menjadi anggota asosiasi Rinbo dan mendapatkan rank S langsung, karena Kira tidak menyembunyikan kuasanya di level Devastation dan level 9 Divya.
"Hanya ranker S, sungguh lemah." Kata-kata Kira membuat pembunuh bayaran ranker S naik pitam.
"Jangan sombong, aku bisa menghancurkan pantatmu, bodoh!"
"Kata-katamu membuatku telingaku sakit dasar laki-laki tulang karet."
"Asu-asu, ingin kuinjak terongmu itu hingga remuk. Aku habisi kau kali ini."
Ada 10 pembunuh bayaran ranker S yang naik pitam, dan tak segan-segan siap mengirim Akira ke neraka. Mereka semua hilang dari pandangan Kira.
"Bodoh, hawa membunuh kalian terlalu pekat. Flying Space!"
Kira juga hilang dari pandangan dengan hawa membunuh yang lenyap. Kira bertarung dengan 10 pembunuh bayaran, suara dentingan senjata bergaung di dalam asosiasi Rinbo.
Tidak ada yang melerai, karena memang di asosiasi Rinbo memperbolehkan setiap anggotanya untuk membunuh.
10 pembunuh bayaran ranker S yang membawa belati mulai terlihat, mereka kebingungan tidak bisa merasakan hawa membunuh Kira.
"Space Slash!"
Kira melakukan tebasan beruntun dan tanpa suara sama sekali. Tiba-tiba tubuh 10 pembunuh bayaran bajunya koyak, mereka tidak dapat memprediksi serangan Kira.
Kira hanya memberikan mereka pelajaran dengan membuat bayu mereka menjadi serpihan-serpihan kain.
Mereka semua malu bukan kepalang karena tidak memakai sehelai benang pun, "Kyaaak!" mereka bersepuluh berteriak melengking, dan tersipu malu dengan menutupi bagian intim mereka.
__ADS_1
"Ha-ha-ha ... sungguh konyol."
"Ranker S? Aku pikir mereka hanya ranker F, ha-ha-ha ..."