KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 242


__ADS_3

[Selamat, juragan berhasil naik ke level Mythic 2. Untuk naik level selanjutnya dibutuhkan 2.200.000 poin pengalaman]


[Selamat, juragan berhasil naik ke level Mythic 3. Untuk naik level selanjutnya dibutuhkan 2.300.000 poin pengalaman]


[Selamat, juragan berhasil naik ke level Mythic 4. Untuk naik level selanjutnya dibutuhkan 2.400.000 poin pengalaman]


[Selamat, juragan berhasil naik ke level Mythic 5. Untuk naik level selanjutnya dibutuhkan 2.500.000 poin pengalaman]


[Selamat, juragan berhasil naik ke level Mythic 6. Untuk naik level selanjutnya dibutuhkan 2.600.000 poin pengalaman]


[Selamat, juragan berhasil naik ke level Mythic 7. Untuk naik level selanjutnya dibutuhkan 2.700.000 poin pengalaman]


[Selamat, juragan berhasil naik ke level Mythic 8. Untuk naik level selanjutnya dibutuhkan 2.800.000 poin pengalaman]


[Selamat, juragan berhasil naik ke level Mythic 9. Untuk naik level selanjutnya dibutuhkan 6.000.000 poin pengalaman]


[Selamat, juragan berhasil naik ke level Flawles 1. Untuk naik level selanjutnya dibutuhkan 2.900.000 poin pengalaman]


[Selamat, juragan berhasil naik ke level Flawles 2 . Untuk naik level selanjutnya dibutuhkan 3.000.000 poin pengalaman]


[Selamat, juragan berhasil naik ke level Flawles 3. Untuk naik level selanjutnya dibutuhkan 3.100.000 poin pengalaman]


[Selamat, juragan berhasil naik ke level Flawles 4. Untuk naik level selanjutnya dibutuhkan 3.200.000 poin pengalaman]


[Selamat, juragan berhasil naik ke level Flawles 5. Untuk naik level selanjutnya dibutuhkan 3.300.000 poin pengalaman]


[Selamat, juragan berhasil naik ke level Flawles 6. Untuk naik level selanjutnya dibutuhkan 3.400.000 poin pengalaman]


[Selamat, juragan berhasil naik ke level Flawles 7. Untuk naik level selanjutnya dibutuhkan 3.500.000 poin pengalaman]


[Selamat, juragan berhasil naik ke level Flawles 8. Untuk naik level selanjutnya dibutuhkan 3.600.000 poin pengalaman]


[Selamat, juragan berhasil naik ke level Flawles 9. Untuk naik level selanjutnya dibutuhkan 9.500.000 poin pengalaman]


[Selamat, Guild Emperor telah menyelesaikan Piramida Pusara Warbeast Den]

__ADS_1


[Selamat, Guild Imperial Darkness telah menyelesaikan Piramida Pusara Cybernetic Den]


Eye Drone memunculkan panel hologram di LCD digital besar. Banyak penonton yang kehilangan uangnya, karena bertaruh pada Guild Infernal Darkness milik Josephine.


Akira kalah cepat membunuh Emperor Monarch Mecha, karena lebih dahulu dibunuh oleh Ziya. Walau untuk membunuh Emperor Monarch Mecha bernama Zenia Arvenia tersebut mengerahkan semua kekuatannya.


Mereka sudah diteleportasikan ke arena Velodrome Bloodfallen kembali. Menunggu keputusan siapa yang akan menang.


Akira memberikan Vistamp Draco Crystal pada Ziya dengan muka ketus, "Ini untukmu. Seharusnya kau mengembalikan pedangku."


"Tidak mungkinlah. Kau kalah, jadi pedangmu akan menjadi milikku, selamanya." Ziya menekan kepemilikan Ryutaiga dengan menekankan kata selamanya. Agar Akira sadar diri bahwa Ryutaiga bukan lagi miliknya.


"Haaa ...!" Penonton kembali bersorak sorai menyambut Ziya dan Ryuga yang berhasil menyelesaikan Piramida Pusara masing-masing.


Dengan perasaan kecewa, Akira berjalan gontai keluar arena, meninggalkan Ziya dan Ryuga disana sebagai pemenang. Ia tak menyangka di bumi selemah ini.


"Paman, tunggu!" Ryuga mengejar Akira dan memeluknya, "Aku berjanji akan merebut Ryutaiga untukmu dari Ziya. Asal paman memberikan setitik darah paman untuk menyelamatkan kakek."


"Paman? Kakek? Siapa kamu sebenarnya?" Akira melepaskan pelukan Ryuga dengan mata menyipit.


"Nona Ziya, anda dewi kami!"


"Tuan Ryuga, anda dewa kami!"


"... ...."


Penonton sangat riuh, ada yang mendukung Ziya dan didominasi kaum Adam. Adalagi yang mendukung Ryuga dan didominasi kaum Hawa.


"Baik, karena hasilnya seri. Guild Emperor menaklukan dua Piramida Pusara dan Guild Imperial Darkness menaklukan dua Piramida Pusara. Maka untuk menentukan juara pertama adalah dengan pertandingan antara Guild Emperor dan Imperial Darkness yang akan diwakili anggota Guild yang tersisa," jelas Kira membuat penonton berteriak riuh dan semakin ramai.


"Hei, Ziya. Masih ingatkan taruhan kita?" Ryuga mengingatkan perjanjian tantangannya sewaktu di depan kantor Guild Emepror cabang sektor Sriwijaya.


Tenang saja. Aku sudah ukir di dalam otakku dan takan kulupakan begitu saja." Ziya menjawab sambil melipat tangan, penuh dengan ketenangan. "Tapi, aku pastikan kalian akan tunduk di bawah kakiku."


"Jangan membual. Kamu boleh mengalahkan paman Akira, tapi aku tidak mudah untuk kamu kalahkan. Awakening Eternal!" Tubuh Ryuga diselimuti aura merah kehitaman.

__ADS_1


Padahal belum diberi aba-aba, tapi suasana kondisi di arena semakin panas.


"Baiklah, karena mereka berdua sudah tak bisa menahan lagi seperti pengantin baru yang sedang malam pertama. Kita akan mulai saja pertandingannya. Peraturannya mudah, dilarang membunuh. Tidak ada batas arena, peserta dinyatakan menang jika berhasil membuat pingsan lawannya atau lawan mengaku kalah," jelas Kira. "Bersiap, mulai!"


"Bloodles Dancer!" Ziya mengeluarkan Dagnas Fang dan melesat ke arah Ryuga, secepat kecepatan peluru.


'Trang!' Ziya melakukan tebasan beruntun dan Ryuga hanya menangkisnya dengan Eternal Gear.


"Seranganmu itu terlalu lemah, hanya seperti goresan kapas saja. Rising Sun!" Ryuga melancarkan pukulan uppercut, sasarannya adalah rahang Ziya.


'Bang!' Kedua Dagnas Fang disilangkan untuk menangkis pukulan Ryuga. Walaupun pukulan uppercut bisa ditahan, tapi tenaganya terlalu kuat. Ziya tubuhnya terpelanting ke udara.


"Ini belum berakhir, Infinity Dark Ball!" Ziya berhasil menyeimbangkan tubuh dan melakukan tebasan beruntun di udara untuk menciptakan bola-bola hitam yang melesat ke arah Ryuga.


'Bam-bam!' Ryuga hanya mementalkannya ke berbagai arah. Ada yang mengenai pembatas arena, melesat ke langit dan menghantam permukaan arena.


Ekpresi raut wajah Ryuga berubah dingin, bahkan di sekitar tubuh Ryuga, suhunya mencapai minus 20 derajat.


"Ethereal Assasin Weapon: Dragon Chain!" Ziya yang masih melayang di udara melepaskan 10 rantai dari telapak tangannya dan berhasil menjerat tubuh Ryuga.


"Lemah. Haaa ...!" Rantai itu hancur berkeping-keping, hanya dengan Ryuga mengerang.


"Silent Vanish!" Tubuh Ziya menjadi bayangan dan hilang dari pandangan Ryuga.


[Selamat, juragan naik ke level 11 Regalia]


[Selamat, juragan naik ke level 12 Zagad King]


'Trang!' Ziya muncul disamping kanan Ryuga dan Ryuga berhasil menahan tusukan Dagnas Fang, lagi-lagi hanya dengan Eternal Gear.


"Secepat apapun kau bergerak, dimataku kau hanya bergerak sangat-sangat lambat di depanku," cibir Ryuga mendorong Ziya dengan lengannya hingga Ziya terpundur jauh.


"Aku merasa dia telah naik level di atasku. Padahal kenaikan levelnya hanya di level 12 Zagad King sama dengan levelku," gumam Ziya kesal dan menngernyit karena sudah tiga kali serangannya mudah sekali di patahkan, "Aku harus menggunakan kartu trufku."


Ziya menyimpan Dagnas Fang ke dalam jam tangan ruang dan mengeluarkan Ancient Beast Ball Cerberus. Dengan tatapan manik mata setajam mata elang, Ziya bersiap menyerang kembali, "Battle Stance: Devil Cerberus!" serunya.

__ADS_1


__ADS_2