
Batu logam yang dikumpulkan oleh penduduk terpinggirkan Diamond Frost cukup banyak. Dari iron, bronze, silver, gold, diamond, platinum, mythril, paladium, carbonadium, Vanadium, Vibranium hingga Adamantium. Gemusha dan Inusha serta Ryuga sangat heran darimana mereka mendapatkan batu logam yang sangat mahal harganya itu.
Dari batu gold sampai Adamantium adalah batu logam yang sangat mahal harganya. Ryuga berpikir jika sampai tambang logam itu ditemukan pemerintahan Sangakama maka habislah sudah nasib para warga terpinggirkan.
Ronald melayani pembeli di dalam toko Brans, meskipun baru dibuka antusias pembeli sangat bagus. Ryuga menjual harga persenjata cukup murah hanya 10.000/ senjata tipe iron masa ketahanan cukup lama, sedangkan harga pasaran untuk senjata tipe iron minimal 50.000.
Semu batu logam yang dijual penduduk Yosep borong dengan harga 50 juta, nampak gunungan batu logam yang di taruh di belakang toko senjata brans. Warga sangat senang dan Ronald membagi rata uang itu kepada mereka. Ryuga menyuruh mereka untuk libur mencari batu logam tapi membantu membangun gudang penyimpanan batu logam di belakang toko senjata yang tanahnya masih kosong.
Dalam sekejap hanya 3 jam 100 senjata iron ludes terjual dan menghasilkan 1 juta, Tapi ini hasil yang cukup lumayan pada pembukaan pertama. Ryuga hari ini terus membuat senjata seharian, ia menempa bongkahan besar logam iron dan logam bronze.
Berkat arc of embodiment Ryuga tak perlu susah payah untuk membuat senjata, hanya memasukannya pada formasi dan membayangkan bentuk senjatanya maka dalam 1 menit satu buah senjata selesai dibuat.
"Poin skill blacksmith selanjutnya adalah 3000 poin skill. Aku harus meningkatkan minimal sampai diamond dan membuat stok senjata yang lebih banyak di pasaran, setelah cukup kuat, aku kan membuat guild petualang dan memberikan mereka misi untuk membersihkan sektor Majapahit dari para monster," gumam Ryuga yang terus membuat senjata, kecepatan tangannya sangat cepat setelah mendapatkan kuasa wind.
[Selamat juragan berhasil mendapatkan 5 poin skill blacksmith] 200 kali.
Ryuga berhasil membuat 200 senjata tipe iron dengan jenis yang berbeda-beda. Inusha menggambar cetak biru senjata mulai dari pedang dengan berbagai jenis sepeti Rapier, katana, xyphos dan gladius. Tombak, panah, staff, juga pedang serta perisai.
__ADS_1
[Selamat juragan berhasil mendapatkan 10 poin skill blacksmith] 200 kali.
[Selamat juragan berhasil menaikan level blacksmith ke level 3. Juragan bisa membuat senjata bertipe logam silver. Poin skill yang dibutuhkan untuk naik level selanjutnya adalah 9.000 poin skill]
"Ternyata kenaikan poin pengalaman untuk naik level adalah tiga kali lipat," pikir Ryuga sambil mengelus dagunya. "Nampaknya aku harus membuat stok senjata lebih banyak."
Ryuga kembali membuat senjata kali ini tipe silver, ia membuat 500 tipe silver dan menjualnya 40.000. Sedangkan tipe bronze Ryuga menjualnya 30.000, padahal harga di pasaran 150.000 untuk tipe silver dan 100.000 untuk tipe bronze.
Ronald dibantu Gemusha dan Inusha kembali memajang tiga tipe senjata masing-masing seratus pada dinding toko. Toko yang Ronald miliki cukup luas, berukuran 20 meter x 30 meter dan memiliki dua lantai. Ronald bisa memajang senjata pada masing-masing bagian sisi toko 100 senjata. Sisi kanan 100 senjata iron, sisi kiri 100 senjata bronze dan sisi tengah dekat dinding 100 senjata silver.
[Selamat juragan berhasil mendapatkan 10 poin skill blacksmith] 500 kali.
Tiba-tiba Inusha yang sedang melayani pelanggan di tampar hingga tersungkur oleh seorang blacksmith lain dengan kepala botak, janggut yang lebat menutupi sisi kanan dan kiri pipinya, hingga menyatu dengan jambangnya. Kulitnya cukup hitam kecoklatan dan giginya sangat hitam di sela-sela antar gigi.
Plak!
"Kamu ini tidak tahu aturan, dasar wanita ******. Menjual senjata dengan harga seenaknya, hah!" teriak Kosmo berapi-api yang juga mempunyai toko senjata di bagian utara kota Diamond Frost. Wajah Kosmo memerah padam karena sangat marah, karena toko Ryuga menjual harga senjatanya sangat murah, ia jadi kehilangan banyak pelanggan.
__ADS_1
Gemusha geram adik kesayangannya ditampar, untung saja topeng Inusha tidak lepas. Jika yang ditampar Kosmo adalah pemimpin sektor Majapahit, Kosmo bisa kencing di celana. Gemusha memapah Inusha yang masih syok, "adiku kamu tidak apa-apa?" tanya Gemusha dengan raut khawatir, jika kuasa flamenya masih ada mungkin Kosmo ia sudah dijadikan manusia panggang.
"Tidak apa-apa kak. Mungkin ini adalah bagian dari penebusan dosa-dosa kita," jawab lirih Inusha dengan raut muka sedih dari balik topengnya, Gemusha hanya menganggukan pelan kepalanya.
"Hai Kosmo! Kamu ini bagaimana dalam berbisnis itu harga dan kualitas menentukan. Wajar saja toko ini menjual senjatanya lebih murah, bahkan kualitasnya sangat jauh dari senjata yang kau buat!" ejek Rogue yang merupakan kolektor senjata dari Mesir.
Rogue tak sengaja berkunjung ke Diamond Frost tadinya hanya sekedar makan dan menyelesaikan berbagai urusan lalu kembali lagi ke Mesir. Namun Rogue penasaran jika ada pembukaan toko senjata baru bernama Brans di Diamond Frost dan mengunjunginya.
"Bedebah kau Rogue! Kolektor senjata sampah sepertimu tahu apa tentang bisnis. Kau pun tak mengerti tentang jenis logam, kau hanya membeli senjata, hanya melihat dari sisi keinginan sampahmu saja, bukan dari kualitas senjata yang dibuat oleh seorang blacksmith sejati!" umpat Kosmo dengan berapi-api.
Ryuga yang sedang beristirahat di ruangannya terkejut, mendengar bising-bising di luar, lalu keluar dari ruangannya. "Ada apa ini tuan-tuan? Jika pelayanan kami kurang baik, kami minta maaf!" ujar Ryuga membungkuk hormat. Salah satu petugas keamanan Diamond Frost sudah melaporkan kejadian ini pada Anilika agar datang ke toko Brans menyelesaikan masalah ini.
"Jadi kau yang pemilik toko ini, bocah tengik!" Kosmo raut mukanya semakin marah dan berapi-api setelah melihat Ryuga, Kosmo berkacak pinggang lalu menarik kerah baju Ryuga. "Kau ini tahu tidak? bodoh! Kita disini punya aturan untuk tidak menjual senjata dibawah harga yang aku tetapkan, idiot!"
Kosmo mendorong Ryuga hingga membentur tembok, 10 senjata yang dipajang pada dinding kiri terjatuh terkena tubuh Ryuga. "Tunggu! Jangan main kasar tuan Kosmo!" teriak Anilika dari luar pintu. "Kita bisa menyelesaikan masalah ini baik-baik tuan Kosmo!"
Dengan raut muka sinis Kosmo membalikan badan, "memangnya solusi apa yang bisa kau berikan dasar walikota ******?!" umpat Kosmo yang sangat membenci Anilika dan menganggapnya hanya pemimpin sampah karena masih muda. Padahal Anilika mampu memimpin Diamond Frost menjadi dua kali lipat lebih baik dari pemimpin sebelumnya yaitu Ayah Anilika, Jersey Rod.
__ADS_1