KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 63


__ADS_3

Anton dalam bentuk kera puritih dan membawa gold stick terpental, ia mengalami shock berat lalu pingsan. Josephine segera menyimpan koin itu ke dalam jam tangan penyimpanannya.


[Pengumuman tim 21 telah tereliminasi]


[Pengumuman tim 20 telah tereliminasi]


[Pengumuman tim 18 telah tereliminasi]


[Pengumuman tim 4 telah tereliminasi]


[Pengumuman tim 8 telah tereliminasi]


Zaleem terus mengumumkan tim yang tereliminasi dari mikropon akademi. Ryuga yang terlentang di atas batu hanya mendengarkan seksama informasi dari Zaleem, "Tersisa 12 tim lagi. Ini sudah berlangsung 6 jam setelah ujian di mulai." Ryuga meminum stamina potion untuk menyegarkan tubuhnya.


Ryuga turun dari batu perlahan, kadet memakai penutup kepala menyerangnya dengan monster panggilannya slime, ada 5 jenis slime, red slime, blue slime, yellow slime, green slime dan King slime.


"Sumoner : slime,gore hit!"


Kelima slime melompat dan menabrakan badannya yang seperti jeli pada Ryuga. Tubuh Ryuga miring dan berkedip setiap slime akan mengenai bagian vital tubuhnya.


"Fireball!"


Ryuga backlift tiga kali untuk menjauh dari para slime, bola api menyasar kepalanya dari samping. Ryuga kembali berkedip menghindari serangan tim 12 secara tiba-tiba, Ryuga sudah di kepung dari 4 sisi.


"Fire ball!"


"Thunder ball!"


"Wind ball!"


Kadet dari tim 12 melesatkan serangan bola api, angin, dan petir dari sisi yang berbeda.


Boom!


"Hai! Kalian itu menyerang siapa? Aku disini bodoh!" Ryuga sudah berada di atas batu yang menjulang tinggi, ia menggunakn skill tickster sebelum bola-bola itu mengenainya. "Great fire anihiliation!


Swush!


Ryuga menyemburkan api yang sangat besar ke arah 4 kadet tim 12. 1 kadet melompat bersama kelima slime miliknya, ketiganya menahan dengan kuasa masing-masing, namun api yang Ryuga keluarkan terlalu panas membuat mereka bertiga pingsan.


Ryuga menarik kembali api yang dikeluarkan dari mulutnya dan melesat cepat ke arah kadet yang kabur dengan kelima slime miliknya.

__ADS_1


Bang!


Ryuga berhasil mengejarnya, lalu mengerahkan tendangan ke badan kadet, dan mementalkannya, kaki itu digerakan secara cepat juga untuk menendang kelima slime. Mereka semua terhenti setelah menabrak bebatuan di training file rock.


Duar!


Training field dessert bersebelahan dengan training field rock. Ryuga segera menggeledah jam tangan penyimpanan milik kadet tim 12 masing-masing. Ryuga menemukan koin di kadet yang menggunakan kuasa fire. "Aku pikir summoner itu yang menjadi coin keeper ternyata salah dugaanku." Ryuga mengambil koin itu dari kadet bernama Andi dari tim 12.


[Pengumuman tim 12 telah tereliminasi]


[Pengumuman tim 14 telah tereliminasi]


[Pengumuman tim 10 telah tereliminasi]


[Pengumuman tim 5 telah tereliminasi]


[Pengumuman tim 2 telah tereliminasi]


Zaleem kembali mengumumkan dari mikropon. Josephine, Rany, dan Vanya sedang duduk di atas batu menikmati makanan. "Kemana sih bocah keparat itu? Apa dia juga sedang berburu?" Josephine mengerucutkan bibirnya. "Kalau dia kembali, aku pasti akan menghajarnya habis-habisan. Lihat saja nanti, hmph!"


"Sudahlah Josephine lebih baik kita fokus untuk lolos, tersisa tinggal 4 tim lagi yang harus kita tumbangkan." Rany mencoba menenangkan Josephine yang terus kesal atas ulah Ryuga meninggalkan mereka bertiga.


Ryuga kembali menggunakan skill trickster, "Taraaaa! Aku kembali membawa satu koin lagi!" Ryuga mengacungkan koin di tangan kanannya. "Tak sia-sia akan aku kabur, hehehe!"


"A-ampun Josephine lepaskan, aku tidak akan kabur lagi." Ryuga dicekik oleh lengan Josephine, ia berkata dengan suara terbata-bata.


Bletak!


Josephine, Vanya, dan Rany juga serentak memukul kepala Ryuga yang dipeluk lengan Josephine. "Mak tolong mak! Aku mendapatkan KDRT mak!" teriak Ryuga dengan suara parau.


[Pengumuman 7 tim yang bertahan tim 6, 7, 9, 11, 15, 16, dan tim 17]


"Tim Angelina juga masih bertahan, semoga kamu bisa lolos Angelina," batin Josephine.


"Lebih baik kita bersantai saja, kita bersembunyi di gua waterfall saja. Dan biarkan 6 tim yang tersisa beradu dan kita tinggal menikmatinya, lagi pula tim kita sudah mendapatkan 7 koin," usul Rany.


"Ide yang sangat bagus, lebih baik kita bersantai." Vanya tersenyum dan menjentikan jari.


"Hah dasar, kamu itu rambut helm! Tahunya santai saja," Ryuga mendorong kepala Vanya.


"Sana jangan dekat-dekat tangan itu padaku, bau tahu! Jangan-jangan kau itu habis berak dan cebok tapi lupa cuci tangan ya!" Vanya menepis tangan Ryuga. "Bau tau!"

__ADS_1


"Enak saja, tanganku wangi ini!" Ryuga mencium tangannya bolak-balik. "Tuh kan wangi, gak bau kok."


"Jahahaha! Rambutmu itu Vanya kena tahi burung, lihatlah!" Rany menunjuk tahi burung di kepala Vanya.


"Maaf Ryu, hehehehe. Aku akan pergi ke waterfall untuk membersihkan rambutku, dah!" Vanya melambaikan tangan.


"Tunggu aku temankan, kalau kamu diculik dan oleh tim yang lain kan repot." Ryuga mengikuti Vanya menuju training field waterfall.


**


Training Field Jungle.


Tim 9 terdiri dari Raras, Angelina, Verel dan Boy sedang berjibaku melawan tim 17 yang terkenal punya penampilan menyeramkan. Selain memakai seragam kadet dari tim 17 juga memakai jubah hitam dengan topeng iblis. Membawa senjata Scythe (tongkat mempunyai bilah sabit).


Mereka selalu menyerang secara berkelompok. "Raras mundur, jangan terlalu jauh! Boy lindungi kita di depan tapi jangan terlalu jauh! Angelina gunakan skill summoner dragon, panggil Xaverion, Selion, Gargoyle, Stardust dan Zedra!" Verel sudah melapisi tubuhnya dengan armor lightning berwarna merah.


"Sumoner, five god dragon!"


"Expansion roller ball!"


"Divine protection!"


Angelina memanggil naga elemental kecil panjang 2 meter. Raras memunculkan siluet kubah berwarna kuning transparan, sementara Boy merubah tubuhnya lebih besar 2 kali lipat dan berputar cepat menjadi bola gerigi.


Tim 17 mulai menyerang, mereka melayang dan membawa scythe, target mereka adala Verel sang kapten sekaligus coin ceeper.


Trang!


Trang!


4 anggota tim 17 berhadapan langsung dengan Boy yang melesat ke arah mereka. Scythe ditebas ke arah Boy dan mengeluarkan percikan api.


"Angelina kamu tetap diam di dalam kubah Raras, aku akan menjatuhkan salah satu dari mereka. "Birds chirping, assault!" Verel melesat dan keluar dari kubah dna memotong salah satu scythe milik tim 17.


Zrrrt!


Klang!


Salah satu tim 17 selain scythenya patah dia juga ikut tersetrum listrik merah milik Verel. "Satu jatuh!" Verel menyeringai licik, Boy terpental menbrak pepohonan oleh dorongan tiga Scythe milik tim 17.


Boom!

__ADS_1


"Hahaha, kalian pikir mudah melawan empat dewa kematian dari Lebak Bulus, serang!" kapten tim 22 bernama Erwin melambaikan tangan untuk menyerang Boy yang sudah terkapar.


__ADS_2