
Mobil Cyborg itu bergerak cepat secara otomatis, Vlidcky mengarahkan mobil tersebut ke arah Parc des Buttes-Chaumont.
Parc des Buttes-Chaumont merupakan taman air terjun, gua serta danau buatan. Di dalam gua tersebut adalah tempat persembunyian klan utama Vercraft.
"Kamu sudah menemukannya, Vlidc?" tanya Vergil.
"Cukup susah. Tapi aku berhasil melacak dengan teknologi Scouter yang aku tingkatkan untuk mencari partikel energi khusus selain Veda. Contohnya Zerocity dan Evolt, tapi klan Vercraft utama sebenarnya tetap memiliki energi Veda. Namun mereka punya bakat khusus yang mengompresi partikel energi Veda tersebut menjadi lebih padat ...."
"Maksudnya? Aku tak paham. Coba jelaskan lebih sederhana, jika masalah seperti ini aku tak pintar, he-he ...," potong Vergil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.-
"Intinya dua molekul energi Veda menjadi satu molekul. Jadi memiliki kepadatan yang lebih tinggi dibanding Divya pada umumnya. Makanya klan Vercraft anggota klan baik cabang dan Utama memiliki kuasa langka. Tapi hanya aku yang memiliki kepadatan molekul yang lebih tinggi dari semua Divya, aku memiliki tiga molekul energi Veda menjadi satu molekul," jelas Vlidcky membuat Vergil berdecak kagum.
Di kanan dan kiri mobil ditembaki senjata laser, ratusan peluru, bahkan bom. Bukannya tidak kena, tapi memang mobil tersebut bergerak sendiri untuk menghindari serangan Asosiasi Rinbo.
"Hebat juga mobil ciptaanmu itu, Vlidc," puji Vergil tersenyum puas.
"Jika bertarung aku memang lemah, tapi jika bertarung dengan alat, itu adalah keahlianku." Vlidcky dengan penuh kebanggan menekan tombol 'ENTER' pada papan ketik digital.
Dari bagian atap mobil mengeluarkan moncong senjata laras panjang dan langsung membidik dengan sangat tepat.
'Srash!' Peluru yang dibuat dari energi Veda melesat cepat dari moncong dan menembus dada. Bukan hanya satu dada, tapi 10 dada anggota Asosiasi Rinbo dalam 1 detik.
10 anggota Asosiasi Rinbo yang terbang di udara menggunakan wing suit jet dan menggunakan skill stealth langsung tewas seketika. Tubuh mereka meluncur ke permukaan tanah dengan cepat dan hancur berkeping-keping.
"Semuanya aman, bos. Kita bisa lancar menuju tempat persembunyian klan Vercraft." Vlidcky mengacungkan jempol dan tersenyum lebar pada Vergil.
"Kerja bagus, Vlidc." Vergil mendorong kepala bagian belakang Vlidcky dan melanjutkan, "Jika kamu sudah bertemu dengan keluargamu dan membereskan masalahnya. Apa kau akan pergi dari Bloodfallen?"
"Apa yang sedang anda pikirkan bos? Tentu saja, tidak. Aku akan mengikutimu sampai mati. Tanpamu aku hanya akan tetap menjadi sampah." Vlidcky menggeleng tegas.
Dia tahu balas budi, tapi bukan saja tentang balas budi. Vlidcky sangat baik diperlakukan oleh Vergil dan semua anak buah Vergil yang lebih mengutamakan memanusiakan manusia.
Apalagi sumber daya Bloodfallen tidak terbatas dan Vlidcky bisa melakukan eksperimen apapun tanpa ada hambatan. Salah satunya adalah Mobil Cyborg.
"Sial, semua kawanku tewas hanya dalam satu detik. Sungguh kemampuan yang sangat hebat dan itu juga menggunakan energi Veda. Aku akan mengikuti mereka akan kemana." Haniwa mengeraskan rahang dan urat otot diwajahnya menonjol besar.
Haniwa terus mengikuti dari atas mobil Vlidcky, hingga ia masuk dalam sebuah pepohonan lebat.
__ADS_1
Mobil tersebut menembakan sinar laser dan membentuk portal, "Kita akan masuk, bos. Aku sengaja mengecoh mereka, karena sensorku menunjukan ada beberapa Divya yang cukup kuat mengikuti kita. Aku harus mengecohnya."
Vlidcky mengemudikan mobil itu masuk ke dalam portal dan keluar di sebuah danau, "Modr Vortex!" lalu menekan papan ketik digital sangat cepat dan terakhir menekan tombol 'ENTER'.
Keempat ban mobil tersebut berubah menjadi perahu karet dan memiliki mesin perahu berkecepatan tinggi, tapi tidak menyebabkan bising.
"Klanmu sangat hebat. Pantas saja tidak ada yang bisa menemukan kalian. Medan pelindung yang dibuat di daerah ini sangat kuat dan juga menciptakan ilusi," puji Vergil tersenyum tipis dan bisa merasakan dengan sensor energinya. Jika air terjun tersebut di pasang medan pelindung.
"Ya, bos. Tapi sepertinya sudah melemah, atau bahkan rusak." Raut muka Vlidcky tiba-tiba menjadi datar, bahkan terkesan marah dengan tatapan tajam dan melanjutkan, "Lebih baik kita harus bergegas, bos."
"Ya, kamu benar. Mereka sudah menemukan Jindu rupanya. Hebat juga mereka bisa menerobos medan pelindung ini." Vergil menyunggingkan senyum dan bersiap bertempur.
"Mode Spider Bot!" Begitu masuk ke dalam gua air terjun, mobil Cyborg berubah memiliki delapan kaki robot laba-laba.
Agar mudah menjelalahi medan bagian dalam guan yang sangat licin dan terjal.
"Vlidc, aku keluar dahulu. Kamu tetap di belakang. Jika bahaya menjauhlah, sepertinya orang yang mengejar Jindu bukanlah orang yang sembarangan," titah Vergil lalu tubuhnya berkedip, "Trickster!"
Vergil sudah berpindah tempat dan matanya berkeliling mengamati pemukiman gelap di dalam gua air terjun.
Vergil membidik ke arah Quiela yang sedang mengangkat tubuh Jindu dengan mencekik lehernya, "Cepat katakan dimana hasil penelitianmu!" bentaknya.
'Wood Prison!"
Niz membentuk kubah kayu berlapis-lapis untuk melindungi mereka berdua dari serangan Vergil. Insting Niz sangat kuat dan refleknya cepat
'Brak-brak!' Serangan Vergil berhasil di tahan, namun semua kubah kayu tertembus dan hampir saja mengenai lengan kanan Quiela.
"Lepaskan dia! Wind Blade!" Vergil membentuk pedang angin di kedua tangannya lalu melesat ke arah kubah kayu yang sudah berlubang kecil.
'Sraak! Sraak!' Kubah kayu itu berhasil dibelah, tapi Quiela yang tak sengaja malah menggunakan tubuh Jindu menjadi tameng dan berhasil ditebas menjadi dua oleh Vergil.
"Infinity Root!"
Niz yang berada 20 meter dari Vergil dan Quiela menghentakan telapak tangannya ke permukaan tanah.
Dari bawah kaki Vergil muncul akar-akar yang bisa menjeratnya, "Rapid Wind Slash!" Vergil melakukan tebasan cepat dan bertubi-tubi membentuk gelombang kejut tebasan berbentuk ribuan siluet sabit di sekitar tubuhnya.
__ADS_1
'Slash-slash!' Akar-akar tersebut dibabat habis oleh Vergil dan juga menebas kubah kayu yang masih menutupi tubuh Quiela. Memunculkan siluet garis-garis putih secara acak. Hingga menjadikan kubah kayu itu potongan-potongan kecil.
"Battle Stance: Wardivinity!"
Quiela mengeluarkan senjata andalannya yang bernama Sieghart yaitu pedang dan tombak berwarna ungu pekat. Tubuhnya terselimuti aura ungu pekat, semua tebasan Vergil tak mampu menggores kulitnya sedikit pun.
"Benar yang aku katakan, terlalu kuat. Evolt analisa status!"
[Blangtungpak Blaem-Blaem]
----------¤----------
Nama: Quiela Vercraft
Kuasa: Sword Lancer
Ras: Human
Level: 11
----------¤----------
----------¤----------
Nama: Niz Vercraft
Kuasa: Wood (Fusiom Force kuasa Earth dan kuasa Water)
Ras: Human
Level: 11
----------¤----------
[Selamat juragan mendapatkan 50 poin experience kuasa Wind, karena menggunakan salah satu skill dari kuasa Storm. Perolehan skill poin experience dikalikan lima puluh, karena menggunakan skill boosted gear secara otomatis, menjadi 2.500 poin experience kuasa Wind]
[Selamat juragan mendapatkan 50 poin experience kuasa Wind, karena menggunakan salah satu skill dari kuasa Wind. Perolehan skill poin experience dikalikan lima puluh, karena menggunakan skill boosted gear secara otomatis, menjadi 2.500 poin experience kuasa Wind]
__ADS_1