
Malam hari di gedung asosiasi guild sektor Siliwangi.
Dunia semakin kacau di seluruh sektor monster banyak bermunculan. Para Divya bekerja keras membersihkan portal, asosiasi guild di sektor Siliwangi dibuat frustasi atas muncul banyak portal dalam satu wilayah kabupaten muncul 10-15 portal dalam satu jam.
Membuat semua warga yang non Divya dan Divya level 1-3 bekerja keras ikut membantu membersihkan portal.
"Vani panggil guild Storm Gravity kita butuh bantuannya, dari data yang ditampilkan pada status guild Storm Gravity meskipun hanya berangggotakan 4 orang. Mereka di level 6 dan guild leadernya di level ??? kuasa mereka juga cukup langka. Penyelesaian pembersihan portalnya sangat bagus, baru satu bulan beroperasi sudah bisa membersihkah hampir 30 portal," titah Datuk Azim Wirawan.
"Baik, ketua!" Vani menunduk hormat dengan menyilangkan tangan di dada kiri.
***
Pagi hari di ruko BSD City milik Ryuga.
Ryuga mengajak anggota guildnya untuk latihan pagi seperti Ryuga. Filza mengirimkan pesan pada anggota guild Storm Gravity untuk berkumpul di kantor guild. Jam 09.00 WIB ada meeting dengan ketua asosiasi guild, setelah Angelina menceritakan bahwa ia sudah masuk guild bentukan Ryuga, Raras, Boy, dan juga Verel memutuskan untuk bergabung ke guild Storm Gravity.
Mereka semua berhasil melewati latihan pagi yang diberikan Ryuga, 100 push up, 100 sit up, 100 pull up, dan 100 squat jump.
"Ayo semangat!" Ryuga berteriak sambil memimpin berlari di depan, para anggota guild sedang berlari memutari komplek ruko BSD city.
Setelah masuk akademi jadi mereka terbiasa melakukan latihan, tak terkecuali Filza meskipun gagal masuk akademi dia tetap kuat latihan karena sebelum mengikuti tes masuk akademi Filza sangat rajin latihan.
"Ah, selesai juga!" Ryuga masuk ke dalam kantor untuk membersihkan diri. Di kantor guild lantai dua ada dua kamar mandi untuk laki-laki dan perempuan yang bisa dipakai. Mereka bergantian membersihkan diri, Ryuga sudah selesai membersihkan diri, memakai kaos hitam, celana hitam glossy, dan jubah jaket hitam serta memakai sepatu sneakers berwarna hitam.
Verel yang sudah selesai membersihkan diri, memakai seragam kadet Maung School menghampiri Ryuga. "Leader, bolehkah aku meminta sesuatu padamu?" pinta Verel.
"Apa yang bisa kubantu kawan?" Ryuga menatap lekat Verel dengan bibir melengkung membentuk senyuman.
__ADS_1
"Bisakah leader meningkatkan senjata yellow flash sword ke tingkat batu logam yang lebih tinggi. Aku akan membayar berapapun biayanya." Verel mengeluarkan yellow flash sword dari jam tangan penyimpanan dan menaruhnya di depan meja kerja Ryuga.
Angelina masuk ke ruangan Ryuga, "Verel kamu disini? Apa yang kamu lakukan? Bukankah kita akan bersiap?" tanya Angelina.
"Aku sedang meminta leader untuk meningkatan senjataku," jawab Verel dengan bibir melengkung membentuk senyuman.
"Oh ya Ryu, apakah sudah selesai senjata yang aku minta buatkan?" tanya Angelina.
"Sudah. Bisa." Ryuga menjawab singkat. "Tapi aku tidak memberikannya cuma-cuma dan bukan bayaran yang aku inginkan."
"Ya, aku tahu mayat monster," ucap serentak Angelina dan Verel.
"Good!" Ryuga mengacungkan jempol lalu mengeluarkan senjata Ultima untuk Angelina. "Ini senjata milikmu, tapi aku minta pada kalian berdua 10.000 mayat monster minimal level gold jangan lupa. Itu harga yang sepadan yang aku berikan pada senjata dengan batu logam mythril."
"Batu logam mythril?!" Angelina dan Verel membulatkan mata, "Sungguh?!"
"Tentu saja." Ryuga menepuk dadanya." Verel tolong ambilkan dua batu logam mythril di gudang penyimpanan batu!"
Verel kembali membawa dua bongkahan batu logam mythril berwarna merah kehitaman dan menaruhnya di atas meja. Ryuga mengeluarkan formasi arc of embodiment, yellow flash sword dilebur bersama batu logam mythril.
Hanya dalam 5 menit yellow flash telah ditingkatkan menjadi tingkat mythril, bentuknya sama seperti sebelumnya hanya lebih panjang 10 cm dengan warna merah kehitaman.
Verel melihat senjatanya lebih keren dari sebelumnya sangat terpukau, "Leader sangat keren!"
Ryuga memberikan yellow flash sword pada Verel. "Ingat 10.000 mayat monster!"
"Siap leader!" Verel bersikap hormat tentara.
__ADS_1
Ryuga kembali melanjutkan meningkatkan senjata Rapier milik Jason yang sudah ia miliki. Ryuga melebur Rapier dan batu logam mythril bersama lalu dalam 5 menit terbentuk Rapier yang sama tapi lebih berkilau seperti giok.
"Leader bukankah itu salah satu 7 senjata seven hellheaven swordman?" tanya Angelina. "Aku pernah melihat Raras menggunakannya."
"Ya ini miliku. Dan aku berikan pada Raras, meskipun aku sudah keluar dari akademi, jabatanku sebagai ASSAT sektor Siliwangi tidak dicopot malah Lord Gardosen menjadikanku kandidat utama pengganti Sangakama sektor Siliwangi," jelas Ryuga.
"Apa?! Leader jadi kandidat utama Sangakama sektor Siliwangi?!" Verel dan Angelina menjatuhkan rahangnya, Ryuga itu jenius dan berbakat tapi umurnya yang 17 tahun sangat muda jika harus memimpin satu bimantala.
Mereka berdua berpikir mungkin Lord Gardosen otaknya eror menjadikan Ryuga yang sangat muda menjadi kandidat utama Sangakama. Apa tidak ada kandidat lain yang lebih dewasa umurnya ketimbang Ryuga.
"Ya seperti itulah. Jason ASSAT sektor Siliwangi juga menghilang, jadi jabatan ASSAT kosong sementara ini. Mau tidak mau aku harus menerimanya," jelas Ryuga. "Ayo kita pergi, kita harus ke kantor asosiasi guild sektor Siliwangi di Singapura!"
Dalam masa kacau ini akademi diliburkan karena keadaan darurat dan para murid bebas memilih guild untuk mengabdikan diri membantu pemerintah untuk mengatasi para monster.
___
___
___
Mereka sampai di bandara Changi Airport International menggunakan pesawat jet pribadi milik klan Kismoyo. Lalu di jemput oleh Vani dari perwakilan Asosiasi guild. Ryuga juga sudah memberikan kembali pedang Rapier pada Raras, karena Raras sudah menjadi bagian dari guild Storm Gravity.
Di ruangan pertemuan gedung asosiasi guild.
Datuk Azim juga mengundang Josephine, Rany, dan Vanya bersama Kira ke gedung Asosiasi guild. Mereka bertiga tampak keheranan setelah duduk di depan meja bundar ternyata anggota guild Storm Gravity adalah tim 9, saudara kembar Vlandesilk dan Filza Alora dari keluarga Alora, bangsawan terkenal di sektor Martapura.
Ryuga menatap dingin Rany, Vanya, dan Josephine. Hanya pada Kira, Ryuga tersenyum kecut, bagaimanapun juga Kira adalah gurunya yang ia sayangi.
__ADS_1
"Hai Ryu, kamu sudah sukses ya. Baru satu bulan keluar dari akademi sudah mendirikan guild yang hebat," sapa Kira sambil memuji kerja keras Ryuga yang duduk di sampingnya. "Bagaimana kabarmu?"
"Baik guru. Kabar guru sendiri bagaimana? Apa masih kesusahan mendidik tiga orang keras kepala itu?" Ryuga melirik sinis Rany, Vanya, dan Josephine. "Kalau mereka bertiga masih keras kepala, biar aku saja yang memberikan mereka pelajaran."