
Ziya menyimpan Dagnas Fang ke dalam jam tangan ruang dan mengeluarkan Ancient Beast Ball Cerberus. Dengan tatapan manik mata setajam mata elang, Ziya bersiap menyerang kembali, "Battle Stance: Devil Cerberus!" serunya.
Devil Cerberus adalah nunchaku rangkap tiga. Dalam bentuknya yang halus seperti senjata Iblis lainnya, itu adalah bola cahaya biru.
Namun, dalam bentuk materialnya, ia bermanifestasi sebagai tiga batang yang dihubungkan ke cincin dengan rantai, secara efektif membuat nunchaku tiga bagian.
Cincin dan rantainya berwarna hitam, sedangkan batangnya berwarna biru es dengan tiga titik seperti beliung di ujung setiap batang.
Devil Cerberus dimainkan seperti memainkan Nunchaku, Ziya memutarnya ke kiri dan ke kanan lalu melesat menghantamkannya pada Ryuga.
'Boom!' Ryuga menyilangkan kedua tangan, tangan kirinya terluka dan terpental. Ia mencoba menyeimbangkan tubuh, dengan salto berputar di udara, lalu berhasil mendarat di permukaan arena.
Ziya tidak tinggal diam, ia berputar di udara secara horizontal. Devil Cerberus juga berputar cepat dan di hantamkan lagi ke arah Ryuga.
"Memang tak tahu malu, membuat pet milikku melawanku. Aku akui kamu memang hebat, Excalibur Soul: Shield!" Ryuga menyilangkan tangan, tangan kirinya yang terluka langsung sembuh dan membentuk siluet perisai berwarna merah pekat.
'Boom! Prang!' Siluet perisai berwarna merah pekat itu hancur berkeping-keping dan Ryuga terpundur dalam keadaan kedua tangan membeku serta mati rasa.
"Dasar sampah, kamu pikir perisai seperti itu bisa menahan serangan Devil Cerberus? Otak kamu itu sungguh kemasukan lalat! Aku ini sudah memikirkan rencana ini selama 3 tahun dan terus mengawasimu dari mata Angelina, bodoh! Million Crazy Crystal!"
Dengan tatapan sinis, Ziya menghantamkan Devil Cerberus ke permukaan Arena menciptakan duri-duri kristal raksasa yang siap menusuk dan menjerat Ryuga.
Bukan hanya itu, semua orang ketakutan karena duri-duri kristal yang Ziya ciptakan menyerap energi kehidupan mereka.
"Lari, semuanya lari!" Penonton riuh dan saling dorong meninggalkan kursinya masing-masing dalam keadaan panik.
"Kamu memang pantas mati Ziya. Falling Dragon!" Ryuga melompat tinggi dan mengarahkan tendangan yang diselimuti siluet naga merah pekat ke arah Ziya.
Setengah penonton di dalam Velodrome arena tewas terserap energi kehidupannya dan perlahan tubuh mereka mengering dan menjadi debu.
Divya di bawah level 10 hanya merasakan pingsan, dan di level yang sama dengan Ziya tidak merasakan apa-apa.
"Maaf, guru aku terpaksa membunuhnya!" teriak Ryuga dan berhasil mendaratkan tendangan di perut Ziya hingga menembusnya.
'Boom!' Perut Ziya berlubang dengan darah merembes deras dari perutnya dan di saat itu pula Ziya tewas dengan mulut memuntahkan darah, berlutut lemas dan mulut menganga.
Semua Sangakama menegang tubuhnya, termasuk juga Regalia King. Merasakan hawa membunuh yang kuat, Ryuga langsung mengambil jam tangan ruang Ziya dan menyimpannya ke dalam Eternal Gear. Devil Cerberus juga ia ambil dan menyimpannya juga.
Lord Victor dan Lord Thanatos murka karena membunuh ASSAT di depan mereka berdua.
"Oh, jadi kau mau membunuh Ryuga juga. Takan kubiarkan," tunjuk tegas Lord Gardosen dan melanjutkan, "Kalian memang buta warna atau rabun jauh. Ryuga menegakan keadilan karena skill Ziya membunuh banyak orang tak berdosa."
"Bodoh, manusia yang bukan Divya dan lemah hanyalah sampah. Itu lebih berharga daripada Divya!" bentak Lord Victor.
__ADS_1
Agito yang kembali kerasukan Bayanaka murka dan menunjuk Lord Victor serta Lord Thanatos, "Habisi bocah itu!"
Perkataan Regalia King membuat Lord Gardosen, Kira, dan Zayd melebarkan mata. Tapi tidak bagi Ryuga yang sudah tahu tentang Bayanaka yang berada di dalam tubuh ayahnya itu.
Bayanaka ingin membuat semua keturunan Yosep satu sama lain saling membunuh. Dengan mengendalikan tubuh Agito, memberikan energi Evolt pada Ryuga dan memberikan Bloodmoon Dragon pada Akira untuk membuat mereka kehilangan akal sehat. Tapi itu tidak berhasil, dan rencananya berhasil dipatahkan oleh Ryuga.
Rencananya adalah memanfaatkan Ziya untuk mengambil 6 pet milik Ryuga dan menyuruh semua Divya di dunia untuk melakukan raid di Piramida Pusara, demi mendapatkan Crystal Core.
"Jika kau ingin melawan Ryuga, maka kau lawanku," tunjuk Lord Gardosen pada Lord Victor. Kemudian menunjuk dirinya sendiri.
"Aku juga," timpal Kira menunjuk dirinya sendiri dan menatap Lord Thanatos.
"Bereskan semuanya!" Agito masuk ke dalam warp hole dan menghilang dari pandangan dengan raut muka murka.
"Jangan pergi seenaknya, setan bedebah!" Ryuga akan mengejar Agito tapi di tahan oleh Akira.
"Tunggu, cepat katakan apa yang terjadi!" Akira menarik kerah Ryuga dengan jantung berdegup tak karuan. Masih ada gesekan kecil akibat efek Ancient Blood.
"Kamu membuatku muak, paman tidak berguna!" Tiba-tiba sorot mata Ryuga sangat tajam dan penuh kemarahan setelah memegang Ryutaiga yang ia keluarkan dari jam tangan ruang miliknya.
Aura Divinity dari dalam tubuh Ryuga otomatis keluar dan menekan semuanya. Bahkan membuat retak Velodrome Bloodfallen.
Kira, Zayd, Lord Gardosen, Lord Victor, Josephine, Angelina, Lord Thanatos, Niz, dan Quiela tertekan dalam keadaan tertelungkup.
Keluar otomatis dari jam tangan ruang dan bergerak cepat ke arah Ryuga. Dagnas Fang, dan Ryuda terlebih dahulu terserap masuk ke dalam Ryutaiga.
[Selamat, Dagnas Fang telah menyatu dengan skill Hellheaven Sword: Kiba]
[Selamat, Ryuda telah menyatu dengan skill Hellheaven Sword: Hiramekarei]
[Selamat, Kagekami telah menyatu dengan skill Hellheaven Sword: Kubikiribochou]
[Selamat, Gladius telah menyatu dengan skill Hellheaven Sword: Kabutowari]
[Selamat, Acolyte telah menyatu dengan skill Hellheaven Sword: Nuibari]
[Selamat, Scimitar telah menyatu dengan skill Hellheaven Sword: Shibuki]
Menyusul kemudian Kagekami, Scimitar, Acolyte, Gladius, dan Kagekami melesat cepat ke arah Ryuga juga terserap masuk ke dalam Ryutaiga.
"Ha-ha-ha ...." Ryuga tertawa menggelegar dengan urat otot di sekujur tubuh seperti ruam akar berwarna merah darah.
"Ryuga, lepaskan Ryutaiga, kaku bisa kehilangan kewarasan!" Akira sekuat tenaga mencoba melepaskan Ryutaiga dari tangan Ryuga. Tapi tak mampu setelah Ryuga meraung keras dan mementalkan tubuhnya.
__ADS_1
"Uhuk!" Akira meringis kesakitan dan batuk darah, memegangi dadanya yang kembang-kempis tak karuan.
"Bedebah kau Ryuga! Eternal Evil Darkness!" Josephine meraung keras dan meminum Greed Potion serta Elixir Potion Floux.
Josephine kehilangan akal warasnya karena melihat Akira disakiti. Bagi Josephine, Akira sudah seperti kakaknya sendiri.
Josephine berubah tubuhnya memiliki empat tangan, bersayap 20 pasang sayang iblis dan 7 tanduk dikepalanya dengan taring menjulang ke bawah.
***
Pesawat Induk Regalia.
'Bam!' Agito memukul kaca kapsul hibernasi yang menidurkan Vera. Asap keluar dari dalam kapsul dan nampak sesosok wanita tanpa sehelai benang berambut ungu terang panjang lurus.
"Semua keturunan dewa sialan itu selalu saja merebut orang-orang yang aku cintai. Dewi Niwa dan Dewi Nuwa, aku masih terus mencintaimu. Tapi ...." Agito membongkar paksa pintu kapsul hibernasi dan menggendong Vera. Lalu menaruhnya ke meja. "Tapi sebelum kau bangkit dan membunuhku, aku akan serap kekuatanmu"
Agito melucuti pakaiannya dan mulai merab setiap lekuk Vera istrinya yang masih koma. Meski dalam keadaan koma, Vera menggelinjang seperti merasaka sentuhan oleh laki-laki yang ia cintai.
Kedua ****** gunung kembar itu dicumbu pelan bergantian, dan membuat tubuh Vera reflek menggelinjang. Tapi mulutnya tetap bungkam.
"Bahkan kau tetap merespon cinta dari tubuh suamimu yang tak berguna ini." Agito mengeraskan rahang dan langsung mencumbu leher Vera dengan sangat brutal. "Aku akan melampiaskan semua amarahku pada tubuhmu Vera!"
Vera yang koma hanya bisa menutup mulut tapi tubuh tetap menggelinjang merasakan sensai nikmatnya dijilati oleh Agito.
Agito semakin memuncak setelah memegang gua merah muda Vera yang sudah basah. Cumbuannya semakin intens dan membuat kiss mark di bagian leher, gunung kembar dan area gua merah muda Vera.
"Ini untuk semua yang telah kau mencintai tubuh ini." Agito memasukan paksa terong XXL miliknya hingga ke dalam, dan membuat tubuh Vera menggelinjang kuat seperti merasakan sakit tapi tak bisa menjerit.
"Dan ini atas semua kegagalan rencanaku oleh anak setan biadab Ryuga Himura!" Agito kembali memasukan terong XXL miliknya ke dalam gua merah muda Vera kuat-kuat dan lagi-lagi membuat tubuh Vere menggelinjang kuat. Hingga keringat mengucur deras di seluruh tubuhnya.
"Oh, kamu sangat menikmati permainan suamimu yang payah ini? Lihat suamimu tak berdaya dan tubuhnya telah aku kendalikan! Lalu kamu masih mencintainya walau sudah koma. Aaargh ...!" Agito memaju-mundurkan terong XXL miliknya secara cepat dan kuat dengan mengerang keras.
Amarahnya pada semua keturunan Yosep sudah memuncak, dan ingin sekali membunuh Agito, Vera, dan Ryuga saat ini juga. Tapi apa daya jika ia membunuh Agito, maka ia kehilangan tubuh untuk bernaung.
"Aku menyesal memberikan setengah kekuatanku Akira dan Ryuga. Mereka tak berhasil aku manfaatkan, tapi dengan tubuh ini aku bisa membuat mereka tak berdaya. Aku harap Victor dan Thanatos bisa berguna. Aaaargh ...!" Agito melepaskan cairan kental ke dalam gua merah muda Vera. Dari mukanya sangat puas membuat wanita itu ternoda walau meminjam raga Agito.
Kedua gunung kembar Vera diremas kuat-kuat dan bibirnya dicumbu buas. Lalu setelah mendengus kasar, tubuh Vera dihisap masuk ke dalam mulut Agito.
Kedua matanya bergerak cepat bak mesin slot dan berhenti di manik mata berwarna ungu terang dengan pola shuriken berwarna biru pekat.
"Terima kasih sayang, aku pinjam dulu kekuatanmu. Lagipula yang mati adalah suamimu bukan aku, ha-ha-ha ...." Agito mengangkat tangan ke udara dengan tawa jahat yang menggelegar di dalam pesawat Induk Regalia.
Urat otot di sekujur tubuhnya menegang dan masa ototnya juga bertambah besar. Langkah kakinya ia tujuka ke kamar mandi untuk membersihkan diri, sehabis melakukan perhelatan akbar yang cukup sengit dengan penuh kebrutalan.
__ADS_1