KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
New Chapter 166


__ADS_3

Kedua aura Primordial beradu kuat, Zaki, Zaka, dan Gladys terpental bersamaan hingga menabarak dinding serta memuntahkan darah.


Karena Sasuke sengaja menyerang ketiga anak buah Ryuga yang menurutnya lemah, untuk memecah fokus Ryuga.


"Dasar pecundang, hanya berani dengan yang lemah, haaa ...!" Ryuga mengerang menambah daya dorong aura Primordialnya.


Meja yang dipijak Ryuga retak, dan permukaan lantai dipijak Sasuke juga retak. Para ketua agensi asosiasi yang lain muntah darah dan ditekan tubuhnya.


"Akan kutunjukan padamu perbedaan kekuatanku, haaa ...!" Sasuke mengeluarkan aura Heaven.


Setengah ketua agensi asosiasi tubuhnya meledak menjadi kabut darah. Zaki, Zaka, dan Gladys juga semakin parah lukanya, tulang-tulangnya bergemertak. Insiden yang tak terduga, Ryuga terpental dan menabrak dinding hingga hancur berkeping-keping.


"Guhak!" Ryuga memuntahkan banyak darah dan tubuhnya tidak bisa digerakan. "Drive!"


Ryuga masih bisa menggerakan tangan kanannya lalu melemparkan Yamato dan tepat mengenai bahu kanan Sasuke. Akhirnya mereka bisa lepas dari tekanan aura Heaven Sasuke.


Yamato tercabut sendiri dan kembali ke tangan Ryuga, "Trickster!" serunya.

__ADS_1


"Psycho Teleportation!"


"Greater Teleportation!"


"Quick Silver!"


Zaki, Zaka, dan Gladys serta Ryuga kabur. Untuk sementara mundur, mereka belum siap melawan Sasuke. Mereka kurang informasi.


Ibarat pepatah untuk membunuh Singa harus tahu kebiasaan dan kesukaannya. Ryuga mundur bukan sebagai pengecut, tapi mundur untuk menyiapkan rencana melawan Sasuke.


Jika dengan kekuatan kalah, maka dengan cara cerdas melawannya. Ataupun cara licik.


"V-vouge, V-vouge." Ryuga lirih memanggil Vouge dan tumbang secara bersama Zaki, Zaka juga Gladys dilantai.


Nafas mereka tak beraturan, dengan muntahan darah semakin banyak. Vouge mengernyit dan dipenuhi tanda tanya, "Ada Kim? Kin? Kiu? Kiv?" tanyanya bingung harus siapa dahulu yang harus ditolong.


"Sasuke Vouge, S-sasuke," lirih Gladys dengan nafas tak beraturan.

__ADS_1


Vouge langsung mengambil heal potion dan meminumkannya masing-masing satu botol untuk pencegahan pengobatan pertama. Agar luka mereka tidak semakin parah.


Ryuga menghela nafas panjang dan menariknya kembali dalam-dalam lalu mengulangnya sebanyak tiga kali.


"Lalu apa rencana kita selanjutnya?" tanya BlackCorn yang keluar dari ruangan barnya, rasanya sepi tidak ada anggota pembunuh bayaran yang lain seperti biasanya.


"Kita rekrut anggota baru," usul Ryuga yang sudah pulih prima.


"Itu sangat susah, bahkan lebih susah dari mencari jarum di dalam tumpukan jerami." Vouge menggeleng pelan dan menghela nafas panjang.


Vouge sangat paham, merekrut pembunuh bayaran itu susah, apalagi jika mencari yang punya kemampuan.


"Menurutku tidak susah. Buat saja tawaran semenarik mungkin dan sebar di dunia bawah tanah." Ryuga tersenyum licik dibalik topengnya diikuti Zaka, Zaki, dan Gladys.


Rencana Ryuga mengalah dan merekam pembunuhan setengah ketua agensi asosiasi berhasil. Malah ini diluar dugannya.


Awalnya hanya menekan Sasuke untuk membagi wilayah pada Titania. Tapi malah terjadi adu aura yang cukup sengit dan berakhirnya setengah kekuasaan asosiasi Rinbo dengan terbunuhnya 50 ketua agensi.

__ADS_1


Tentu saja 50 ketua agensi lain mulai goyah atas sikap otoriter dan diktator Sasuke dan bisa menimbulkan pemberontakan di dalam wilayah organisasi Rinbo sendiri.


"Kita tidak punya sumber daya yang menarik anggota untuk datang." Vouge menunduk pasrah, karena sumber daya yang dimiliki Titania saat ini hanyalah barang sampah dan uang yang sedikit. Setelah kebakaran markas bar.


__ADS_2