
"Bos, tolong bos! Reyna sekarat, hiks ... hiks ...," panggil Ryan pada Ryuga melalui sambungan komunikasi radio handsfree, "Tolong bos, Reyna bisa mati!"
Ryuga yang mendengar panggilan darurat dari Ryan, langsung memegang tangan Filza, "Trikckster!" Ryuga berteleportasi dari field volcano ke field polar.
Cwuszh!
Ryuga dan Filza muncul di samping Ryan, "Tenanglah bro, aku akan berusaha sekuat mungkin untuk menyembuhkan Reyna." Ryuga menepuk pundak Ryan. Lalu mengangkat tubuh Reyna ala bridal style lalu Ryuga berteleportasi membawa Reyna ke sebuah gua.
Alasan Ryuga sederhana teknik rahasia penyembuhannya tidak ada yang boleh tahu kecuali tim 7. Itu pun jika mereka berkhianat dan memberitahukannya pada orang lain, Ryuga pasti menghabisinya. Ryuga masih ingin hidup tenang dan melanjutkan SMA-nya dengan tenang juga, tanpa ada gangguan.
"Arbsorb energy! Regeneration cyborg!"
Ryuga menempelkan eternal gear ke dada Reyna, untuk menyerap energi negatif veda dari racun yang disuntikan oleh Molochs melalui pedang merah. Racun di dalam tubuh Reyna sudah dinetralisir, robekan perut Reyna perlahan mulai menutup, kondisi Reyna masih belum sadar.
Wajah Reyna yang pucat kembali segar, luka di perut Reyna pun menutup. "Uhuk ... uhuk ... uhuk ...." Reyna terbatuk lalu bangkit. "Aku dimana? Dimana aku sekarang?" tanya Reyna dengan raut muka panik," apakah tubuhku baik-baik saja? Ataukah aku sudah mati?"
"Hei tenanglah! Kamu selamat." Ryuga memberikan baju kadet perempuan untuk Reyna. "Ini baju untukmu, pakailah kita akan kembali lagi ke tempat ujian. Kita harus menyelesaikan ujian ini, agar tim kita bisa melanjutkan ke SMA."
Ryuga memegang tangan Reyna lalu berteleportasi ke field polar. Ryan menunggu adik kembarnya dengan raut muka panik, ia terus melangkah mondar-mandir.
Boom!
Boom!
Suara ledakan terus terdengar, pertarungan antara Molochs dan Kira. Ara, Sazabi, Anabelle, dan Kim Ma Su, menjaga Ryan serta Filza. Zinka dan Aeurui sedang merawat Arco, Ricardo, Kevin serta Jose yang masih pingsan akibat bertarung dengan twin brother Vandesilk.
Ryuga muncul bersama Reyna, Ryan langsung memeluk Reyna. "Adikku sayang kamu tidak apa-apa?" Ryan melepaskan pelukannya lalu memegangi pipi dahi serta tangan Reyna.
"Tidak apa-apa kak, semua ini berkat bos," ucap Reyna sambil melirik Ryuga. "Ternyata bos juga ...."
Bletak!
Ryuga memukul kepala Reyna, "Ssst! Jangan berisik!" Ryuga menggelengkan kepalanya lalu melirik ke arah tim pengawas. "Jangan katakan apapun, yang penting kamu selamat. Aku akan membantu guru Kira, membunuh bedebah yang melukaimu."
Cwuszh!
__ADS_1
Bam!
Shua!
Boom!
Tubuh Ryuga berkedip dan langsung menendang punggung Molochs hingga membuatnya terpental jauh, menabrak bebatuan es. Molochs bangkit dengan menyeringai licik, lidahnya menyapu kedua bibirnya.
"Sepertinya ada makanan yang enak, aku sangat menyukainya, energi itu, kuasa itu kuasa yang aku inginkan, hahahaha!" Molochs tertawa jahat lalu merubah dirinya menjadi bayangan berbentuk siluet tengkorak berjubah merah.
Siluet Molochs terbang melesat cepat ke arah Ryuga, namun di halangi oleh Kira dengan redblack fang dalam mode six sword. Kira menebas teknik crazy storm tapi tebasannya tidak mengenai Molochs, seperti menebas angin.
Syat!
Syat!
Syat!
"Hahaha, serangan fisik tak akan mempan padaku, bodoh!" ejek Molochs dalam mode kutukan Beelzebub. "Aku akan melahapmu, dan kuhisap kuasa space milikmu, glutony!"
Swung!
Ryuga menyerap energi negatif veda pada siluet Molochs, "Aaaaargh! Sakit sekali, sialan! Apa yang kau lakukan otak dungu?! Aaaargh!" Molochs menjerit kesakitan, seakan ruhnya tercabut dari jasadnya.
Kira segera mundur, "Ryu apa yang kau lakukan padanya?" tanya Kira dengan berteriak.
"Tidak apa-apa guru. Aku hanya menyerap energi negatif veda yang menguasai dirinya," jawab Ryuga dengan berteriak dan terus menghisap energi negatif dari siluet Molochs.
Jeritan dari dalam mulut Molochs, lama kelamaan semakin lirih, suara Molochs menjadi serak, siluet Molochs berubah menjadi tubuh Molochs berjubah merah.
Molochs langsung backflip ke belakang lalu mengeluarkan senjata scythe ganda dari jama tangan penyimpanannya. "Sial, kutukan belzebubku sudah hilang, tapi kekuatanku masih cukup untuk membunuh mereka semua," gumam Molochs menatap tajam Ryuga.
"Manipulation molecul, titanium!"
Ryuga merubah sekujur tubuhnya menjadi batu logam titanium, tubuh Ryuga berwarna hitam pudar keperakan. Molochs melepas jubah merahnya, seorang pria paruh baya dengan tinggi 2 meter, berbadan kekar dengan kepala botak dan mulai mengayunkan kedua scythe miliknya untuk menebas Ryuga
__ADS_1
Trang!
Trang!
[Selamat juragan mendapatkan 100 poin experience kuasa earth, karena menggunakan salah satu skill dari kuasa earth. Perolehan skill poin experience dikalikan dua karena menggunakan skill boosted gear secara otomatis, menjadi 200 poin experience kuasa earth]
Kedua bilah scythe bersentuhan dengan kulit Ryuga, namun tak mempan untuk menggores kulit Ryuga. "Aku baru tahu jika dia mempunyai kuasa earth yang sangat langka. Di tambah dia Divya yang sangat langka bisa menggunakan dua kuasa sekaligus, ini belum pernah ada sejarah sebelumnya," gumam Molochs, tangannya terus mengayunkan kedua scythe miliknya.
Tap!
Tap!
Krak!
Ryuga menangkap kedua bilah Scythe, lalu meremasnya hingga hancur. Molochs mundur ke belakang dan bersiap menyerang dengan serangan lanjutan, "Death sign!" Molochs mengumpulkan energi Veda ke seluruh tubuhnya, aura ungu menyelimuti setiap lekuk tubuhnya.
"Guru, cepat pergi! Serangan ini sangat berbahaya. Bawa semuanya menjauh, sejauh mungkin!" teriak Ryuga dengan melambaikan tangan memberi isyarat untuk meninggalkan field polar. "Ayo, lakukan seranganmu, hahahaha. Seven demon core shield!"
Semakin lama, tubuh Molochs semakin membesar, aura ungunya juga semakin pekat, urat ototnya menonjol keluar. Kira menteleportasikan semua pengawas ujian beserta tim 23 kecuali Ryuga dan tim Arco yang masih pingsan.
Cwuszh!
Molochs melepaskan energi negatif veda, membentuk siluet bola transparan berwarna ungu, semkain lama semakin membesar. Lapisan luar bola menghantam bebatuan es di seluruh field polar yang luasnya 5 kilometer persegi.
Boom!
Boom!
Boom!
Tak ada lapisan es yang tersisa, cekungan kawah tercetak di tanah dengan kedalaman 10 meter, radius 5 kilometer. Field polar yang dipenuhi lapisan es, bebatuan es dan juga bukit es berubah menjadi tanah yang gersang, akibat skill yang dilepaskan Molochs, "Hahahaha, mampus kalian semua! Hahahaha! Itu jika berani melawan fallen angel! Hahahaha!" Molochs tertawa jahat, tubuhnya melayang perlahan ke udara.
Bam!
Ryuga memukul perut Molochs dengan skill eternal fist hingga menembus bagian belakang pinggang. "Absorb eternal energy!" Ryuga menghisap semua energi negatif dan positif veda pada tubuh Molochs sampai tak tersisa.
__ADS_1
Molohcs menjerit kesakitan, dan tubuhnya dapat digerakan, "Aaaargh! Aaaargh! Aaaargh!" dua kali ia merasakan ruhnya seperti tercabut keluar tapi ini sepuluh kali lipat sakitnya dari sebelumnya.