
Ratusan shuriken berjatuhan ke permukaan tanah, tak mampu menyentuh kulit Gladys. "Ti-tidak mung-mungkin?!" mereka melebarkan mata, serangan mereka sama sekali tidak berhasil.
Kali ini mereka belum menyerah dan melemparkan bom beracun ke arah Gladys. Bom-bom itu meledak memunculkan kepulan asap ungu karena asap tersebut adalah racun mematikan.
"Mati kau. Kali ini aku akan cincang tubuhmu kujadikan santapan 4njing galak." Suara tanpa rupa itu mengumpat dan terdengar sangat senang.
Tapi kesenangannya itu berubah masam setelah melihat Gladys dari balik asap masih berdiri tegak dengan tersenyum licik.
"Sudah main-mainnya. Sekarang giliranku bermain-main, aktifkan Eagle Eye dan White Eye!" Mata kiri Gladys berubah kuning dan mata kanannya berubah putih.
Gladys sudah menemukan semua targetnya, ada 5 pembunuh bayaran di level 8 Divya dan rank S Assasin, "Ethereal Asssim Weapon: Psycho Needle!"
Di sela-sela jari Gladys muncul 10 jarum sepanjang 10 cm berwarna ungu pekat. Lalu dilemparkannya secara acak dan masuk ke dalam magic rune berwarna ungu.
"Aaakh!" terdengar pekikan lima orang dari dalam kegelapan, jarum-jarum tersebut berpindah tempat dan menusuk tepat di jantung mereka.
"Psycho Teleportation!" Gladys berpindah tempat ke tempat lima orang yang sudah tewas dengan badan mengering jado debu, hanya menyisakan kepala mereka saja. Kepala-kepala itu Gladys masukan ke dalam jam tangan ruang miliknya.
"Sekarang giliran kalian bermain dan bawa kepala mereka semua. Akitifkan Evil Eye: Summoning: Shaltear Bloodfallen, Insignius, Entoma Zeta, dan Rebel Hawking!"
Gladys menarik Dagger Flute yang tersimpan di belakang pinggangnya, lalu meniup ujung Dagger Flute untuk memanggil iblis kelas atas.
Shaltear Bloodfallen, Insignius, Entoma Zeta, dan Rebel Hawking langsung berlutut satu kaki dengan menunduk hormat. Lalu segera menghilang dalam kegelapan.
Di dalam bagian gedung mall yang sudah tidak terpakai, terdengar banyak jeritan dan pekikan. Pasukan iblis Gladys membantai mereka dengan kejam dan brutal, hanya dalam 10 menit seluruh anggota pembunuh bayaran Hostages yang berjumlah 100 orang semuanya dibantai habis, termasuk para petingginya.
100 kepala itu melayang digerakan oleh skill telekinesis milik Shaltear, "Terima kasih. Kembalilah!" Gladys mengibaskan tangan.
Mereka berlutut satu kaki dan menunduk lalu hilang menjadi kepulan asap. Gladys menyimpan 100 kepala itu ke dalam jam tangan ruang miliknya, kemudian hilang dalam kegelapan.
__ADS_1
***
Menara Houten House, wilayah Timur Hokaido.
Zaki, Zaka, dan Gladys muncul tiba-tiba dengan teleportasi di samping Ryuga yang masih berada di atas meja. Mereka menjatuhkan tumpukan kepala dari anggota Asosiasi Assasin Dark Realm, Hostages dan Qirimonk.
Yoran, Belucci, dan Arakorn melebarkan mata. Tubuh mereka agak gemetar, 3 organisasi pembunuh bayaran yang berada dibawah naungan Asosiasi Rinbo semuamya tewas, "Ti-ti-tidak mung-mung-mungkin. I-i-ini mustahil."
"Kami bukan siapa-siapa, tapi aku peringatkan dan ini merupakan balas dendam atas kalian yang telah membantai organisasi Titania. Satu hal lagi, jangan ganggu UniverseRuler dan Four Lord serta Night Blue, atau nasib kalian akan sama."
Setelah mengatakan ancaman itu, Ryuga, Zaka, Zaki, dan Gladys tubuhnya berkedip, hilang dari pandangan Yoran, Belucci, dan Arakorn.
Yoran menekan tombol darurat, semua penjaganya masuk. Baru kali ini ia merasa ketakutan dan sampai kencing di celana, "Sial, cepat bereskan!" kata Yoran bersungut-sungut.
"Siap, tuan!" 50 penjaga membereskan ratusan kepala itu dan menyimpannya ke dalam jam tangan ruang.
"Aaargh ...! Berani dia mengacau ditempat kita!" Belucci geram mengeluarkan aura emperor membuat 50 penjaga tertekan dan nafas sesak. Lalu dipukulnya meja itu hingga hancur berkeping-keping.
"Aku setuju, semoga saja yang tiba itu tuan Dimitri dan nona Vligerie. Four White Shadow harus dimusnahkan, jika tidak dia menjadi duri dalam daging," timpal Yoran.
"Apakah tidak bisa membuat mereka itu bekerja untuk kita?" sergah Belucci.
"Dasar otak udang! Mereka dari Titania, dan Arakorn sudah membunuh teman-temannya. Lagipula mereka berada di pihak UniverseRuler, mana mungkin kita bisa mempekerjakan mereka, bodoh," jawab Yoran kesal karena pemikiran Belucci terlalu dangkal.
***
Markas Underwater Titania, Laut Selatan Hokkaido.
"Vouge, aku sudah membereskan mereka," tegas Ryuga memberikan bukti rekaman yang sengaja direkam oleh Zaka, Gladys, Zaki dan Ryuga.
__ADS_1
"Kerja bagus. Sekarang aku bisa membawa kalian ke Kiyu untuk bekerja sama menjadi bagian dari Universe Ruler." Vouge mengacungkan jempol dan tersenyum puas.
"Bodoh, aku ini penguasanya dungu," batin Ryuga tertawa sinis.
"Mereka hanya katak dalam tempurung. Benar-benar orang yang berpikiran sempit," batin Gladys menatap malas Vouge dan BlackCorn.
"Jika mereka berdua tahu orang yang didepannya adalah penguasa UniverseRuler mungkin mereka berdua akan mati terkena serangan jantung," batin Zaki terkekeh.
"Hei, kami ini di depan kalian. Kenapa harus ketemu Kiyu, bodoh," batjn Zaka terkekeh.
"Baiklah, kami akan pergi. Kabari kami esok hari. Ingat, jangan sampai kalian jantungan jika bertemu Kiyu dan bossnya itu." Ryuga tersenyum simpul dari balik topengnya. Kemudian melanjutkan, "Jangan lupa hadiah kami dan level kami juga harus naik ke rank S."
"Beres." Vouge terkekeh sambil mengacungkan jempol. Kemudian tubuh mereka berempat berkedip hilang dari pandangan Vouge dan BlackCorn.
Tapi kebalikan dari Vouge yang sangat senang. BlackCorn malah ketakutan, bahkan kencing di celana.
"V-vouge, apa kamu gila bekerjasama dengan me-mereka?" BlackCorn badannya gemetar dan sangat ketakutan.
"Maksudmu? Apa kamu tidak mau membuat Titania bisa melawab Rinbo?" Vouge agak bingung dengan pemikiran BlackCorn yang meragukan keputusannya.
"Te-tentu. Tapi dilihat dari video ini aku sangat ... takut dengan mereka." BlackCorn memperlihatkan video pembantaian Ryuga, Zaka, Zaki, dan Gladys pada anggota organisasi Dark Realm, Hostages juga Qirinmonk tanpa belas kasihan. Bahkan sangat cepat.
Kali ini Vouge juga ikut gemetar. Bagaimana tidak, membunuh assasin rank S hanya dalam sekejap mata dan tanpa tetesan darah. Benar-benar menakutkan, ditambah lagi kecepatan Ryuga, Zaka, Zaki, dan Gladys tidak bisa dideteksi oleh mata Vouge juga BlackCorn sang mantan assasin rank S+
"Tidak apa, bro. Kita sudah kehilangan banyak anggota, aku yakin dengan keputusanku menjadikan mereka anggota Titania dengan rank S atau SS bahkan SSS, berdampak besar pada Titania."
Vouge mengatakannya penuh percaya diri, belum pernah BlackCorn melihat sahabatnya seoptimis saat ini.
"Baiklah, aku akan tetap mempercayai keputusanmu dan aku akan selalu mendukungmu. Aku selama ini ikut denganmu, sampai mengorbankan Terong XXL milikku ini hingga tak pernah memangsa selama 5 tahun bukan."
__ADS_1
BlackCorn terkekeh pelan mencairkan suasana yang sempat tegang sementara.