
Sektor Giwa Pranala, Madrid, Spanyol.
Akira dan Josephine sedang meeting mengenai pembentukan guild Infernal Darkness.
Tentu saja tanpa sepengetahuan Ryuga, dan Josephine memang sudah menjadi pengkhianat bagi Guild Emperor.
"Apakah masih lama bro? Kita sudah menunggunya 1 jam," tanya Akira gusar dan kesal karena menunggu anggota yang akan dijanjikan oleh Josephine.
"Tenanglah, kamu pasti akan menyukainya. Kita akan sangat membutuhkannya untuk mendaftatkan Guild yang akan kau pimpin nanti. Menurut kabar, dia adalah ASSAT yang baru pengganti Vligerie yang telah hilang," jawab Josephine menepuk pelan pundak Akira yang tidak sabar menunggu.
Quiela, Giord, Niz, dan Stanley dari klan Vercraf cabang tiba, memasuki pintu bar. Mata mereka berkeliling dan menemukan Josephine yang sedang melambaikan tangan.
Quiela hanya menyunggingkan senyum melihat Josephine melambaikan tangan.
"Aku tak mengira anak orang kaya di sektor Siliwangi yang ingin membuat Guild di Sektor Giwa Pranala. Apa yang pemuda tampan itu rencanakan? Menarik," gumamnya sambil terus berjalan diikuti Giord, Niz, dan Stanley menuju tempat duduk Josephine.
"Ya, Josephine. Aku menyukai mereka, kuasa mereka langka dan ini mengingatkanku pada seseorang." Akira menatap lekat mereka berempat dengan tersenyum licik. "Tapi sayang, jika mereka menolak. Aku tak segan menghabisi mereka."
"Aku mengakui matamu itu sangat teliti dalam melihat potensi. Tapi aku tak mau ada masalah, jaga sikapmu bro." Josephine mengingatkan karena takut Akira selalu berbuat seenaknya.
Josephine tidak tahu jika Quiela adalah kakak Vligerie, wanita yang memiliki jabatan ASSAT sektor Giwa Pranala yang dibunuh oleh Akira.
Quiela, Niz, Stanley dan Giord duduk memutari meja, mereka duduk di sofa yang memiliki bentuk memutari meja.
Akira tersenyum tipis menyambut mereka, tatapannya itu haus darah, dan tak sengaja skill Bloodlust miliknya aktif.
"Apa maksudmu melepaskan skill ini hah?" Quiela yang baru duduk langsung bangkit dan mengeluarkan pedang yang terhunus ke leher.
"Aku suka caramu, cantik. Maukah kau bermain denganku setelah ini?" Akira menyapu seluruh sudut bibirnya penuh dengan minat dan mengelus bilah pedang sampai ke gagang yang dipegang tangan Quiela.
"Jangan kuranga ajar!" Quiela melepaskan tangan Akira dan memutar pedang ke leher Akira.
"Hentikan!" Josephine berteriak hingga menggema di dalam bar dan terdengar oleh para pelanggan lain.
Seketika itu juga bilah pedang Quiela berhenti dekat leher Akira dan hanya berjarak 1 cm.
"Sudahlah, jangan bermain-main. Kalau ingin bertarung ayo! Jangan banyak bicara!" Niz menunjuk tegas Akira.
__ADS_1
Kuasa Wood langka miliknya dikeluarkan, jari jemari tangan kanannya meruncing menjadi kayu-kayu tajam.
Para pelanggan mulai panik dan keluar dari ruangan bar. Mereka tahu siapa yang berbuat ribut, jadi tak mau terkena imbasnya.
"Bro, sudahi saja keributan ini. Aku hanya ingin merekrut mereka menjadi anggota Guild Infernal Darkness." Josephine kembali mengingatkan Akira untuk tidak berbuat onar dan memprovokasi.
"Baiklah." Akira tersenyum tipis dan duduk manis. "Silahkan, tuan-tuan dan nona manis."
"Apa alasan kalian ingin merekrut kami?" tanya tegas Quiela. Karena memang dia tidak suka basa-basi.
"Aku tertarik dengan kuasa klan Vercraf, terutama anda-anda semua." Josephine menjawab sambil menunjuk Quiela, Niz, Giord, dan Stanley satu persatu dengan sopan.
"Apa kau bisa memenuhi segala keinginan kami, hah?" tanya Giord sinis.
Dia memang suka merendahkan orang lain, karena memiliki kuasa Clay Explosion.
"Apa kau tidak tahu siapa aku?" Josephine menyipitkan mata dan agak kesal karena Giord sama sekali tidak tahu tentang Josephine.
Anak klan Rosala dan keluarga terkaya nomor satu di sektor Siliwangi.
"Tahu, tentu saja tahu. Bukan uang yang kami butuhkan. Tapi ... persyaratan khusus, asal kau bisa menemukan pelaku pembunuh adikku maka aku akan langsung bergabung dan mendaftarkan Guild kalian ke Asosiasi Guild sektor Giwa Pranala," tantang Stanley.
Akira sama sekali tidak tahu jika wanita di depannya adalah kakak dari wanita yang ia bunuh.
"Vligerie Vercraft, ASSAT sektor Giwa Pranala sebelumnya dan memiliki Fiery Sword!" Jawaban Quiela membuat mata Akira melebar, tapi ia langsung tutupi keterkejutannya dengan menyesap teh manis hangat di depannya.
"Jadi mereka ini sedang mencariku? Sungguh menarik. Menjadikan mereka bonekaku seperti dahulu, tidak mungkin. Satu-satunya cara adalah mengambil kuasa mereka, ha-ha ...," batin Akira tersenyum licik.
"Bagaimana kalau adikmu, ternyata aku yang membunuhnya?" Akira tiba-tiba menyeringai dan mengeluarkan Ryutaiga, "Hellheaven: Samehada!"
Ryutaiga berubah warna menjadi pedang berjenis chokuto berwarna ungu dipenuhi sisik-sisik runcing.
"Sial, Akira memang tidak bisa dikendalikan dan merusak semua rencanaku," batin Josephine menepuk jidatnya sendiri dan raut wajahnya sangat kesal.
"Holy Space!" Akira menghisap Niz, Giord, Stanley dan Quiela ke dalam pusaran merah dan tubuhnya sendiri ikut terhisap masuk. Tapi tak membiarkan Josephine ikut masuk.
"Sial, apa yang dia lakukan? Kenapa tak membiarkanku untuk ikut?" Josephine mengapalkan tangan dan mengeraskan rahang. Kepalan tangan kanan itu dihantamkan pada meja dan membuatnya sedikit retak.
__ADS_1
Pegunungan Lass Apujarras.
Akira membawa mereka ke pegunungan yang dikelilingi hamparan padang pasir bernama Lass Apujarras.
"Kau memang bodoh, ingin melawan kami berempat. Apakah kau tidak tahu jika kami adalah Four Royal Knight? Jika tidak tahu, aku akan beritahu dengan ini! Iron Crusher!"
Stanley yang berjarak 10 meter dari Akira mengeluarkan pedang satu tangan bernama Gladzu. Lalu melompat dan menyelimuti Gladzu dengan aura ungu pekat, Gladzu dihantamkan pada kepala Akira.
'Bam!' Akira masih terdiam dan mengeluarkan Evileya Divine Gear untuk digunakan menangkis serangan Stanley.
[Apraisal status]
----------¤----------
Nama: Stanley Vercraft
Level: 11
Kuasa: Necromancy (Fusion kuasa Shadow dan kuasa Plague)
Job: Gladiator
----------¤----------
"Otak masih belum tumpul, tak sia-sia aku mengembangkan sendiri teknologi Qyo dan menyatukannya dengan jam tangan ruang," gumam Akira lalu mendorong pedang yang ia tahan di tangan kanannya.
"Arise Army!" Dari dalam bayangan Stanley muncul orang-orang yang ia pernah bunuh berjumlah 1000 orang. Dengan tubuh hany siluet hitam dan memiliki retakan lava hijau di sekujur tubuhnya, serta pupil mata hijau. "Habisi dia!"
Mereka semua melesat cepat dengan skill Shadow Step, Niz, Giord, dan Quiela menjauh dengan tatapan tajam penuh dendam.
Karena Akira yang telah membunuh adik dari Quiela dan merupakan sepupu dari Niz, Giord, juga Stanley.
"Bunuh dia secepat mungkin, Stanley!" Niz berteriak memberikan semangat untuk menghabisi Akira.
Stanley menengok ke arah mereka bertiga yang berjarak 100 meter dan mengacungkan jempol, "Pasti!"
"Ha-ha ... aku akan membunuh kalian dengan pedang milik adik kalian sendiri. Fiery Sudden Dance!"
__ADS_1
Samehada memanjang hingga 200 meter membentuk cambuk pedang lalu diayunkan secepat mungkin oleh Akira untuk mencabik-cabik 1000 pasukan bayangan milik Stanley.