KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 74


__ADS_3

Ryuga ke lantai apartemen paling atas bersama Filza melauli lift apartemen ke lantai 20. Ryuga menggandeng tangan Filza, perasaan hatinya mengatakan jika Filza mempunya masalah yang sangat pelik terpancar dari sorot matanya.


Ryuga menggesek kartunya ke mesin scaner di samping pintunya, Ryuga memegang gagang pintu berwarna putih, lalu memasuki unit kamar miliknya. "Mari masuk! Anggap saja rumah sendiri, kamarnya juga ada dua. Kamu bisa pilih salah satunya!" Ryuga menarik tangan Filza.


"Terima kasih Ryu, maaf merepotkanmu. Aku berjanji akan membalas kebaikanmu." Perut Filza berbunyi, sedari siang ia belum makan.


"Tidak usah sungkan." Ryuga tersenyum." Kamu lapar? Aku akan mencarikan makanan untukmu, makanan mewah apartemen tersedia masih lama sekitar pukul 20.00, ini masih jam 17.30."


"Tidak usah Ryu, aku bisa mencarinya sendiri, nanti malah merepotkanmu!" Filza menggeleng pelan kepalanya.


Mereka berdua masing-masing tidak ingin mengetahui masalah yang menimpa mereka satu sama lain. Ryuga dengan masalahnya dan Filza dengan masalahnya sendiri. "Sudah tidak apa-apa, sekalian aku mau membeli bahan makanan untuk stok di lemari pendingin." Ryuga keluar kamar menuju minimarket terdekat.


"Lapor target keluar apartemen menuju minimarket!" ninja memakai pakaian serba hitam memata-matai Ryuga dan memberi laporan melalui sambungan handsfree.


"Habisi dia!" balas kapten ninja bersembunyi di balik gang sempit apartemen.


Ada total 20 ninja yang akan menyergap Ryuga. Mata Ryuga melirik ke kanan dan ke kiri. Lalu masuk minimarket untuk berbelanja bahan makanan, buah-buahan, sayur dan juga makanan ringan serta minuman.


Ryuga membawanya ke meja kasir. "Mbak maaf, bisa dihantarkan ke apartemen Elevee lantai 20 kamar SVIP 01?" pinta Ryuga lalu memberikan kartu atm miliknya. "Dan ini 50.000 tips buat mbaknya!"


"Bisa mas, tunggu ya!" Kasir minimarket terus menatap lekat Ryuga karena sangat tampan sambil memproses transaksi kartu Ryuga. "Sudah ya mas, terima kasih. Nanti kami akan mengirimkannya ke kamar mas!"


"Terima kasih!" Ryuga tersenyum, memasukan kartu miliknya ke eternal gear lalu pulang menyusuri jalanan panjang yng cukup sepi.


20 ninja berpakaian hitam dan logo kepala srigala merah di dada kirinya, mengepung Ryuga lalu melempar shuriken serta kunai ke bagian vital tubuh Ryuga.


Trang!

__ADS_1


Trang!


Ryuga menangkis dengan eternal gear, tubuhnya berkedip lalu melayangkan rondhouse kick ke salah satu kepala ninja.


Bang!


"Fire ball!"


"Water wall!"


Salah satu ninja yang terkena tendangan Ryuga tertelingkup mukanya ke permukaan tanah. 10 ninja menembakan bola api dari mulutnya ke arah Ryuga, telapak tangan Ryuga ditempelkan ke permukaan tanah, untuk membentuk dinding air setinggi 10 meter.


Boom!


Cdash!


10 bola api menabrak dinding air, meledak dan menimbulkan kepulan asap. "Great water prison!" Dari tangan Ryuga yang ditempelkan ke tanah muncul air yang cukup banyak, membentuk kubah air setinggi 5 meter dan radius 20 meter. Kubah itu memenjarakan 19 ninja dan membuatnya terkunci, tidak bisa bergerak bebas di dalam air.


Ryuga berdiri di atas permukaan kubah air. "Sayonara! Water dragon!" Tangan eternal gear Ryuga tempelkan ke kubah penjara air, muncul naga air yang sangat besar panjangnya 10 meter, melahap 19 ninja yang terjebak di dalam kubah penjara air. "Kalian memang cari mati! Benar-benar kalian tidak waras, mau melawanku? Butuh waktu 1000 tahun."


19 ninja berpakaian hitam tewas, kubah penjara air lenyap mencair dan masuk selokan di sekitarnya.


[Selamat juragan mendapatkan 50 poin experience kuasa water, karena menggunakan salah satu skill dari kuasa water. Perolehan skill poin experience dikalikan dua karena menggunakan skill boosted gear secara otomatis, menjadi 100 poin experience kuasa water] x3.


"Lebih baik aku cepat pulang, di luar sunguh tidak aman," batin Ryuga.


___

__ADS_1


___


___


Ryuga sudah kembali ke kamar SVIP 01 miliknya. Filza juga sudah mandi taoi hanya memakai pakaian yang ia pakai sebelumnya. Barang belanjaan juga sudah sampai di kamar, Filza sedang merapikan dan menaruhnya di lemari pendingin.


"Ryu kamu sudah kembali!" Filza tersenyum manis, matanya berbunar membukakan pintu, Ryuga juga membawa kantong plastik hitam berisi makanan untuk makan mereka berdua. "Bawa apa Ryu?"


"Tolong ambilkan piring dan juga sendok! Ini nasi goreng dan ayam bakar untuk makan kita berdua," pinta Ryuga.


Filza pun membawakan piring, sendok untuk makan mereka berdua, Ryuga dan Filza makan dengan lahap. Filza membuatkan Ryuga kopi dan menaruhnya di meja dekat taman kecil di samping kamar Ryuga.


"Duduklah!" Ryuga menepuk-nepuk tangannya di kursi sebelahnya. "Aku ingin berbicara padamu!"


Filza duduk di kursi sebelah Ryuga, "Apa yang kamu ingin bicarakan Ryu? Maaf jika aku terus merepotkanmu. Jika kamu keberatan aku tinggal disini, aku akan pergi esok hari tapi izinkan aku malam ini tinggal." Filza memohon, cairan benjng menetes di sudut kelopak matanya.


Ryuga menyeka cairan bening itu penuh dengan kelembutan. "Bukan itu, aku malah senang jika kamu ingin tinggal bersamaku, aku kesepian jika aku sendiri. Apa kamu tidak takut denganku? Dan aku bisa saja berbuat jahat padamu."


"Aku percaya padamu Ryu, kamu pasti orang yang baik. Meskipun aku dengar pembicaraanmu dengan bapak sopir taksi online, kalau kamu dikeluarkan dari akademi." Filza memegang erat tangan Ryu, matanya berkaca-kaca.


"Aku adalah kepala kadet sekaligus ASSAT di sektor Siliwangi ini. Aku menyukai satu perempuan namanya Vanya Veriska dan satu tim denganku di tim 7, aku berpacaran dengannya. Lalu aku menbawanya ke dormitoriku dan melakukan hubungan suami istri. Tapi ada seseorang yang merekam lalu melaporkannya pada kepala akademi, lalu aku dikeluarkan dari akademi," ungkap Ryuga. "Kalau kamu?"


"Aku gagal masuk akademi di sektor Martapura, keluarga Alora mengusirku dari rumah. Sudah hampir mau 3 bulan aku di Indonesia, hanya dibekali uang 20 juta dalam 3 bulan. Aku hanya tinggal di kost-kostan tapi tadi siang dompetku jatuh di atas balkon mall, uangku untuk membayar kost-kostan terbang entah kemana dan atmnya juga hilang," jawab Filza dengan cairan bening terus mengalir deras di sudut kelopak matanya.


"Apakah kamu ingin menjadi seorang Divya?" tanya Ryuga tersenyum.


"Tentu, aku ingin sekali menjadi Divya." Filza menyeka air matanya, kepalanya yang menunduk ia dongakan. "Apakah kamu juga bisa mewujudkannya seperti anak sopir taksi online itu?"

__ADS_1


"Tentu saja bisa, tapi aku ingin kamu bersumpah setia padaku. Aku hanya butub orang yang setia dan mau mengurusi bisnisku nanti. Apakah kamu siap Filza?" Ryuga menatap lekat Filza dengan sorot mata yang tajam.


"Tentu aku mau, aku berjanji. Anggap saja aku membayar semua kebaikanmu. Jika kamu memintaku untuk meninggalkan keluargaku juga aku siap, karena bagiku mereka bukan sudah keluargaku lagi." Filza berdiri dan memegang tangan Ryuga penuh dengan kesungguhan.


__ADS_2