
"Ada apa tenanglah!" Ryuga menaruh telapak tangannya ke kedua pipi Filza dan mengelusnya lembut, membuat Reyna dan Ryan merasa iri sekaligus malu. "Katakanlah dengan tenang!"
Filza menarik lengan Ryuga, Reyna dan Ryan juga ikut masuk ke ruang tamu. Filza memperlihatkan berita di televisi, berita menayangkan konferensi pers tentang tiga guild teratas yang berhasil membersihkan monster level paladium.
Dalam konferensi pers mereka memberikan pengakuan jika para anggota guild Dark Butterfly, Vrederic dan Black Ghost diserang oleh Filza, Angelina, dan Ryuga hingga membuat 24 anggota guild mereka terluka parah.
Pengakuan kedua Ryuga, Angelina, dan Filza kabur disaat portal paladium muncul. Ryon, Nina, dan Rick mengaku mereka berenamlah yang berhasil membunuh boss monster hellstorm dan menutup portal paladium.
Pengakuan ketiga mereka menyatakan jika ketiga guild bergabung menjadi satu dengan nama guild baru bernama Vredmetal. Guild Vredmetal akan memaafkan Ryuga, Filza, dan Angelina asal mereka bertiga mau bergabung dengan guild Vredmetal dengan tanpa paksaan, kalau mereka bertiga mau akan membawa kasus ini ke mahkamah tertinggi Regalia King.
Ryuga menggertakan giginya dan memukul meja hingga terbelah dua, "Bedebah! Benar-benar tak tahu diuntung. Kalau begitu semalam aku biarkan mereka mati saja di makan monster level paladium!"
"Ya Ryu kamu benar. Sudah diberi hati minta jantung, biar aku habisi saja mereka Sekarang! Tahu akan seperti ini, aku biarkan saja mereka mati semalam!" Filza berdiri dengan raut wajah merah padam.
"Jangan mengotori tanganmu! Aku masih punya cara meredam mereka. Untuk saat ini fokus saja ke persiapan pembukaan cabang guild storm gravity di sektor Siliwangi." Ryuga berdiri dan memegang kedua bahu Filza dengan kedua tangannya, lalu mendudukan pelan Filza. "Ini kenalkan temanku Reyna dam Rayn!"
"Hah ... maaf ya, kalau aku sedikit emosi. Kenalkan aku Filza Alora!" Filza menghela nafas panjang dan menyodorkan tangannya dengan senyum ramah. "Senang berkenalan dengan kalian!"
"Aku Ryan Vlandesilk!" Ryan menjabat tangan Filza yang sangat halus dan melepaskannya. "Senang berkenalan dengan Filza, dan ini adik kembaranku Reyna Vlandesilk."
Reyna juga menjabat tangan Filza, "Aku Reyna Vlandesilk, senang berkenalan dengan Filza."
"Oh ya aku mau membersihkan diri dahulu, jika kalian mau membersihkan diri silahkan. Anggap saja rumah kalian sendiri, nanti kita makan dahulu baru bicara. Filza sudah memasak banyak hari ini, dan kalian harus mencoba masakan Filza karena sangat enak." Ryuga mengacungkan jempol pada Filza.
"Ah Ryu, kamu bisa saja." Filza pipinya memerah, tersipu malu. "Silahkan kalau mau membersihkan diri, Reyna dan Ryan!"
__ADS_1
Ryuga membersihkan diri di kamarnya dan Reyna dan Rayn membersihkan diri di kamar tamu secara bergantian. Setelah selesai mereka berempat lalu menuju meja makan untuk makan bersama.
"Khoooo!" Ryuga dan Ryan bersendawa keras lalu tertawa bersama, "Hahahaha. Maklum makanannya enak, hahahaha."
Setelah makan mereka berempat pergi ke ruang santai untuk menikmati cake buatan Filza sambil ngobrol santai. "Terima kasih jamuan makannya Ryu, tahu saja kami berdua doyan makan, hehehe." Reyna menggaruk pipinya yang tidak gatal.
"Tidak apa-apa." Ryuga tersenyum lebar. "Aku mau mengajukan tiga syarat untuk kalian berdua. Kalau kalian setuju aku jamin kamu akan kadi Divya yang kuat daj punya badan bagus sepertiku dan Filza."
"Apa Ryu syaratnya?" tanya Reyna dan Rayn serentak dengan raut muka menelisik.
"Pertama bujuk ayahmu untuk menghentikan investigasi pembantaian klan Zeustra, kedua masuklah menjadi anggota guildku storm gravity, ketiga jadilah matak-mataku di akademi. "jawab Ryuga. "Itu saja syaratnya, apa kalian berdua sanggup?"
"Ada satu lagi yang kami minta, berikan kami senjata terhebat minimal level Mythril. Kami berdua akan bersedia memenuhi segala syaratnya," jawab Ryan.
"Ya, kami berjanji!" timpal Reyna.
Ting!
"Ryu, nanti malam aku akan menjemputmu di apartemen. Ayah mengundangmu dan ingin berbicara denganmu," tulis Angelina dalam pesannya.
"Baik, terima kasih atas undangannya," balas Ryuga dalam pesannya.
"Ada apa Ryu?" Filza menelisik.
"Angelina mengundangku nanti malam ke rumahnya. Kamu ikut ya temenin aku!" Ryuga menaruh telapak tangannya di atas punggung tangan kanan Filza, lalu meremasnya lembut.
__ADS_1
"Ya!" pipi Filza memerah.
"Oh ya, kapan kalian berdua sudah masuk akademi?" Ryuga bertanya, matanya menatap lekat Ryan dan Reyna.
"Besok lusa, makanya kami sedang mengadakan persiapan. Tapi kami berdua malu, takutnya kami mendapat perundungan di akademi, level kami terlalu lemah bahkan bisa dibilang sampah, fisik kami juga berdua juga sangat tidak enak dipandang," jawab Reyna menundukan wajah, raut mukanya murung.
"Aku berjanji akan melindungimu, Reynaku sayang." Ryan mengelus lembut rambut Reyna.
"Jangan begitu, aku mau berteman dengan kalian. Aku berjanji sebagai guild leader storm gravity, akan membuat kalian kuat dan disegani. Aku berjanji!" Ryuga bangkit dari duduknya lalu menepuk-nepuk dadanya. "Aku bukan seorang pembual, kalau tak percaya tanya saja sama Filza."
"Ya, Ryu telah mengubahku yang seorang sampah, cupu, non Divya sekarang menjadi Divya level 6 hanya dalam sekejap. Bisa dikatakan hitungan jam, tapi tentu ada harga yang harus dibayar," jelas Filza sorot matanya tajam.
"Apa?! Non Divya menjadi Divya level 6 hanya hitungan jam?!" Ryan dan Reyna menjatuhkan rahangnya.
Filza mengeluarkan Stardust dari jam tangan penyimpanan, panah berwarna biru buatan Ryuga yang terbuat dari batu logam mythril.
Mata Ryan dan Reyna berbinar-binar, "Wow keren sekali! Senjata yang luar biasa." Reyna dan Ryan mengelus pelan Stardust. "Kami siap menandatangai kontrak selamanya dengan guild Storm Gravity."
Filza masuk kamarnya, mengambil surat pemasukan anggota guild. Ryuga sudah membelikan Filza laptop, meminta file-file dokumen penting dari Gemusha dan Inusha karena mereka berdua yang mengurusi semua pendaftaran guild storm gravity cabang pertama pada asosiasi guild di sektor Majapahit yang terkoneksi ke seluruh sektor di pemerintahan Sangakama.
"Ini silahkan kalian tanda tangani!" Filza memberikan surat pemasukan anggota.
"Terima kasih." Reyna dan Ryan tanpa keraguan langsung menandatangi surat pemasukan anggota guild Storm Gravity dan menempatkan Reyna dan Ryan sebagai anggota super elit.
Posisi dalam keanggotaan guild storm gravity masih Ryugs pikirkan karena anggota guildnya masih sedikit, kecuali di Sektor Majapahit 1000 anggota guild. Tapi Gemusha dan Inusha memimpin mereka dengan sangat efektif, belum ada pemilihan level atau tingkatan, masih diberlakukan level setara pada setiap anggota.
__ADS_1
"Baik, kita pergi sektor Martapura! Aku juga ingin melihat cabang guild Storm Gravity di sektor Martapura!" seru Ryuga.