
Malam itu juga Boy dengan kecerdasan yang sudah meningkat langsung mengotak-atik papan tombol laptop untuk membuat papan pengumuman perekrutan anggota baru.
Di temani secangkir kopi dan Gladys serta Zaka juga Zaki dari balik bayangan Boy, ia melakukan pekerjaan itu dengan sangat cepat.
"Aku rasa latihanku di bawah bimbingan langsung bos selama ini memberikan efek signifikan. Walau bos orang sangat sibuk tapi selalu sempat melatihku, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini dan memberikan yang terbaik untuk guild Emperor menjadi Guild nomor satu di dunia," gumam Boy.
Sebagai wilayah netral, Neo Japan sering di dapuk menjadi kota yang melaksanakan kompetisi antar guild yang diikuti setiap guild dengan mengirimkan 10 anggota. Tujuan kompetisi tersebut menunjukan guild mana yang terbaik.
Kali ini kompetisi akan diadakan di Bloodfallen, satu minggu lagi. Alasan para Sangakama dan Regalia King menunjuk Bloodfallen karena keamanannya super ketat.
Tentu saja hasil presentasi Ten King pada Kira selaku pemimpin yang membimbing seluruh asosiasi Guild di seluruh dunia.
Semua telah di audit dan perhelatan akbar itu akan di adakan pada bagian Barat wilayah Bloodfallen.
Di atas langit wilayah Bloodfallen, Queen Aranya tiba-tiba muncul melayang terbang dengan senjata dewa atau Ancient Weapon God bernama Wing Of God Darkness.
Sebuah senjata dewa berbentuk dua pasang sayap, yang atas sepasang sayap malaikat berwarna hitam dan bawahnya sepasang sayap iblis berwarna merah pekat.
'Ctak!'Queen Aranya menjetikan jari muncul banyak portal dari berbagai level di seluruh wilayah Neo Japan.
Ini sebelumnya tidak pernah terjadi di Neo Japan, "Sebelum kompetisi antar guild aku akan menghabisi kau Ryuga. Kau telah mengacak-acak penjara di menaraku, Dark Teleportation!" serunya.
'Cwuszh!' Queen Aranya tubuhnya berkedip hitam dan hilang dari pandangan.
Jam tangan ruang di seluruh anggota guild Emperor berbunyi darurat dan menandakan bahaya.
Para pembunuh bayaran dan tentara keamanan di Neo Japan pun segera bergerak untuk mengamankan setiap portal, takut terjadi Gate Break, seperti sebelum-sebelumnya.
'Cwuszh-cwuszh!' Angelina, Verel, Rany, dan Ryuga yang sedang istirahat. Tiba-tiba muncul di dalam menara Griovan lantai dua.
"Ada apa Boy, portal kah?" tanya Ryuga heran. Sebab wilayah netral ini biasanya tidak pernah terjadi kemunculan portal, selama masih ada Jiraiya.
__ADS_1
Tapi sekarang Jiraiya sudah tidak ada, "Adik ipar!" panggil Zaka keluar dari bayangan Boy. "Aku menemukan sesuatu terkait kemunculan portal-portal ini di seluruh Neo Japan."
"Jelaskan, kakak ipar!" titah Ryuga melipat tangan di dada.
"Kemunculan ini terkait dengan Jiraiya Sarutobi yang sudah tiada. Kemungkinan besar portal ini ada yang menciptakan dan bertipe monster berelemen Dark. Pasti adik ipar sudah tahu yang akan keluar dari dalam atau di dalam gate tersebut monster apa, bukan?" jelas Zaka.
"Ya, ras Demonia. Tapi jumlahnya sangat banyak dan menurut kadar energinya?" Mata Ryuga membulat, setelah melihat proyeksi panel hologram dari jam tangan ruang mengenai level portal yang tidak terbaca.
Pasalnya hanya muncul tanda level '???', sebelumnya belum pernah terjadi hal seperti ini. Jika pun sulit terbaca pasti masih bisa dideteksi melalui kepadatan energi yang berada di depan gate.
"Aku juga tidak merasakan energi Zerocity." Gladys keluar dari bayangan Boy dan menggeleng pelan, "Kemungkinannya itu adalah portal dengan kepadatan energi Evolt."
Semua mata terhenyak dan sontak menjatuhkan rahang. Sebab di antara mereka hanya satu orang yang mempunyai 3 energi sekaligus yaitu Gladys.
"Kita tidak bisa masuk kalau seperti ini," celetuk Verel khawatir dan betapa mengerikannya portal energi Veda di level Titanium dan portal energi Zerocity di level Excalium.
"Tentu, aku tidak akan mengorbankan kalian. Makanya aku akan pergi sendiri untuk mengujinya." Ryuga mengeluarkan Yamato dan melemparkannya pada Rany, "Aku pinjam Enzilong dan jaga baik-baik Yamato, jangan sampai dicuri lagi."
"Glad, aku akan pergi lama. Kamu tahu kan apa yang harus kamu lakukan?" pinta Ryuga pada Gladys. Permintaannya untuk menyampaikan izin pada Niseki, bahwa Vergil Wong tidak masuk kuliah dan entah sampai kapan.
"Iya sayang. Psycho Teleportation!" Tubuh Gladys berkedip ungu dan hilang dari pandangan semua orang.
"Za, jaga tempat ini dan jangan biarkan satu anggota kita pun ma-" Saat Ryuga memberikan perintah, lehernya sudah dicekik oleh tangan yang keluar dari pusaran merah.
"Kamu itu selalu berbuat enak sendiri dan tidak mengajakku. Aku akan pergi bersamamu." Akira alias Red Moon keluar dari pusaran merah dan langsung di tebas oleh Rany.
'Syat!' Tebasan itu hanya mengenai ruang kosong, karena Red Moon refleknya sangat cepat dan mundur sejauh 5 meter dari Ryuga.
"Birds Chirping Stream!"
"Water Bullet!"
__ADS_1
Filza dan Verel siap menyerang, namun dihentikan oleh Ryuga. "Hentikan, ini hanya salah paham!"
Kira tiba-tiba muncul di dekat Ryuga, dan tersentak kaget dengan Red Moon, lalu marah padanya, "Apa yang kamu lakukan disini?" Kira bersiap menyerang.
"Guru, semuanya hentikan! Kita tak boleh berbuat onar disini!" teriak Ryuga.
Kiyu yang menyadari dengan sensor energinya dan tidur di lantai paling atas, langsung berteleportasi di lantai dua.
"Ada apa ini?" Kiyu langsung mengeluarkan aura Emperor untuk menenangkan dan memberikan kenyamanan pada semua orang yang berada di menara Groivan.
"Maaf, ini kesalahpahaman. Mohon maaf sekali lagi." Ryuga mengibaskan tangan untuk menghilangkan pengaruh aura Emperor.
Tentu saja membuat Kiyu dan semua orang tanpa terkecuali Red Moon membulatkan mata.
"Ma-maafkan aku tuan Ryuga. Aku tidak tahu, jika itu tuan." Kiyu sangat mengidolakan Ryuga, lalu berlutut satu kaki dan menunduk hormat pada Ryuga.
"Kau pergi dahulu!" tunjuk Ryuga pada Red Moon yang sudah mengetahui identitas Vergil Wong adalah Ryuga.
"Baiklah, aku akan pergi ke portal di wilayah barat." Tubuh Red Moon terhisap oleh pusaran merah.
"Ada apa guru kemari?" tanya Ryuga.
"Ini!" Kira mengeluarkan mayat Animaria Sabertooth di depan mereka semua termasuk Kiyu. "Ancient Beast Ball ada pada Sasuke dan kamu tahulah."
"Tidak apa-apa. Aku memang hanya membutuhkan mayat ini untuk melengkapi 7 pedang Enzilong." Ryuga mendekati mayat Animaria Sabertooth dan menempelkan telapak tangan kanannya pada dahi Animaria Sabertooth.
"Evolt, rubah mayat ini menjadi Ancient Beast God Crystal!" titah Ryuga dalam hati.
[Blangtungpak Blaem-Blaem. Baik juragan]
Mayat Animaria Sabertooth bersinar terang dengan warna biru. Lalu berubah menjadi bunga lotus kristal berwarna biru dan masuk ke dalam Enzilong.
__ADS_1
[7 mayat ekstraksi Ancient Beast God sudah menyatu dengan Enzilong dan kekuatan Enzilong telah sempurna. Bisa memanggil Animaria Sabertooth pada skill di Divine Slayer Style, karena jiwa Animaria Sabertooth telah terkontrak dengan juragan]